PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 346. BIG BOY TALK


__ADS_3

Lalu Bella menatap kearah kalung yang dipakai oleh adiknya dengan mata tajam.”Dan kau! Buka kalung itu! Aku tidak mengizinkanmu untuk bersama dengan temannya Dante! Kau tidak boleh bersama dengannya.” Bella menunjuk ke kalung yang dipakai Sarah dilehernya.


SREEEETTT….Bella menarik lepas kalung itu dari leher Sarah.


“Belinda! Aku mohon jangan diambil kalung itu. Kembalikan padaku.”


...******...


Disaat yang bersamaan. Dante dan Alex sudah berada diruang kerjanya. Suasana sunyi bisa dirasakan dan tidak ada kebisingan ketika Dante sudah menutup pintu ruang kerjanya. Hanya langkah kaki Dante dan Alex yang bisa terdengar didalam ruangan itu.


“Jadi kita bicara dimana daddy?”


‘Issshhh….anak ini. Cara bicaranya sudah seperti orang dewasa saja. Kau memang benar-benar anakku yang patut dibanggakan Alex! Alexander Sky Sebastian,’ bisik hati Dante menyunggingkan senyum.


“Bagaimana kalau kita bicara sambil duduk di sofa?”


Alex mengedarkan pandangannya kearah sofa, lalu dia menggelengkan kepalanya, menolak dengan menatap Dante. “Bagaimana kalau di kursi kerja mu saja daddy?” ucap Alex sambil menunjuk kearah meja kerja Dante.


“Kau seperti mau berbisnis denganku saja Alex.” ujar Dante masih tersenyum.


‘Dia benar-benar memposisikan dirinya seperti rekan kerjaku saja. Anak ini!’ bisik hati Dante. Dia senang sekali dengan perkembangan sikap anaknya yang sesuai dengan ajarannya.


“Bukankah ini cara pria dewasa bicara, daddy?” tanya Alex yang selama ini selalu memperhatikan bagaimana Dante dan teman-temannya bicara.


“Baiklah. Kalau memang itu mau.” Dante setuju lalu mempersilahkan Alex duduk dikursi diseberangnya.


“Apa yang ingin kau bicarakan denganku daddy?” tegas Alex bicara menatap Dante yang kembali membuat Dante menyunggingkan senyum puas. Gaya anaknya benar-benar seperti orang dewasa.


“Sesuatu yang harus aku katakan padamu adalah hal yang sangat pentin, Alex.”


“Apa itu daddy? Cepat katakan kalau penting.” ujar Alex bersemangat.


“Hmm….maafkan aku Alex.”

__ADS_1


“Maaf?” Alex mengulangu ucapan Dante.


“Iya. Aku bersalah kepadamu. Aku telah melakukan kesalahan fatal karena itu aku mengakui kesalahanku dan minta maaf padamu Alex.”


“Daddy, bukankah minta maaf itu memalukan?”


Dante menggelengkan kepalanya. “Minta maaf itu adalah perbuatan yang bisa dilakukan oleh pria sejati Alex! Dia mengakui kesalahannya dan dia tegas bertanggung jawab dengan kata-kata maafnya itu. Hanya pria sejati saja yang bisa melakukan itu, Alex.”


“oooo. Tapi kenapa kau minta maaf padaku daddy?”


“Tidak seharusnya aku berbohong padamu kalau makanan yang kau makan selama kau di Indonesia dan sampai sekarang bukan masakanku, itu semmuanya adalah buatan Norman.” secara jantan Dante bicara pada anaknya tentang kesalahan yang sudah diperbuatnya.


‘Aku memang seorang penjahat dan aku adalah ketua organisasi penjualan senjata gelap. Tapi aku tidak akan membuat anakku menjadi penyerang pada diriku sendiri. Aku tidak biasa berkata bohong padanya, kelak dia akan menikanku dari belakang ketika dia terbiasa dengan itu saat dewasa nanti.’ gumam hati Dante. Dia mengajarkan anaknya sesuai dengan ajaran Omero dan Henry padanya.


“Jadi kau tidak pernah memasak untukku daddy?”


Dante menatap Alex lalu menggelengkan kepalanya, “Itulah kenapa aku ingin minta maaf padamu. Seharusnya aku bicara jujur padamu tentang itu tapi aku malah memanfaatkan Norman yang pandai memasak untuk melakukannya. Agar aku tidak terganggu.”


“Begini Alex.” dia berhenti seejnak menunggu sampai anaknya siap untuk mendengarkannya.


