
“Aku menggunakan ini Anthony! Aku sudah berpikir dengan suarau.”
“Lalu apa rencanamu?”
“Coba kau telepon Vince.”
“Apa hubungannya Vince dengan semua ini?” tanya Anthony bingung.
“Kenapa kau malah diam saja Anthony? Aku menyuruhmu menelepon Vince! apa kau tidak dengar apa yang kukatakan tadi?”
Anthony mengangguk sambil tertawa.
“Apa maksudmu tertawa begitu?”
“Kau mencari Vince?”
“Iya. Dia akan membawa sesuatu yang kita butuhkan.” jawab Anna. Tanpa menunggu lama Anna pun menurunkan sekat antara supir dan mereka.
“Vince! Ini Anna mencarimu.”
“Wah ternyata kau yang menyetir ya?”
“Anthony aku sudah mengaturnya.” ucap Vince.
“Kau tidak takut kalau ayahmu tahu tentang hal ini Anthony?” Vince memicingkan matanya.
Anthony menggelengkan kepalanya. “Tenang saja. Semua sudah diatur dengan aman.”
“Baguslah kalau kau sudah memastikan semuanya aman.”
“Vince! Apa kau bawa pesananku?”
“Tentu saja! Ini dia pesananmu.” Vince memberikan sebuah alat pada Anthony.
“Wah alat pengganti suara.”
(Sementara itu didalam pesawat Dante)
“Hahahaha.” Dante tertawa terbahak-bahak memikirkan tentang Anthony yang dibuatnya kesal tadi. Dia tak sadar kalau dia tertawa terlalu berlebihan.
“Sepertinya ada yang membuat anda bahagia.” ucap Noel.
Dante menatap Noel dan menganggukkan kepalanya. “Noel, saat kau menemui ayahmu apa kau melihat seseorang?”
“Melihat siapa maksudmu Dante? Saat aku datang pertama kali ke penjara atau saat aku datang bersama denganmu?” tanya Noel.
Tentu saja saat kau datang sendiri. Saat kau menerima telepon dariku apa kau bertemu dengan seseorang dijalan pulang sebelum kau bertemu dengan Nick?”
__ADS_1
“Aku hanya bertemu dengan sipir penjara saja. Aku tidak bertemu siapa-siapa Dante.”
“Berarti kau tidak tahu?” Dante kembali tertawa ketika mendengar ucapan Noel.
“Apa ada sesuatu atau anda menyuruh seseorang mengikuti saya?”
“Tidak! Tapi ada seseorang yang mencarimu.” ucap Dante.
“Siapa yang mencariku Dante?”
“Orang dari pasukan federal.” jawab Dante.
Noel tidak mengatakan apapun, dia hanya menelan salivanya. “Apa aku sekarang jadi buruan federal?”
“Hahahaha!” Dante kembali tertawa melihat ekspresi wajah Noel.
“Dia sama dengan Anthony! Sama bodohnya.” ucap Dante didalam hatinya.
“Saya senang melihat anda tertawa. Mungkin anda mau berbagi cerita denganku?” siapa yang tidak penasaran melihat Dante yang tertawa seperti itu? Tentu saja dalam hati Noel mengundang perasaan ingin tahu yang cukup besar.
“Berarti kau kurang waras Noel. Dengan lingkungan sekitarmu kau kurang memperhatikan. Ini berbahaya untukmu. Ini kritikan dariku.” ucap Dante dengan intonasi suara sesantai mungkin.
“Aku minta maaf kalau begitu. Aku memang tidak memperhatikan apapun. Aku hanya fokus pada apa yang kukerjakan.”
“Ini bahaya! Kau harus memperhatikan semua orang disekelilingmu. Tapi itu hanya dalam sepersekian detik kau tidak boleh memandang seseorang lebih dari dua detik! Tapi dalam waktu sesempit itu kau harus mengerti apa yang diinginkan oleh orang itu dan apa rencananya.”
‘Orang ini tidak salah bicara denganku? Dalam waktu dua detik aku harus tahu apa yang diinginkan orang itu dariku?’ bisik hati Noel.
“Kau tidak paham kan? Aku tahu dari wajahmu yang kebingungan.”
“Tentu saja aku tidak paham. Apa yang bisa kudapatkan dalam waktu dua detik?”
“Seperti aku melihatmu sekarang! Dalam waktu dua detik aku tahu kalau kau ingin sesuatu dariku.”
