
“Aku tidak bisa memakai handphoneku untuk menelepon siapapun!” ujar Dante.
“Memangnya kenapa?”
“Jangan banyak bertanya! Kalau aku menggunakannya dan ada orang yang meneleponku, maka orang itu harus menunggu!” jawab Dante. Ini bukan kebiasaannya menjelaskan secara detail tentang sesuatu hal tapi entah mengapa kalau sudah berkaitan dengan Bella maka dia menjadi bodoh dan banyak bicara.
“Aku tidak siapa yang kau tunggu Dante!” Eddie ebrdecak tapi dia sudah menghubungi Nick.
“Ada apalagi Eddie?” tanya Nick saat panggilan tersambung.
“Dante ingin bicara denganmu.”
“Apa saja yang sekarang kau butuhkan disana Nick?”
“Tidak ada Dante! Aku tidak butuh apapun karena Omero sudah membacking ku.”
“Apakah barang yang ingin dijual juga terbakar?”
“Tenang Dante! Kalau itu aku sudah melindunginya, mereka tidak menghancurkan itu.”
“Lalu apa yang mereka bakar?” tanya Dante mengeryitkan dahinya.
“Aku sudah melatih diriku untuk lebih berhati-hati sejak kejadian dua minggu yang lalu ketika mereka menyerang gudang persenjataan kita di Jerman! Jadi aku tidak lagi menyimpan semua barang yang akan kita jual ditempat itu. Aku sudah merubah tempat penyimpanan.”
“Bagus Nick! Apa yang sudah mereka hancurkan?”
“Persenjataan murah saja, itu cuma sekitar sepuluh juta dolar. Bukan apa-apalah jumlahnya tidak begitu besar. Dan kali ini pun aku memisahkan barang yang akan dijual, jadi kerugian tidak besar.”
“Setelah kau melihatnya lagi awasi dia! Aku akan memperhitungkan ini dengan Barack!”
“Hahahaha anak itu semakin gila saja Dante! Dia ingin menyerang kita. Kita lihat saja nanti apa yang akan dilakukan padaku!”
“Jangan melawannya Nick! Bawa saja dia kembali tapi jangan pernah melawan.”
__ADS_1
“Meskipun nyawa taruhannya?”
“Kalau kau tidak menyerangnya dia tidak akan menyerang balik! Dia tidak mengingat apapun sekarang jadi bersikap baiklah padanya.” ujar Dante mengingatkan.
“Baiklah. Aku paham Dante! Aku matikan dulu teleponnya nanti setelah semuanya selesai disini baru aku menghubungimu kembali.”
Klik!
Sementara itu setelah selesai bicara dengan Dante, Nick kembali menggerutu.
“Ada-ada saja kau Barack! Buat masalah….hah! Lagi keadaan genting begini kau malah hilang ingatan dan sekarang menyusahkanku. Pakai bakar gudang senjata segala!” Nick mencibir sambil menatap layar monitor laptopnya yang sedang menunjukkan kebakaran yang terjadi di gudang senjata Dante.
“Tuan! Pihak keamanan setempat ingin menyelidiki tempat itu lebih lanjut.”
“Usir mereka semua! Katakan itu adalah area pribadi dan mereka tidak boleh ikut campur! Semua kerugian yang timbul disana kita yang akan mengurusnya sendiri. Jadi suruh saja mereka pergi.”
“Baik Tuan Nick!” anak buah Nick langsung membuka pintu mobil dan keluar meninggalkan Nick yang dari tadi masih fokus pada layar monitornya.
“Tunggu dulu! Kenapa aku merasa ada yang janggal ya disini? Aku tahu ini adalah perbuatan Barack tapi dia menunjukkan ketidak hati-hatian disini. Apa maksudnya ini ya?” pikir Nick yang merasa aneh.
“Kita jalan sekarang ke tempat perjanjian transaksi!”
“Baik Tuan!” jawab supir. Dia tidak banyak bertanya langsung melajukan mobilnya menuju lokasi transaksi senjata.
Dreeettttt dreeeettttt dreeeeettttt
“Iya Omero?”
“Aku sudah mengecek gudang yang dibakar itu!”
“Bagaimana situasinya Omero?”
“Sesuatu yang aneh terjadi di gudang itu! Tapi sebelum pihak berwajin datang aku sudah mengamankannya.” ucap Omero.
