PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 354. CIRI KHAS


__ADS_3

“Mereka masih menginginkan itu! Mereka tidak menemukan kuncinya dimanapun! Mereka sudah mencarinya setelah kematian ayahku. Tapi tak ada yang menemukan dan tak ada yang bisa membuka kuncinya. Karena hanya aku saja yang bisa membuka kunci itu. Hanya aku yang diberikan akses oleh ayahku.” ucap Dante lagi.


“Anda benar sekali tuan.” jawab Henry sambil menganggukkan kepalanya. "Saya masih ingat semua tenrang itu. Ayah anda benar-benar dalam menjaga itu."


“Apakah mereka yang membesarkan adikku?” tanya Dante tiba-tiba. "Bagaimana menurutmu Henry? Apa mungkin mereka mengambil adikku dan membesarkannya untuk tujuan tertentu?"


Akhirnya Dante berpikir kearah sana. Sebenarnya saat ini Dante masih punya pekerjaan yang harus diselesaikannya dirumah sakit tapi kedatangan Noel dan cerita tentang masa lalu Noel membuat Dante sedikit teringat kembali ke masa lalu.


Apalagi setelah mendengar tentang adanya kemungkinan adiknya masih hidup membuat pikirannya menjadi bercabang. Setelah bertahun-tahin dia mencari siapa pembunuh orangtuanya dan dimana adiknya.


Tak disangka informasi itu justru muncul tiba-tiba tanpa disangka-sangka. Inikah takdir, mungkin sudah tiba saatnya semua kebenaran akan terungkap.


Dua puluh tujuh tahun sejak kepergian ayahnya. Dante selalu mencari siapa orang yang melakukannya dan sampai saat ini dia belum tahu siapa orang yang menjebak dan membunuh ayahnya.


“Kemungkinan mereka membesarkan adik anda, Tuan! Tapi saya juga tidak tahu.” jawab Henry.


Henry juga tidak bisa menjawab dan tidak mau memberikan harapan apapun kepada pria itu. Dia juga tidak mau emnakut-nakuti Dante sehingga dia hanya menjawab dengan ambigu.


“Fuuhh! Tolong awasi Noel! Kirimkan orang untuk melindunginya.” ucap Dante.


“Baik Tuan! Tapi mungkin tidak bisa dekat-dekat.” ucap Henry.


“Ya’ jangan sampai mereka tahu kalau Noel ada hubungannya denganku! Dan ada hubungannya dengan Dante Emilio. Ini harus disimpan rapat-rapat!” kata Dante.


“Baik Tuan. Saya paham.”


“Kau pergilah Henry! Tolong siapkan mobil untukku.” perintahnya. Ini sudah waktunya dia harus segera pergi. Sudah banyak terbuang sia-sia waktunya hari ini.


“Apakah anda mau pergi kerumah sakit Tuan?”


“Ya, pastikan semua jalur aman. Aku punya firasat yang tidak enak Henry!”


“Kalau begitu bagaimana kalau saya saja yang berangkat, Tuan?” tanya Henry menawarkan yang langsung ditolak oleh Dante dengan gelengan kepala.


“Tapi Tuan! Nyawa anda sekarang dalam bahaya, apalagi keluarga White benar-benar ingin mendapatkan anda!” ujar Henry penuh kekhawatiran.


“Hahahaha.” Dante hanya tertawa mengingat itu.


“Apa dugaan saya salah Tuan?” tanya Henry.


“Aku sudah menemukan sesuatu.” Dante mengangguk membuat Henry mengerutkan keningnya.

__ADS_1


“Kau bingung kan Henry?”


“Ya, sejujurnya memang iya Tuan! Saya tidak paham apa yang sedang anda pikirkan.”


“Aku mengenal Leonard White! Bukan hanya satu tahun. Dari awal aku menjalankan bisnis ini dia adalah pelanggan pertamaaku. Dia sangat percaya sekali kepada ayahku sehingga dia membeli barang-barangnya dariku.”


Dante melirik Henry lalu kembali bicara, “Kau masih ingat penjualan senjata yang pertama?”


“Ya tentu saja saya masih ingat. Dan penjualan pertama itu dalam jumlah yang cukup besar dan sangat mengganggu ketenangan pihak federal waktu itu karena mereka menemukan senjata yang anda buat adalah senjata yang memiliki ciri khas sama seperti yang dibuat ayah anda.”


