
“Datanglah kerumahku! Aku bisa memberikanmu lebih banyak rasa sakit dan penyiksaan yang membuatmu enak. Kau harus mencari alasan untuk keluar dari rumah.” ujar Lorenzo memberikan idenya.
“Baiklah. Aku akan mengatakan pada Dante kalau aku ada pertemuan organisasi kanker. Aku akan datang ke tempatmu tapi pastikan kau sudah siapkan untukku minimal sepuluh orang untuk menyiksaku sampai puas.” Tatiana setuju dan kembali akan membetikan alasan yang sama agar bisa keluar rumah.
“Apa? Sepuluh orang termasuk aku?” tanya Lorenzo yang dijawab Tatiana dengan anggukan kepala.
“Aku ingin mereka semua menyakiti tubuhku tanpa meninggalkan tanda, menikmati tubuhku memujaku seperti dewi. Melakukan itu seperti tidak ada wanita lain yang lebih cantik dariku.Apa kau paham Lorenzo? Siapkan semua alat penyiksaan juga!”
Sementara itu dikamar Alex setelah Bella meninggalkan ruang tamu dimana dia di intimidasi oleh Tatiana. Tampak Bella sedang duduk ditepi ranjang Alex.
“Bella!” Alex memandangnya dengan tatapan mata yang berbinar-binar dan langsung mendekati orang yang sudah ditunggunya sejak tadi.
“Alex! Kau senang memelukku ya?” hati Bella sangat senang dipeluk Alex, diapun memeluk anak itu dan mengecup bocah yang seakan tidak mau melepaskan rangkulan tangannya dileher Bella.
“Bella , kau rindu aku tidak?” tanya Alex mengerjapkan mata membuatnya terlihat sangat imut dan menggemaskan.
“Rindu sekali! Tadi malam kau bisa tidur sendiri disini, kau tidak apa-apan kan?”
“Aku tidak bangun. Pagi baru bangunnya, Bella.” jawab Alex seakan bangga pada dirinya sendiri.
“Hah? Oh maksudnya tadi malam kau tidak bangun dan baru tadi pagi kau bangun, begitu Alex?”
Alex yang masih melingkarkan tangannya dileher Bella mendongakkan kepala. “Daddy mandiin aku.”
“Kau senang ya kalau daddy-mu memandikanmu?” goda Bella memainkan mata menatap Alex.
“Iya suka. Daddy mandiin aku, pakai baju aku terus aku pakai celana.”
“Wah Alex hebat!” Bella langsung bertepuk tangan. “Anak pintar, begitu dong.”
Bella tersenyum menatap wajah tampan dan menggemaskan anak itu,
‘Pantas saja kau sangat menyayangi laki-laki itu sepertinya hanya Tuan Dante yang menyayangimu Alex! Aku merasa dia tulus sekali merawat anakny. Sangat berbeda dengan Tatiana. Huh, wanita itu kenapa ya? Masa sama anaknya sendiri seperti itu? Tapi---apa mungkin Alex bukan anaknya ya? Ah, tidak mungkinlah. Ada beberapa bagian yang mirip dengan Tatiana. Ehmm….semoga saja sikapmu tidak sama seperti Tatiana ya Alex.’ doa Bella didalam hatinya mengelus rambut Alex.
“Tapi aku lapar Bella.”
“Kau lapar ya? Ya sudah ayo kita turun makan.”
“Samamu Bella?”
“Iya Alex sayang.”
__ADS_1
Alex pun langsung memberikan tangannya pada Bella untuk dipegang. “Kau ingin kugendong?” Bella menawarkan tapi Alex menggelengkan kepalanya.
“Ayo cepat Bella, kita makan dulu.”
“Hem….ayo.”
Mereka berdua berjalan menuruni tangga dan bersemangat sekali menuju meja makan, hidup ceria seperti ini rasanya tidak ada masalah. “Alex, duduk disini dulu ya. Nanti makanannya segera datang.”
“Iya.” Alex sangat penurut pada Bella, dia pun menganggukkan kepala dan sabar menunggu makanannya datang dengan antusias.
Tak lama seorang pelayan datang membawa makanan dan menghidangkan didepan Alex. “Silahkan dimakan Tuan Muda Alex!”
Pelayan baru saja meletakkan makanan didepan Alex tapi wajahnya langsung berubah tidak menyenangkan. “Kenapa Alex? Kau tidak mau makan?” Bella menegrjapkan matanya sambil menatap Alex.
