
‘Huff...Manja! Kenapa makin tidak beres dia ini? Apa maksud wanita ini? Aku sudah minta dia membangunkanku dua puluh menit lagi tapi sekarang aku mau menutup mataku dan tidur tapi dia sudah minta sesuatu lagi. Minta diantar pipis? Dia sedang hamil! Apa mungkin dia lemas atau pusing? Oh benar! Pasti ini maunya anakku yang membuatnya membangunkanku.’
Semua pikirannya membuatnya terpaksa membuka matanya lebar-lebar. Dante berdiri lalu mengitari tempat tidur dan mendekat pada Bella.
“Pegang tanganku Belinda!” ucap Dante mengulurkan tangannya pada Bella.
“Terimakasih Dante!” Bella tersenyum sambil meraih tangan Dante lalu turun dari tempat tidur.
“Kau mau aku menggendongmu?”
“Aku bisa jalan Dante!” ujar Bella sambil merangkul lengan pria itu dan menyandarkan kepalanya dengan manja di lengan Dante.
‘Beginikah wanita hamil? Tapi dulu dia tidak seperti ini waktu dia hamil Alex?’ ucapnya lagi, lalu berjalan menuju ke kamar mandi. ‘Aku tidak mau membuang waktu tidurku daripada nanti aku pingsan karena kelelahan.’
“Ya sudah sana, pipis.” perintahnya menatap Bella yang berjalan menuju kloset.
“Iya.” Bella membuka pakaian bawahnya dan duduk di closet sedangkan Dante mengamatinya sambil berdiri dihadapannya.
‘Aisss….sialan! Aku harus melihat miliknya! Tubuhku sudah kelelahan begini dan harus melihat sesuatu yang menggoda. Aku butuh tidur beberapa menit yang penting aku bisa tidur pulas dulu. Urusan satu itu aku bisa lakukan dengannya nanti.’ bisik hati Dante.
“Aduh! Aku sudah lega sekali.” ucap Bella tersenyum manis lagi.
“Sejak kapan kau menahannya?”
“Dari tadi malam Dante.” jawab Bella menundukkan kepalanya malu-malu.
“Kenapa kau tidak ke kamar mandi sendiri?” tanya Dante lagi mengeryitkan keningnya.
“Kau tidak ada. Jadi aku tidak ke kamar mandi sendiri. Aku mau ditemani olehmu.” Bella menjawab tanpa merasa bersalah dan sikapnya juga tenang. Dia mengatakan yang sebenarnya pada Dante.
‘Apa-apaan sih dia ini? Sikapnya jadi sama seperti Alex yang tidak mau makan kalau tidak ada aku? Fuhhh tapi dia lebih parah! Tidak mau ke kamar mando karena tidak ada aku, menahan buang air kecil selama berjam-jam? Dasar bodoh!’ gerutunya didalam hati, dia susah payah menahan mulutnya untuk tidak mengomeli Bella. Dia melihat wanita itu sedang membersihkan dirinya.
“Dante, aku minta handuk.” Bella bicara sambil membuka telapak tangannya.
“Sebentar.”
__ADS_1
Ingin sekali Dante menunjuk kearah lemari dan meminta Bella mengambil sendiri handuknya tapi lagi-lagi dia teringat ada bayi-nya didalam kandungan Bella. Dia pun terpaksa melangkahkan kakinya menuju lemari dan mengambil handuk kecil untuk membersihkan bagian bawah tubuhnya.
“Kenapa kau tidak pakai tisu saja?”
“Tidak bersih Dante! Harus pakai air?”
“Kami pakai tisu bertahun-tahun. Dari sejak nenek morang kami tidak ada masalah.” balas Dante sekenanya saja. Padahal dia tahu kalau Alex pun mulai mengikuti kebiasaan Bella. Alex selalu membasuh dengan air setiap kali dia selesai pipis.
“Kau jorok Dante!” ujar Bella dengan santainya sambil memakai ****** ******** didepan Dante yang hanya menatapnya sambil menelan ludah.
“Sudah!” Bella tersenyum manja.
“Ya sudah. Ayo kembali ke kamar.” Dante kembali menarik tangan wanita itu dan berjalan pelan menuju kamar. Bella kembali merangkul lengannya dan menempelkan kepalanya di lengan Dante.
