
“Mommy! Jangan ambil mainanku lagi! Aku mohon mommy!”
“Karena aku tidak menurut padaku maka kau lihat apa yang akan aku lakukan pada ini!”
“No! Mommy jangan ambil Felix!” pinta Alex sambil mengucurkan airmata dan wajahnya cemberut saat melihat Tatiana mengambil mainan kesukaannya.
“Begini saja Alex! Hari ini kalau kau bermain dengan Bella maka aku akan mengambil Felix selamanya! Tapi kalau hari ini kau tidak bermain dengan Bella lagi maka besok aku akan mengembalikan Felix padamu. Bagaimana?”
Alex pun menganggukkan kepalanya. Anak kecil itu tidak bisa berbuat apapun karena jika dia menolak maka Tatiana mungkin akan memukulnya seperti yang biasa dia lakukan jika Dante tidak ada untuk beberapa hari.
“Bagus! Sekarang kau tidur! Tidak ada makan siang untukmu! Jangan katakan apapun pada daddy-mu atau aku akan menceritakan semua masalah ini pada daddy-mu lalu dia akan meninggalkanmu.” ujar Tatiana lagi mengancam.
‘Sebenarnya aku sangat ingin menghukummu lebih dari ini. Memukul dan mencambukmu atau merendamu diair dingin juga tidak apa-apa toh kau sudah biasa menahan rasa sakitnya selama ini tapi Dante pasti akan memeriksa tubuhmu setiap kali dia memandikanmu. Aku tidak mau membuat ada luka memar ditubuhmu, aku harus terus bersikap seperti seorang ibu yang baik dalam mendidik. Lagipula hukuman ini juga bisa aku gunakan untuk memanipulasi Bella agar dia yang disalahkan bukan aku.’ Tatiana sudah merencanakan sesuatu.
“Cepat tidur!” bentak Tatiana.
“Iya mommy!” Alex pun naik keatas tempat tidurnya. Lalu tatiana melangkah keluar dan sebelum menutup pintu kamar Alex, dia mematikan lampu sehingga kamar itu menjadi gelap gulita.
“Huuuuu…...huuuuuuu…….mommy jangan matikan lampunya! Aku takut!” tangis Alex pecah dan dia menangis sesegukan setelah Tatiana mematikan lampu.
“Ini hukumanmu Alex! Kau harus dihukum supaya kau ingat untuk tidak membuat masalah dan tidak menentang perintahku!” ucapan Tatiana yang terakhir didengar Alex sebelum pintu kamar tertutup rapat. Anak itu masih kecil dan tidak paham kenapa mommy-nya selalu menghukumnya.
“Huuuuu…..huuuuuuuu…...huuuuuuuuu.”tangisan Alex semakin kencang. Tatiana sudah menginggalkan alex yang terus menerus menangis karena ketakutan.
Klek….pintu penghubung terbuka,
“Alex?”
“Bella!” ujar Alex ketika melihat pintu penghubung terbuka dan spontan dia berlari menuju sumber cahaya dan memeluk Bella dengan erat sambil sesegukan. “Aku takut Bella!”
“Heii….anak tampan. Jangan takut ya aku ada disini! Kau mau tidur sayang?” uar Bella mengelus kepala Alex dengan penuh kasih sayang.
“Aku tidak mau tidur! Aku takut gelap Bella. Nyalakan lampunya.” Alex bicara ketika Bella menutup pintu penghubung sehingga suasana kamar kembali gelap.
“Oh Tidak! Aku juga takut gelap dan tidak ada cahaya disini. Aku takut gelap.” Bella juga takut gelap pun memeluk erat tubuh Alex.
“Aku takut Bella!”
__ADS_1
“Aku juga takut Alex! Kita tidak bisa melihat apa-apa disini gelap. Tapi kau tidak bisa keluar dari sini karena tadi mommy-mu marah bukan?”
Alex hanya diam saja. “Bella. Aku tidak boleh main denganmu lagi. Kalau aku main nanti keretaku tidak dikembalikan.” ucap Alex jujur pada Bella.
“Sudah ya sayang jangan sedih lagi. Nanti aku carikan kereta yang baru untukmu. Berapa banyak mainanmu yang sudah diambil?” tanya Bella lagi.
“Banyak. Semua diambil mommy.”
“Ya sudah. Nanti aku belikan. Hmmm….kita bisa beli online saja.” janji Bella yang entah kapan bisa diwujudkannya.
“Tapi sekarang aku juga takut Bella.” ucap Alex lagi merengek dan masih menangis.
‘Bella! Ayo konsentrasilah demi anak ini. Dia juga sangat ketakutan dan kau juga takut gelap. Tapi mau bagaimana lagi tadi aku sempat menguping pembicaraan wanita itu. Dia galak sekali pada anaknya! Untung tadi pintunya tidak tertutup rapat jadi aku masih bisa dengar sedikit dan dia tidak tahu kalau aku menguping. Kasihan sekali Alex, selama ini pasti wanita itu selalu menyiksanya. Gara-gara dia main denganku jadinya dia yang disalahkan! Huff!’ gumamnya dengan rasa bersalah.
