PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 520. MASUK


__ADS_3

‘Oh iya, aku sekarang kan sedang menyamar sebagai Bella?’ Anna yang sedang memijat kepalanya karena merasa pusing untuk beberapa saat pun memikirkan apa yang harus dijawabnya. Anna diam setelah mendengar ucapan Manuel.


“Dimana kita berada sekarang? Apa yang akan kalian lakukan padaku?”Anna kembali melirik dan meminta penjelasan pada kedua pria itu.


“Kau akan tahu setelah kita berada didalam sana.”


“Kau!” teriak Anna yang berusaha berpikir untuk melarikan diri. ‘Anthony apakah kau akan datang menolongku? Atau jangan-jangan kau pun sedang dalam kondisi sulit sekarang? Aku meninggalkanmu dengan dua orang pria tadi! Ya Tuhan, semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk padanya!’


Anna pun memikirkan Anthony dan dia sudah mulai merasa ketakutan karena saat ini pintu gerbang sudah terbuka. Mereka baru saja memasuki kediaman Jeff.


“Aku akan mengadu pada kakaku atas perbuatanmu!” Gabriella kembali mengancam Manuel.


“Saya minta maaf Nona Gabriella.”


“Tidak bisa! Kau membuatku berimajinasi macam-macam! Membuatku tidak tenang dan bermimpi!”


“Kau membiusku dan obat bius itu membuatku gila! Aku akan mengadukanmu pada kakakku. Dan kau! Aku tidak akan membiarkanmu dekat-dekat dengan Rodrigo!” Gabriella melirik pada Sarah yang ada disamping Barack.


Sarah pun langsung menoleh kebelakang ketika mendengar perkataan itu dan dia memicingkan mata.


“Dia adalah Barack! Kau mau apa hah? Aku tidak akan membiarkanmu mendapatkan Barack! Apa perlu aku mencincangmu?” teriak Sarah dengan marah menatap tajam pada Gabriella.


“Apa katamu? Mencincangku? Sebelum kau bisa melakukannya aku sudah duluan memotong-motong tubuhmu lebih dulu! Ingat ya kau sekarang berada didalam rumah kakakku!” balas Gabriella.


“Isss jangankan dirumah milik kakakmu! Rumah milik jin, hantu genduruwo bahkan jin tomang seklaipun aku tidak takut! Kau tahu kenapa? Karena aku lebih menakutkan daripada segala macam hantu dan jin di dunia ini!” balas Sarah tak mau kalah.


“Eeeehhh, apa katamu?” Gabriella kebingungan mendengar perkataan Sarah karena dia tidak mengerti bahasa Indonesia. Dia memang sengaja bicara dalam bahasa Indonesia.

__ADS_1


“Tidak ada siaran ulang! Dasar wanita jelek!” Sarah mendengus sambil mencibir sinis pada Gabriella.


“Kau!” Gabriella menunjuk kearah Sarah. Ekspresi wajahnya sangat marah dan napasnya kencang.


“Hei! Kalian bisa tenang tidak?” Manuel mencoba melerai keduanya yang sudah hampir saling menyerang. Terjadi keributan disana memekakkan telinga Manuel dan Barack. Sedangkan Anna sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi. Dia kebingungan sendiri dengan perdebatan kedua wanita itu.


“Nona, kita sudah sampai! Silahkan turun!” kata Manuel pada Gabriella.


“Huh! Kau menyuruhku turun duluan? Kau tidak membukakan pintu untukku?” Gabriella  menatap kesal mengalihkan pandangannya dari Sarah lalu menatap Manuel dengan tatapan tajam.


“Saya ingin membukakan pintu untuk anda, nona! Tapi kondisi saya duduk ditengah dan anda duduk di pinggir. Bagaimana saya bisa keluar?”


Gabriella pun melihat posisi Manuel yang terjepit ditengah dan dia tidak bicara apapun lagi.akhirnya dia membuka pintu dan melangkah turun dari mobil.


(Pegang ini dan jangan mengatakan sepatah katapun. Ada penyadap disini) tulis I ponselnya yang dia tunjukkan pada Anna sambil membersihkan satu senjata. Semua itu dilakukannya dalam hitungan detik.


‘Untuk apa ini?’ gumam Anna dihatinya namun dia tidak mengatakan apapun. Dia menuruti perintah Manuel yang ditulis di ponselnya. ‘Jadi mereka tahu kalau aku adalah Bella palsu? Oh baguslah berarti mereka temanku bukan? Tapi siapa yang mata-mata disini? Apakah orang didepanku ini juga mata-mata?’