“Seperti itukah Dante? Tapi kan dari tadi anda memang melihat saya?”
“Seperti aku melihat pramugari itu. Dalam waktu dua detik aku bisa tahu kalau dia sangat konsen sekali dengan pekerjaannya karena dia langsung datang kemari ketika aku meliriknya.”
Dan memang benar apa yang dikatakan Dante, sang pramugari itu pun mendekat.
“Ada yang bisa saya bantu Tuan?” tanya sang pramugari pada Dante.
“Tidak. Aku hanya melihatmu seberapa cekatan kau.” ucap Dante.
Pramugari itu pun merasa bingung dan tak mengerti tapi dia langsung menundukkan kepalanya dan menjauh dari Dante.
“itu yang kau inginkan dariku?” tanya Noel.
__ADS_1
“Iya. Kau benar! Itu yang aku ingin kau pelajari. Bagaimana dalam waktu sesingkat itu kau harus tahu apa yang diinginkan orang-orang disekitarmu! Terutama apakah dia bernuat kepadamu atau tidak!”
“Perhatikan ini.” Dante membuka sebuah video di ponselnya dan menunjukkan pada Noel.
“Apa itu Dante?” tanya Noel mencondongkan tubuhnya kedepan dan memperhatikan ponsel Dante.
“Lihatlah wanita ini jalan di mall. Kau bisa lihat berapa banyak laki-laki meliriknya dan wanita itu hanya tersenyum sambil memalingkan wajahnya dari para laki-laki itu.”
“Lalu?”
“Menurutmu dengan senyum seperti itu memandang laki-laki tadi, apa yang ada dalam pikiran wanita itu?” tanya Dante lagi memperhatikan Noel.
“Dia akan berpikir bahwa laki-laki itu menyukainya.” jawab Noel.
“Ya. Benar! Yang seperti itu maksudku. Kau harus memperhatikan sekitarmu bukan berarti kau harus melihat dan memikirkan apa yang mereka pikirkan!” ujar Dante.
“Saat seseorang itu menginginkanmu atau dia sedang mengikutimu dan menguntitmu dia pasti akan memberikan perhatian lebih dari dua detik. Kau bisa tahu tentang itu!” ujar Dante lagi menambahkan.
“Aku mengerti maksud anda sekarang.” Noel menganggukkan kepalanya dan tersenyum. “Jadi anda ingin aku hanya memperhatikan seberapa mereka peduli padaku bukan?”
“Iya seperti itu Noel! Kalau orang itu tidak peduli maka dia akan terus jalan dan pergi. Tapi saat orang itu peduli maka dia akan sedikit gugup. Ada juga yang akan mengejar atau mereka akan memberikan perhatian lebih dengan mendekat padamu.”
“Baiklah. Aku sudah mengerti sekarang. Aku akan mempelajari tentang hal itu.”
“Kau harus mempelajari itu Noel! Itu untuk keamanan dirimu sendiri.”
“Baik.” Noel adalah orang yang cukup sehingga dia menurut sekali pada Dante.
“Untuk kasus di penjara saat kau mengunjungi ayahmu disana. Kau kurang mempedulikan sesuatu sehingga kau melupakan seseorang yang sedang mengejarmu!”
“Ada yang mengejarku?” Noel mengeryitkan dahinya.
“Saranku saat kau berkendara sebaiknya kau mau menengok dulu spionmu sebelum kau meninggalkan tempat ini!”
“Saya tidak tahu ada yang mencari saya tapi siapa orang yang mencari saya itu?” tanya Noel.
“Orang yang selama ini aku tunggu Noel! Orang yang diselamatkan oleh ayahmu.”
“Maksudmu bayi yang diselamatkan oleh ayahku? Sebelum bayi itu dibawa pergi seiring mereka menangkap ayahku?”
“Bayi itu! Adikku! Dia emncarimu dia mengejarmu tapi dia tidak mendapatkan kesempatannya.”
“Aku minta maaf Dante! Aku tidak tahu tentang itu.” ucap Noel jujur dia merasa tidak enak hari pada Dante.
“Sudahlah Noel. Tidak apa-apa! Aku balas sekarang senang menggodanya.”
“Jadi anda tertawa karena anda menggodanya?” tanya Noel lagi seraya tersenyum.
__ADS_1
“Ya kau benar. Aku tertawa karena aku sangat suka bagaimana dia dengan mudahnya tergoda.”
Noel tersenyum dan merasa lega ketika dia menatap Dante yang kini kembali tertawa.