PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 562. MENYELESAIKAN MISI


__ADS_3

KRETEK!


Suara bunyi retak terdengar, dia memegang pangkal celana Jeff lalu memegang kemeja Jeff yang sudah berlumuran darah dari belakang lalu dengan cepat Dante menendang tulang belakang Jeff.


Sehingga tubuhnya terpotong menjadi dua bagian. Tulang punggungnya dan tulang belakangnya sudah terputus.


Dante tersenyum kecil, dia sudah menyelesaikan misinya mengakhiri hidup Jeff Amadeo.


Anthony yang melihat apa yang dilakukan kakaknya pun bergidik ngeri. Dia tak tahan lagi melihatnya, dia pun membalikkan tubuhnya lalu Anthony mendongakkan kepala menatap langit yang cerah.


“Kenapa? Kau takut ya melihatnya?” Barack duduk disamping Anthony.


“Kau tidak lihat apa yang dilakukannya? Dia memotong kepala itu dengan samurai? Otaknya…..hyaaakkkk aku mau muntah!”


Anthony bergidik ngeri dan dia ingin menumpahkan isi perutnya. “Dia melakukannya seperti membelah kelapa saja. Aku tidak melihat ada rasa takut diwajahnya, semuanya seperti sesuatu yang biasa. Bukankah itu mengerikan?” Anthony mencari dukungan Barack dan Barack pun hanya tersenyum kecil menanggapinya.


Anthony berusaha memandang tempat lain. Tak ingin memikirkan dan menatap Dante lagi. Anthony juga tidak mau menatap Barack. Dia lalu menoleh pada Manuel. “Apa yang kau lakukan berdiri diam saja disana? Kau memikirkan apa?”


“Aku memikirkan apa yang dikatakan Jeff tadi.” sahut Manuel. “Dia bilang kita tidak menghancurkan semuanya. Dia masih punya kekuatan! Itu yang aku takutkan!”


“Itu hanya menggertak saja. Sudahlah jangan kau pikirkan lagi.” ucap anthony menggelengkan kepala.


“Aku tahu Jeff bukan orang seperti itu. Dia selalu serius dengan apa yang dikatakannya. Semoga saja kali ini tidak seperti itu.” Manuel menghela napas.


“Aku juga baru tahu kalau dia kloningan ayahmu. Makanya sikapnya sedikit banyak sama seperti Dante. Dia bukan orang yang suka mengancam. Dia melakukan sesuatu berdasarkan apa yang harus dilakukannya dan yang dimilikinya.”


“Jadi kau mau bilang kalau ancaman Jeff itu sungguhan? Dia masih memiliki kekuatan ditempat lain?”


“Iya. Tapi kita tidak tahu dimana itu. Apa yang harus kita lakukan untuk mendapatkan itu.

__ADS_1


“Biarkan sajalah. Hal seperti itu membuat kepalaku pusing. Cobalah untuk bersikap tenang, Manuel.” Anthony menenangkan Manuel agar tidak teralihkan pikirannya.


“Bagaimana kalau ini akan menjadi ancaman baru di masa depan?”


Anthony mengangkat bahunya, “Aku tidak tahu apa yang terjadi di masa depan. Tapi menurutku kalau kita sudah menghancurkannya dan membunuhnya. Kita juga sudah mengecek semua tempat miliknya dan tidak ada yang disembunyikan disana. Bukankah itu berarti keadaan sudah aman dan damai? Kita semua tahu kalau dia hanya membuat saja.”


“Aku akan mengecek lagi tempat Jeff. Aku ingin mengetahui lebih lengkap disana dan aku akan meminta pihak FBI untuk melakukan pemeriksaan disana.” ucap Manuel yang masih tak yakin.


“Oke, itu cukup masuk akal. Apa rencanamu untuk kami?” tanya Anthony sambil menunjuk dirinya dan juga Dante.


Manuel tersenyum, “Kalian? Aku tidak tahu.”


“Kami adalah mafia, kecuali Anthony! Apakah FBI akan menangkap kami sekarang dan menjadikan kami buruan berikutnya?” tanya Barack sambil duduk direrumputan. Sedangkan Manuel dalam posisi berdiri didekat Barack.


“Kenapa kau berpikir aku akan menjadikanmu buronan Barack?” tanya Manuel.


Barack mengangkat bahunya dan tersenyum,


“Kau tahu apa yang sedang kami lakukan dan apa saja yang dimiliki Dante di ruang bawah tanahnya bukan?” Barack kembali bertanya. “Kau sudah melihat semuanya, kekurangan dan kelebihan kami. Sedangkan kau tahu kalau kami adalah mafia yang paling ditakuti di Eropa. Dan saat ini kami tidak punya saingan lagi karena Jeff sudah berakhir.”


