PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 469. PENGGANGGU


__ADS_3

“Apa anda akan keluar sekarang?” tanya Noel. Noel merasa sangat cemas ketika Dante sudah menyerahkan kunci padanya.


“Urus saja pekerjaaanmu disini! Kau punya nomor telepon teman-temanku kan?” Dante bertanya ulang. Dia ingin semua sesuai dengan rencana dan tidak ada kesalahan nantinya. Dante menatap Noel yang hanya mengangguk patuh.


“Aku hanya tahu nomor telepon tiga orang saja! Aku tidak tahu nomor telepon yang lainnya.”


“Kau tidak punya nomor telepon Henry?” ucap Dante menimpali. Lalu dia melirik jam tangannya.


“Anthony! Kenapa kau lambat sekali?” Dante sudah mulai resah dan dia kembali menggunakan binocularnya untuk melihat transaksi yang sedang berlangsung.


“Sudah hampir selesai! Mereka sudah mencobanya, harusnya sudah dimulai sekarang!” Dante sangat cemas, “Aku yakin orang-orang Jeff juga sudah bersiap dibelakangku. Kenapa lama sekali sih?”


“Oh kalau nomor telepon Henry aku punya.” Noel terdengar bicara menyahuti pertanyaan Dante tadi.


“Kalau ada apa-apa kau bisa menghubungi Henry seandainya kau bingung harus melakukan apa. Kau paham kan Noel?”


Noel kembali mengangguk saat dia menatap wajah Dante yang menatapnya serius.


‘Apa dia bisa kupercaya? Apa dia mengerti apa yang aku maksudkan? Semua rencanaku bisa berantakan kalau anak ini sudah berbuat ulah. Sarah! Seharusnya Noel sekarang keluar membantuku tapi karena Sarah ada disini, dia mengacukan semua rencanaku. Semoga saja aku bisa melakukannya sendiri.’ Dante bergumam dihatinya. Dia sebenarnya merasa cemas.


“Aku sangat paham, Dante!”


Ucapan Noel itu membuat Dante sedikit tenang.


‘Setidaknya dengan begini Sarah akan aman! Aku tidak mau nanti ada kesalahpahaman dengan Bella begitu juga Barack!’ gumamnya dalam hati sambil dia menatap Noel untuk menyakinkan dirinya sendiri bahwa anak itu memang bisa dipercaya untuk melakukan tugasnya.


“Kau bisa mengendarai mobil kan?”


“Iya, aku bisa.” jawab Noel singkat.


“Lihat aku! Jika aku meneleponmu maka kau harus jalankan mobil ini sampai keujung sana.” Dante menunjukkan kearah ujung dari pelabuhan.


“Didekat kapal itu kan?”


“Iya. Aku akan menunggu disana! Jadi pastikan saja teleponmu selalu aktif. Kalau aku tidak datang kesini maka kau harus segera cari jalan kesana! Aku berharap kalian masih bisa menggunkan mobil ini tapi kalau tidak bisa, maka carilah jalan teraman untuk segera sampai disana.”

__ADS_1


“Baiklah Dante.”


“Aku tidak bisa menunggu lebih dari lima menit.”


“Jadi maksudmu, setelah anda nanti meneleponku maka aku hanya punya waktu lima menit kemudian anda akan pergi dengan kapal itu?”


Dante mengangguk, “Jadi bersiaplah disana! Itu adalah pilihan terakhir karena pilihan pertama aku akan kembali ke mobil ini jika memungkinkan.” ucap Dante penuh penekanan.


“Saya paham, Dante.” Noel memastikan pada Dante kalau dirinya tidak akan melakukan kesalahan menjalankan perintah yang diberikan kepadanya.


“Memangnya apa yang sebenarnya terjadi disini? Apa kau akan pergi bersama Barack?” tanya Sarah.


“Simpan saja dulu pertanyaanmu tentang Barack!” lalu Dante melihat jam tangannya dengan perasaan gelisah lalu dia menegok lagi kearah tempat transaksi.


‘Kapan kau akan memulainya? Kenapa lambat sekali? Kau tidak menipuku kan? Aku sangat yakin kalau kau adalah adikku dan kau tidak mungkin memiliki sifat buruk kecuali kalau orang itu sudah meracuni otakmu.’ Dante berbisik dalam hatinya karena dia mulai meragukan Anthony.


Blurb!


“Ehm! Kenapa tiba-tiba lampu disekitar sini mati? Dan itu disana menyala sendiri lampunya?”


Senyum pun merekah diwajah Dante setelah menyadari apa yang terjadi. “Baguslah! Ini tandanya aku keluar dulu. Tunggu aba-aba ku dan ingat jangan menyalakan lampu atau apapun didalam sini yang bisa menarik kecurigaan orang lain diluar.”


