PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 453. APA AKU PENYEBABNYA


__ADS_3

Dia sangat mengenal pria yang sedang dibicarakannya itu, pria yang telah menjebloskannya kedalam penjara. Dante Sebastian mengangguk mengerti tapi tidak ada sedikitpun rasa takut diwajahnya ataupun kecemasan yang ada disana.


Hanya terlihat ketegasan dan Dante menatap pria yang baru  APA saja memberikan informasi itu dengan tatapan optimis.


 


“Terima kasih untuk sarannya Tuan Dante Emilio! Sekarang sebaiknya anda segera berobat dan kita akan bicara lagi setelah aku menyelesaikan kasusku.” ucap Dante.


‘Fuuuh! Kau memang seperti ayahmu, pemberani. Tapi aku takut kau melakukan kesalahan yang sama seperti yang dilakukan ayahmu.’ bisik hati Dante Emilio yang tak diungkapkannya pada siapapun.


 


“Berhati-hatilah, putra Mateo Sebastian!” ujar Dante Emilio.


Noel lalu turun dari mobil untuk membantu ayahnya turun. Dia membiarkan Dante pergi dari tempat itu karena dia tahu ada misi lain yang harus diselesaikan oleh Dante.


“Ayah, apa ada rahasia yang kau simpan? Kau terlihat sangat cemas.” tanya Noel pada ayahnya.


 


Dante Emilio menoleh pada anaknya dengan kondisi saat ini dia sudah tidak memakai baju tahanan lagi karena Dante sudah mempersiapkan baju ganti untuknya. “Tentu saja aku mengkhawatirkannya! Tidak ada yang aku khawatirkan daripada dia saat ini.” ucap Dante Emilio.


“Aku tahu ayah tapi sekarang kita masuk dulu. Kita harus mengobatimu.”


 


Dante Emilio mengangguk dan mengikuti putranya. “Sebenarnya tadi aku sudah siap untuk mati.” ucapnya lirih yang masih didengar oleh Noel.


“Aku juga tidak tahu kalau itu berbahaya bagimu ayah! Dante sangat perhatian padamu, setelah dia mendengar ceritaku dia langsung membuat rencana untuk menyelamatkanmu.” ucap Noel.


 


Dante Emilio tersenyum setelah mendengar ucapan putranya. “Dia memang sama seperti ayahnya! Sangat solidaritas! Dia selalu menolong walaupun orang yang ditolong adalah orang yang berbahaya. Kadang dia tidak teliti tapi dia memang memiliki jiwa sosial yang tinggi sehingga banyak orang yang memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi.”


 


Dante Emilio tersenyum prihatin tapi ini justru menimbulkan pertanyaan didalam hati Noel dan dia melirik kearah ayahnya sejenak tapi tidak mengatakan apapun lagi.


‘Apa maksud ayah berkata seperti itu? Jiwa sosialnya tinggi? Orang yang ditolong malah berbahaya?’ tanya Noel didalam hatinya tapi dia berusaha untuk tetap tenang dan menyimpan semua pertanyaan didalam hatinya sambil berpikir.


“Ada yang bisa saya bantu Tuan?”

__ADS_1


 


Seorang perawat sudah datang menghampiri membuat Noel menoleh. “Ayahku sedang pusing dan mual. Aku sengaja membawanya kesini karena kondisinya sudah tua.” jawab Noel sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Dante. Dia tidak mengatakan kondisi ayahnya yang sebenarnya sampai dokter yang direkomendasikan Dante datang.


 


“Oh begitu.silahkan tunggu dulu. Dokter akan menemui anda sebentar lagi untuk melihat kondisi ayah anda” ujar perawat itu lagi.


Noel mengangguk dan mengantarkan ayahnya ke tempat tidur yang sudah disediakan di ruang IGD.


“Beristirahatlah dulu disini ayah. Kau bisa berbaring sekarang.”


 


“Aku tidak boleh tiduran Noel! Kalau aku tiduran maka kondisiku akan semakin buruk.” ucap Dante Emilio. Inilah kenapa tadi saat Dante masuk kedalam sel, Dante Emilio dalam posisi duduk. Mendengar penjelasan ayahnya Noel tidak lagi protes.


“Kau ada-ada saja ayah. Mana ada tidur yang berbahaya?” seloroh Noel seraya mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi Hans.


 


“Kau ingin menghubungi siapa?” tanya Dante Emilio saat melihat Noel menghubungi seseorang.


