PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 526. ADA YANG ANEH


__ADS_3

Ada granat, senjata pelontar peluru, pisau dan beberapa senjata lainnya.


“Jangan lupa pakai baju anti peluru! Bawa kacamata itu karena kacamata itu bisa membantumu menembakkan obat bius dan kau juga bisa melihat senjata tersembunyi apa saja yang dimiliki musuh! Kacamata itu bisa memancarkan infrared, juga bawa masker itu!”


“Masker itu berguna untuk melindungi mulut dan menyaring udara! Hanya oksigan yang akan masuk kalau kau mengaktifkan filter oksigennya. Masker itu untuk menghindarkanmu dari racun.” Dante menjelaskan secara detail tanpa menatap Vince. Dia sedang terburu-buru memasang semua senjata dan perlengkapan perangnya.


“Wah persiapan anda lengkap sekali tuan! Saya tidak menyangka bahwa anda memiliki semua peralatan secanggih ini.” Vince berkata jujur merasa takjub.


“Aku tahu bagaimana cara melindungi diri sendiri. Aku yang mendesain pesawat itu. Semua yang ada disini semuanya sudah kupikirkan matang-matang! Karena aku tidak mau mati konyol.” ucap Dante sambil mengambil dua buah pentungan.


Pentungan itu bukan sembarangan pentungan, itu seperti senjata ninja yang ditaruh dibelakang pundaknya dan pentungan itu memiliki senjata rahasia yang tersimpan didalamnya.


“Ehm….Tuan apa tadi kita tidak bisa menyelamatkan pilot dan pramugari?” tanya Vince ketika mereka sudah berlari menuju kearah mansion mewat empat lantai milik Jeff Amadeo.


“Kalau mereka semuanya manusia pasti aku sudah menyelamatkan mereka.” jawab Dante.


“Heeeee? Jadi mereka semua bukan manusia?” Vince menoleh pada Dante.


“Mereka semua tidak bisa menipuku! Mereka semua adalah android dengan tipe berbeda.” Dante tidak tahu lagi bagaimana menjelaskan. Sehingga dia mencari kata-kata termudah lagipula dia harus mengatur napasnya sambil berlari dan bicara.


“Maksud anda, tuan? Tadi anda memperingatkan saya saat anda mengetuk-ngetuk mejad di pesawat. Pada meja itu anda menunjukkan ponsel yang bertuliskan saya tidak boleh memakan kue dan tidak boleh meminum apapun! Apakah anda sudah mengetahui pramugari itu juga android? Tapi bukankah tadi anda berpikir bahwa dia manusia biasa?”


Mereka berdua berlari sambil bicara sembari melindungi diri dari anak buah Jeff. Saat ini mereka sudah memasuki wilayah Jeff tapi mereka tidak diperhatikan oleh anak buah Jeff yang masih sibuk mengurusi pesawat jatuh. Kini mereka berlari semakin kencang mencari tempat persembunyian.

__ADS_1


“Iya, pramugari itu adalah android! Apa yang wanita itu katakan semuanya sudah diatur dan aneh.”


Sambil berbicara Dante bersembunyi didekat pintu belakang rumah Jeff tapi mereka belum bisa masuk dan masih menyiapkan senjatanya sambil memikirkan sesuatu. ‘Harusnya mereka tidak terlalu fokus pada pesawat itu! Tapi aku rasa bunyi ledakan itu memekakkan telinga sehingga membuat mereka tidak bisa mendengar percakapanku dengan jelas.’ pikir Dante.


‘Tapi aku tidak tahu berapa lama lagi mereka akan kembali menormalkan telinga mereka! Fuuuh aku harus berhati-hati dan memanfaatkan momen ini sebaik-baiknya karena aku harus cepat sampai ditempat tujuanku. Jeff Amadeo!’ pekik hati Dante yang sudah menyadari satu hal. Android itu mengenali suaranya dan bisa mendengar dari jarak yang cukup jauh.


Tapi sejauh apa efektif pendengaran android itu, Dante pun tidak tahu! Dan faktor apa yang mempengaruhinya pun Dante belum mengetahui. Dia masih mencoba menerka-nerka dan inilah yang membuatnya sangat berhati-hati dalam bertindak.


“Tunggu dulu Tuan! Darimana anda tahu kalau mereka bukan manusia?” Vince semakin penasaran.


