
“Baiklah!” Nick memilih untuk setuju dengan Dante yang juga menganggukkan kepalanya.
“Kalau begitu biarkan aku yang menemuinya.” ucap Eddie membuat semua orang menatapnya.
“Kau ingin bertemu dengannya?” tanya Nick menatap Eddie serius.
“Iya. Aku ingin melihat orang itu dan membuktikan apa yang dikatakan Dante. Aku penasaran seberapa besar aku bisa mempercayai orang itu.” Eddie bicara dengan serius.
Dante hanya diam tak merespon mendengar ucapan Eddie. Ruangan itu pun berubah menjadi hening tak ada pembicaraan apapun.
“Nick, berapa lama kau harus mengurus topeng itu?” tanya Dante memecah keheningan.
“Kemarin hanya dua jam. Staff mu yang mengurus itu!” jawab Nick.
“Baiklah kalau begitu kau bisa siapkan dan berikan kepada Eddie!” ujar Dante dengan datar tanpa emosi. Dia tidak ingin ada perdebatan lagi sehingga dia membiarkan temannya yang ingin melihat Anthony sendirian.
“Oke, aku akan bilang pada Henry untuk segera menyiapkannya.” ucap Nick. “Jadi urusanku sudah selesai ya?” tanya Nick yang sudah berdiri.
Dante menggelengkan kepalanya, “Kau bisa meneelepon Henry atau mengirim pesan padanya untuk menyiapkan semuanya. Kau harus tetap disini Nick! Biarkan saja Eddie yang pergi karena pekerjaannya akan dilimpahkan kepadamu.”
“Oh oke!” Nick kembali duduk dan mengambil ponselnya untuk menghubungi Henry seperti yang diperintahkan Dante.
Sedangkan Eddie merubah posisinya kembali berdiri. “Kalau begitu aku pergi dulu.”
“Lakukan apa yang ingin kau lakukan.” kata Dante.
“Dante, boleh aku tahu sebenarnya kau ingin memberikan aku pekerjaan apa?” tanya Eddie yang penasaran untuk bertanya.
‘Kau ingin mengganti pekerjaanku dan menyuruh Nick mengerjakan ini. Ssshhh kondisi Nick belum terlalu pulih, dia tidak mungkin bisa melakukannya.’ gumam Eddie didalam hatinya yang merasa khawatir jika pekerjaan yang akan diberikan Dante untuk Nick mungkin terlalu berat.
“Delivery barang seperti kemarin.” jawab Dante santai.
“Jadi bukan kau yang akan mengirimnya?” tanya Eddie lagi karena ini diluar kebiasaan Dante yang biasanya melakukan sendiri semua transaksi besar.
“Hmmm, tentu tidak! Aku tidak akan hadir ditempat itu karena aku yakin Jeff akan melakukan penyerangan! Tapi aku tidak tahu kapan dan aku harus bersiap.” ucap Dante menatap lurus pada Eddie.
“Jadi malam ini kita akan menghadapi dua kejadian sekaligus?”
“Benar Eddie! Begitulah rencananya.” Dante mengangguk. Dia bicara pada Eddie yang berdiri sambil menaruh kedua tangannya di pinggang dan nampak seperti sedang berpikir.
‘Aku tahu kau tidak bodoh Ed!’ gumam Dante dihatinya.
__ADS_1
Dia masih membiarkan Eddie berpikir tanpa bicara apapun juga, Dante membiarkan ruangan itu hening tanpa suara. Dia masih menunggu Eddie mengatakan sesuatu.
“Nick, kau pergilah! Kau temuilah anggota federal itu! Biar aku yang mengurusnya nanti malam.” Eddie bicara sambil tersenyum.
“Aku suka kau yang yang bisa bijak seperti ini Eddie!” ucap Dante lagi.
“Kau tidak bisa mengandalkan Nick karena kondisi kakinya saat ini. Tampaknya akan lebih mudah baginya pergi ke penjara menemui orang itu daripada harus datang mengantarkan barang-barang transaksi kita.” kata Eddie lagi.
“Ya.” Dante mengangguk sambil tersenyum.
“Karena seperti itulah rencanaku tadi tapi kau menginginkan yang lain dan kau tahu kalau aku bukan seorang yang suka memaksa.”
“Baiklah Dante! Aku percaya padamu. Aku minta maaf karena aku sempat meragukanmu.” ucap Leo.
“Nick! kau sudah tahu apa yang harus kau lakukan. Kenapa kau masih disini Nick?”
