PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 177. BAWA IBU ANAKKU KEMBALI


__ADS_3

“Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang tapi waktu kita hanya sedikit untuk menemukannya sebelum dia membawa Bella jauh dan sulit bagi kita menemukannya! Aku juga tidak tahu kemana dia ingin membawa Bella! Aku tidak mau wanita itu dijadikan umpan seehingga membuatku jadi lemah!”


Nick mengerjapkan matanya mendengarkan ucapan Dante barusan. “Kau tidak mungkin memikirkan Bella sampa begini jauh. Apa kau jatuh cinta padanya Dante?”


Nick mengeryitkan keningnya sambil menatap temannya dia memberanikan diri bertanya langsung pada Dante karena apa yang dilakukan pria itu saat ini sangat tidak biasa.


“Puhhh! Cari dia! Aku ingin Bella kembali padaku dalam keadaan hidup!”


“Oh, Bella kembali padamu dalam keadaan hidup!” Nick mengulangi pernyataan Dante sambil menatap temannya itu lekat-lekat seakan dia ingin menanyakan sesuatu yang penting.


“Kau sudah mendengar semuanya, kenapa kau masih berdiri disini?” Dante memicingkan matanya.


“Kau menyuruh Barack untuk menjaga adiknya Bella sampai dia mengorbankan dirinya sendiri demi menyelamatkan anak itu.” Nick terdiam sejenak. “Dan sekarang seseorang membawa kabur Bella, kau bilang padaku untuk mendapatkan Bella kembali dalam keadaan hidup!” ucap Nick merinci semua kejadian yang terjadi belakangan ini.


“Aku suruh kau mengerjakan semuanya cepat! Kenapa kau masih ada didepanku?” Dante semakin tak sabar sehingga meninggikan suaranya.


“Katakan padaku alasannya dulu Dante! Kau menyukai gadis itu?”


Mata Dante sesaat berkedip ketika mendengar ucapan Nick. “Dante! Katakan semuanya, kau hanya membuat kami bekerja tidak karuan kalau kau tidak jujur pada kami!”


“Dia adalah wanita yang paling penting dalam hidupku!” jawab Dante tanpa menatap Nick . Tatapan matanya penuh kekhawatiran, dia bahkan mengepalkan kedua tangannya dan mengapit bibirnya.


“Kau cemas? Dia wanita terpenting dalam hidupmu?” Nick kembali mengulang ucapan Dante.


“Cari dia sampai ketemu! Aku ingin dia dalam keadaan hidup! Dia harus hidup, aku tidak mau terjadi sesuatu padanya!” ujar Dante.


“Tenang Dante! Kalau kau begini aku tidak akan pernah mendapatkan dia kembali! Kau adalah orang yang menyatukan kami dan bisa memimpin kami!” ucapan Nick membuat Dante memejamkan mata dan menghembuskan napasnya dengan kasar.

__ADS_1


“Jangan sampai dia dijadikan tawanan!” Dante menatap Nick.


“Memangnya apa yang akan terjadi kalau dia jadi tawanan? Kita bisa membiarkan saja bukan? Kita tidak ada ruginya sama sekali bukan?” tanya Nick.


“No!” Dante menggelengkan kepalanya.


“Apa maksudmu dengan ini semua Dante?”


“Aku akan menyelamatkannya! Apapun taruhannya, masih tidak jelaskah apa yang aku katakan? Dia wanita paling penting didalam hidupku. Dia harus selamat!” ulang Dante.


“Apa? Aku pergi dulu. Aku tahu sekarang kalau kau sangat mencintainya.” jawab Nick menepuk-nepuk lengan Dante. “Tapi aku tidak akan menyuruhmu untuk mengatakan itu padaku karena aku tahu kau pasti tidak akan bisa mengatakan itu.” ucap Nick seakan tahu isi hati Dante.


“Tidak Nick! Aku tidak mencintainya, aku sudah punya Tatiana!” ujar Dante.


Nick menatap Dante lagi padahal dia sudah berjalan tiga langkah. “Lalu apa namanya kalau kau bukan mencintainya? Apa hubunganmu dengannya?” tanya Nick.