‘Aku tahu kau ingin menggiringku kemana, Barack! Aku tahu kemana arah pembicaraanmu.’ bisik hati Manuel. Tapi dia hanya diam mendengarkan ocehan Barack tanpa mengatakan sepatah katapun.


“Lalu, sekarang kau akan menjadikan kami buruanmu? Setelah kau mengetahui apa saja yang kami miliki dan kami cukup mengganggu keamanan dunia?”


“Hahahahaa….Barack! Sungguh aku tidak berniat begitu pada kalian.” kata Manuel tertawa.”Sebenarnya menangkap kalian adalah ide bagus. Keuntungan pertama, aku bisa mendapatkan promosi jabatan. Mungkin menjadi salah satu petinggi FBI! Aku akan menjadi orang terkenal karena bisa menghapuskan semua mafia besar didunia.”


“Lalu ada hal lain yang akan membuat FBI tertarik untuk menangkap kalian! Karena kalian bukan orang sembarangan, kalian memiliki banyak penemuan canggih tapi semuanya masih prematur. Ini bisa kami kembangkan untuk keuntungan kami sendiri. Kalau kau tanya sekarang mungkin aku akan mengatakan tidak tahu! Setiap orang pasti berubah!”


“Mereka bisa melakukan apapun saat ini tapi mereka bisa melakukan hal lain kedepannya. Saat ini kita bisa berteman dan bisa saja suatu hari nanti kita menjadi musuh. Hanya saja setelah aku mengenal kalian dan tahu sifat kalian dari Henry, aku rasa bukan ide bagus untuk menjadikan kalian buruan. Aku pastikan tidak akan melakukan itu.” Manuel menegaskan.

__ADS_1


“Meskipun seandainya tahun depan kau mendapatkan sesuatu yang menggiurkan, jika kau menangkap kami? Kau yakin tidak akan melakukan itu?” Barack masih menyangsikan sehingga dia bertanya.


“Aku lebih memilih untuk bekerja sama dengan kalian untuk mengembangkan penemuanmu itu.”


“Cih! Sembarangan kau bilang penemuan kami prematur. Kita bisa berhasil sampai disini salah satunya karena penemuan kami!” Barack mengerjakan penemuannya bersama Dante dengan kerja keras yang luar biasa. Mereka memutar otak mencari cara untuk mendapatkan alat-alat itu.


“Kalian sudah selesai bicarany?” Dante menghampiri mereka membuat semua menoleh kearahnya.


“Kau sudah menyelesaikan pekerjaanmu? Dia sudah benar-benar mati bukan?”


“Kau lihat saja sendiri.” ucap Dante singkat menunjukkan pada sesuatu yang membuat yang lainnya mengerjapkan mata terkejut dan bergidik ngeri.


“Kau membakarnya?” pekik Manuel.


“Iya, hanya itu cara menyelesaikannya.” Dante mengangguk. “Aku tidak mau tubuhnya acak-acakan lagi. Jangan-jangan nanti ada yang mengambil sampel kloningnya dan membuat kloningan baru.” ucap Dante memilih bergegas mendekati helikopter dan mengambil satu botol air mineral untuk membersihkan tangannya yang berlumuran darah.


‘Bukan aku ingin mencurigai Manuel. Tapi aku harus mencurigainya. Dia adalah anggota FBI. Aku tidak tahu apa yang ada dipikirannya dan aku tidak bisa membaca pikirnnya. Aku harus tteap berhati-hati padanya dan pasukannya. Meskipun instingku mengatakan kalau dia orang baik. Tapi aku tidak boleh gegabah dan membuat kesalahan.’


“Kita sudah selesai, sekarang apa yang kita lakukan?” tanya Manuel pada Dante.


“Kau mau pergi kemana? Biar kami mengantarmu dulu.” ucap Dante dengan suara datar dengan pandangan matanya tertuju pada Manuel.


“Aku? Mungkin aku akan bertemu dengan teman-temanku anggota FBI!” jawab Manuel.


“Oke, kemana kami harus menurunkanmu?” tanya Dante lagi.


“Kemana tujuan kalian?” Manuel balik bertanya.


“Pulang kerumah. Memangnya mau kemana lagi?” Dante menjawab sesingkatnya.

__ADS_1


“Aku akan kembali ke tempat Jeff. Aku mau mengecek sesuatu disana. Aku sudah mengatakan pada Henry untuk mengeceknya dan meminta anak buahnya untuk memeriksa ruangan bawah tanah itu.”


“Baik. Lakukanlah kalau begitu.” Dante mengangguk.


__ADS_2