
“Alex! Aku rindu sekali padamu, aku merindukan menggendongmu. Kemarin malam aku kesini tapi kau tidak ada Alex.” Lorenzo bicara sambil membuka tangannya dan Alex pun pindah dari tangan Dante ke tangan Lorenzo.
“Aku mencarimu ke kamar Alex1 Ternyata kau sudah ada disini?”
“Tatiana, kau baru saja dari kamar Alex?”
“Iya Dante! Aku ke kamar Alex dan aku juga ke kamar Bella tapi mereka tidak ada. Makanya aku kembali kesini dan melihat kalian sudah ada disini. Apa kau yang memanggil Bella? Aku pikir kau pergi bersama teman-temanmu.” ujar Tatiana agak ketus.
‘Huh! Untung saja kami sudah selesai lima menit lebih cepat kalau tidak aku tidak bisa bayangkan bagaimana menjelaskan pada Dante soal aku berduaan dengan Lorenzo.’ bisik hati Tatiana.
“Alex minta makan padaku! Jadi Bella membawanya padaku!”
“Oh begitu!” Tatiana tersenyun tipis tapi jelas ada kemarahan diwajahnya yang membuat Dante merasa tidak nyaman. Dia tahu jika istrinya tidak menyukai Bella.
“Ayo ikut aku dulu.” Dante bicara sambil mendekat pada Tatiana. ‘Ini bakal jadi masalah baru kalau aku tidak cepat-cepat atasi.’ bisik Dante yang sudah berpikir negatif tentang wajah Tatiana yang muram.
“Mau kemana Dante?” tanya Tatiana yang masih menahan tangannya yang sudah ditarik oleh Dante.
“Akan kujelaskan nanti, ayo.” dante tak ingin berlama-lama tetap memaksa Tatiana untuk pergi.
“Tunggu! Kau belum memperkenalkan pengasuh Alex pada Lorenzo!” ucap Tatiana mengingatkan.
“Oh iya!” Dante tak beranjak dna menatapLorenzo. “Ini pengasuh Alex, namanya Bella. Bisakah kau membantunya untuk belajar piano bersama Alex?”
‘Wah aku pikir dia hanya bisa galak tapi dia juga bisa bicara sopan.’ ucap hati Bella.
“Tentu saja Tuan! Nyonya sudah mengatakannya padaku.” jawab Lorenzo tersenyum.
“Terimakasih!” ujar dante lalu menengok pada Tatiana. “Ayo, aku ingin bicara denganmu.”
__ADS_1
“Bicara soal apa, Dante?” tapi Dante tidak menajwab, hanya merangkul Tatiana dan membawanya pergi meninggalkan Bella bersama Alex dan Lorenzo. Dante membawa Tatiana ke kamar mereka lalu menutup pintu.
“Kenapa denganmu Tatiana?” Dante bertanya ketika sudah menutup pintu kamar dan menatap wajah istrinya yang tampak muram dan marah.
“Kau masih bertanya aku kenapa Dante?” tanya Tatiana balik pada Dane dengan pandangan mata menjurus pada Dante. Intonasi suaranya meninggi penuh dengan penekanan, jelas dia marah.
“Kau marah padaku Tatiana?” tanay Dante.
“Aku rasa kau bisa berpikir tentang itu Dante!” Tatiana enggan menjawab.
“Kau kesal pada Bella?” Dante menduga.
“Kau pintar menebak Dante!” Tatiana menganggukkan kepala menatap sinis pada suaminya.
“Istri mana yang tidak kesal Dante? Pertama, tadi pagi aku melihat kau membelanya dihadapanku. Aku sudah bisa menerima alasanmu memberikan baju itu karena pilihan teman-temanmu dan kau hanya membayarnya saja! Tapi aku tidak terima melihatmu bersamanya tadi Dante! Kau bahkan tersenyum padanya! Kau tahu, kau sangat menyebalkan Dante! Tadi aku melihatmu dengan Bella dan Alex persis seperti ayah, ibu dan anak! Apa kau sadar bagaimana mesra dan dekatnya kalian?”
“Maaf sudah membuatmu cemburu Tatiana! Tapi aku sudah jujur mengatakan padamu, aku bertemu dan mengantarnya ke ruang piano karena dia mengantar Alex padaku. Kau bisa tanyakan pada Henry.” wajah Dante sudah khawatir kalau kemarahan Tatiana akan berlanjut dan berdampak pada Bella.
