
“Dimana kau menemukan wanita itu?”
“Aku membayarnya. Aku mencoba mencari wanita lain dari dunia yang sama seperti Bella dan bentuk tubuh yang hampir sama sepertinya dan dia wanita malam juga jadi tidak masalah kalau kau memperlakukannya seperti kau memperlakukan Bella diruangan itu.” ujar Nick.
“Apa kau melepaskan pakaiannya juga?”
“Hmmm! Aku menyuruhnya begitu supaya Tatiana tidak curiga.”
“Kalau begitu sudah cukup! Aku akan menggunakannya.”
“Baiklah Dante. Aku mau lanjutkan pekerjaanku dulu.”
Dante sudah mematikan teleponnya dan Nick tersenyum kecil sambil memasukkan handphone kedalam saku celananya.
“Apa semuanya sudah beres?” tanya Nick pada anak buahnya sambil melirik jam tangan. Transaksi akan dimulai kurang dari dua puluh menit lagi.
“Sudah siap boss!”
“Bagus. Pastikan semuanya sesuai rencana yang sudah kujelaskan tadi.” ucap Nick. Kemudian dia berjalan menyusuri sungai tempat dimana dia akan melakukan transaksi. Matahari sudah mulai masuk ke peraduannya dan langit sudah merah dan berangsur-angsur gelap.
Saat itulah mereka akan melakukan transaksi menunggu sambil menatap kapal-kapal yang sedang berlayar mendekat ke dermaga.
“Kau menungguku Nick?”
“Ya, aku menunggumu untuk transaksi kita Mr, White.”
“Untuk transaksi sebesar ini bukankah biasanya Dante sendiri yang menanganinya?” Sombong sekali dia sekarang.” ujar pria bernama Leonard White.
“Kami saat ini sedang banyak sekali urusan. Apa kita akan lakukan transaksi sekarang?”
“Ya, aku ingin melakukan transaksi secepatnya. Bisa aku periksa dulu semuanya dan melihat barang-barangnya?”
“Tentu saja. Ini barang-barangnya!” Nick menunjukkan handphonyenya.
“Kau bisa membawa anak buahku dan melihatnya langsung untuk mengecek barang itu?”
Nick mengangguk dan menyetujui permintaan kliennya. Beberapa anak buahnya mengawal orang-orang dari White menuju ke gudang persenjataan mereka yang sudah dipindahkan.
Sejenak mereka tidak saling bicara dan hanya diam tanpa sedikitpun basa basi.
__ADS_1
“Bagaimana barang itu?” tanya pria yang hendak membeli.
“Semuanya aman Tuan White.” jawab anak buahnya yang sudah memeriksa.
“Kau yakin?” tanyanya ulang yang dijawab anggukan oleh anak buahnya.
“Baiklah kalau begitu. Kami akan melakukan transaksi sekarang dan akan mengirimkan pembayarannya langsung padamu. Anak buahku akan membawa senjata-senjata itu.” White menjelaskan pada Nick.
“Baik. Lakukanlah!”
Nick menyodorkan surat perjanjian dan Mr White membacanya sambil berdiri disana melihat kapal-kapal yang berlalu lalang. Tidak terlihat seperti sedang berlangsung transaksi besar, malah terlihat seakan dua orang yang sedang bicara, tidak ada yang curiga sedang ada transaksi ratusan juta dolar.
“Aku sudah menandatangani. Tunggu sebentar sampai anak buahmu mentransfer uangnya.”
Leonard White mengangguk mengerti. “Transaksi sudah berhasilm pemindahan dana juga sudah dilakukan.”
“Sebentar aku akan mengeceknya dulu.” ucap Nick. Dia pun langsung melihat Handphonenya dan tersenyum melihat jumlah uang yang sudah diterima. “Terimakasih Mr. White! Senang bekerjasama dengan anda. Semua senjatanya ada ditempat tadi, anda sudah bisa mengambilnya sekarang.”
“Senang bekerjasama denganmu juga Nick!” Pria itupun segera pergi setelah memberikan kedipan mata pada anak buahnya bersamaan dengan Nick yang hendak pergi. Tapi tiba-tiba terdengar suara tembakan.
DOOOOORRR DOOOORRR DOOOORR
“Oh Tidaak!”
‘Apa-apaan ini? Penyerangan ini untuk kubu siapa? Kubu-ku atau kubu-nya?’ Nick sangat kaget dengan serangan disaat transaksi selesai. Dia mencoba berpikir cepat dan mulai mengamati kondisi anak buahnya. ‘Mereka semua aman Jadi penyerangan ini…..oh tidak!’