Walaupun dia tidak berkata apapun pada Dante tapi Nick adalah orang yang bisa menganalisa, dia juga orang yang paling dekat dengan Dante sehingga kecurigaannya pun semakin besar. ‘Kau bahkan gugup.’ ucap Nick dihatinya.


“Aku…..” Dante tidak berani melanjutkan ucapannya.


“Sudahlah kalau kau masih belum bisa jujur kepadaku tak perlu kau ceritakan! Tapi kalau aku jadi kau sekarang maka aku akan tetap fokus. Jangan sampai kau lemah dan kehilangan kekuatan. Itu yang ditunggu-tunggu oleh musuh-musuhmu Dante! Aku pergi dulu!” Nick bicara lalu saat dia sudah ingin pergi Dante memanggilnya.


“Nicholas!” Dante memanggil nama lengkapnya dan membuat Nick membalikkan badan menatapnya.


“Apa?”


“Tolong bawa dia kembali hidup-hidup! Bawa ibu dari anakku kembali hidup-hidup! Anakku sangat membutuhkannya!” akhirnya Dante mengungkapkan kebenaran.

__ADS_1


“Kau baru jujur mengatakan tentang itu setelah masalah ini terjadi Dante!” Nick menggelengkan kepalanya.


“Bawa saja dia kepadaku dengan kondisi hidup! Aku yakin mereka belum jauh!” Dante tak mampu bicara apapun lagi hanya memandang Nick serius.


“Baiklah, aku mengerti! Aku pergi sekarang.” Nick tak lagi banyak bicara, dia meninggalkan Dante yang masih berdiri menatap pintu yang baru saja dilalui Nick saat keluar dari mansion itu.


‘Belinda….terlepas lagi dari sisiku! Tapi saat ini aku tidak melepaskannya lagi seperti dulu! Aku sadar bahwa aku salah menilaimu. Semua kesalahpahaman ini belum selesai dan kau sudah dibawa pergi. Apakah aku bisa mendapatkanmu kembali?’ Dante menghela napas panjang.


‘Aku pasti bisa mendapatkanmu kembali! Apapun caranya aku pasti akan membawamu kembali padaku, walaupun aku tidak yakin kau akan kembali padaku dengan keadaan utuh! Mungkin aku sudah memasukkan milik orang lain terlebih dulu kedalam milikmu! Kau selalu menginginkan itu. Apa kau juga akan memasukkan milik Anthony?’ Dante semakin jauh berpikir dan mulai kesal dengan pikirannya apalagi tanpa sengaja pikirannya memikirkan dan membayangkan Bella bersama Anthony membuat rahang Dante menengang dan tangannya mengepal.


“Aku tidak peduli, mau kau masukkan miliknya atau milik siapapun, aku tidak peduli! Aku ingin kau tetap disini. Aku ingin kau kembali Belinda Alexandra Amani!’ lagi-lagi Dante mengingatkan hatinya untuk bersabar. Saat ini hatinya berdecak merasa tak nyaman dan pengap karena sesak saat Dante harus menahan semua air matanya. Sejujurnya Dante memang tidak pernah siap untuk kehilangan Bella.


“Tuan Dante?” lamunan Dante buyar saat seseorang memanggil namanya dari belakang.


“Ada apa?” Dante menoleh dan menatap pria yang akan membawa berita untuknya.


“Saya ingin melaporkan.” ucapnya melangkah lebih dekat lagi.


“Katakanlah!” ujar Dante dengan rahang masih menegang.


“Anthony tidak terlihat keluar dari gerbang depan, Tuan!” informasi yang sungguh diinginkannya.


“Jadi maksudmu, dia tidak ada keluar dari gerbang depan?” Dante memastikan pernyataan penjaga itu.


“Iya tuan. Tidak tampak kepergiaanya bersama Bella! Anthony tidak melalui gerbang  depan.”


“Pufff! Apa kau sudah mengecek bagian belakang?” tanya Dante.

__ADS_1


“Satu-satunya jalur yang bisa dia lewati mungkin disana, Tuan! Tapi banyak sekali serigala disana. Apa tidak sulit jika memilih jalur itu? Kemungkinan mereka selamat sangat kecil sekali. Kalau mereka hanya jalan berdua dan hanya satu orang yang bisa bergerak cepat tak mungkin bisa lepas dari sana Tuan.”


__ADS_2