
Ucapan Katarina itu semakin memancing emosi Nick dan mengganggu kewarasannya. Sehingga dia memalingkan wajahnya kebelakang padahal tadi dia sudah melangkah pergi. “Eh, tidak bisa kau bicara sopan padaku hah? Kakiku pincang karena tertembak! Sebaiknya kau berhati-hati kalau bicara karena aku bukan orang yang sabar dan bisa mentolerir seorang wanita kasar sepertimu!”
“Fuihh! Walaupun kau tidak sabaran denganku tapi kau tidak akan bisa melakukan apa-apa padaku.” Katarina tersenyum merendahkan Nick dan tatapannya sangat menghina pria itu. “Kau tahu kenapa? Karena akulah orang yang memegang kunci dari tempat yang akan didatangi Dante! Tanpa aku, dia tidak akan bisa datang kesana! Jadi kau jangan macam-macam denganku.” ucap Katarina dengan pongahnya.
Nick mengepalkan kedua tangannya dan tanpa bicara lagi dia melirik kearah Henry dan menggerakkan jarinya agar pria itu mendekat padanya.
“Iya Tuan Nick. Ada yang bisa saya bantu?” tanya Henry ramah dan sangat sopan sambil menundukkan sedikit kepalanya. Henry sengaja melakukan itu dihadapan Katarina untuk menunjukkan betapa pentingnya posisi Nick dirumah itu.
‘Wanita ini tidak punya etika! Bahkan setelah melihat sikap Henry pun dia masih saja bersikap sombong begitu! Apa sebenarnya tujuan wanita ini? Barack, kenapa kau tidak memperhatikan orang seperti apa yang kau kirimkan ini?’ tanya Nick didalam hatinya mengutuk Barack temannya. Dia merasa khawatir memikirkan apa niat sebenarnya wanita itu.
“Tempat apa itu yang dibangun Dante? Aku yakin itu jalan menuju ke kamarnya.”ucap Katarina tiba-tiba yang membuat Nick mengeryitkan keningnya.
“Ini bukan rumahmu! Kau tidak punya hak untuk mencari tahu tempat apapun diruangan ini! Dante adalah pemilik rumah dan Bella adalah Nyonya dirumah ini! Mereka berhak melakukan apapun dirumah ini. Kau paham?”
“Apa itu jalur rahasia? Sepertinya memang begitu kan?”
“Apa sebenarnya yang kau inginkan, hah? Apa tujuanmu kesini untuk memata-matai?”
“Cukup kau jawab saja pertanyaanku! Aku tidak menyuruhmu untuk balik bertanya padaku. Beritahu saja aku apa yang aku inginkan! Aku hanya menanyakan tentang tempat itu!” Katarina kembali bicara dengan meninggikan suaranya pada Nick.
“Seharusnya kau itu tahu diri dirumah ini. Memangnya kau itu siapa? Kau harus sadar kau sedang berada dirumah siapa sekarang! Aku sudah berkali-kali mengingatkanmu, jangan sampai kesabaranku habis dan tanganku menampar mulutmu itu!” Nick berjalan mendekati wanita itu sambil memicingkan matanya. “Kakiku memang sedang sakit Nyonya! Tapi tanganku tidak! Tanganku bisa bergerak bebas melakukan apapun yang aku inginkan.”
Bukannya berhenti memprovokasi, Katarina malah tersenyum sinis dan bicara dengan intonasi tinggi lagi, “Sudah aku katakan kau tidak bisa berbuat apapun padaku karena Dante harus datang ketempat tujuannya bersamaku. Hanya aku yang memegang kuncinya!” wanita itu kembali menyombongkan dirinya dan menunjukkan derajatnya yang tinggi seolah-olah dia sangat dibutuhkan dan berharga.
__ADS_1
“Henry! Bawa wanita ini pergi! Aku sudah muak melihatnya!”
“Hei dengar baik-baik ya! Siapapun kau dan apapun posisimu dirumah ini, aku tidak peduli! Aku pastikan padamu bahwa kau tidak akan pernah kalah dengan Bella sialan itu!” ancam Katarina.
“Memangnya apa yang mau kau lakukan pada Bella, hah? Kau ingin kembali pada Jeff bukan? Lakukanlah kalau kau memang meninginkan itu! Karena Bella tidak membutuhkan pria itu lagi!”
