PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 551. PERSIAPAN MENYERANG


__ADS_3

“Ya, aku yakin sekali!” Barack menatap Anthony dan mengangguk, “Kita bisa menaruh virus pada komputer mereka dan semua manusia android itu akan mati.”


“Intinya, mereka tetap akan dibunuh, bukan?” Anthony masih tak setuju dengan cara membunuh.


“Tidak ada cara lain! Mereka sudah mati! Mereka sudah tidak bisa hidup lagi! Jadi mereka tetap harus dibunuh dan yang penting sekarang kita harus mematikan semua senjata yang dimiliki Jeff!”


“Antarkan aku kesana, aku akan mematikan sendiri komputernya.” Dante tiba-tiba memotong pembicaraan mereka sehingga membuat Barack menggelengkan kepalanya.


“Kau tidak mengerti Dante! Aku lebih paham tentang hal itu dan aku yang harus pergi kesana.”


“Kalau begitu kita berdua yang pergi kesana, Barack!” ucap Dante tegas.


“Aku ikut!” Anthony tak mau ketinggalan.


“Kau tidak akan sanggup membunuh mereka semua, mau apa kau ada disana?” Dante tak mau membiarkan adiknya ikut karena dia tahu Anthony terlalu lembut hatinya.


“Aku ikut Dante! Aku ingin ikut kesana. Aku punya misi pribadi! Dia sudah membunuh banyak teman-temanku! Aku mau membalas mereka!” kata Anthony memberi alasannya.


“Anthony!” teriak Dante menatap tajam adiknya yang keras kepala itu.


“Kau tidak bisa melarangku, aku ikut! Titik!” Anthony tak mau mengalah.


“Aku yang menentukan siapa yang ikut! Aku yang tahu tempat itu.” Manuel ikut bicara.


“Sudahlah! Jangan bertengkar sekarang bawa kami ketempat dimana komputer central itu berada.”


“Tapi untuk masuk kesana aku rasa tidak mudah! Tempat itu pasti sudah dikelilingi pasukan. Aku yakin sekali!” Manuel menjelaskan karena tempat itu adalah pusat kendali. Dan tempat itu juga adalah kediaman Jeff dan menjadi tempat yang paling dijaga.


“Apa kita punya cara untuk mengalihkan para android itu?” tanya Anthony.


“Aku yakin ada! Kau bisa membantu kan Manuel?” Dante menatap pria itu.


“Aku? Bagaimana caranya aku membantu masuk kesana?”


“Fuuuhh! Aku butuh bantuan Manuel!” kata Dante mengalihkan pandangannya pada Manuel. “FBI memiliki kekuatan! Mintalah pada mereka untuk menyerang markas itu. Aku yakin Henry bisa melakukan itu. Dan disaat mereka sedang fokus mengalahkan pasukan FBI, kita akan masuk kedalamnya.”


“Jadi kau ingin memecah fokus mereka Dante?”


“Hmmm! Karena kalau kita tidak memecah fokus mereka, mereka tidak akan pernah bisa kita kalahkan, Manuel!” ucap Dante menimpali pertanyaan Manuel dan setelah berpikir beberapa saat akhirnya Manuel pun mengangguk setuju.


“Baiklah. Aku akan menghubungi FBI.” Manuel menatap semuanya.


“Apa kau bisa menghubungi Henry?” Dante bertanya ingin memastikan.


“Tentu saja! Tapi akurasa kita harus berhati-hati Dante. Karena aku tidak pernah tahu apakah pasukan kami ada penyusup juga atau tidak!” kata Manuel.

__ADS_1


“Ya, kau benar. Tapi kau bisa menghubungi Henry kan?”


“Tentu saja aku bisa. Hanya saja aku tidak tahu apakah jalurku aman atau tidak!” ucap Manuel.


“Aku tahu jalur aman!” sahut Anthony.


“Hah? Kau bisa melakukannya Anthony?”


“Ya, Vince bisa melakukannya! Vince sangat ahli soal ini. Aku akan meminta Vince melakukannya.”


“Kalau begitu baguslah. Segera hubungi Henry!” kata Dante memberi perintah.


“Aku akan mengurus Henry! Kalian uruslah keberangkatan kesana.” jelas Manuel.


“Oke! Minta Henry untuk mempersiapkan pasukan dalam waktu kurang dari tiga puluh menit.”


Glek!


Mendengar permintaan Dante membuat Manuel menelan salivanya, “Kita tidak mungkin menyerang dalam waktu secepat itu Dante! Mereka ada di Amerika Selatan!” kata Anthony yang terkejut.


“Anthony benar!” Manuel juga ikut menimpali.


