PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 446. MENUNGGU WAKTU TEPAT


__ADS_3

Tidak ada seorangpun yang tahu tapi yang jelas, Dante sekarang sudah menuju kearah mobil dimana Noel sudah berada didalamnya.


“Kita berangkat sekarang Dante?” tanya Noel menatap pria yang baru saja masuk kedalam mobil.


“Ya! Kau tahu kan kemana kita harus pergi?”


“Tentu saja aku tahu.”


 


“Jangan parkir di dekat penjara. Karena kita datang kesana bukan sebagai tamu!” ujar Dante yang membuat Noel mengeryitkan dahinya. Tapi dia tidak banyak bertanya dan dia langsung melajukan mobilnya menjauhi mansion Dante. Sedangkan Dante melirik ke pria disebelahnya yang terlihat sangat fokus mengemudi.


 


“Kenapa kau diam saja?” tanya Dante setelah lima belas menit perjalanan dan tidak ada pembicaraan diantara keduanya hingga akhirnya Dante mencoba buka suara untuk memecah keheningan.


“Ehm, tidak Tuan! Saya tidak apa-apa. Maaf maksudku Dante. Saya tidak apa-apa. Maaf aku salah bicara lagi.” ujar Noel yang sepertinya sedikit gugup.


 


Sampai berkali-kali Noel mencoba meralat bicaranya dan membuat Dante tersenyum sedikit. ‘Aku benar-benar merasa sulit untuk memanggil namanya saja! Karena aku sangat menghormatinya. Aku sangat mengagumi karakternya dan aku negfans sekali padanya! Dia pria yang hebat dan sangat pintar.’ ujar Noel dihatinya.


 


“Apa kau masih gugup? Kita tidak akan berhasil melakukan misi ini masuk kedalam sana jika kau masih seperti ini! Kau harus fokus dan percaya diri.” ujar Dante.


“Ya kau benar sekali. Aku merasa gugup sekali. Tapi aku tidak tahu bagaimana cara mengendalikannya.” jawab Noel sejujurnya. Dia memang selalu jujur pada Dante tentang isi hatinya, tentang semua kegalauannya dan kekhawatirannya.


Dia memang bekerja sebagai staf keamanan dan dia bekerja memperhatikan CCTV! Dia juga pernah mendapatkan latihan militer, tapi untuk masuk kedalam penjara apalagi dengan misi penyelamatan seseorang yang kondisinya yang sulit dijangkau, tentu saja hal itu membuatnya sedikit stress.


“Bersikap santai dan berpikir hal-hal yang indah untuk menenangkanmu!”


 


Kata-kata yang diucapkan Dante itu tidak dipahami maksudnya oleh Noel. “Maaf, apa yang harus dipikirkan indah?” tanya Noel.

__ADS_1


“Semua kejadian! Termasuk apa yang akan kita lakukan sekarang.” ujar Dante tanpa menatap Noel. Tak berapa lama Noel melirik kearah Dante sebelum dia kembali menatap lurus ke jalanan didepannya.


 


“Tapi sepertinya aku masih belum paham maksudmu.” jujur Noel memang tidak paham.


“Sejujurnya aku jarang mengatakan tentang ini pada siapapun. Tapi aku akan coba membantumu menghilangkan stressmu.” kata Dante lagi.


“Maksudnya?” tanya Noel mengerutkan kedua alisnya.


“Begini. Apa kau tahu apa yang akan kau lakukan jika hidupmu hanya tersisa beberapa jam lagi?”


 


“Aku tidak tahu Dante! Tapi kemungkinan kalau hidupku hanya tinggal beberapa jam lagi maka aku akan menggunakannya untuk melakukan segala hal yang aku sukai yang tidak mungkin lagi bisa aku lakukan ketika aku mati!” jawab Noel.


 


Dante membenarkan ucapan Noel dengan menganggukkan kepalanya. “Sebagian orang akan melakukan hal itu. Mereka mencoba untuk menghibur diri mereka sendiri dan sebagian dari mereka akan memilih untuk pergi menemui orang-orang yang mereka cintai. Meminta maaf kepada mereka atau memeluk mereka atau mengakui semua dosa dan kesalahan mereka supaya mereka tenang ketika nanti mereka sudah berada dialam sana. Biasanya itu dilakukan oleh orang-orang yang percaya kalau kehidupan bukan hanya didunia ini saja!”


