
“Jangan menatapku seperti itu. Nanti kalau kakakku sudah ditemukan aku akan mengadukanmu pada kakakku! Kalau kau tidak bersikap manis padaku jangan harap Bella akan manis padamu!”
“Berani kau mengancamku?” Dante mengeryitkan dahinya.
“Bukan mengancam! Tapi pasti aku akan bilang pada Bella. Kau yang rugi kalau Bella tidak mau melayanimu,” Sarah mencibirkan bibirnya.
‘Anak kecil ini tadi pertama bertemu masih diam dan masih terrlihat lembut tapi ternyata aslinya seperti ini? Bagaimana kau bisa bertahan berhari-hari bersamanya Barack?’ pertanyaan itu refleks muncul dihati Dante.
“Kalau tidak ada lagi yang ingin kau bicarakan aku akan pergi.”
“Tunggu! Tadi aku bilang ada satu hal lagi yang harus kau ingat!” kata Sarah mengingatkan Dante.
“Apa itu?”
“Libatkan aku dalam mencari Barack!” ucap Sarah yang menatap Dante dengan serius.
“Hanya itu yang mau kau katakan?”
“Iya. Aku ingin mengatakan itu padamu karena aku mencintai Barack dan aku ingin dilibatkan dalam mencarinya.Aku tidak akan tinggal diam dan menunggu saja. Mungkin aku hanya terlibat sebagai anak kecil wanita yang lemah tapi aku siap melakukan apapun untuk Barack.”
Tidak ada kata yang keluar dari bibir Dante, dia hanya menelan salivanya dan menatap Sarah.
“Hei, kau dengar kata-kataku tidak? Kenapa kau meningalkanku sebelum kau menjawabku?”
“Masuklah kedalam dan tidurlah bersama Alex! Jangan terlalu banyak bicara dan jangan menggangguku bekerja. Besok pagi akan ada pelayan yang mengirimkan makanan untukmu dan Alex. Tetap jaga sikapmu pada anakku, sementara aku beekrja kau harus mengasuh Alex.”
“Tidak masalah. Kau jangan kahwatir karena Alex adalah keponakanku aku tidak akan menyakitinya dan aku akan menjaganya dengan baik. Tapi jawab dulu pertanyaanku, apa kau akan melibatkanku? Karena aku ingin melindungi Barack dan aku ingin menolongnya.”
__ADS_1
“Tidak perlu aku pikirkan soal itu. Kalau aku membutuhkanmu aku tidak akan sungkan membuatmu terlibat tapi jika keberadaanmu hanya untuk membuat masalah, jangan harap kau akan ikut serta.”
“Aku janji tidak akan membuat masalah.”
“Bagus! Tunggu sampai aku membutuhkanmu kalau memang aku tidak membutuhkanmu maka jangan pernah mengganggu pekerjaanku, apa kau mengerti?”
“Tapi…..”
“Sebaiknya mulai sekarang ubah sikapmu itu, jangan terlalu cerewet! Jangan salahkan aku jika aku tidak berhasil menolong Barack kalau kau terus bersikap seperti ini padaku.”
“Jangan bilang begitu kakak ipar! Aku ingin kau melindungi Barack dan menolongnya. Aku akan menurut padamu, kau bos-nya sampai Barack kembali."
‘Kalau bukan karena rasa bersalahku pada Bella dan sahabatku Barack yang mempunyai perasaan padamu, aku sudah mengerus bibirmu itu!’ Hati dane benar-benar merasa kesal karena ini pertama kalinya seorang wanita berani memakinya, berani bicara seperti sarah. Bella sendiripun tidak pernah melakukan itu pada Dante.
“Sudahlah jangan menatapku seperti itu! Percuma saja aku tidak akan takut padamu!” ucap Sarah ketika dia terang-terangan mencibir pada Dante.
Belum sempat Dante membalas ucapan Sarah, ada panggilan masuk di ponselnya. ‘Nomor ini lagi? Kenapa dia meneleponku? Hah! Baguslah kau menghubungiku kebetulan sekali aku juga menunggumu meneleponku! Apa kau ingin mengajukan barter Bella dan Barack?’
“Siapa yang meneleponmu?” tanya Sarah penasaran.
“Sssttt! Bukan urusanmu. Sana cepat pergi dan beritirahatlah jangan sampai besok pagi anakku bangun tapi kau kelelahan dan tidak bisa menemaninya.” ucap Dante sebelum mengangkat teleponnya.