“Tenanglah, sayang. Aku akan menjagamu Alex.” bisik Bella yang mencoba meraba-raba menuju ke tempat tidur. Tatiana juga menutup kain jendela sehingga tidak ada cahaya masuk kedalam kamar itu.
“Bella, bisakah kau nyalakan saja lampunya?”
“Tidak bisa, sayang. Kalau aku nyalakan lampunya nanti mommy-mu akan marah-marah dan menghukum kita berdua! Aku juga ingin menyalakan lampu,aku takut gelap juga.” Bella bicara pelan agar tidak terdengar keluar kamar sambil berjalan menuju ke tempat tidur.
“Itu juga tidak bisa. Nanti mainanmu akan diambil lagi kalau kita ke kamarku, sayang.” ucapan Bella membuat Alex semakin cemberut.
“Hah! Alex, ini tempat tidur kita!” akhirnya Bella merasa lega setelah memegang tempat tidur.
“Aku tidak mau tidur gelap-gelap.” protes Alex.
“Aku juga takut tidur gelap-gelap Alex. Begini saja kita masuk kedalam selimut dan kita sembunyi disana. Jadi kita aman disana. Kau memelukku dan aku memelukmu seperti biasanya. Jadi kau tidak sendirian karena ada aku yang menemanimu. Bagaimana?”
“Janji ya kau tidak akan meninggalkanku Bella?”
“Aku janji. Kau pejamkan matamu dan kurang dari lima menit kau akan tertidur aku pun juga tidur. Bagaimana?”
“Kau janji tidak akan pernah meninggalkan aku Bella?” ujar Alex merengek.
“Iya. Aku janji akan selalu menemanimu dan selalu ada untukmu. Lagipula tadi dokter bilang aku harus istirahat, iyakan? Aku sakit perut terus jadi sekarang kita tidur. Ayo!” Bella bicara sambil naik keatas tempat tidur menggendong Alex lalu membaringkannya. Dia menarik selimut menutupi tubuh mereka, suasananya semakin gelap.
“Kenapa tidak buka jendela saja?” tanya Alex lagi.
__ADS_1
“Aku juga maunya begitu tapi kalau jendelanya dibuka nanti mommy-mu lihat dan marah-marah lagi. Sudahlah lebih baik kita tidur saja berdua ya? Kau tidur, aku juga tidur. Berpelukan! Ayo pejamkan mata.” Bella mencoba membujuk Alex sambil berpelukan dan mengelus punggungnya.
“Selamat tidur Bella.” tangan mungilnya memeluk Bella erat.
‘Kasihan sekali sih anak ini. Dia punya ketakutan yang sama denganku! Bagaimana bisa ibunya seetga itu pada anak sekecil ini? Dia masih berusia hampir empat tahun, bukankah wajar anak umur segini masih melakukan kesalahan? Bermain adalah hal wajar dilakukan anak-anak! Dasar wanita sinting! Anak sendiri bukannya disayangi malah dihukum terus menerus!’ Bella yang tersentuh hatinya pun merasa kesal dengan perlakuan Tatiana pada Alex.
Dia berusaha menenangkan dirinya sendiri dan menenangkan Alex. Untuk pertama kalinya dia bertahan dalam suasana gelap sehingga muncul senyum diwajahnya. Alex ternyata bisa memawa perubahan pada dirinya.
“Kau membuatku semakin berani Alex! Seorang wanita pengecut sepertiku yang tidak berani mengutarakan isi hatiku tapi bersamamu aku berani membelamu! Aku berani menepis semua rasa takutku untuk tetap berada ditempat yang sama-sama tidak kita sukai, kegelapan!”
“Aku seperti menemukan sebuah sinar dari kegelapan saat berada didekatmu. Kau seperti cahaya terang yang menerangi hatiku dan membuatku berani dalam ruang gelap. Kau mirip seperti langitku yang memberikan sinar malamku yang gelap.” bisik hati Bella yang merasa sangat nyaman setiap kali memeluk Alex, matanya pun mulai terpejam dan keduanya saling berpelukan.
“Bella, apa kau sudah tidur?” terdengar suara anak-anak yang memanggilnya ke alam nyata.
“Aku belum bisa tidur Alex. Apa kau juga belum tidur?” tanya Bella,
“Aku sudah tutup mata tapi aku belum bisa tidur.” jawab Alex polos.
“Aku juga melakukan hal yang sama sepertimu Alex. Aku tidak bisa tidur.”
“Aku harus apa Bella?”
“Yang harus kita lakukan tetap diam disini dan menunggu sampai ada orang yang datang membukakan pintu Alex.”
“Bagaimana kalau mommy melihatmu?”
“Aku akan mengatakan padanya kalau kau menangis dan aku mendengar tangisanmu lalu aku masuk kesini.” ujar Bella menjelaskan.
“Apa mommy akan mengambil mainanku yang lain?”
“Tidak, sayang. Dia tidak akan melakukan itu ok. Oh iya Alex, kenapa kau tidak bilang sama daddy kalau mainanmu diambil oleh mommy-mu kalau kau buat salah?”
“Aku----” Alex tidak mengerti dan dia tidak berani menjelaskan pada Bella karena dia ingat ancaman Tatiana padanya jika dia mengatakan pada orang lain.
__ADS_1