
“Apa kegunaan monitor itu Tuan?”
“Mencari satelit untuk mendapatkan informasi. Aku akan meretas, mencari tempat ayahmu dikurung.”
“Wow, apakah bisa melakukan itu? Apa tidak akan ketahuan mereka? Bagaimana kalau pihak berwajib datang kesini nanti?”
Dante tersenyum kecil dan memfokuskan pandangan matanya melihat Noel, “Kau pikir aku akan melakukan tindakan bodoh ditempat ini?”
Noel hanya terkekeh, dia merasa kagum sekali dengan apa yang dilihatnya. “Apakah ini terhubung ke satelit?” tanyanya.
“Aku punya satelit khusus dan masih mengorbit! Diantara ribuan satelit lain yang ada diluar angkasa. Mereka tidak akan peduli dan mengecek satelit satu persatu.” ucap Dante.
“Apa yang akan anda lakukan dengan ini?” tanya Noel yang merasa penasaran. ‘Hebat sekali kau! Ternyata pria ini sangat pintar! Pekerjaan ini benar-benar menantang dan inilah yang kusuka.’ bisik hati Noel. Dia sangat menyukai teknologi dan barang-barang canggih.
“Aku akan meretas kode keamanan di penjara tempat ayahmu berada untuk mengetahui posisinya sekarang dan ada di sel nomor berapa.” ujar Dante yang tetap fokus pada layar didepannya. “Ini dia! Ayahmu ada ditahanan khusus.”
“Apa salah ayahku sampai dia ditempatkan disana?” tanya Noel.
“Dia bahkan tidak bisa melihat matahari! Tempat yang dihuninya ini membuatnya tidak bisa berhubungan dengan narapidana lain. Dia sengaja diasingkan sendirian disana!” ucap Dante.
“Benarkah?” Noel tidak menyangka bahwa ayahnya mendapat hukuman seberat itu.
“Ya, dia bahkan tidak bisa mendapat kunjungan dari siapapun.” Dante kesa; dan dia menyandarkan tubuhnya disandaran kursi.
‘Anthony! Kau tidak bisa menemuinya kan? Kau jauh-jauh kesana tapi kau tidak bisa menemuinya, pantas saja kau mengejar anak ini. Kau membutuhkannya untuk memberikan informasi tentang ayahnya.’ bisik hati Dante yang kini sudah mendapatkan jawaban yang ingin diketahui oleh Anthony.
“Apa kau tahu kesalahan ayahku sehingga dia dihukum seberat itu?”
“Kesalahan ayahmu adalah dia ada dipihak yang benar! Dan banyak orang yang tidak baik, tidak menyukainya.” jawab Dante lirih. Dia melepaskan jarinya dari keyboard dan kembali menutup layar didepannya.
Setelah mencatat semua informasi yang dibutuhkannya. Dante tidak bisa berlama-lama karena bisa terdeteksi sistem keamanan. Dia langsung memutuskan sambungan komputernya ke satelit.
“Oh Tuhan! Kenapa mereka tega sekali pada ayahku? Sudah kuduga kalau ayahku tidak bersalah! Ayahku adalah orang yang jujur.” ucap Noel dengan ekspresi kesal diwajahnya.
“Apa yang akan kau lakukan jika kau punya kekuatan untuk menyelamatkan ayahmu?” tanya Dante.
“Tentu saja aku akan melakukan apapun untuk menyelamatkannya. Aku tidak akan bisa melihat ayahku mengalami kesulitan seperti sekarang lagi.”
“Dia tidak mengatakan apapun padaku tapi dia hanya memberikan pesan untukmu dan adikmu. Tapi dia tidak mengatakan apapun tentang dirinya dan kondisinya disana.”
__ADS_1
“Kita akan melakukan sesuatu untuk ayahmu.” ucap Dante menatap serius pada Noel yang membuat pria itu mengeryitkan dahinya.
“Melakukan sesuatu? Apa yang akan kita lakukan? Memangnya kamu bisa melakukan apa untuk ayahku? Apa kamu punya akses untuk mengeluarkan ayahku dari penjara?”
“Kau bersiaplah nanti malam.” ucap Dante yang berdiri dan menaruh kedua tangannya disaku celana dengan tatapan lurus pada Noel.
“Bersiap untuk apa?” tanya Noel meminta penjelasan.
“Kita akan pergi. Kita akan melakukan sebuah misi.” jawab Dante.
“Pergi kemana?” tanya Noel yang semakin bingung dan penasaran. ‘Aku tidak mengerti jalan pikirannya. Mau pergi kemana maksudnya?’ bisik hati Noel.
“Jangan tanyakan itu dulu. Sekarang kau harus bertemu Henry dan kau harus melakukan beberapa latihan. Dia akan menunjukkan kepadamu denah penjara itu.”
“Maksudnya bagaimana?”
“Kau dan aku nanti malam ada tambahan pekerjaan! Sebelum aku melakukan misi utamaku, kita akan pergi menyelamatkan ayahmu. Mengeluarkannya dari tempat itu!”
