PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 368. PULANG KE MANSION


__ADS_3

“Katakan siapa orang itu Dante?” tanya Omero dengan ekspresi wajah serius mendengarkan.


“Pasukan Federal, ayah! Aku sudah menelitinya, namanya anthony dan dulu dia masuk kedalam rumahku dan menyamar menjadi salah satu pelayanku. Dia ternyata adalah anak dari salah satu jenderal besar, Ayah.” ucap Dante memulai menjelaskan.


“Jenderal?” Omero sudah menegang dan ekspresi wajahnya sangat serius.


“Anthony adalah anak dari seorang jenderal besar bernama Robert! Tapi dia memiliki satu ide yang ditentang oleh Robert, jadi dia membuat kerjasama denganku. Kami akan sama-sama menangkap Jeff dan aku sudah mempersiapkan umpannya untuk besok.”


“Robert...Fuuuhhh! Kapan dia tak mengganggu keluargamu lagi? Kenapa kalian harus berurusan dengan orang yang sama Dante? Dulu orang tuamu juga berurusan dengan orang bernama Robert itu.”


“Aku tidak tahu apa yang sedang kau pikirkan, ayah.” ucap Dante yang tidak mengerti kenapa Omero bicara seperti itu karena Dante memang tidak tahu menahu tentang orang tuanya dulu.


‘Aku pernah mendengar Mateo menceritakan tentang temannya bernama Robert. Hanya saja aku tidak menyukainya karena ketika aku datang dan meminta pihak federal untuk melakukan pemeriksaan atas kejanggalan kematian Mateo dan istrinya, Robert yang menemuiku saat itu bersikap sangat kasar.’ bisiknya didalam hati.


‘Aku tidak pernah mengatakan tentang ini pada Dante karena aku takut kalau dia akan mulai berspekulasi lain.’ Omero berbicara didalam hatinya dan hanya menatap Dante saja.


Kelihatannya dia tidak punya keinginan untuk menjawab pertanyaan Dante dan hanya diam saja seolah memastikan bahwa matanya tidak beralih dari Dante.


Dia sedikit gelisah menatap Dante sedangkan Dante pun tidak bicara dia hanya menunggu sampai Omero menjawabnya. ‘Belum waktunya! Aku tidak boleh sembarangan bicara karena Dante sangat pintar dan aku tidak mau dia salah paham padaku,’ ujarnya didalam hati berusaha untuk menahan dirinya agar tidak mengatakan apapun.


Tok tok tok tok


“Ada apa Dante?” Eddie masuk dan obrolan keduanya pun terpaksa terpotong.


“Kemarilah Eddie!” ujar Dante untuk mencairkan suasana yang agak canggung itu. ‘Mudah-mudahan ada pembicaraan diantara kami yang bisa meringankan beban pikiran Omero. Tapi sebenarnya apa yang sedang ayah pikirkan? Kenapa dia tidak mengatakan apapun padaku setelah aku menyebut nama itu?’ bisik hati Dante.

__ADS_1


‘Apakah nama itu ada hubungannya dengan masa laluku dan masa lalunya? Atau...apa dia mungkin punya masalah dengan orang itu? Apakah orang itu adalah seseorang yang hebat yang sempat bersiteru dengannya? Aku harus segera mencari tahu tentang orang bernama Jenderal Robert itu.’ benak Dante dipenuhi oleh berbagai macam pemikiran yang tak kunjung mendapatkan jawaban.


“Ada apa kau memanggilku Dante?” tanya Eddie berjalan menghampiri mereka.


“Apa kau sudah menyuruh orang-orangmu untuk mengikuti Tatiana?” tanya Dante tanpa basa basi lagi.


“Sudah! Tapi ada sedikit masalah dengan mereka.” ucap Eddie. Dan hal itu bukanlah sesuatu yang ingin didengar oleh Omero, hatinya menjadi gelisah.


Mendengar tentang Jenderal Robert tadi saja sudah membuat hatinya gelisah dan kini dia merasa semakin gelisah dengan kabar yang baru saja diterimanya. Apalagi yang terjadi dengan Tatiana? Apakah dia membuat masalah baru lagi?


“Apa maksudmu? Masalah apa?” Dante menatap Eddie dengan tajam.


“Hans tadi sudah menyuruhku untuk menghubungi anak buahku dan meminta mereka untuk mengikuti Tatiana. Tapi ada sedikit kendala, Dante. Mereka tidak bisa mengikutinya.” jawab Eddie berusaha untuk menjelaskan situasi di lapangan.