Dante menjentikkan jarinya, “Betul! Karena ayahku sudah menurunkan semuanya padaku. Bagaimana cara membuatnya, aku sering memperhatikan deatil dan seni dari pembuatan senjata itu. Aku sudah mempelajarinya dan menguasai setiap detailnya.”


“Dan itulah yang memberikan kepuasan pada pelanggan anda, Tuan.”


“Ayahku sangat hebat Henry!” Dante mengangguk dan tersenyum.


“Tidak diragukan lagi Tuan. Ayah anda adalah seorang jenius!”


“Kembali ke masalah White, dia adalah orang yang istimewa.”


“Maksudnya Tuan?” Henry mengeryitkan dahinya merasa penasaran.


Kalimat itu membuat kepala Henry kembali berdenyut karena tak mengerti apa yang dimaksud oleh Dante sehingga dia hanya diam sesaat dan menunggu Dante melanjutkan kalimatnya.


“Ciri khas! Itulah yang dimiliki oleh seseorang. Oleh sebuat organisasi! Identitas sehingga tidak ada lagi yang bisa menirukan atau menjiplaknya!”


“Saya paham Tuan!”


“Itu seperti label, henry! Kau lihat apa ciri khas senjataku?”


“Kenyamanaan Tuan! Senjata yang anda buat memiliki kenyamana yang sangat dibutuhkan untuk menembak. Tak timpang berat dan kuat menggerakkan peluru ke sasarannya! Dia juga memiliki daya akurasi yang lebih tinggi daripada senjata sejenisnya.”


“Kau tahu kenapa aku membuat yang seperti itu?”


“Saya tidak paham Tuan!”


“Karena ayahku telah mengajarinya cara membuat itu. Dia memberikan aku formulanya dan itu adalah daya jualnya! Begitupun White! Dia dan seluruh anak buahnya mereka memiliki keunikan. Dan keunikan ini tidak bisa disamakan oleh pihak manapun!”


“Aku melihat itu dan mempelajarinya. Dan beruntung White juga menceritakannya kepadaku!”


“Dia menceritakan kepada anda, Tuan?”

__ADS_1


“Ya saat dia sedang membeli senjataku. Kau ingat saat aku menjualdi pinggiran kota Venice?”


“Iya Tuan saya ingat. Itu sekitar lima tahun yang lalu.” jawab Henry.


“Ingatanmu cukup kuat Henry! Disanalah dia menceritakan sesuatu yang paling penting!”


“Apa itu Tuan?”


“Tatto!”


“Tatto?”


Dante mengangguk, “Tatto adalah sesuatu yang paling penting yang menandakan bahwa anak buah White atau bukan!”


“Kau pasti tidak paham. Tadi aku sduah membuka baju orang itu. Aku melihat tubuhnya dan memperhatikan dibagian mana setiap anggota organisasi White memiliki tatto. Tapi orang itu tidak memilikinya! Jadi dia bukan orangnya White!”


“Jadi orang itu bukan orang suruhan Tuan white?”


“Ya. Ini semua bukan suruhan orang White! Ada orang lain yang memang ingin menjatuhkanku dan memanfaatkan keadaan ini. Aku menduga ini adalah perbuatan Jeff Amadeo! Tapi aku tidak tahu kekuatan darimana yang dia miliki di Eropa! Karena semua kekuatannya di Amerika!”


“Mungkin dia bekerja sama dengan seseorang di Eropa?” tanya Henry mencoba menebak-nebak kemungkinan yang ada.


“Kemungkinan besar, tapi kalau aku melihat bagaimana orang tadi berani menentangku padahal dia adalah kelas paling bawah dalam piramida kita. Aku rasa Jeff bukan hanya sekedar membonceng seseorang.”


“Maksud anda Tuan? Dia sudah bekerja sama dengan orang di Eropa?”


“Dia bekerja sama dengan orang-orang yang penuh dendam padaku!” jawab Dante.


“Mereka siap mati! Mereka menginginkan nyawaku. Aku tidak tahu seberapa banyak orang diluar sana yang tidak menyukaiku.”


“Lalu apa yang akan Tuan lakukan sekarang?”


“Menghadapi mereka! Apa lagi memangnya yang bisa kulakukan?”


“Tapi Tuan…..”


“Henry, aku titip rumah ini! Pekerjaanku masih banyak dan aku harus menjemput Omero dan membawanya kembali kesini.”


“Tuan, menurut saya lebih baik saya saja yang pergi menjemputnya Tuan!” ucap Henry cemas.


 

__ADS_1


__ADS_2