
“Apa yang tadi dikatakan Dante? Apa ada perintah baru darinya?” tanya Nick saat mereka sudah berada diatas buggy.
“Kerumah sakit! Aku tidak tahu apa yang ingin dilakukannya.” jawab Eddie yang matanya fokus menatap ponselnya.
“Siapa yang sedang kau hubungi?”
“Dante meminta untuk memanggil beberapa anak buah kita untuk pergi kerumah sakit. Sepertinya dia ingin penjagaan ketat dirumah sakit. Aku juga belum tahu kenapa, dia belum cerita semuanya.”
“Ada tugas untukmu juga. Kau disuruh duduk saja didepan kamar Dante! Pastikan tidak ada yang masuk kesana dan kalau ada Tatiana disana kau boleh mengusirnya. Bagaimana caramu mengusirnya itu terserahmu.”
“Benarkah? Dante menyuruhku untuk mengusir Tatiana?” Nick tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya. Dan Eddie pun menatapnya lalu menganggukkan kepala.
“Aku rasa Dante memang sudah gila! Hahahaha.” Eddie tertawa sambil menuju ke mansion Dante.
“Hmmm….biar aku tebak! Pasti didalam kamarnya ada ibunya Alex?” Nick terkekeh.
“Ya! Sepertinya Dante mencintai wanita itu!” pembicaran keduanya membuat Henry mengeryitkan dahinya dan menelan salivanya karena mulai merasa khawatir.
‘Ibunya Alex? Jadi Bella itu ibu kandungnya Alex? Waduh! Aku sepertinya sudah buat masalah besar. Aku yang menyebabkan wanita itu hilang dari rumah ini! Aku pikir Tuan Dante benar-benar menyiksanya dan ingin membunuhnya karena dia mengatakan siapkan senjatanya. Waduh kalau begini ribet urusannya….mampus aku kalau sampai dia tahu apa yang sudah kulakukan!’ Henry bergidik ngeri. Dia pun tak menoleh ke belakang lagi karena hatinya sudah kacau.
‘Apa Anthony tidak cerita pada Dante? Apakah Anthony menyebut namaku atau dia menyembunyikan namaku dari Tuan Dante? Tapi Tuan Dante tidak akan diam saja seperti sekarang kalau dia tahu siapa dalang dibalik hilangnya Bella. Dia tidak mungkin akan percaya padaku lagi!’ henry benar-benar ketakutan sekarang. Mendengar bahwa Bella adalah wanita yang mengandung Alex ini adalah mimpi buruk bagi Henry.
“Henry! Kenapa kau diam saja dari tadi?” celetuk Eddie.
“Eh, maaf Tuan. Apa anda butuh sesuatu?”
“Apa kau tidak dengar apa yang kukatakan tadi? Kau aneh sekali hari ini Henry! Apa kau sehat-sehat saja?” tanya Eddie lagi memandang Henry penuh selidik.
“Tentu saja, saya baik Tuan!” Henry mengangguk sambil mematikan mesin karena mereka sudah sampai di mansion Dante.
“Tapi sepertinya kau tidak dalam keadaan baik-baik. Biasanya kau tidak pernah lengah seperti ini.”
“Oh itu mungkin karena saya sudah mulai tua saja Tuan.”
“Kau sudah tua? Belum Henry, kau masih muda. Kau hanya tidakfokus saja. Apa yang sedang kau pikirkan sejak tadi?”
__ADS_1
“Tidak ada Tuan. Apa yang tadi anda minta Tuan? Maaf, bisakah anda ulangi lagi?”
“Aku minta senjata. Bisakah kau persiapkan untukku? Aku mau membawanya ke rumah sakit sepertinya Dante minta untuk menjaga orang penting.”
Eddie belum tahu siapa yang berada dirumah sakit sedangkan henry memang sedang tidak fokus jadi dia tidak banyak berkomentar.
Henry sedang sibuk memikirkan kemarahan Dante saat dia tahu apa yang dilakukan Henry dibelakangnya. Bagaimanapun dia memang tidak tahu jika Bella adalah ibu kandung Alex.
“Kau tahu kan apa yang harus kau lakukan sekarang Nick? Aku pergi dulu.” ujar Eddie saat turun dari buggy lalu menoleh sekejap pada Nick.
“Ya aku sudah tahu. Pergilah!” balas Nick.
“Baiklah. Berhati-hatilah!” ucap eddie lalu pergi meninggalkan Nick.