“Baiklah! Aku pergi sekarang Dante!” pria itu tersenyum lalu melirik Eddie. “Kendalikan emosimu! Kau akan melakukan transaksi besar dan aku yakin itu tidaklah mudah.” ujar Nick lalu pergi. “Lakukan saja pekerjaan kalian dengan baik, tak perlu mencemaskanku.” ujar Nick yang sudah keluar ruangan.
“Terima kasih kau sudah mengizinkan aku bicara dengan Barack.” suara seorang wanita yang terdengar oleh Nick mengusik hatinya sehingga dia menoleh ke belakang.
“Iya Tuan.”
“Kau pergilah, Sarah. Jangan ganggu kami.”
Sarah tak lagi banyak bicara langsung bergegas menaiki tangga meninggalkan kedua pria itu.
‘Aduh, kenapa semua jadi ribet begini?’ bisik hati Henry yang tetap menyunggingkan senyum.
“Henry. Dante menyuruhku untuk bicara denganmu. Kita diminta untuk menyiapkan topeng wajah seperti yang sebelumnya.” kata Nick menjelaskan perintah Dante.
“Sekarang?”
“Hmmm! Kau bisa siapkan bukan?”
“Tentu saja bisa, Tuan.” Henry tersenyum lalu hendak beranjak pergi.
“Kita belum selesai bicara Henry!” kata Nick menghentikan langkah pria itu/
“Oh, ada apalgi Tuan?”
“Hmm...apa yang kau lakukan dengan Sarah?”
__ADS_1
“Itu…..” Henry tak bisa melanjutkan kalimatnya dan hanya diam menatap Nick.
“Apa yang kau lakukan? Kau menyembunyikan sesuatu dariku, Henry?”
“Tentu saja tidak ada, Tuan. Aku tidak menyemnunyikan apapun.” jawab Henry.
“Lalu apa?” senyum merekah dibibir Nick menanti jawaban Henry.
‘Aduh apa yang harus kukatakan ya? Apa aku harus mengatakan yang sebenarnya?’ gumam hati Henry.
“Ayolah, kau pasti menyembunyikan sesuatu dengan Hans bukan? Ku ingat tadi di meja makan, apa maksudnya dia pergi menghampirimu?” Nick mencoba memaksa Henry untuk mengatakan kepadanya.
“Kalau saya mengatakannya pada anda, apakah anda bisa menyimpan masalah ini dari Tuan Dante?”
“Jadi kau tidak ingin Dante tahu hal ini?”
“Iya. Belum waktunya Tuan Dante tahu lagipula kalaupun dia sudah tahu, aku akan tetap disini dan tetap akan membantunya! Pekerjaan ini jauh lebih menyenangkan daripada pekerjaanku yang sebenarnya.” kata Henry.
Mendengar perkataan Henry itu membuat Nick memicingkan matanya. “Apa perkerjaanmu yang sebenarnya Henry?”
‘Apa aku harus mengatakan yang sebenarnya? Tapi tak mungkin aku menutupinya karena dia pasti akan tahu juga. Hanya saja apakah dia harus kuberitahu sekarang dan dia bisa menjaga ucapannya supaya Tuan Dante tidak curiga?’ Henry mencoba memikirkan hal ini sebentar.
“Aku punya waktu dua jam untuk menunggu! Setelah itu aku harus berangkat ke penjara!”
“Apa?” Henry bertanya bingung.
“Penjara! Dante yang memintaku untuk pergi ke penjara!” kata Nick.
“Kau ingin apa pergi ke penjara membawa topeng itu?” tanya Henry sedikit meringis.
“Menyerahkan topeng itu kepada pelayan yang kabur dari tempat ini.” jawab Nick.
“Apa?”
“Iya, kau tahu bukan kalau dia adalah pasukan federal?”
“Kalau soal itu aku pernah mendengar sendiri.” jawab Henry sekenanya padahal dia memang tahu. ‘Tentu saja aku tahu tentang Anthony! Aku bukan orang yang buta didunia ini.’ bisik Henry dihatinya.
“Dia membuat perjanjian dengan Dante! Untuk membebaskan Bella, Dante sudah membuat perjanjian itu. Sekarang aku harus membantunya menyelesaikan pekerjaannya.” kata Nick lagi.
“Dia membutuhkan topeng Nyonya Bella?” tanya Henry.
“Ya. Karena orang yang menjebak ini adalah Jeff Amadeo, Henry! Kenapa Barack bisa menghubungimu dan tidak bisa menghubungi kami?” tanya Nick menatap Henry serius.
__ADS_1
Henry pun tersenyum, “Hmm….mungki Tuan Baraack tidak hapal nomor telepon kalian.”