PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 280. MENAHAN GODAAN BELLA


__ADS_3

“Haruskah aku memarahi wanita yang sedang mengandung anakku?”


“Ah, kau memang tidak pernah memarahiku. Aku masih ingat sekali ketika aku mengandung Alex, kau tidak pernah memarahiku. Kau sering mendudukkanku ditempat tidur lalu kau datang dengan makanan dan kau menyuapiku.” celetuk Bella.


“Darimana kau tahu kalau itu aku?”


“Karena kau selalu memakai parfum yang sama Dante! Dari caramu memperlakukanku juga sama. Sampai sekarang masih sama, hanya saja aku terkecoh karena banyak pria yang memakai parfum sepertimu jadi waktu awalaku bertemu denganmu aku tidak curiga sama sekali kalau kau adalah pria itu, Dante!”


“Kau senang atau kau mau marah padaku? Bukankah kau bilang padaku kau membenci laki-laki itu? Daddy Alex?”


“Tidak lagi!” Bella mengulum senyumnya dan menggelengkan kepala. “Kau menjaga anakku dengan sangat baik Dante. Kau sangat menyayanginya, bagaimana mungkin aku bisa marah padamu,” ucap Bella lagi tanpa memandang Dante tapi kedua tangannya masih menyentuh tubuh pria itu.


“Tapi aku hampir membunuhmu!” kalimat itu keluar secara refleks dari bibir Dante.


‘Duh apa maunya wanita ini? Kalau dia menyentuh tubuhku begini bagaimana aku bisa terlihat cool didepannya? Sshhhh! Aku tidak boleh menyentuhnya berlebihan dulu! Akan nanggung kalau aku lakukan didalam pesawat ini, dia tidak akan puas karena waktunya tidak akan cukup untuk memanjakannya. Penerbangan kami kurang dari empat puluh menit dan sekarang sudah berlalu dua puluh lima menit!’ bisik didalam hati Dante yang berusaha menahan dirinya.


Dante tidak mau terlihat lemah hanya bermain sebentar sehingga dia mati-matian menahan dirinya.


“Aku tahu kau kasar sekali diruang gelap itu. Tubuhku terasa sakit semua! Aku tidak suka pukulan.” lalu Bella memandang Dante.


“Jadi aku yang memukulmu pertama kali?” tanya Dante dengan hati berdesir.


“Jeff sering menyakitiku begitu! Lorenzo juga menyakitiku begitu ketika diruang piano. Aku tidak suka sakit Dante! Aku ingin gerakan lembut, seperti yang kau lakukan kedua kali, ketiga kali dan entah yang keberapa kalinya ketika kau menutup mataku saat aku mengandung Alex. Kau juga memperlakukanku lembut waktu di kamarku setelah menidurkan Alex.”


“Ehem….tapi kau bilang kau tidak menyukaiku dan tidak menyukai semua sentuhanku waktu itu!” ucap Dante lagi merasa penasaran dengan apa yang dipikirkan Bella tentangnya dimasa lalu.


‘Jeff? Lorenzo? Kau menyakitinya? Aku akan ingat semua yang diucapkan Bella ini! Saat kita bertemu pembalasanku akan sangat kejam!’ dia mengingat semuanya didalam hatinya apa yang dikatakan Bella tadi dan pria itu pun sudah merencanakan sesuatu.


“Iya!” angguknya, “Tapi aku tidak bisa marah padamu dante! Aku sudah menemukanmu kembali setelah sekian lama aku mencarimu dan saku tidak mau kehilanganmu lagi.” ucap Bella langsung memegang Dante erat seolah dia tak ingin kehilangannya.

__ADS_1


“Sudah, jangan banyak bicara lagi.” Dante tak tahu lagi apa yang harus dia katakan sehingga dia mengambil pakaian dan memakaikannya pada Bella.


“Dante, ini kan kemejamu?” melihat yang dipegang oleh Dante, dia pun menanyakannya.


“Aku tahu! Di pesawat ini tidak ada pakaian lain kecuali kemejaku. Jadi kau pakai saja dulu.” ucap Dante sambil mengenakan kemeja yang tadi diambilnya dari lemari.


“Dante, kalau aku sudah menikah denganmu apa aku akan tidur denganmu setiap malam?”


“Kau mau minta jatah tiap malam? Kau mau aku menciummu disini, menyentuhmu disini, memainkanmu disini, menusuk disini setiap malam?”


Sambil bicara Dante memegang daerah-daerah sensitif di tubuh Bella yang membuat wanita itu terhenyak dan menjepit bibirnya. “Aku mau!” ucapnya langsung menganggukkan kepalanya dan melemparkan senyum manis pada Dante.


“Berhenti! Jangan gerakkan tanganmu menyentuh tubuhku lagi!”


