PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 224. AKU AKAN AMBIL BELLA!


__ADS_3

“Kalau perlu aku akan melakukannya. Tapi sepertinya aku tidak perlu repot-repot melakukan itu. Walaupun kau menimbun Bella didalam tanah selama dia bernapas aku pasti akan mengambilnya dan membawanya pergi! Seandainya dia sudah tidak bernapas lagi karena perbuatanmu, jangan harap aku akan memberikan ampunan bagi keluargamu Dante Sebastian!”


“Jangan mengancamku! Sebaiknya lakukan saja apa yang mau kau lakukan karena aku sudah muak mendengar semua ancamanmu itu.”


“Apa kau tidak melihat apa yang sudah kulakukan selama ini? Aku sudah melakukan satu persatu ancamanku dengan menghancurkan temanmu. Satu persatu sahabatmu akan aku dapatkan Dante! Satu persatu akan aku siksa sebelum malaikat maut merenggut nyawanya dan aku akan mengirim rekamannya padamu supaya kau puas! Supaya kau bisa membayangkannya dalam ketakutan bagaimana takdirmu nanti ditanganku!”


“Rencana yang bagus sekali! Aku tunggu kau melakukannya.” ucap Dante datar.


“Aku tidak main-main Dante! Kau lihat bagaimana aku mendapatkan Barack saat ini?”


“Kirimkan saja aku videonya, kau sudah menyiksanya? Kau sudah membunuhnya? Atau kau sudah mengulitinya? Kirimkan saja jangan banyak bicara! Aku tunggu!”


“Tidak dengan Barack! Dia pengecualian, aku sudah memikirkan hal lain untuknya dan ini akan sangat menyakitkan bagimu Dante!” ancam Jeff lagi. Suara Jeff terdengar pelan tapi penuh penekanan, dia ingin menunjukkan pada Dante betapa berkuasanya dia dan dia sanggup melakukan semua yang diucapkannya tanpa belas kasihan sedikitpun.


“Aku sudah mendengar semua ancamanmu! Tapi, satu hal yang harus kau ingat, berhati-hatilah dengan Barack! Jangan bangunkan macan tidur karena Barack adalah anak singa yang cerdas. Aku adalah singa dewasa yang tidak suka main-main. Aku penuh perhitungan berbeda dengan Barack. Saat dia menggunakan instingnya dia tidak akan pandang bulu. Dia tidak takut pada siapapun, dia memang tidak penuh perhitungan tapi dia petarung sejati. Menyerang lebih dulu dan dia akan membuatmu kesulitan. Itu saja yang kau ingatkan padamu!”


“Kau banyak sekali bicara Dante!”


“Aku hanya memperingatkanmu! Kalau kau mau mendengarkanku ataupun tidak itu adalah hakmu!” ujar Dante dengan suara datar dan dingin.


“Cih! Kau pikir aku peduli dan takut dengan semua penjelasanmu tadi? Aku pikir kau orang hebat Dante tapi ternyata kau memang sangat mudah untuk dikalahkan. Aku bahkan dengan mudahnya bisa membawa sahabatmu, orang kepercayaanmu ada padaku! Tinggal orang lagi aku akan habisi satu persatu dan kau akan melihat bagaimana kau akan sendirian dan tercekam Dante!”


“Lakukanlah! Kau sudah punya Barack bukan? Jangan buang waktumu lagi dengan terlalu banyak meneleponku! Kalau memang kau sudah punya videonya segera kirimkan padaku. Tapi kalau memang kau tak jadi membuat videonya jangan buang waktuku dan jangan meneleponku!”

__ADS_1


Klik…..Dante langsung mematikan teleponnya.


‘Dante Sebastian! Kau sudah kehilangan seorang sahabatmu dan masih saja sombong padaku!’ Jeff menggenggam handphonenya dengan erat. “Baiklah Dante, kalau memang itu maumu, aku akan membuktikannya. Kau pasti akan menyesal karena baru saja mengancamku, kau tidak tahu bagaimana kondisi temanmu disini bersamaku!”


“Bawa pria itu kehadapanku!” perintah Jeff Amadeo pada ajudannya.


“Baik, Tuan!” jawab ajudan Jeff sambil menundukkan kepalanya dan segera keluar untuk melakukan perintah Jeff.