“Karena aku curiga dan aku menggunakan instingku!” ucap Dante melirik Vince. “Kau belum bisa menebaknya?” Dante berbisik sambil menempelkan telinganya ke pintu sepeti mendengarkan sesuatu. Dia masih menggunakan wireless earphone yang belum diketahui Vince apa fungsi benda itu.


“Tidak bisa Tuan! Saya tidak mengerti bagaimana cara kerja dan pikiran anda.” jawab Vince.


Dia mengambil peralatannya dan mendekatkan lagi telinganya ke pintu untuk memastikan sesuatu sebelum dia melakukan penyerangannya.


“Ah, jadi perbuatannya yang menjadi penilaianmu.” Vince menimpali.


“Bukan itu saja! Saat dia memakan kue itu, aku melihat bibirnya terbuka dan bagian dalam mulutnya yang berwarna kebiruan seakan melepuh. Itu menandakan dia keracunan.” kata Dante lagi.


“Dia menaruh racun yang cukup banyak didalam kue yang dihidangkan. Karena itu aku menarikmu pergi. Dan aku juga merasa ada yang aneh saat itu.” Dante bicara dan saat ini dia sudah siap untuk menyerang setelah memeprhatikan semua peralatannya dan tangannya sudah memegang handle pintu mansion.


“Apakah anda merasa khawatir makanya bicara berbisik seperti ini?” tanya Vince.

__ADS_1


Dante meliriknya dan mengangguk. Vince bertanya karena dia merasa heran sejak tadi mereka berdua bicara sambil berbisik-bisik terus.


“Kau tahu pramugari itu, dia melakukan apa yang aku perintahkan kepadamu!” Dante tersenyum tipis.


“Huh? Benarkah Tuan?”


Mereka sudah dalam posisi hendak masuk tapi masih bicara, “Dia seharusnya hanya meminum minuman yang kau suruh! Tapi di bibirnya dia bilang dia tidak berani minum, setelah dia minum dia juga memakan kue! Padahal makanan itu dihidangkan padaku, mereka ingin aku memakan kue itu! Jadi tidak mungkin dia memakannya. Semua pelayanku tidak pernah melakukan itu.”


Dante melirik Vince, “Aku curiga mereka memasukkan sesuatu ke tubuh wanita itu sehingga bisa membuat mereka mengatur bagaimana dia bertindak. Mereka tidak membunuhnya seperti ketiga pramugari lainnya. Mereka melakukan dua macam cara untuk menjadikan manusia sebagai alat.”


Kini keduanya tidak lagi bicara dan sudah mengendap-endap memasuki mansion.


‘Ada hal lain yang membuatku bingung! Aku yakin suaraku harusnya terdengar oleh mereka! Tapi kenapa mereka masih sibuk dengan pesawat itu?’ Dante sibuk memikirkan itu dan dia merasakan ada yang aneh sehingga tanpa sadar Vince sudah mengikutinya sejak tadi semakin takjub dan kagum melihatnya.


‘Tuan, anda memang sangat jenius! Aku tidak menyangka dan bahkan sekarang kau sudah melakukan sesuatu pada cctv-nya!’ ucap Vince sambil menatap Dante yang sudah melemparkan selembar kain menutup cctv. ‘Dia memang tidak ada tandingannya. Mungkin kalau dia bergabung dengan federal dia bisa menangkap banyak penjahat!’


‘Pantas saja Tuan Dante selalu berhasil menghindari federal! Dia pasti juga tahu kalau pilot itu sudah diberikan sesuatu agar menurut pada para penjahat itu.’ pikir Vince. Memang Vince sudah curiga pada pilot itu tadi ketika dia melihat Dante bicara pada pilot itu semuanya mengatakan iya dan menganguk setuju tanpa memikirkan keluarga mereka, ini sangat aneh!


Manusia itu sifatnya menginginkan kehidupan dan tidak akan mudah mengiyakan apalagi jika mereka memiliki keluarga. Tapi manusia setengah android itu justru melakukan sesuatu yang pada dasarnya tidak akan dilakukan oleh manusia normal.


“Kenapa kau senyum-senyum sendiri?” tanya dante dan Vince hanya menggelengkan kepalanya saja.


“Saya hanya bersyukur bisa bekerjasama dengan anda Tuan! Suatu kehormatan bagi saya dan saya akan mengawal anda dengan baik. Saya akan loyal pada anda.” kata Vince yang membuat Dante tersenyum kecut.

__ADS_1


__ADS_2