‘Bagus Anthony! Aku suka cara kerjamu. Ini membuat mereka panik sehingga para warga akan keluar dari rumahnya. Dengan begini para penembak jitu dan orang-orang Jeff akan kebingungan karena mereka tidak mungkin membunuh semua warga disini bukan?’ gumam Dante yang kini berbaur dengan warga yang panik karena listrik mereka padam.


Tempat yang tadinya sepi pun kini jadi ramai dengan wanita, anak-anak dan banyak juga para pria yang keluar dari rumah mereka. Mereka bertanya pada tetangga dan saling mengobrol diluar.


“Lihat, pengumuman apa itu?” semua orang pun langsung menatap kearah layar yang baru saja dinyalakan dan menampilkan seorang pria dan wanita yang terikat.


Melihat itu, Dante tersenyum tapi bagaimana dengan orang-orang yang ada didalam mobilnya?


“Itu Bella! Mereka menangkap Bella!” teriak Sarah panik.


“Tidak mungkin! Kau jangan panik begitu Sarah! Itu tidak seperti yang kau duga!” seru Noel.


“Tapi itu Bella!”

__ADS_1


“Sarah, bersabarlah! Jangan bertindak gegabah!” Noel memperingatkan.


BUG!


Sarah masih punya satu tangan yang terikat dan dia pun segera mengambil sesuatu dari kantong celananya. Benda yang diambilnya dari bagasi ketika dia bersembunyi disana.


Pssssttttttt


“Ah mataku! Kenapa kau menyemprotkan gas airmata ke mataku Sarah!”


Sementara itu disisi lain. “Aku rasa telepon tadi memarahimu bukan?” tanya Anna pada Anthony setelah dia menutup teleponnya. Sedangkan Anthony hanya mengangguk tanpa menatap Anna dan padangan matanya masih pada layar ponselnya.


“Ayolah, kita harus berangkat sekarang! Kita harus melakukannya sekarang!” ucap Anna kembali mengingatkan Anthony.


Tapi pria itu masih saja tak bergeming dari tempatnya seakan dia masih berpikir dan dia menatap Anna dengan kebimbangan tanpa kata-kata yang terucap.


“Kalau kalian tidak mau keluar biar aku saja yang keluar!” ujar Vince yang sudah merasa geram sehingga membuat Anthony merespon sambil memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.


“Apa gunanya kau keluar? Tidak ada yang mau melihatmu!”


“Habisnya kau lama sekali bertindak. Kau terlalu lama mengambil keputusan. Aku pikir kalian sudah merencanakan ini semua jauh-jauh hari secara matang tapi apa buktinya? Haaahh!” keluh Vince pada kedua sahabatnya sambil menggelengkan kepala dan berdecak kesal.


“Mau bagaimana lagi? Rencana inikan juga dadakan? Lagipula mau apa kau keluar? Orang-orang federal pasti akan mengenalimu karena jabatanmy dulu cukup tinggi.” ujar Anthony mengingatkan Vince.


Karena dia membawa pria itu tanpa sepengetahuan ayahnya dan tentu saja Robert Kane pasti akan marah jika tahu siapa yang bekerjasama dengan Anthony.


“Haaaaah! Lalu mau sampai kapan kau mengajakku berbincang-bincang begini?”


Anthony mencibir tanpa mengatakan sepatah katapun lalu dia mengalihkan pandangannya pada Anna.


“Oke, kita turun sekarang! Kita tidak akan pergi ke panggung itu! Kita kan melakukan pengambilan gambarnya didekat sini untuk keamanan dan melindungimu.”


“Baiklah. Aku mengerti!” Anna mengangguk sebelum mereka berdua pun akhirnya keluar.


‘Apakah pilihanku ini memang tepat membawa Anna? Aku tidak akan pernah memaafkan diriku kalau sampai aku melakukan kesalahan fatal yang berakibat buruk padanya.’ bisik hati Anthony yang masih saja merasa bimbang.

__ADS_1


‘Sudahlah! Sekarang aku harus optimis dengan rencanaku sendiri! Aku sudah membuat rencana dan aku sangat yakin kalau rencanaku ini akan berjalan dengan baik.’ bisik Anthony dihatinya. Lalu dia melirik pada anak buahnya yang sudah bersiap untuk menyalakan perlengkapan yang mereka siapkan.


Proyektor yang sudah diarahkan pada salah satu peti kemas yang berada ditingkat ketiga sehingga cukup tinggi dan bisa terlihat langsung pada orang-orang yang berada disekitar pelabuhan. Proyektor itu menghadap kearah bukit dan kearah tempat transaksi berlangsung.


__ADS_2