‘Sejak awal aku sudah menawarkan kepadamu Dante! Kau berikan Bella padaku maka aku akan mempermudah jalanmu. Aku tidak akan mengganggu bisnismu tapi kau menolakku.’ Dia mendengus kesal mengingat ucapan Dante tadi.


‘Jangan salahkan aku jika aku mencampuri bisnismu, aku menghancurkan teman-temanmu dan aku juga akan menghancurkanmu! Kau menantangku jadi jangan pernah menyesal nanti!” Jeff kembali bergumam didalam hatinya. Dia sudah merasa yakin sekali bahwa dia pasti akan menang dan mendapatkan apa yang dia inginkan.


Tok tok tok


“Halo Rodrigo! Apa kau masih melupakanku?” tanya Jeff yang sudah memberikan nama baru pada Barack menjadi Rodrigo.


“Namaku Rodrigo? Kenapa jelek sekali namaku?” pria itu justru melipat kedua tangannya didada sambil menggelengkan kepalanya menolak nama yang diberikan untuknya.


“Kau lupa namamu sendiri?” Jeff kembali bertanya. Dia menatap Barack dengan serius.


“Entahlah! Aku tidak ingat siapa namaku dan aku rasa aku harus berhati-hati dengan semua orang tapi aku pernah mendengar orang memanggilku Barack! Beberapa kali nama itu terus saja terngiang di telingaku dan sekarang kenapa kau memanggilku Rodrigo? Mana yang benar?” senyum terurai dibibir Barack, tanpa ada rasa takut sedikitpun terpancar diwajahnya.


Dia terlihat tenang walaupun masih ada beberapa luka yang sudah diobati namun masih menyisakan rasa sakit dikepalanya dan beberapa bagian ditubuhnya.

__ADS_1


“Dua-duanya adalah namamu! Tapi kau pasti bertanya mana nama aslimu bukan?” Jeff bicara sambil menyandarkan tubuhnya disandaran kursi.


‘Dia tidak mudah percaya padaku. Apa benar yang dikatakan oleh Dante kalau aku hanya memasang bom waktuku sendiri jika aku memanfaatkan Barack? Hahahaha….aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Aku akan memanfaatkannya dalam pengawasanku seandainya dia terlihat berbahaya maka aku akan menghabisinya.” bisik hati Jeff.


“Kau benar! Bisakah kau memberitahuku, yang mana nama asliku?” tanya Barack lagi.


“Namamu adalah Rodrigo! Setidaknya itu yang kau katakan padaku sebelum kau bergabung denganku. Nama Barack itu juga adalah namamu tapi itu adalah nama samaran saja. Nama Barack adalah nama yang kau gunakan saat menjalankan misimu. Kau bekerja untukku dan kau adalah salah satu tim terbaikku, kau selalu sukses dalam misimu tapi entahlah apa yang terjadi dengan misi terakhirmu nampaknya kau kesulitan hingga mengalami amnesia sekarang!”


“Benarkah? Darimana aku bisa percaya apa yang kau katakan itu benar?” Barack bicara dengan posisi masih berdiri, namun netranya tak berpaling menatap Jeff.


“Pikirkanlah sendiri. Kenapa aku mau menolongmu kalau kau bukan orangku?”


“Kau mau menolongku? Seingatku saat aku pertama kali sadar anak buahmu sangat kasar padaku. Bagaimana kau menjelaskan kejadian itu?” Barack mencecarnya lagi.


“Aku rasa sikap anak buahku kasar padamu itu masih wajar.” Jeff memicingkan matanya, “Karena aku sulit sekali dihubungi selama seminggu. Kami mencari keberadaanmu dan ternyata kau hilang di gunung.”


“Benarkah?” Barack mengeryitkan keningnya. Jeff menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


“Lihatlah ini. Ada beritanya saat mobilmu jatuh ke jurang!”


Sejenak Barack memeprhatikan gambar itu dengan seksama sambil mengelus dagunya, “Jadi karena masalah itu aku amnesia?” dia bertanya lagi dengan suara pelan.


“Kau tidak perlu terburu-buru untuk mempercayaiku Rodrigo. Kau punya hak untuk tidak percaya padaku dan kau juga punya hak untuk menentukan jalan hidupmu sendiri. Tapi kalau memang kau sudah percaya padaku maka aku akan menceritakan padamu semua informasinya secarai detail tentang masa lalumu agar kau bisa mengingat lagi.”

__ADS_1


__ADS_2