PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 363. AKU INGIN TANGAN KANANNYA


__ADS_3

“Jelas penting! Jeff telah mengambil temanku. Dia harus bertanggung jawab untuk hal ini. Dan kami tidak akan pernah mengampuninya. Apakah Dante menangkapmu? Menjadikanmu jaminan untuk mendapatkan Jeff? Atau kau malah meminta bantuan pada Dante untuk menghancurkan Jeff?” rentetan pertanyaan diajukan oleh Eddie pada Katarina.


Meskipun Eddie terpengaruh dengan kecantikan Katarina tapi dia cukup pintar untuk membedakan urusan bisnis dan urusan pribadi. Eddie masih menjaga pikirannya untuk tetap fokus dan sadar siapa wanita yang ada dihadapannya itu.


“Aku lebih suka kalau kau memancingnya. Jadikan dia seperti ayam potong!” Katarina tersenyum kecut. Lalu dia memalingkan wajahnya pada Eddie dan terlihat tatapan matanya yang penuh dendam juga kemarahan saat dia menatap Eddie.


“Tapi kalau bisa aku meminta sesuatu darimu. Aku menginginkan tangan kanannya untuk kau potong dan bawakan kepadaku. Tangan kanan yang dia gunakan untuk memukulku sampai hampir mati.” ujar Katarina dengan suara penuh kebencian dan dendam.


“Apa?” Eddie mengerjapkan matanya. “Kenapa tidak kau lakukan saja sendiri? Mengapa kau menyuruhku? Kau bisa membayar seseorang untuk melakukan itu untukmu.”


“Kau tidak bisa melakukannya? Apa kau takut pada Jeff?” Katarina mencibir lalu duduk di kursi tanpa mempedulikan Eddie.


“Apa? Takut kau  bilang? Cih!” ucap Eddie sambil duduk disamping wanita itu.


“Kalau memang kau tidak takut maka bawakan kepada aku tangan kanannya.” Katarina kembali pada misinya untuk mendapatkan tangan Jeff.


“Hei, kenapa kau sangat menginginkan tangan kanannya? Kenapa bukan mata saja atau kau minta jantungnya?” protes Eddie sambil terkekeh.


“Tadi sudah kukatakan apa yang dilakukan tangan kanannya itu. Tangan itu yang telah menjambakku. Tangan itu juga yang telah menyakiti tubuhku dan tangan itu yang sudah hampir membunuhku dan aku menginginkan tangan itu. Tangan kanannya!”


Ucapan Katarina yang menggebu-gebu itu membuat Eddie tersenyum tipis. ‘Jeff….jeff…...kau sudah menumbuhkan rasa dendam pada seorang wanita sehingga membuat wanita ini mendendam dan menimbun semua kemarahannya padamu. Hmmm….aku mengerti sekarang! Dia yang menghampiri Dante. Dia menginginkan sesuatu sebagai timbal baliknya dan dia punya sesuatu yang bisa digunakan untuk mengalahkan Jeff!’


‘Apakah Dante tidak berpikir bahwa Bella bisa saja akan merasa cemburu? Apa yang dipikirkannya dengan membawa wanita ini pulang?’ ucap hati Eddi.

__ADS_1


“Wow….tapi aku tidak janji ya.” ucap Eddi menggelengkan kepalanya, “Karena Dante pasti akan membuat perhitungan pada Jeff Amadeo. Dante pasti melakukan sesuatu yang kejam padanya yang berada diluar batas nalarku.” ujar Eddie lagi.


“Tapi aku harap Dante tidak membuat hukuman yang mengerikan untuk Jeff! Hanya hukuman biasa saja seperti yang dilakukan pada semua orang yang membelot. Mudah-mudahan saja.” Eddie lalu terdiam sejenak.


“Kalau begitu dia pasti akan mati, kau tinggal memotong tangan kanannya saja kan?” celetuk Katarina. Dia memang benar-benar menginginkan tangan kanan Jeff dan itulah yang dia inginkan dari Eddie. Katarina bahkan sudah mengatakan hal yang sama pada Manuel.


“Memang Dante akan melakukan sesuatu. Hmmm...baiklah mari kita berandai-andai sekarang. Kalau aku berhasil mendapatkan tangan kanannya dan membawakan untukmu. Apa yang kau berikan untukku sebagai imbalannya?” jawab Eddie bersemangat. Tatapan matanya pun sudah mengarah pada Katarina menunggu jawaban jujur darinya.