“Aku mau tidur lagi tapi kau jangan ganggu aku ya. Kepalaku sakit.”
“Iya.”
Dante berbaring kembali di tempat tidur sedangkan Bella duduk disisinya.’Ah lelah sekali.’ gumam Dante dihatinya dan dia pun memejamkan matanya lagi. Tapi baru saja matanya terpejam, Bella kembali memanggilnya.
“Apalagi Belinda?” tanya Dante tanpa membuka matanya.
“Dante!”
“Please Bella! Jangan lakukan itu lagi. Kenapa kau membuka mataku dengan jari tanganmu? Aku sedang tidur! Tadi sudah kubilang jangan menggangguku.”
“Hehehee….” Bella tertawa. “Habis kau bicara tapi matamu tertutup. Aku mau kau menatapku saat bicara Dante!” ucapnya lagi sambil tertawa manja. ‘Aduh, dia marah padaku? Kenapa dia menatapku begitu ya?’ bisiknya dalam hati saat melihat wajah Dante menegang. Bella langsung berhenti tertawa.
“Belinda! Aku mau tidur! Kenapa kau terus saja menggangguku lagi? Bukankah tadi sudah kukaatkan padamu akau kau harus membangunkan aku ketika alarm di ponselku berbunyi?” Dante meninggikan intonasi suaranya saking kesalnya.
“Dante, kau marah padaku?”
“Ehm! Aku tidak marah padamu, aku hanya lelah Belinda. Aku belum tidur sejak semalam makanya kau ingin tidur sekarang.”
“Maafkan aku Dante.”
__ADS_1
“Jangan cemberut begitu! Katakan padaku, apa yang kau inginkan?” suara Dante berubah menjadi benar-benar lembut pada Bella.
“Aku tidak cemberut! Aku juga tidak mau apa-apa.” jawab Bella.
“Lalu kenapa kau membangunkan aku? Tidakkah kau paham kalau aku mau tidur sebentar saja?”
Saat ini Dante sedang latihan kesabaran menghadapi Bella, meskipun sedikit kesal dengan sikap Bella tapi Dante hanya bisa menahan dirinya agar tidak marah. Berulang kali dia mengingatkan dirinya sendiri kalau itu semua karena bayinya.
“Aku----” bella tak melanjutkan kalimatnya.
“Kau mau bilang apa?”
“Dante….foto itu! Semua foto itu menggangguku. Aku tahu kau punya kenangan dengannya tapi setiap kali aku melihat foto itu, hatiku sakit sekali.” akhirnya Bella menjelaskan perasaannya.
Dante menatap kearah yang ditunjuk oleh Bella. “Foto di dinding itu? Foto pernikahanku dengan Tatiana? Kau tak bisa tidur karena foto itu?”
Bella menganggukkan kepalanya. Meskipun Dante malas bangun tapi dia mencoba berdiri, “Akan kuturunkan fotonya.” tanpa banyak bicara dan tidak memanggil pelayan untuk menurunkan foto itu, Dante malah menurunkan sendiri dengan menaiki kursi dan meletakkan Foto itu dilantai dengan membalikkannya sehingga Bella tidak bisa memandang foto itu lagi.
“Apa begini sudah cukup? Aku taruh disini dulu, nanti aku akan meminta pelayan untuk membawanya keluar dan menyimpan di gudang belakang.”
“Dante? Kau benar-benar menurunkan foto itu untukku? Kau tidak marah padaku?” Bella mengerjapkan matanya tak percaya jika Dante akan melakukan itu.
“Sudahlah! Aku sudah katakan padamu kalau kau akan menjadi istriku jadi jangan buat masalah lagi. Jangan menanyakan hal itu lagi. Kau paham?”
“Terimakasih Dante!” jawab Bella menganggukkan kepala dan tersenyum.
“Apa semalaman kau tidak bisa tidur karena melihat foto itu?” tanya Dante lagi.
Bella menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, karena memang benar apa yang dikatakan Dante.
“Kemarilah.” Dante tersenyum lalu membuka tangannya menarik Bella mendekat padanya.
“Jadi aku akan tidur disampingmu sekarang?” tanya Bella yang masih tak percaya.
Hmmm! Aku lelah Belinda! Aku mau tidur sebentar saja tubuhku tidak bisa lagi bertahan kalau aku tidak tidur. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku kalau aku tidak beristirahat.”
__ADS_1