Anna tak mengerti tapi dia berusaha bersikap setenang mungkin. Apalagi sekarang sudah ada senjata ditangannya dan dia sudah siap untuk beraksi.


“Tunggu sebentar Nona Bella! Saya akan mengantarkan anda ketempat yang harus anda datangi!” Barack bicara sambil menatap Anna gugup. Bahasanya juga berantakan karena Barack sedang konsentrasi memikirkan apa yang akan dilakukan selanjutnya.


‘Ehm….dia juga timku!’ Anna merasa lega ketika melihat Barack mengedipkan matanya dengan tangannya berada dibibirnya saat ini. Barack melakukan itu untuk memastikan Gabriella tidak melihatnya dan ini membuat hatinya menjadi tenang.


‘Jadi dia juga termasuk orang yang baik sepertinya? Ehm, bukan baik tapi satu perjuangan! Aku tidak boleh sembarangan percaya! Apa dia akan menolongku?’ bisik hati Anna.


‘Ah, syukurlah kau mengirimkan orang-orang untuk menolongku Anthony!’ pikir Anna sambil menyembunyikan senjatanya.

__ADS_1


“Kalian berdua tunggu disini, aku bukakan pintunya dan nanti kita turun bersama.” Barack mengingatkan lagi dan dia segera turun dari mobil untuk membukakan pintu.


“Barack?” panggil Sarah lagi.


“Sudah kukatakan namaku Rodrigo, nona!” Barack bicara sambil mengeluarkan ponselnya dan mengetik sesuatu disana yang langsung dilirik kedua wanita disampingnya.


(Hati-hati berbicara, sepelan apapun suara kalian akan terdengar oleh seseorang! Aku sudah memberikan peringatan dan kalian juga sudah memegang senjata. Cobalah berhati-hati dan jangan pernah lengah! Kita berada ditempat musuh sekarang!)


Lalu setelah Barack melihat kedua wanita itu membaca tulisannya, dia segera menghapus chat di ponselnya dan memasukkan kesaku celananya.


‘Apa sih yang sebenarnya terjadi? Tapi Barack sudah memperingatkan tentang hal ini. Dia pernah mengajariku ketika kami berada di hutan dan mengatakan kalau aku harus siap untuk berperang. Apakah sekarang kami akan berperang sungguhan?’ pikir Sarah.


Lalu dia menatap wanita yang berada disampingnya. ‘Wanita ini, ehm? Dia itu Bella atau bukan ya? Tapi kenapa dia tidak menyapaku? Dia seperti tidak mengenalku sama sekali? Apa yang salah dengan Bella? Apa dia melakukan sesuatu yang buruk sekarang? Apa aku harus bertanya padanya? Tapi bagaimana aku bisa bertanya kalau dilarang bicara?’


Sarah sangat ingin menyapa wanita yang berada disamping Barack tapi dia curiga kalau wanita itu bukanlah Bella! Bagaimanapun Sarah tahu bagaimana sikap kakaknya. ‘Sialan! Gara-gara aku mengikuti wanita itu aku jadi dibawa kesini! Padahal harusnya aku tetap bersama Noel saja. Lalu aku harus bagaimana sekarang? Aku tidak boleh menyesal kali ini karena mungkin ini satu-satunya cara aku bisa bertemu dengan Barack!’


Sarah merutuki nasibnya yang sudah salah mengambil langkah. Tapi dia juga senang karena ada Barack disampingnya dan kini dia mencoba untuk memahami situasinya.


‘Barack mengajariku tentang bagaimana aku harus bertindak. Aku akan berhati-hati.’ Sarah mengingatkan dirinya lalu dia melirik wanita yang ada disamping Barack.


‘Aku juga harus berhati-hati pada wanita itu! Dia tidak boleh menempel terus pada Barack! Jangan-jangan wanita itu menyukai Barack pula.’ Sarah seakan tahu kalau wanita itu bukan Bella. Tidak ada sekalipun Anna melirik padanya sehingga membuat Sarah menjadi curiga.


“Kenapa kau tidak membuka pintunya?” saat ini mereka sudah melewati ruang utama.


Saat mereka ingin memasuki ruang tengah tapi penjaga masih menutup pintunya, terlihat seperti sesuatu yang tidak biasa. “Dimana Manuel? Tadi dia jalan bersama Gabriella tapi sekarang dimana dia?” Barack merasa khawatir pada Manuel.


Dia mencari keberadaan pria itu karena pintu ditutup dan tidak ada jalan lain untuk keluar. Sedangkan pintu utama dibelakang mereka sudah ditutup rapat.

__ADS_1


__ADS_2