‘Dia memang bekas Jeff! Tapi sejujurnya dia cantik juga! Pintar sekali kau mendapatkan wanita Jeff! Hah….kau dapatkan Katarina dan Bella juga sempat kau dapatkan bukan? Dan sepertinya wanita ini adalah wanita kelas atas. Hanya saja kenapa dia berpakaian sesederhana ini?’ gumam hati Eddie sambil menimbang-nimbang.


“Aku tidak bisa memberikan apapun padamu. Tapi kalau kau ingin mengembangkan kekuasaanmu di Amerika Selatan, maka aku akan memberimu bantuan.”


“Kau yakin?” tanya Eddie.


“Boleh juga.apa kau punya adik yang cantik?” Eddie mengangguka menjawab sambil mengajukan pertanyaan lainnya. Dia benar-benar tak ingin melewatkan kesempatan ini.


“Aku anak tunggal. Dan sekarang aku sedang mengandung. Apa kau paham maksudku?”


“Permisi Tuan Eddie! Anda dipanggil kedalam oleh Tuan Dante. Ada hal penting yang harus dibicarakan.” ujar seorang pengawal.


‘Aku? Kenapa harus aku yang dipanggilnya saat-saat seperti ini?’ kesalnya hati Eddie. “Aku akan masuk kedalam dulu. Kau tidak akan kabur kan?” tanyanya menatap Katarina. Dia sangat kesal pada Dante tapi tetap saja Eddie tidak mengatakan apa-apa tentang itu.


Sebenarnya dia sengaja mengajak Katarina bicara sejak tadi untuk membuat wanita itu tak kabur.Eddie belum tahu bagaimana Katarina bisa bersama dengan Dante sehingga dia mesti berhati-hati.

__ADS_1


“Kau tidak perlu mempedulikan aku. Pergilah!” ucap Katarina tak peduli.


“Oke! Berjanjilah untuk tidak kabur.” ucap Eddie yang cukup pintar. Dia mengedipkan matanya pada pengawal untuk mengawasi wanita itu. Meskipun Katarina juga tahu apa yang dilakukan eddie, dunia mafia bukan sesuatu yang asing bagi wanita itu. Dia tahu, tidak mungkin dia bisa lolos dari Dante di rumah sakit itu. Lagipula dia memang tidak punya keinginan untuk pergi kemanapun juga.


“Ya sudah. Aku masuk dulu.” Eddie berdiri dan hendak pergi tapi ponselnya berdering. Teleponnya berdering kembali membuat pria itu terpaksa mengangkat teleponnya sebelum dia masuk menemui Dante. Dia melihat nama yang muncul dilayar ponselnya lalu mengeryitkan dahinya.


“Ada apa kau menghubungiku Hans?”


“Eddie! Persenjataan kita! Semuanya berantakan. Tidak sesuai dengan yang seharusnya ada. Padahalbesok ada yang memesan. Apa yang harus aku lakukan?” suara Hans terdengar cemas dan stress. Sekali.


“Besok? Siapa yang mau memesan besok? Kita tidak ada jadwal penjualan besok.” ucap Eddie yang belum mengetahui tentang adanya perubahan jadwal transaksi karena belum ada seorangpun yang memberitahunya perihal perubahan jadwal.


“Issss….jadi kau belum tahu? Transaksi diubah jadwalnya. Harusnya dua minggu lagi tapi diubah jadi besok. Tapi sekarang barang-barangnya belum siap dan aku juga baru diberitahu Nick untuk mempersiapkan sekarang. Jadi apa yang harus kita lakukan?”


“Dimana kau sekarang?”


“Aku tadi mengamankan jalur untuk Dante cuma sayangnya ada sedikit masalah didepan sana. Ada tumpahan oli. Aku juga baru tahu dari anak buahku. Dan sepertinya tumpahan oli itu sepertinya masih baru dan pasti memang sengaja ditumpahkan disana. Karena Dante memang harusnya melewati jalur itu tadi untuk pergi kerumah sakit.” ujar Hans.


“Oh begitu. Tapi Dante ada disini sekarang.”


“Iya aku tahu. Tadi aku sudah menelepon anak buahmu. Sekarang coba kau pikirkan bagaimana menangani masalah persenjataan ini, Eddie!”


‘Buat apa dia menghubungi anak buahku? Alasan yang mengada-ada saja dibuatnya! Aku akan bicara dengannya soal ini nanti.’ bisik hati Eddie yang tidak percaya dengan ucapan Hans tapi dia tetap bersikap normal sehingga tidak membuat siapapun merasa curiga.

__ADS_1


 


__ADS_2