 


 


“Dalam kasus ini aku tidak mungkin bersenang-senang dan pergi bersama dengan orang yang aku sayangi karena kalau aku gagal sekarang berarti aku berada di penjara bukan? Aku akan berusaha untuk membebaskan ayahku, jadi tidak mungkin aku bisa bersenang-senang!”


“Itulah yang ingin aku bicarakan denganmu!” kata Dante.


 


Dante kembali menjelaskan kepada Noel, “Jadikan misi ini sebagai sesuatu yang menyenangkan. Paksakan ini menjadi sesuatu yang indah jika ini akan menjadi akhir hidupmu!” ujar Dante tersenyum.


Noel pun menganggukkan kepalanya dan berusaha berpikir ulang tentang semua perkataan pria itu.


“Pasti kau masih belum paham juga maksudku bukan?” ucap Dante.

__ADS_1


 


Noel tersenyum dan mengangguk lagi. “Benar sekali Dante. Bagaimana caranya ingin membobol penjara bisa dijadikan sebagai sebuah hal yang menyenangkan?”


“Begini maksudku. Kalau kita gagal itu artinya kita akan mati! Kenapa kita tidak berusaha saja menikmati semua alurnya sehingga pekerjaan ini tidak menjadi beban untuk kita? Dan kalau kita berhasil berarti kita bisa hidup dengan membawa pulang ayahmu!”


 


“Bukankah itu hal yang sangat menyenangkan? Daripada kau terus-terusan berpikir gagal, aku tidak berhasil dan sebagainya! Yang nantinya bisa membuat kita tidak berhasil, kau malah sudah lebih dulu membuat dirimu mati sebelum waktunya! Jangan pernah menyerah sebelum berperang! Saat kau punya keyakinan dan percaya bahwa kau akan berhasil maka kau pasti berhasil!”


 


“Ah, begitu maksudnya. Jadi karena aku sudah menyerah duluan, aku sudah gugup duluan membuatku tidak bisa melihat peluang untuk berhasil bukan? Aku tidak tahu kesempatan apa yang bisa kudapatkan! Tapi jika aku fokus dan mengerjakan misi ini sebagai sesuatu yang menyenangkan maka aku akan berhasil!” Noel mulai mengambil kesimpulan yang membuatnya tersenyum sehingga Dante pun meliriknya.


 


“Apa kau sudah mengerti maksudku sekarang?”


Noel mengangguk, “Aku mengerti! Daripada aku berpikir gagal dan ujung-ujungnya aku akan tetap gagal. Lebih baik berusaha mengalihkan pikiranku dan menyakinkan diriku akan berhasil. Aku akan membuat kejadian yang akan kita hadapi ini menjadi hal paling menyenangkan yang pernah kuhadapi didalam hidupku sehingga jika aku meninggal di tempat itu, aku tidak akan pernah menyesal!”


 


“Ya! Seperti itu kira-kira! Kau bisa membayangkan itu adalah hal yang paling menyenangkan. Misalkan dengan cara ini kau berusaha untuk membebaskan ayahmu sendiri. Itu berarti kalau kau gagal setidaknya kau sudah berusaha untuk membebaskan seseorang yang dituduh dan dihukum secara tidak adil selama puluhan tahun!”


 


Noel kembali bersemangat mendengar perkataan Dante karena memang pria itu sangat pintar mengarahkan psikologi seseorang sehingga orang yang tadinya tidak memiliki kemampuan dan merasa rendah diri bisa mengembangkan potensi mereka sehingga bisa sama seperti teman-teman Dante yang sekarang ini. Mereka semuanya digembleng oleh Dante bukan hanya fisiknya saja tetapi juga mentalnya.


 


‘Anda benar sekali! Aku memang ingin menyelamatkan ayahku. Dan aku tidak mampu melakukannya dengan jalur hukum karena aku tidak memiliki kekuatan!’ bisik hati Noel yang kini mulai percay diri.


‘Aku harusnya semakin berani dan menguatkan diriku! Bukannya malah ketakutan seperti pecundang. Aku harus sepenuh hatiku melakukannya dan aku yakin kalau aku pasti menang!’


 

__ADS_1


‘Aku pasti berhasil menyelamatkan ayahku. Kalau aku lemah duluan, aku akan merasa ketakutan dan gugup maka aku akan ketakutan saat menghadapi musuhku. Padahal sebenarnya bisa jadi aku malah lebih kuat daripada musuhku.’ Noel kembali menguatkan dirinya lagi. Hati Noel mulau membara dipenuhi semangat, dan itu bisa dilihat dari ekspresi wajahnya dan cara dia mengendarai mobil.


__ADS_2