Eddie berjalan mengikuti Henry. “Tuan, semua keperluan anda akan dimasukkan kedalam mobil. Anda bisa menunggu dulu dan akan saya siapkan secepatnya.” ucap Henry.
“Oke, aku akan tunggu didepan. Aku mau lihat senjata apa saja yang sudah dipersiapkan untukku. Jangan membuat orang lain takut karena kita akan kerumah sakit.”
“Saya mengerti Tuan!” Henry mengangguk. Sementara Eddie melangkah menuju keteras rumah Dante menunggu sampai henry datang kembali dan membawa perlengkapan yang dibutuhkannya.
“Masukkan saja semuanya ke mobil Henry!”
“Anda mau berangkat sekarang Tuan?”
“Tidak usah banyak basa basi denganku Henry!” ucap Eddie naik kedalam mobilnya.’Eh, ini mobil bugatti tapi agak aneh ya?’ bisik hati Eddie mengomentari mobil yang dinaikinya.
“Oh maafkan saya Tuan...”jawab Henry.
“Kenapa hari ini kau aneh sekali henry? Kau terlalu banyak basa basi tidak seperti biasanya. Hahaha.”
“Hati-hati dijalan Tuan.” Henry menatap mobil yang dikendarai Eddie meluncur meninggalkan mansion Dante.
‘Apa sebenarnya yang sedang kau rencanakan Dante? Siapa orang yang berada dirumah sakit itu? Hah! Tahun ini adalah tahun yang sangat berat untuk kita lalui. Banyak sekali permasalahan, ditambah lagi barack tidak ada dan sekarang malah menjadi musuh sendiri. Apa maunya anak itu? Apa dia benar-benar hilang ingatan atau tidak? Tapi, tidak mungkin dia membunuh White kalau dia tidak hilang ingatan! Pria itu adalah orang yang selalu dikagumi Barack! White juga yang mengenalkan Barack pada Dante jadi tidak mungkin dia membunuhnya!’
Eddie pergi kerumah sakit sendirian karena dia sudah menyuruh anak buahnya untuk langsung pergi kerumah sakit. Eddie hanya sendirian didalam mobil yang dikendarainya tapi---dia menyadari sesuatu.
__ADS_1
‘Sepertinya ada yang aneh dengan mobil dibelakang iti?” Eddie mengamati smabil memicingkan matanya tapi dia berusaha tetap fokus mengemudi.
“Ya sepertinya mereka mengikutiku.” ujarnya lagi.’Sial! Aku sedang membawa banyal senjata lagi! Jika mereka menembak bagasiku maka habislah sudah! Aku hanya memakai mobil biasa bukan mobil perang. Mana mobil ini juga aneh!” Eddie mengomel sendirian sambil menyiapkan senjata yang ada disampingnya.
“Kalau dilihat dari gerakan mereka sepertinya mereka ingin menyerangku! Apa lagi itu? Ada dua motor dibelakangku. Sebentar lagi pasti akan ada yang datang dari depan. Sial sekali aku pagi-pagi harus dihadapkan pada kondisi ini.” ujar Eddie. Lalu dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
“Ada apa? Kau sudah sampai?” tanya Dante begitu sambungan telepon tersambung.
“Belum. Ada yang mengikutiku Dante! Aku tadi dari mansionmu dan aku diikuti sebuah mobil dibelakang, dua motor dibelakangku dan mungkin sebentar lagi ada satu mobil didepanku.”
“Apa kau tahu kira-kira mereka itu siapa?”
“Aku tidak tahu Dante!”
“Mobil apa yang kau pakai sekarang?”
“Entahlah. Tadi henry memberiku bugatti.”
“Ah mobil itu, yang warna silver baru ya?”
“Hmmm!”
“Mobil itu hanya untuk jalan-jalan saja! Kenapa kau pakai mobil itu Ed? Aku saja belum pernah memakai mobil itu?”
“Mana kutahu! Henry yang memberikannya padaku, kalau kau mau protes ya protes padanya sajalah.”
“Kalau begitu, kau bersiaplah untuk berperang!” ucap Dante.
“Eh! Enak sekali kau bicara begitu Dante!”
“Siapa suruh kau sembarangan memilih kendaraan!”
“Wah, kau ini payah sebagai teman. Kau tidak setia kawan Dante!”
“Sudahlah fokus saja. Hati-hati! Kau tahu apa yang harus kau lakukan sekarang?”
__ADS_1
“Ya berperang tanpa backup?” ujar Eddie agak kesal.