“Kau pikir aku butuh orang lain untuk menjelaskan hubungan yang terjadi antara kalian? Apa kau menuduhku sudah tidak percaya lagi padamu?”
“Intinya, kau masih percaya padaku kan Tatiana? Kau tak marah lagi padaku?” tanya Dante balik.
Lalu Tatiana menjawab dengan menganggukkan kepalanya. Dante pun menghela napas lega melihat itu. ‘Huh, untung aku masih melihat anggukan kepala itu meskipun tidak ada senyum diwajahnya.’
‘Yeah, setidaknya dia tidak berpikiran macam-macam lagi padaku.’ akhirnya hati Dante berdecak dan ada rasa senang dihatinya meskipun belum benar-benar tenang karena Tatiana belum bicara lagi padanya, dia hanya menatap dante.
“Aku tidak ada hubungan apapun dengan Bella. Jadi kau tidak perlu panik dan berpikir yang aneh-aneh! Aku hanya mencintaimu Tatiana! Apa kau masih meragukan cintaku? Berapa tahun hubungan kita?” Dante kembali memelas dan menunggu jawaban istrinya.
“Aku percaya padamu Dante. Maafkan aku karena sudah berpikir terlalu jauh.” akhirnya Tatiana bicara setelah diam selama beberapa menit. Ucapan Tatiana membuat hati Dante merasa lega.
__ADS_1
“Terimakasih sudah memaafkan aku. Tapi apakah adalagi yang mengganggu pikiranku Tatiana?” Dante mendongakkan kepala Tatiana dengan memegang dagunya.
“Aku selalu merasa insecure. Aku tidak tenang jika kau bersama denganw anita lain. Aku tidak bisa punya anak, Dante! Aku tidak punya rahim lagi karena itu aku selalu merasa kau pergi bersama wanita lain. Kau akan meninggalkanku dan semua itu karena aku tidak bisa punya anak.”
“Sudahlah jangan bahas masalah ini lagi. Aku tidak pernah memikirkan soal itu lagi dan Bella tidak ada apa-apanya dibandingkan denganmu. Bagiku, kau tetap yang terbaik Tatiana!”
“Ah itu hanya dibibirmu saja Dante tapi aku tidak tahu apa yang ada dihatimu.” Tatiana memalingkan wajahnya.
Cup
“Kenapa kau kasar padaku Dante? Kenapa kau mengecupku dengan cara begitu? Kau menyakitiku Dante!” Tatiana bicara dengan airmata berderai. Didepan Dante, dia adalah seorang wanita lemah lembut bukan seorang masokis yang menyukai kekerasan.
“Maafkan aku karena kau ingin mengatakan padamu kalau kau adalah satu-satunya untukku! Maaf jika perbuatanku menyakitimu aku tadi hanya terlalu bernafsu. Sini biar aku hapus sedikit darahnya.”
“Berdarah?” tanya Tatiana.
Dante menganggukkan kepala dengan rasa bersalahnya dan dia menarik Tatiana mendekat lalu menghapus darah bekas gigitannya karena tadi Dante mencium Tatiana terlalu kuat sehingga melukai bibirnya dan berdarah.
“Aku tidak akan melakukan itu lagi.”
“Sudahlah. Tidak apa-apa Dante.” Tatiana tersenyum.
“Kau mau memaafkan aku?”tanya Dante sambil tangannya mendongakkan wajah Tatiana.
“Aku percaya padamu Dante! Aku akan mencoba untuk terus percaya padamu dan aku harap memang benar kalau kau tidak ada main dengan Bella. Untuk luka dibibirku juga tidak perlu kau pikirkan.”
“Tentu saja aku tidak ada hubungan dengan Bella. Kau jangan lagi berpikir macam-macam. Hanya kau saja yang kurindukan, sejak tadi pagi aku ingin menemuimu. Sekali lagi kukatakan dia hanya mengantarkan Alex padaku, sayang!”
Prikitewwww author tuh gedeg banget ya sama ucapan Dante, begini nih memang tipikal laki selingkuh ye selalu ucapannya pasti begitu. Lain dibibir lain dihati! Hati-bati buk ibuk ya kalau suaminya ngomong kayak Dante tuh! Alarm berbunyi…….!
__ADS_1
“Baiklah aku percaya padamu Dante! Tak perlu kau berusaha untuk menjelaskan apapun padaku.”
“Kemarilah sayang!” Dante bicara sambil menarik Tatiana mendekat lagi.