“Punya nyali juga kau meneleponku?” ujar Dante smabil melangkah keluar dari dalam kamar yang ditempati Sarah dan Alex.
Melihat Dante sedang menelepon, Sarah tidak mengganggunya lagi dan dia membiarkan Dante pergi.
“Tentu saja aku punya nyali! Bukankah kau harusnya mulai merasa takut terhadapku?”
__ADS_1
Jeff Amadeo terdengar sangat percaya diri. Dia bahkan meninggikan intonasi suaranya.
“Takut padamu? Ha ha ha ha…..Kenapa aku harus takut padamu? Memangnya apa masalahku denganmu, ha?” jawab Dante tertawa sinis.
“Kau ini pura-pura tidak tahu ya atau kau memang tidak peduli? Dante Sebastian?”
“Jadi kau penasaran. Mungkin kau bisa menebak sendiri atau kau bisa berspekulasi agar hatimu tenang.” jawab Dante yang membuat Jeff geram.
‘Aku harus bersabar karena aku pasti menang! Aku tidak boleh terbawa emosi apalagi sebentar lagi dia bakal menangis darah.’ ucap Jeff didalam hatinya merasa sangat yakin akan kemenangan yang sudah ada didepan matanya dalam waktu dekat ini.
“Baiklah kalau mau mu begitu maka aku akan berspekulasi bahwa kau sedang berpura-pura bahagia sekarang! Kau mencoba menutupi rasa takutmu dengan bicara begitu padaku padahal hatimu sangat ketakutan, kau takut padaku dan kau sudah mulai merasa khawatir dengan kekuasaanmu yang mulai terusik, iyakan?” ujar Jeff.
“Kau salah! Tapi baiklah kalau kau memang maunya berpikir begitu tidak masalah. Mungkin itu bagus untukmu selama kau berpikir positif maka tingkat stress mu akan berkurang dan anggaplah aku ini sesuai dengan apa yang kau pikirkan dan aku berbaik hati membiarkanmu hidup sebelum kita bertemu dan saran ku untukmu, cepat-cepatlah kau menghindariku. Karena saat kita bertemu nanti semuanya akan berbeda Jeff! Aku akan mematahkan semua tulangmu menjadikannya terpisah dan satu hal yang harus kau ingat, ini adalah janjiku yang tidak akan pernah aku lupakan! Saat kita bertemu nanti aku akan emncongkel bola matamu. Tunggu saja waktunya tiba!”
“Ha ha ha ha! Dalam mimpimu pun kau tidak akan pernah bisa melakukan itu Dante!”
“Benarkah? Kau sangat yakin sekali kalau aku tak bisa melakukan itu. Kau tahu aku cukup bijak dalam memperhitungkan segala sesuatu sebelum aku mulai bertindak.”
“Ciih! Kau pikir aku percaya? Tidak sama sekali Bahkan untuk menyelamatkan temanmu sendiripun kau tidak mampu! Berhari-hari dia berada dihutan tapi kau tidak datang dan kau terlambat karena kami sudah mendapatkannya. Sekarang dia berada ditanganku, memang wanita itu masih ditanganmu tapi hanya menunggu waktu saja aku akan mendapatkannya. Aku sudah berjanji pada Bella akan mengambilnya darimu! Jadi cepat atau lambat Bella akan aku ambil dan membawanya ketempatku.”
‘Baguslah! Dia belum tahu tentang chip ditubuh Barack. Ini satu keuntungan buatku,’ gumamnya didalam hati. Dante memang sedang menguji Jeff seberapa banyak yang dia tahu tentang rahasia di tubuh Barack. Jawaban Jeff membuat Dante akhirnya tersenyum.
“Baiklah! Aku tunggu sampai kapan kau bisa mewujudkan itu?” tanya Dante.
“Tidak akan lama lagi. Bella akan datang padaku sebentar lagi! Kau pikir walaupun dia ada dirumahmu aku tidak bisa membebaskannya? Cih! Keamanan rumahmu itu sangat buruk Dante.”
“Wah! Hebat sekali ya. Apa kau sudah menghancurkan rumahku sampai kau begitu yakin kalau Bella akan kau dapatkan?” kata Dante. ‘Ambillah jika kau mau mengambil Bella yang ada dirumahku! Ha ha ha ha ha! Di tubuh wanita itu sudah ada pelacaknya juga, akan mudah bagiku mengetahui dimana markasmu dan membuat perhitungan bijak bagaimana masuk kesana.’ gumam hati Dante.
__ADS_1