“Siapa yang mencegat mereka Ed?” Omero bertanya dengan menggerakkan sedikit tubuhnya karena dia merasa sangat khawatir sekarang, jika sesuatu yang buruk terjadi pada anak buah Dante.


“Jadi mereka kehilangan jejak Tatiana karena saat itu banyak orang berkumpul dan pihak berwajib juga sudah tiba disana.” Eddie menjelaskan secara terperinci kejadian yang menimpa anak buahnya.


“Dante, apakah kau yakin jika Tatiana tidak berhubungan dengan seseorang?”


“Lorenzo! Itu kan nama yang kau ingin tahu ayah?” jawab Dante.


Jika ditanya tentang orang yang berhubungan dengan Tatiana maka sudah pasti jawabnya adalah Lorenzo, bukan orang lain. Pikiran Dante masih sama karena dia tahu pria itu berhubungan dengan istrinya di ruang piano.


“Bukan Dante! Lorenzo tidak punya kekuatan untuk membuat sesuatu seperti yang diceritakan oleh Eddie tadi! Itu pasti bukan kecelakaan biasa tetapi sudah diatur sedemikian rupa.” ujar Omero.

__ADS_1


“Tidak Omero! Kau salah sangka! Itu bukan kerjaan seseorang, itu memang kecelakaan biasa.”


“Kecelakaan biasa kau bilang? Seberapa lama kau berada didunia hitam Eddie?”


Mendengar ucapan Omero rahang Dante menegang. Dia sependapat dengan Omero untuk masalah yang satu ini. Kecelakaan? Kecelakaan macam apa yang bisa menghentikan pasukan Dante?


Tidak ada! Kecuali kecelakaan yang sengaja dibuat-buat dan memaksa publik untuk berkumpul mengamati mereka semua dan biasanya itu hanyalah settingan belaka.


“Kau membayar berapa untuk menyelamatkan anak buah kita dari amukan massa dan pihak berwajib?” tanya Dante sebelum Eddie menjawab pertanyaan dari Omero.


“Tidak Dante! Aku tidak mengeluarkan satu sen pun. Setelah mereka berdebat sejenak sekitar lima menitan dengan pemilik mobil, setelah itu semuanya bisa diselesaikan oleh anak buahku. Mereka bangga sekali dengan ini.” celetuk Eddie yang sebenarnya juga merasa bangga karena tidak harus mengeluarkan uang untuk ganti rugi.


“Cih!” Dante sangat geram sehingga dia langsung berdiri dengan berkacak pinggang menatap Eddie, “Pecat mereka semua sekarang juga, Eddie! Karena aku hanya memberikan mereka dua pilihan! Pertama, mereka terpaksa aku pecat atau kedua mereka mendapatkan hukuman dariku.”


Glek!


Eddie menelan ludahnya setelah mendengar perkataan Dante. Tidak ada kalimat lain yang bisa diucapkan oleh Eddie. Dia hanya terdiam setelahnya.


“Dante, cek rekaman CCTV! Cari tahu kemana perginya Tatiana! Pasti ada seseorang yang kuat melindunginya sekarang! Jangan sampai kita lengah!”


“Iya ayah! Aku akan melakukannya tapi setelah aku membawamu pulang.”


“Tidak! Segera kau lakukan secepatnya!” ekspresi Omero terlihat sangat cemas dan menginginkan agar Dante tidak menunda-nunda lagi. Karena pria tua itu merasa jika Tatiana sedang merencanakan sesuatu bersama seseorang yang melindunginya.


Bella! Hanya itu yang ada didalam pikirannya sekarang. Nama itu terus menerus tergiang ditelinga Omero ditambah lagi dengan kecelakaan yang merenggut nyawa istri dan juga anak kesayangannya Cassandra. Ingatan itu seperti kembali memanggilnya dan mengganggu ketenangan Omero saat ini.

__ADS_1


“Ayah, tenanglah!” tapi Dante yang tidak mengetahui cerita tentang kecelakaan itu hanya bisa meminta Omero untuk mengendalikan dirinya. Dante sama sekali tidak tahu apa yang sedang dipikirkan dan dikhawatirkan oleh ayah mertuanya itu.


“Semuanya akan baik-baik saja ayah. Kau tahu apa yang harus dilakukan bukan?” saat dia bicara pada Omero lalu menoleh kearah Eddie.


__ADS_2