“Eehhh? Kita berdua akan menyelamatkan ayahku? Masuk kedalam penjara itu?”
“Ya, kalau kau memang ingin menyelamatkan ayahmu. Hanya itu yang harus kita lakukan sekarang!”
“Sampai saat ini keyakinanku pasti! Aku tahu bagaimana cara mereka bekerja dipenjara itu.” ujar Dante serius bicara karena memang ini misi yang serius.
Mereka tidak bisa main-main untuk masuk kedalam penjara itu berarti mereka sudah merelakan nyawa mereka apabila mereka mati. Membawa pergi tahanan penting dari penjara itu bukanlah sesuatu yang mudah. Ruang tahanan itu berada di ruang bawah tanah dengan pengamanan ketat! Untuk bisa masuk kesana mereka harus melalui banyak rintangan.
Sedangkan Noel yang suka film action tentu saja sudah bisa menggambarkan misi penyelamatan ini akan seperti di film-film action yang menengangkan. “Wow, ini sudah seperti film box office.”
“Kau yakin menggambarkannya begitu Noel?”
“Biasanya jagoannya yang menang.” ucap Noel penuh semangat.
“Sayangnya kita bukan jagoan!” ucap Dante yang membuat wajah Noel pias. “Dan yang mengerikan kalau di film kau tidak akan pernah mati! Walaupun kau mati itu hanyalah peran! Disini andaikan kau mati tidak akan ada lagi orang yang bisa melihatmu dan menginginkanmu!”
Noel meringis mendengar suara Dante bicara penuh penekanan, menjabarkan secara lengkap seperti apa yang akan dihadapi mereka nantinya disana. Kengerianpun muncul diwajah Noel.
“Kecuali kau mau ayahmu menjadi mayat!” Dante menambahkan.
__ADS_1
“Tidak! Tentu saja saya tidak mau hal itu sampai terjadi pada ayahku!” Noel menggelengkan kepala.
“Kalau begitu, hanya ini satu-satunya jalan untuk menyelamatkan ayahmu!”
“Apa yang harus aku lakukan untuk mempersiapkan diriku?” tanya Noel. ‘Selain berani, dante juga adalah orang yang menepati janjinya dan tidak takut menantang bahaya! Aku suka caranya!’ bisik hati Noel yang mulai memikirkan cara untuk mempersiapkan dirinya.
“Ikutlah dengan Henry! Dia akan membantumu melakukan apa yang harus kau lakukan untuk persiapan nanti. Kurang dari tiga jam lagi aku akan menemuimu dan kita langsung berangkat.” ujarnya sambil melirik jam tangannya.
“Berarti waktuku hanya tiga jam untuk mempersiapkan diri?”
“Iya benar!”
“Kau mau membawanya kemana Dante?” tiba-tiba seseorang langsung memotong pembicaran mereka membuat keduanya menatap kearah sumber suara.
“Henry! Bawa Noel karena dia tidak punya banyak waktu untuk persiapan!”
“Baik Tuan!”
Noel pun mengikuti Henry sedangkan Dante mengarahkan pandangannya pada seseorang yang kini sudah berdiri disampingnya. “Apa yang ingin kau tanyakan Hans?”
“Mau kemana kau membawanya?”
“Ke penjara!” jawab Dante singkat.
“Mau apa kau pergi kesana?”
“Tidak ada yang perlu kau khawatirkan Hans! Aku hanya memintamu untuk mengurusi rumah ini.” ujar Dante menepuk bahu sahabatnya itu.
“Dante, kau memang menyuruhku hanya melakukan itu. Tapi aku tahu apa yang ada didalam pikiranmu. Kenapa kau tidak mau berbagi denganku?”
“Apa yang kau tahu?” suara tegas itu bicara pada Hans.
“Dante! Kita sudah lama berteman dan sekarang kau sedang mempersiapkan sesuatu yang terburuk!”
“Bukankah aku sudah biasa melakukan itu? Dari dulu aku sudah sering melakukannya. Kalau aku sedang mengalami masalah serius aku selalu mempersiapkan Tatiana dan Alex!”
Dante menatap Hans serius dan pria itupun menganggukkan kepalanya, “Tapi yang sekarang ini berbeda! Kau benar-benar menyiapkannya seakan-akan kau akan mati besok!” ucap Hans yang tak tahan lagi akrena dari tadi dia sudah menahan perasaannya sendiri.
“Aku melakukan ini karena aku harus mempersiapkan segala kemungkinan yang terburuk. Kau mengerti? Apalagi penyerangan kali ini bukanlah penyerangan yang sederhana dan jauh berbeda dari sebelumnya. Kita harus persiapkan semuanya semaksimal mungkin!” ujar Dante mengingatkan.
__ADS_1
‘Tidak mungkin aku memberitahu Hans apa yang sedang aku pikirkan sekarang. Apa dia sudah siap? Ini yang masih aku khawatirkan! Darimana aku bisa yakin kalau semuanya akan baik-baik saja?’ bisik hati Dante.