PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 109. DIA BUKAN NONA DIRUMAH INI!!


__ADS_3

“Tidak! Aku tidak mau itu terjadi! Kemarin saja saat Alex bermain bersamanya sebentar saja Dante sudah memberikannya makanan buatannya sendiri! Yang aku tahu selama ini Dante tidak pernah memasak untuk orang lain kecuali keluarganya, aku tidak bisa menerima itu! Alex, aku harus menghukummu dan aku akan memberimu peringatan! Ah anak ini semakin hari semakin membuatku pusing! Aku akan menghukummu lebih kerasa dari sebelumnya!” geram hati Tatiana.


“Alex dimana ya?” tanya Tatiana ketika bertemu dengan seorang pelayan.


“Saya tidak tahu nyonya. Sejak tadi saya tidak melihat Tuan Muda. Mungkin dia ada dikamarnya atau mungkin dikamar Nona Bella.” jawab pelayan itu.


“Apa? Kau panggil dia apa barusan?” Tatiana memicingkan mata merasa tak senang mendengar pelayannya memberikan panggilan ‘Nona’ pada Bella. Kedua tangan Tatiana bersidekap didadanya.


“Nona Bella, nyonya?”


PLAAKKKK!!!!


“Jangan pernah memanggilnya dengan sebutan nona! Sekali lagi aku mendengar kau mengatakan itu,jangan harap kau bisa lepas dari ruang penyiksaan milik suamiku! Paham kau?”


“Ma—maafkan saya nyonya! Saya tidak akan mengulangi lagi.” ujar pelayan itu ketakutan sambil menundukkan kepala. Dia hanya mengikuti perintah Dante yang malah berujung petaka baginya.


“Bella! Panggil namanya saja, dia bukan nona dirumah ini! Disini tidak ada nona! Hanya ada aku Nyonya Tatiana, anakku Tuan Muda Alex dan suamiku Tuan Dante! Satu hal lagi yang harus kau ingat baik-baik ya kau harus selalu menundukkan kepalamu didepan suamiku, kau tidak boleh mengangkat kepalamu, tidak boleh bersentuhan dengannya, menghindarlah ketika dia ada kecuali dia memanggilmu dan membutuhkanmu untuk pekerjaan yang benar-benar penting! Paham?”


“Iya, saya paham nyonya.” jawab pelayan itu sambil menganggukkan kepalanya dalam-dalam tak berani lagi menatap Tatiana.


“Aku tidak suka suamiku berhubungan atau bicara dengan pelayan wanita! Jadi kau harus ingat untuk menempatkan dirimu dimana.” Tatiana kembali memberikan peringatan tegas pada pelayan wanita itu.


“Baik, nyonya.”


“Baguslah kalau kau mengerti.” Tatiana mencibir dan bergegas pergi dengan setengah berlari dia naik kelantai atas, dengan terburu-buru dia tidak lagi memperhatikan pelayannya.


Alex! Kau tidak bisa kubiarkan lagi. Kau tidak boleh dekat-dekat dengan pelayan wanita! Apalagi pengasuh itu, tidak boleh! Dia terlalu cantik! Aku tidak suka! Aku merasa khawatir dengan semua pelayan wanita yang ada disini dan sekarang Dante malah membawa seorang pengasuh yang sangat sangat cantik! Mana ada pengasuh secantik itu! Aku tidak mau ada wanita lain yang jauh lebih cantik dariku dirumah ini. Aku harus memikirkan cara untuk menyingkirkannya secepatnya! Diajuga terlalu muda dan seksi! Aihhhh entah dimana Dante menemukan pengasuh itu.’ gumamnya dalam hati.

__ADS_1


‘Dimana-mana tidak ada pengasuh secantik itu! Apa ini semua hanya kedok belaka ya? Dia itu bukan pengasuh! Wajahnya juga seperti familiar, mungkin dia seorang model atau aktris. Dante tiba-tiba memberi ide mencari pengasuh untuk anaknya tapi tidak secantik itu juga kali!’ hati Tatiana merasa sangat geram mengingat semua tentang Bella. Apalagi saat dia ingat bagaimana suaminya khusus memasak untuk Bella, untung saja pagi itu dia berhasil membuat piring pecah lagi sehingga Bella tidak bisa menikmati makanan buatan Dante.


Tok tok tok


Tak seperti biasanya Tatiana mengetuk pintu kamar Alex begitu kencang namun tidak ada jawaban dari dalam. Dia pun langsung membuka pintu. “Tidak ada!” Tatiana mendengus lalu melangkah masuk dan membuka pintu penghubung kekamar sebelah. “Disini kau rupanya Alex!” ujar Tatiana menatap Alex.


“Mommy…..”


“Nyonya?” ujar keduanya serempak memanggil Tatiana.


“Kemarilah Alex!” tangan Tatiana terulur memanggil anaknya.


