PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 427. COBA DEKATI TATIANA


__ADS_3

“Apa itu?”                 


“Kalau kau bisa melakukannya, cobalah mendekat pada Tatiana dan Jeff atau kau bisa katakan pada Barack untuk melakukannya. Aku ingin tahu apa rencana mereka dengan senjata milik Omero.


Tatiana datang kerumahku untuk menanyakan itu padaku tadi! Kau tahu sendiri kan kalau Tatiana tidak pernah peduli dengan barang-barang maupun bisnis ayahnya sebelumnya? Yang dia pedulikan hanya kecantikan dan segala macam hubungan dengan perhiasan saja!”


 


“Baiklah Dante! Aku mengerti apa yang kau inginkan. Akan kucoba sampaikan pada Barack nanti kalau memungkinkan aku akan coba mengikuti mereka.”


“Hmmm! Bagus sekali! Kalau begitu ikuti saja mereka, aku ingin tahu semuanya tapi ingat Nick kalau aku masih membutuhkanmu disini. Dua jam lagi kau harus sudah sampai dirumahku. Kita masih punya banyak pekerjaan yang harus diselesaikan!”


 


‘Aku tidak boleh teralihkan dengan berita yang baru disampaikan Nick! Aku harus fokus pada penyerangan malam ini. Aku tidak mau sampai gagal!’ gumamnya dalam hati. Dante kembali berpikir mengenai semua rencananya.


Dia tahu jika Nick tidak akan mungkin mendekati Tatiana dan Jeff karena Dante tidak tahu jika temannya itu memakai topeng wajah. Tapi dia pikir meskipun Nick berhasil mendekati Tatiana dan Jeff, tidak mungkin dia akan berhasil mendapatkan informasi yang Dante inginkan.


 


“Dante, sudah kubilang padamu kalau aku sedang berada dikamar mandi dengan kondisi sulit sekarang. Aku tidak tahu apakah aku bisa sampai dirumahmu dalam waktu dua jam!”


“Jadi kenapa kau pergi kalau kau tahu waktumu tidak akan cukup untuk sampai disini tepat waktu? Apa masih belum jelas apa yang sudah aku beritahukan padamu setelah kau pergi menemui Anthony di penjara?” ujar Dante kesal.


 


Dante geram karena rencana malam ini benar-benar membutuhkan persiapan matang karena transaksi mereka lumayan besar kali ini. Dan ini adalah transaksi terbesar kedua ditambah lagi dia sudah punya rencana lainnya yang harus dia selesaikan malam ini. Dia ingin memastikan semuanya akan berjalan lancar dan tidak ada hambatan apapun.


 


Dante memijit pelipisnya, dia merasa pusing karena dia tidak mungkin bisa melakukannya hanya dengan tiga orang saja karena dia tidak bisa mengharapkan Barack untuk saat ini.


“Maafkan aku. Tadi aku tidak tahu apa rencanamu yang lain jadi saat aku melihat Tatiana, aku melakukan sesuatu diluar perintahmu. Aku akan pergi kerumahmu secepatnya supaya aku bisa tiba disana tepat waktu. Aku janji! Kau bisa pegang ucapanku!”


 


“Bagus! Tapi, apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa kau ada dikamar mandi? Apa yang kau lakukan disana? Apa kau ketahuan atau Barack yang memintamu untuk menunggu disana?”


“Aku mengerjakan pekerjaan Barack!”


“Apa? Maksudmu?” tanya Dante dengan meninggikan suaranya.

__ADS_1


 


“Aku menembak seseorang! Wanita ini terlalu menyusahkan dan sepertinya dia mengganggu Barack makanya aku terpaksa menembaknya.


Tapi ternyata Barack malah menyalahkanku dan sekarang dia menaruhku bersama mayat wanita itu didalam kamar mandi. Aku harus menunggu sampai Barack datang. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan sekarang!”


 


“Diamlah! Jangan bicara lagi.” ucap Dante.


“Ada apa Dante? Jangan membuatku takut!”


“Dasar bodoh! Kau ada dikamar mandi kan? Kenapa kau malah bicara denganku? Apa kau tidak takut ada orang lain yang mendengarkan pembicaraan kita? Kau ceroboh sekali Nick! Apa kau tidak memikirkan ini sebelum bertindak?”


 


‘Aduh! Apa-apaan mereka ini semua membuatku pusing sekali. Kenapa membuatku sakit kepala disaat aku harus fokus dan berkonsentrasi penuh?’ bisik hati Dante yang tidak tahu harus mengatakan apalagi pada temannya.