“Kita akan sampai disana dalam waktu kurang dari dua puluh menit.” Dante tegas pada pendiriannya.


“Bagaimana caranya?” Anthony bingung dengan pernyataan Dante tapi Barack justru tertawa.


“Apa? Kau ingin menggunakan rudal milik Rusia yang memiliki kecepatan tiga puluh ribu kilometer perjam?” Manuel kaget dengan perkataan Barack, sehingga dia memotongnya lebih dulu.


“Aku tidak akan menggunakan rudal itu. Mereka akan sangat marah jika aku mengambil milik mereka! Tapi aku sudah memiliki teknologi itu. Aku menjadikannya pesawat!” kata Barack.


“Kau gila!” Manuel mengerjapkan matanya.


“Hahahahaah!” Barack tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi terkejut temannya itu.


“Lucu? Kenapa kau malah tertawa?” Manuel menatap Barack.


“Hmmmm!” jawab Barack menahan senyumnya.


“Kau juga tahu tentang hal ini?” tanya Anthony.


“Aku dan Dante yang membuatnya! Tidak mungkinlah aku tidak tahu!” celetuk Barack.


“Kenapa kau tidak pernah cerita padaku?”


“Sekarang bukan waktunya mengobrol!” Dante menatap Anthony, “Lakukan apa yang kuperintahkan!”

__ADS_1


“Baik Dante.” Anthony menjawab lalu dia keluar untuk menghubungi Vince. Sedangkan Dante bertiga dengan teman-temannya berada dikamar.


“Buat persiapannya Manuel! Aku tiak mau ada kesalahan sedikitpun! Semuanya harus berjalan lancar sesuai yang direncanakan.”


“Baiklah!” Manuel mengangguk. “Tapi kau yakin itu akan aman?”


“Percayalah padaku, aku tidak akan mencelakai diriku sendiri karena aku masih ingin melihat anakku tumbuh besar dan melihat istriku melahirkan anak kedua kami.”


“Ya sudah kalau begitu sebaiknya kita persiapkan sekarang.” kata Manuel.


‘Jeff! Kau akan mati sekarang! Aku tidak akan memberimu kesempatan lagi. Kau akan menjadi targetku yang terakhir !’ bisik hati Dante.


Dante sudah geram sekali pada Jeff, semua yang telah dilakukan Jeff pada Dante Emilio yang terbunuh. Ini memberikan luka tersendiri bagi Dante yang menyimpannya sendiri tanpa membicarakan dengan siapapun.


‘Kau pikir aku tidak merasakan sakitnya? Dante Emilio adalah orang yang kukenal. Aku menghargai kebaikannya dan saat kecil dia sering menggendongku! Dia sangat peduli padaku dan aku harus melihatnya menjadi android! Ini sangat melukaiku!’


Dendam yang dimiliki Dante pada Jeff semakin besar, tak ada seorangpun yang mengetahui ini. Ia memendamnya sendiri dan akan membalaskannya sendiri.


“Kau gantilah bajumu Barack, kau tidak mungkin pergi seperti itu bukan?” Dante bicara memandang temannya yang masih mengenakan bathrobe. Dante masih bersikap profesional saat bekerja.


“Iya Dante.” jawab Barack yang langsung berdiri dan hendak pergi untuk bertukar pakaian.


“Kita akan berkumpul lagi diruang utama dekat kolam renang.” kata Dante mengingatkan semuanya.


“Baiklah!” Barack dan Manuel sudah keluar meninggalkan Dante sendiri yang langsung menuju kedalam wardrobe.


“Apa yang sedang kalian bicarakan?” Dante bicara sambil melangkah kearah mereka.


“Masalah wanita, Dante! Memangnya kenapa?” Bella tersenyum saat bicara sambil menatap Dante.


“Aku hanya bertanya. Ayo ikut aku!” Dante mengulurkan tangannya pada anaknya.


“Kami bertiga atau kau mengajak Bella saja?” tanya Sarah.


“Tentu saja kalian bertiga! Ayo ikut aku!” Dante mendekat dan menggendong Alex diikuti Bella dan Sarah yang berjalan dibelakangnya.


“Siapa lagi yang ada disini?” Dante bertanya pada Manuel saat dia sudah berada diruang tengah.


“Maksudmu apa? Wanita?” tanya Manuel.


“Iya. Siapa saja para wanita yang ada disini?” Dante mengangguk.


“Hanya ada Anna saja.” jawab Manuel.


“Bisa kau membawanya kemari?” Dante bertanya.

__ADS_1


“Tentu saja!” Manuel mengangguk dan dia berjalan menuju ketempat dimana Anna berada.


__ADS_2