‘Apa yang sedang mereka bicarakan sehingga anak itu tertawa? Kenapa anak ini bisa tertawa bersama dengannya? Alex tidak pernah tertawa bersamaku dan kenapa pula mereka berpelukan ditempat tidur seperti itu? Aku tidak suka melihat mereka saling berpelukan seperti itu! Tidak boleh ada yang memberikan kasih sayang lebih untuk anak ini! Alex…..oh tidak! Kalau Dante sampai tahu tentang ini bisa bahaya! Aku tidak akan membiarkanmu terlalud ekat dengan Alex lagi! Kau terlalu berbahaya Bella!’ bisik hati Tatiana sambil mengepalkan kedua tangannya.


Saking geramnya dia ingin masuk kekamar itu untuk memberi pelajaran tapi tiba-tiba matanya menangkap sesuatu. ‘Sejak kapan ada cctv dikamar ini? Apa Dante mencurigai wanita ini akan berbuat buruk sehingga memasang cctv? Ah aku tidak bisa ceroboh, aku tidak bisa membiarkan Dante melihatku memberikan pelajaran pada wanita ini!’gumamnya didalam hati dan memaksa tetap tinggal di pintu penghubung, dia belum mendapatkan jawabannya. Dia membuka tangannya pada Alex untuk datang padanya.


“Ada apa mommy?” tanya Alex menatap Tatiana dengan polosnya tanpa merasa curiga.


“Apa kau sudah makan? Tadi aku mencarimu mau mengajakmu makan siang bersama.” ujar Tatiana yang masih bisa didengar oleh Bella sebelum Tatiana menutup pintu penghubung dan menarik Alex dengan kencang ke kamar tidurnya. Bocah itu hanya terdiam menundukkan kepala. “Apa yang sedang kau lakukan disana, ha?” tanya Tatiana lagi memicingkan matanya pada Alex.


“Tadi dokter datang kekamar Bella. Kata dokter Bella sakit.”jawab Alex polos.


“Kau tidak berbohong padaku?” tanya Tatiana lagi yang dijawab Alex dengan menggelengkan kepala.


“Lalu apa kata dokter?”


“Kata dokter, Bella harus bobok!” jawab Alex dengan kepala tertunduk.

__ADS_1


“Terus, kenapa kau malah tinggal disana? Bukankah dia harus beristirahat, kenapa kau tidak meninggalkannya saja disana, he?”


“Maaf mommy. Kata daddy----.”


“Mommy tidak suka kalau kau bermain denagn Bella terlalu lama. Apa daddy?”


“Maaf mommy. Kata daddy temani Bella.”


Dukk! Jantung Tatiana bergetar mendengar jawaban anaknya.’Apa? Dante meminta anaknya menemani Bella? Apa-apaan ini? Aku tidak bisa diam saja! Harus kusingkirkan wanita itu!”


“Kau tahu sudah berbuat salah pada mommy?” Tatiana memicingkan matanya.


Wajah Alex tampak sangat ketakutan dan semakin menundukkan kepalanya, ini bukan pertama kalinya Tatiana memarahinya. Mungkin sudah sering dan selalu terjadi saat Dante tidak ada dirumah.


“Dengar ya Alex! Aku tidak suka anak yang tak mau mendengarku dan selalu membuat masalah! Apa kau mau aku menceritakan ini semua pada daddy-mu? Kalau daddy-mu tahu kau selalu membuat masalah maka daddy-mu akan meninggalkanmu! Daddy-mu pasti akan membuangmu karena dia tidak suka anak pembangkang sepertimu!”


“Jangan mommy! Aku janji akan jadi anak baik! Jangan kasi tahu daddy!”


Alex sangat ketakutan dengan ancaman Tatiana sehingga dia kembali mendongakkan kepalanya dan memohon. Setiap kali Dante pergi keluar kota atau ke luar negeri untuk waktu yang lama, Tatiana selalu menggunakan ancaman yang sama pada Alex. Dia selalu mengatakan kalau Dante pergi karena sudah tidak lagi menginginkannya. Jadi Alex selalu menuruti perintah Tatiana agar ayahnya pulang. Dan saat Dante pulang kerumah, didalam pikiran Alex itu karena dia sudah jadi anak baik dan menuruti Tatiana sehingga ayahnya kembali.


“Kau sudah berbuat salah padaku! Apa kau ingin aku mengampunimu ha?”


“Iya mommy!” Alex menganggukkan kepalanya.


“Baiklah. Tapi aku harus menghukummu. Aku sudah bilang padamu kalau kau tidak boleh main, kau tidak pernah menurut padaku. Jadi kau tahu apa hukumanmu?”


Alex tetap menundukkan kepalanya tidak mengatakan apa-apa lagi. Tatiana pun berjalan menuju ke walk in closet.

__ADS_1


 


__ADS_2