“Aku lapar Bella!” jawab Alex.
“Kau mau aku suapin?” tanya Bella.
Tapi penawaran Bella ditolak mentah-mentah oleh Alex. “Ini bukan masakan daddy!”ucap Alex seakan tahu mana masakan Dante atau bukan.
“Oh kau mau makanan buatan daddy-mu?”
“Ini bukan punya daddy!” protes Alex pada makanannya.
“Kalau daddy kerja kau makan apa?”tanya Bella penasaran.
“Minum susu!” jawab Alex cepat.
“Jadi kalau daddy mu kerja kau hanya minum susu saja dan tidak makan?” Bella bertanya saking penasarannya hingga Alex menganggukkan kepala dengan menatap kesal pada makanannya.
‘Anak ini kenapa dia begini ya? Susah sekali makannya.’ ujar Bella didalam hatinya.
“Kau mau masakan daddy? Maksudku kau mau kita mencari daddy?” akhirnya Bella mencoba pendekatan yang bisa diterima oleh Alex.
“Aku mau!” Alex mendongakkan kepala lalu tersenyum.
“Ya sudah, aku tanya pelayan dulu dimana daddy-mu.”
Bella langsung mendekati pelayan ketika Alex sudah menganggukkan kepala, “Kau tahu dimana Tuan Dante berada?”
“Oh Tuan Dante ada dibelakang, di tempat latihan.”
__ADS_1
‘Apa tempat yang kemarin ya?’ tanya Bella didalam hatinya.
“Ya sudah ayo kita ketempat daddy!” setelah berpikir agak lama pada akhirnya Bella mengulurkan tangannya pada Alex.
“Ayo Bella!” semangat sekali Alex menerima uluran tangan dari Bella.
“Ayo, sayangku!” Bella pun menggandeng Alex dan mereka berdua bersemangat menuju ke belakang.
“Permisi Nona Bella. Anda ingin pergi kemana?” tanya kepala pelayan.
“Oh Tuan Henry, kami mau mencari ayahnya Alex!” ujar Bella masih memegang tangan Alex.
“Tuan Alex, ada apa ingin mencari daddy-mu?” Henry memposisikan dirinya sejajar dengan Alex dan bertanya pada bocah itu tak lupa tersenyum dan suara yang ramah.
“Aku lapar!” jawab Alex merajuk.
“Bukankah makanan anda sudah disiapkan dimeja makan, Tuan Alex?”
“Tidak mau!” Alex menatap Henry sambil menggelengkan kepalanya enggan untuk pergi.
“Tapi saat ini Tuan Dante sedang sibuk. Aku harus menanyakan dulu padanya. Apakah anda bersedia untuk menunggu disini Tuan Alex?” tanya Henry lagi.
“Bella!” Alex mendongak dan menatap Bella.
“Tunggu sebentar ya Alex, biar Tuan Henry bertemu daddy-mu dulu dan nanti kita dibawa kesana setelah dapat ijin dari daddy-mu. Bagaimana?”
“Iya Bella. Tapi aku capek.” ujar Alex dengan suara imutnya.
“Kau mau aku menggendongmu?”
Dengan sangat bersemangat Alex sudah membuka kedua tangannya setelah Bella memberikan penawaran semacam itu. Dia sangat suka jika Bella menggendongnya, dia merasa hangat dipelukan wanita itu.
“Sini aku akan menggendongmu!” Bella mencoba menyenangkan hati Alex, lalu menatap Henry. “Tuan tolong beritahu Tuan Dante, Alex tidak mau makan kalau bukan masakannya.” pinta Bella agak memelas dan memasang wajah polos.
“Baiklah Nona Bella! Saya akan sampaikan pada Tuan. Tolong tunggu disini dulu ya.” ucap Henry yang kemudian pergi setelah melihat anggukan kepala Bella.
‘Aku tidak pernah melihat anak itu manja pada seseorang! Aku rasa Tuan Muda Alex tidak dekat dengan orang-orang! Sulit baginya berkomunikasi dengan orang lain tapi dengan Bella, kenapa dia mau nempel begitu? Sama seperti dia melakukannya pada Tuan Dante?’ Henry tersenyum.
‘Mungkin wanita itu memang pengasuh yang baik untuknya!’ Henry tidak berani berspekulasi lebih, dia hanya memikirkan sampai disana dan sudah naik keatas buggy menuju tempat Dante berada.
“Permisi Tuan Dante!”
__ADS_1