“Ku peringatkan kau! Aku sudah tidak tertarik lagi pada Jeff Amadeo! Tapi aku sudah punya rencana lain dengan Dante!” ucapnya dengan ketus sambil berjalan mundur dan pergi meninggalkan Nick. Katarina mengikuti Henry yang membawanya menuju ke kamarnya.
Ucapan wanita itu membuat hati Nick panas dan sangat geram. Inilah alasan dia mencemaskan Dante sekarang karena ucapan wanita itu.
Flashback off
‘Ssshhhh! Wanita itu sudah membuatku lelah. Tapi wanita seperti itu tidak akan pernah berhasil melakukan apapun pada Dante! Temanku bukan orang yang mudah tergoda dengan fisik wanita! Tapi aku akan mengingatkan Dante. Aku yakin semuanya akan baik-baik saja.’ gumam Nick didalam hati. Dia sangat percaya pada sahabatnya itu yang tidak akan tergoda pada wanita manapun!
Dante adalah seorang pria yang bisa menjaga dirinya dan mengendalikan dirinya dengan baik. Dia tidak pernah tertarik pada wanita manapun kecuali wanita yang dimilikinya. Kesetiaan Dante sebagai seorang laki-laki itu bukanlah main-main! Dia patut diacungi jempol kalau soal kesetiaan! Dante sangat berpegang teguh pada prinsip hidupnya.
“Huh! Dasar wanita bodoh! Kau cari mati sendiri jika kau berani menggoda Dante! Cih! Kau pikir dia sama seperti suamimu yang brengsek itu?” ujar Nick lirih.
“Hei Nick! Kau kenapa senyum sinis begitu?” tegus Eddie yang datang tiba-tiba.
“Hmm….wanit itu Ed! Wanita yang ada disamping Dante itu! Wanita yang kemarin dia bawa kesini.”
“Wanita itu lumayan cantik dan menarik ya!” ucap Eddie.
__ADS_1
“Cih! Menarik dan cantik darimana kau lihat Ed? Kau jangan hanya melihat wajahnya saja, sikapnya sangat buruk! Mungkin aku bisa mengatakan sama buruknya dengan Tatiana atau bahkan lebih buruk dari Tatiana! Tatiana tidak pernah menyerang kita! Tapi lihatlaj apa yang dilakukan istri Jeff itu. Beraninya dia menyerangku dan dia menghina dirumah Dante.”
“Dia memang tidak suka digoda. Apa kau tadi menggodanya?” tanya Eddie memicingkan mata.
“Cuih! Buang waktuku saja menggoda wanita seperti dia! Aku tidak tertarik sama sekali untuk bersama dengannya.” ucap Nick sambil melangkah menuju ke meja makan.
“Kau sudah datang duluan dan menghabiskan makanan?” tanya Nick menatap seseorang yang sedang duduk dan menikmati sarapan paginya.
“Kenapa? Kau tidak mau makan bareng?” ujar pria itu meletakkan cangkir kopinya.
“Hans kau pulang jam berapa tadi malam?” Eddie menyapa temannya sambil duduk. Seorang pelayan masuk lalu mengisi cangkirnya dengan kopi.
“Aku pulang agak malam. Atau mungkin menjelang pagi! Aku tidak tahu pasti jam berapa.” ujar Hans. “tapi aku baru datang sekitar setengah jam yang lalu.”
“Dan kau langsung makan?”
“Iya! Memangnya kenapa denganmu Nick? Sudahlah jangan merasa kesal begitu.” ucap Hans lagi.
“Ini gara-gara wanita gila yang bersama Dante itu benar-benar mengganggu pikiranku, Hans.” Nick merasakan sesuatu yang tidak nyaman didalam hatinya.
“Biakan sajalah! Banyak wanita yang tertarik pada Dante tapi tidak pernah berhasil iyakan? Aku yakin dia juga tidak akan berhasil sama seperti yang lain-lainnya.”
“Kau sudah bertemu dengannya?”
__ADS_1
Hans menggelengkan kepalanya. “Tapi aku sempat mencuri dengar apa yang kalian bicarakan tadi.”
“Wanita itu sedang punya masalah dengan Jeff. Sekarang harapannya hanya Dante. Kalau dia menghancurkan hubungannya dengan Dante itu artinya dia menghancurkan kesempatannya untuk balas dendam pada Jeff!” ucap Hans tersenyum.