Sementara di seberang sana Nick memegang tubuh Gabriella dengan satu tangan sedangkan tangan satunya memgang ponsel sehingga sulit baginya untuk bergerak dan mengecek keadaan diluar.


 


 


‘Ya Barack tidak sebodoh itu dan tidak mungkin dia menyuruh Nick menunggu disana dan meninggalkannya begitu saja tanpa memeriksa situasi terlebih dahulu. Barack sangat teliti dan waspada. Tapi tetap saja mereka berdua sudah membuat kesalahan! Barack bahkan tidak menghubungiku sampai sekarang! Apalagi yang sedang direncanakan anak itu?’ bisik hati Dante menahan rasa kesalnya.


 


Sambil berbicara dengan Nick, Dante pun mulai memikirkan untuk mengubah sedikit rencananya untuk menyesuaikan dengan situasi dan kondisinya saat ini agar semua bisa berjalan lancar dan aman.


Disaat genting seperti sekarang ini hal yang paling tidak disukai Dante adalah harus mengganti rencana dan berpikir cepat untuk mengantisipasi situasi yang berubah begitu cepat.


 


“Ya sudahlah kalau begitu cepat selesaikan urusanmu disana. Ingat ya Nick, waktumu hanya ada dua jam, jangan sampai kau terlambat sampai disini. Penyerangan malam ini tidak main-main dan aku mau kita semuanya fokus dan tidak teralihkan dengan apapun!” ucap Dante.


 


“Baiklah Dante! Aku tutup dulu teleponnya. Tanganku sudah kram memegang wanita ini berat sekali.”


Saat Nick mematikan teleponnya dia mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka. Dia meningkatkan kewaspadaannya. ‘Siapa yang baru masuk?’ ujarnya mulai berhati-hati saat langkah seseorang memasuki kamar mandi.

__ADS_1


 


Dengan cepat dia memasukkan ponselnya ke saku jasnya dan langsung mengeluarkan pistolnya untuk bersiap-siap. ‘Aduh, dia semakin dekat. Tubuh wanita ini berat sekali! Tanganku sampai kram dan sakit menahannya dari tadi.’ bisiknya mulai mengedarkan pandangannya jika orang itu mengintip dari atas. Langkah kaki itu semakin mendekat ke bilik tempat Nick berada.


Tok tok tok


‘Siapa yang mengetuk pintuku?’ pikir Nick semakin cemas sampai dia menahan napas dan tak bersuara. Nick sudah menggerakkan senjatanya menempel pada daun pintu, seandainya orang itu membuka pintu didepannya maka dia sudah dalam posisi siap menembak.


 


“Apa kau masih ada didalam? Barack mengirim ku kesini untuk mengeluarkanmu dari sini. Dia ingin aku membereskan masalahmu! Keluarlah!”


Mendengar perkataan pria itu membuat Nick menarik napas lega. Dia sudah bisa tenang dan tersenyum lalu menaruh kembali senjatanya.


 


‘Apa benar dia orang suruhan Barack? Jangan-jangan Barack tertangkap sehingga orang ini menyamar sebagai orang suruhan Barack? Aku tidak boleh gegabah.’ bisik hatinya lalu mengeluarkan lagi pistolnya dan menempelkan di pintu.


Nick masih khawatir jika orang itu bukan suruhan Barack. Dia mencoba membuka pintu perlahan dengan satu tangannya menahan tubuh Gabriella didepannya untuk digunakan sebagai tameng seandainya orang itu menembak.


 


“Kau!”


“Aku manuel! Aku teman Barack. Dia yang memintaku kesini untuk mengeluarkanmu.”


Nick dan Manuel saling menodongkan senjatanya dan sama-sama menarik senjatanya kembali karena sudah yakin dengan orang yang ada dihadapan mereka.


“Jadi, aku bisa mempercayaimu?” tanya Nick.


 


“Ya. Tenang saja. Aku tidak dendam pada kalian karena kalian membunuh Katarina! Barack sudah menjelaskan semuanya padaku.” ucap Manuel yang membuat Nick lega.


“Jadi kau orang yang memiliki hubungan khusus dengan wanita bernama Katarina itu? Ck!”


“Ya. Benar itu aku. Aku hanya membantunya untuk melarikan diri dari Jeff.”


 


“Oh begitu? Apa kau bisa membantuku keluar dari tempat ini?” tanya Nick lagi.

__ADS_1


__ADS_2