“Apa tidak boleh Dante?” tanya Bella dengan mata sudah berkabut hampir menangis.


“Hah! Jangan menggodaku terus-terusan Belinda!” Dante bicara serius dengan pandangan matanya tak lepas dari Bella dan dia menaruh tangan Bella diatas pangkuan Bella sendiri.


“Bisakah kau memberiku sedikit harga diri?” Dante balik bertanya tanpa menyentuh Bella, dia melipat kedua tangannya didada.


“Hmmm? Maksudnya? Apa artinya kau tidak akan pernah menyentuhku Dante?”


“Ssshhhh….jangan menangis! Bukan itu maksudku.” ujar Dante menggelengkan kepalanya. ‘Kenapa masalah sesederhana ini dia tidak mengerti? Apakah karena gangguan dikepalanya? Ehm…..apa gangguan dipikirannya benar-benar memberikan efek yang sangat buruk padanya sehingga sulit baginya untukmengerti apa yang kukatakan?’


Sejujurnya saat ini Dante sangat gemas sekali karena Bella masih tak mengerti maksud dari ucapannya.


“Lalu?” masih sesenggukan Bella bertanya lagi. Dia masih belum paham dan sungguh sikap Bella ini membuat Dante harus lebih melatih kesabarannya.


“Aku ini pria, Bella! Aku adalah tipe pria yang suka sekali mengejar bukan dikejar!”

__ADS_1


“Apa maksudnya Dante?” Bella kembali bertanya karena merasa bingung.


“Apa kau tidak mau aku mengejarmu dan meminta? Apa kau tidak membiarkanku menggodamu sedikit?” tangan Dante mengusap airmata dipipi Bella.


“Ehh….apa harus begitu ya?”


“Hemm….belajarlah untuk tidak terlalu mengumbar dirimu! Biarkan aku yang menentukan apa yang akan aku lakukan padamu! Buatlah dirimu agak sulit untukku. Biarkan aku yang memintanya padamu.”


“Aku tidak mengerti Dante!” jawab Bella setelah keduanya terdiam sejenak.


“Belinda Alexandra! Apa yang telah mereka lakukan selama kau melayani pria hidung belang itu? Apa mereka menyuruhmu bersikap begini?”


Setelah bisa berpikir jernih, Bella menggelengkan kepalanya, “Aku tidak tahu Dante! Aku…..”


“Katakan padaku semuanya, jangan ada yang kau sembunyikan!”


Melihat Bella yang diam menahan rasa takutnya, akhirnya Dante bicara dengan suara lembut.


“Aku tidak akan marah aku membicarakan orang-orang yang pernah tidur denganku?”


Dengan berat hati, Dante menggelengkan kepala meskiun hatinya merasa sangat panas terbakar.


“Hmmm….aku memang bersama dengan mereka tapi aku tidak ingat apa yang sudah aku lakukan dengan mereka! Rasanya panas semua mengalir begitu saja.”


“Aku membiarkan tubuhku diberikan perlakukan apapun oleh mereka. Aku tidak ingat semuanya! Tapi yang pasti tubuhku terasa terbakar, aku merasa seperti diajak bicara oleh mereka, diajak melakukan apapun oleh mereka tapi aku tidak ingat apapun yang aku lakukan. Saat aku bangun semuanya sudah selesai! Mereka menyuruhku pergi atau aku sudah ditinggalkan sendirian atau orang dari Madam Wendy datang membawaku kalau aku terlalu lemas.”


“Ssssssshhh….” Dante memendam kemarahannya.


“Jadi kau tidak tahu apa yang kau lakukan?”

__ADS_1


“Iya.” Bella mengangguk. “Kesadaranku sedikit demi sedikit kembali ketika aku bersamamu setelah kau mengambilku dari Madam Wendy. Aku mulai merasakan ketertarikan pada seorang pria lagi dan tak berpikir diriku hanya alat saja. Aku mulai merasakan ada getaran ketika kau menyentuhku. Tapi bukan dihari pertama kita bertemu, mungkin dihari kedua.”


Bella berhenti sejenak menatap Dante untuk melihat ekspresi wajah pria itu, tapi saat dia melihat sikap Dante yang tenang dan tidak marah diapun melanjutkan ceritanya. Mungkin saat itu efek obatnya sudah habis. Aku mulai suka dengan sikapmu saat aku harus mengejarmu! Dan gerakan-gerakan tanganmu ditubuhku membuatku….ehm…..sangat nyaman Dante.” bella jujur mengutarakan semuanya pada Dante. Dulu saat dia menjual dirinya mungkin dia adalah wanita yang keras, saat dirinya tidak sadar Bella bisa menolak apapun. Tapi tidak saat ini, rasanya berat sekali bagi Bella untuk bersikap kuat.


__ADS_2