“Aku menghubungi teman Dante sesuai dengan perintahnya, ayah.” jawab Noel.


 


Dia menatap ayahnya serius, hatinya merasa semakin tidak enak.


“Kenapa kau tidak jadi menelepon?” tanya Dante Emilio penasaran dengan putranya tapi Noel tidak menajwab apapaun. Sementara dia hanya mengamati ayahnya sejenak.


“Permisi, apa masalahnya?” seorang dokter tiba-tiba sudah datang menghampiri mereka dengan wajah yang sangat serius karena Hans sudah menghubunginya.


 


“Ayahku sakit dan Dante tadi menyuruhku untuk memberikan ini padamu.” ujar Noel seraya menyerahkan obat yang diberikan Dante padanya tadi saat di mobil.


“Kalau begitu tunggu sebentar ya. Kami akan mengeceknya terlebih dahulu.”


Noel tidak banyak bicara dia membiarkan dokter itu pergi dengan wajah yang masih serius.


 

__ADS_1


“Dante benar-benar bekerja cukup teliti! Aku tidak percaya dia benar-benar mirip seperti ayahnya bahkan lebih hebat dari ayahnya. Tapi apakah dia akan mudah di manfaatkan seperti ayahnya? Aku tidak tahu. Sepertinya dia sangat percaya dengan orang-orang yang berada didekatnya.” lagi-lagi Dante Emilio memuji tapi kali ini dengan nada tidak nyaman.


 


“Ayah.”


“Ada apa Noel?”


“Jujurlah padaku. Apakah kau yang menyebabkan Mateo Sebastian ayahnya Dante dijebak dan meninggal dunia? Kau yang menyabotasenya sehingga dia mengalami kecelakaan itu?”


“Noel, kenapa kau berpikir seperti itu tentangku?”


 


Masih dengan wajah lembutnya Dante Emilio bertanya. Dia bahkan tersenyum kepada putranya karena tidak menyangka Noel akan bertanya seperti itu.


“Aku mendengar semua yang tadi kau ceritakan itu agak aneh! Aku melihat wajahmu seperti merasa sangat bersalah kepada Dante. Lalu aku melihatmu seperti tertekan dan sekaan kau tahu semua rencana yang dibuat oleh Robert Kane.”


 


“Ayah, sepertinya kau bukan baru tahu sekarang tapi sudah sejak sebelumnya. Aku melihat kau merasakan penyesalan yang berbeda dengan kematian ayahnya Dante. Katakan padaku yang sebenarnya ayah.” ucap Noel. Dia diam sejenak menunggu jawaban dari ayahnya dan pria itupun menganggukkan kepalanya setelah diam beberapa saat.


 


Dia menatap putranya dengan senyum diwajahnya. “Aku akan jujur padamu. Kalau sebenarnya aku dan Mateo Sebastian ayahnya Dante, kami memang sudah sama-sama tahu kalau nyawa kami akan terancam.” ucap Dante Emilio.


“Maksud ayah apa?” Noel masih tidak percaya dan masih belum memahami penjelasan ayahnya.


 


“Begini Noel. Kami sudah tahu kalau kami akan diincar. Kami melakukan kesalahan dan kami telah menghancurkan senjata yang diinginkan Robert Kane. Kami sendiri yang menantang maut dengan melawan keinginannya! Kami yang membuatnya marah.” wajah Dante Emilio terlihat sangat serius sekarang dan penjelasan itu membuat Noel pusing.


 


“Kalau kau tahu akan diincar kenapa tidak melarikan diri saja ayah?” tanya Noel lagi.


Dante Emilio tersenyum getir sedangkan anaknya menatapnya sangat gemas. “Sekarang aku bertanya padamu. Seandainya kau diberikan dua pilihan. Pilihan pertama kau bisa hidup didunia ini tapi kau akan menghancurkan hampir sebagian besar manusia dibumi.”


 


“Dan pilihan kedua adalah kau mati dan dunia ini selamat maka apa yang akan kau pilih Noel?” pertanyaan bijak itu tidak bisa langsung dijawab oleh Noel. Dia berusaha berpikir apa yang ingin ditanyakan oleh ayahnya.

__ADS_1


“Tentu saja aku akan memilih pilihan yang kedua. Lebih baik aku mati daripada menyengsarakan banyak orang.” jawab Noel akhirnya menentukan pilihannya.


 


__ADS_2