“Tuan White!” Nick terhenyak ketika mendengar teriakan itu. Suara dari anak buah Leonard White yang baru saja melakukan transaksi dengan Nick membuatnya sadar dengan situasi sekitarnya. ‘Jeff dan sekutunya! Argggggh!’ bisik Nick didalam hatinya, dia pun segera melakukan apa yang harus dilakukannya untuk mengatasi situasi itu.
Doooooor Doooooorrr Dooooorrrr
Nick menyerang dan memerintahkan anak buahnya untuk segera bertindak. Suara tembakan senapan kembali terdengar memecah kesunyian malam itu, semua pihak slaing menembak. Nick yang bersembunyi pun ikut menembaki untuk melindungi dirinya.
“Kenapa mereka tidak menyerangku? Padahal saat itu kalau memang ada penembak jitu, dia bisa saja menembakku. Tapi kenapa hanya menyerang satu orang? Apakah orang yang menyerang sekarang ingin membuat kondisi seolah-olah kami yang menyerang klien kami? Karena anak buahku tidak diserang tapi mereka semua menyerang anak buah Tuan White!”
Nick mulai geram lalu mengambil walki talkie, “Minta pada seluruh anak buah kita fokus melindungi Tuan White dan anak buahnya!” perintah Nick.
“Baik Tuan!”
Doooorrrr doooororrrr dooooorrrr
__ADS_1
Anak buah Nick sudah bergerak dan mulai menyerang musuh utamanya sehingga ada perubahan penyerangan, Nick bisa menghampiri Tuan White yang terluka.
“Ada apa ini? Kenapa kau menyerang kami?” tanya salah seorang anak buah Tuan White. Dia terlihat seperti orang kepercayaan Tuan White yang baru saja menyelesaikan transaksi dengan Nick. Dia terloihat sangat setia dan khawatir.
“Kalau aku memang menyerang kalian, kenapa aku harus melindungi kalian? Apa kau tidak bisa berpikir?” ujar Nick agak kesal.
Doooorrr doooorrrr doooooorrrrr
Nick bicara sambil menembaki kearah lawan, menyerang mereka yang sudah mulai mendekat dan bisa dilihat oleh Nick.
“Kenapa yang diserang hanya anak buah kami? Kenapa tidak ada anak buahmu yang terluka?” pria itu kembali bertanya pada Nick.
“Kalau kau ingin penjelasan lebih lanjut maka kau harus temui aku setelah semua masalah ini selesai! Ketika kita sudah memukul mundur orang-orang itu aku akan menjawabnya tapi sepertinya orang yang melakukan ini memang punya niat agar terlihat kami yang melakukannya!”
Dooorrrr doooorrrr doooorrrrr
Nick bicara sambil berteriak keras dan terus menembaku anak buah musuhnya. Nick sangat ahli dalam menembak sehingga tidak masalah baginya untuk melumphkan musuhnya dengan cepat.
“Apa kau bisa dipercaya?”
“Lihatlah! Aku benar-benar menembak! Aku melindungimu dan bosmu terluka parah agar bisa sampai ke mobil itu! Dan kau masih tidak mempercayaiku?” ucap Nick melangkahkan kakinya mendekati parkiran mobil.
“Baiklah! Anggap aku percaya padamu.”jawab pria itu sambil memapah bosnya.
“Cepat bawa di kerumah sakit sekarang! Tapi aku yakin mereka itu semua adalah orang-orang yang menghancurkan gedung persenjataan kami.”
“Apa?”
“Ehm….sulit untuk menjelaskannya sekarang! Kita pikirkan yang penting-penting dulu saja sekarant kau bawa dulu bosmu, Tuan White meninggalkan tempat ini.Selamatkan nyawa dulu dan kita bisa bicarakan masalah ini nanti.”
Sebenarnya pria itu tidak ingin percaya pada ucapan Nick tapi melihat kenyataan didepannya bahwa Nick melindungi mereka sampai kedalam mobil dan membukakan pintunya, pria itupun yakin kalau Nick bukan orang yang berada dibalik penyerangan itu. Dia pun mencoba untuk percaya.
“Baiklah. Terimakasih untuk bantuan anda!”
“Apa perlu aku mengirimkan senjatanya saja? Supaya tidak terjadi hal seperti ini lagi!” teriak Nick sambil berbalik menatap Tuan White.
“Tidak perlu! Anak buahku akan tetap mengambilnya tapi kami akan menjadwalkan ulang.” jawab pria yang sudah bersimbah darah karena beberapa timah panas bersarang ditubuhnya.
“Baiklah! Aku hanya ingin menegaskan kalau aku ada disini untuk membantumu. Bukan kami yang melakukan penyerangan ini untuk menghancurkan kalian! Jika kalian tidak percaya maka aku akan mengembalikan transaksi kalian.”
__ADS_1