“Apa pekerjaan yang harus aku kerjakan dan itu memakan waktu. Saat aku harus menghabiskan waktu untuk memasak, aku tidak sempat melakukan pekerjaanku. Sedangkan kau tidak mau makan kalau bukan masakanku.”


“Jadi aku punya ide untuk menyuruh Norman menirukan masakanku karena itu aku menggunakan kepandaian memasak Norman, dia melihatku memasak dan menirukannya. Setelah dia berhasil, maka aku mencobanya padamu dan ternyata saat itu kau memakannya. Tidak ada yang berbeda dalam rasa masakannya. Inilah kecurangan yang aku lakukan, Alex.”


“Jadi ini yang mau kau ceritakan padaku, daddy? Kenapa ceritanya tidak menarik ya?”


“Pfffhhh!” Dante terhenyak mendengar ucapan anaknya itu. Apa dia tidak pandai bercerita? Pikirnya.


Dante mengangguk. “Karena kau memang harus tahu. Itu adalah kesalhanku dan aku harus minta maaf padamu walaupun kau tidak tahu tentang itu.”


“Apakah harus minta maaf setelah ketahuan, daddy?”


“Itu adalah perbuatan yang salah, tidak seharusnya begitu. Seharusnya aku minta maaf duluan padamu Alex. Tapi aku belum sempat mengatakan tentang itu karena tadinya aku berencana memasak untukmu lalu meminta maaf langsung. Aku minta maaf sudah membuatmu kecewa Alex. Tidak seharusnya kau melihat kejadian di dapur.”

__ADS_1


Dante sudah mengakui kesalahannya, dia berkata jujur pada anaknya dan siap menerima resiko kemarahan anak kesayangannya itu.


“Jadi kau minta maaf padaku dan aku harus memaafkanmu bukan, daddy?” Alex tersenyum.


“Itu hak mu Alex. Kalau kau ingin memaafkanku maka kau adalah pria yang berhati seluas samudera. Kau sangat pemaaf dan itu yang harus dilakukan pria sejati.”


“Tapi jika kau tidak mau memaafkan, maka kau harus punya alasan yang jelas. Apa yang membuat kesalahan itu tidak bisa kau maafkan.” ucap Dante lagi.


“Tapi aku akan memaafkanmu daddy! Aku tidak marah padamu.” Alex menggelengkan kepalanya.


“Kau serius? Kau tidak marah lagi padaku?” tanya Dante merasa lega.


Alex pun menganggukkan kepalanya. “Iya daddy. Aku akan menjadi pria sejatu. Aku akan menjadi pria dewasa, daddy.”


“Terima kasih atas pengertianmu Alex.” Dante tersenyum lalu dia mengulurkan tangannya pada Alex untuk berjabat tangan. Alex menjabat tangan ayahnya dengan sukacita.


‘Aku tahu kau ingin sekali dianggap sebagai pria dewasa. Pembicaraan pria dengan pria adalah sesuatu yang sangat kau sukai. Karena kau bisa terlihat seperti seorang pria muda yang sudah dianggap pendapatnya.’


‘Aku memanfaatkan sisi ini untuk bisa bicara denganmu Alex. Aku mohon maaf. Bukannya aku mau memanfaatkanmu tapi aku ingin memberikan pengajaran kepadamu.’ gumam Dante didalam hatinya. Dia memang sudah berniat untuk memberitahu anaknya kalau dia sudah melakukan kesalahan itu untuk memperbaiki dirinya dihadapan anaknya.


“Lalu sekarang apa lagi yang akan kita lakukan daddy?”


“Karena kau sudah memaafkanku, apalagi yang bisa kulakukan selain membuat kesepakatan baru denganmu.” ucap Dante bersemangat sehingga membuat anaknya pun ikut bersemangat.


“Kesepakatan apa daddy?” tanya Alex dengan mata yang berbinar-binar.


Kau sudah memakan masakan Norman selama satu bulan. Sejak di Indonesia dan sampai sekarang,Alex.”


Alex menganggukkan kepalanya seperti mengerti apa yang ingin disampaikan oleh daddy-nya sehingga memberikan penekanan pada perkataanya.


“Jadi maksudmu mulai sekarang aku harus makan masakan Norman?”


“Yup! Itu semua hakmu. Kau mau makan masakan Norman boleh. Tapi kalau kau ingin aku memasakkan makanan untukmu pilihannnya hanya ada dua, kau ingin melihatku sampai kau dewasa atau kau ingin aku cepat mati Alex!”

__ADS_1


__ADS_2