__ADS_1
“Aneh? Memangnya apa yang terjadi disana?” tanya Nick merasa penasaran.
“Gudang itu terbakar Nick. Secara kasat mata semua yang ada didalam sana pasti terbakar!”
“Iya, terus masalahnya dimana Omero?”
“Semua barang-barang yang ada didalamnya, Itu yang jadi masalahnya!”
“Aku sudah memberitahu Dante kalau kerugiannya mencapai sepuluh juta dolar1 Dan Dante tidak terlalu mempermasalahkan itu.” ujar Nick.
“Tidak! Kerugiannya bahkan lebih rendah daripada seratus ribu dolar!” balas Omero.
“Apa? Mana mungkin? Semua yang ada didalam gudang itu sudah aku hitung dan jumlah total kerugiannya memang segitu!” Nick kekeuh karena selama Dante pergi sebulan yang lalu, dia yang mengatur semuanya termasuk memindahkan barang-barang yang ada didalam gudang itu dan anak buahnya yang menghitung jumlah totalnya.
“Tidak! Kau salah hitung Nick! Kau belum lihat semua yang ada disini.”
“Aku tidak mungkin salah hitung Omero! Aku sudah merinci semuanya yang ada didalam gudang itu sebelum aku memindahkan senjata yang akan dijual. Barang-barang penting semuanya ada di gudang belakang dan itu tidak terbakar! Bahkan bunker kita pintunya ada di gudang belakang. Kalau gudang belakang terbakar aku pun tidak tahu apakah akan selamat atau tidak semua yang ada didalam bunker karena pasukan mereka pasti akan masuk kedalam sana.”
“Bunker aman, aku baru masuk kedalam sana dan tidak ada yang menjamahnya. Tidak ada senjata yang terbakar disini. Aku akan kirimkan fotonya padamu. Senjata-senjata itu sudah diungsikan ke gudang belakang! Jadi yang mereka ledakkan itu gedung kosong!”
Sementara itu didalam pesawat.
“Apa yang kau rencanakan Dante?” Hans bertanya ketika dia dan Dante serta Eddie duduk bersama mengitari meja untuk membahas satu persatu masalah bersama-sama. Sudah satu jam lebih mereka membicarakan masalah ii, mulai dari rencana Dante ingin bergabung dengn Anthony sampai masalah penyerangan di gudang senjatanya dan Dante juga membicarakan ide penyelamatan yang dikatakan Anthoy. Pembicaraan cukup pelik diantara mereka bertiga.
“Aku tidak membuat rencana baru. Lakukan saja seperti yang sebelumnya sudah aku ceritakan pada kalian. Untuk saat ini kita hanya pelru lebih berhati-hati dan mengamati.”
“Dante! Orang itu adalah anggota federal kalau kau bekerjasama dengannya itu artinya kau membuka peluang dia mengetahui bagaimana cara kerjamu. Kau mengerti kan maksudku Dante? Kau membahaykan kita semua.” Eddie adalah orang yang tegas sekali.
Eddie juga sangat membenci pasukan khusus dari federal yang selalu mengganggu mereka. Sejujurnya dari tadi dia masih sangat keberatan pada keputusan Dante untuk bekerjasama dengan Anthonya tapi Dante malah percaya pada Anthony.
“Eddie!” suara bariton tegas itupun dikeluarkan Dante sambil matanya menatap Eddie, “Apakah kau sekarang sedang meragukan instingku?”
Satu pertanyaan yang tak bisa disanggah oleh Eddie. Dia memilih menggelengkan kepala daripada harus bersitegang melawan dan berdebat terus dengan Dante. Saat pernyataan yang sudah ditolak oleh Dante maka itu berarti lebih baik diam atau hukuman yang akan sangat berat. Dante tidak suka dipertanyakan untuk setiap keputusan yang dibuatnya.
__ADS_1
“Hans! Apa masih ada yang belum jelas atau ingin kau tanyakan?” melihat Eddie sudah tidak lagi berdebat dengannya saat ini Dante memindai matanya menatap satu sahabatnya yang lain.
“Dan kebakaran itu?” tanya Hans. Nick belum memberikan informasi terbaru tentang kebakaran itu dan jumalh kerugian yang diakibatkan juga belum dibahas bersama teman-temannya. Nick saat ini sedang fokus pada transaksi penjualan senjata mereka, membuat ketiga orang itu tidak tahu perkembangan terbaru.