
“Fuuuuh! Ini tak terlalu bagus, ini bisa membahayakan nyawa! Eddie pasti tidak menyangka kalau aku datang kesini! Ya, parti dia sudah punya rencana cadangan.” ucap Dante dan dia pun berlari ketempat yang lebih tinggi untuk melihat. “Jika benar mereka menyerang dipinggiran dermaga maka tekanan air kedarat pun akan lumayan tinggi.”
“Walaupun tidak akan sampai menyebabkan tsunami tapi gelombangnya akan lebih kuat. Dan aku yakin pihak federal pasti akan naik keatas sini.” Dante kembali bergumam setelah dia sampai disatu tempat dengan posisi tertinggi yang berseberangan dengan tempat dimana Eddie sekarang berada. “Bagus! Sudah sesuai dengan dugaanku!”
Dante tersenyum tipis setelah dia melihat lebih jelas, memang semuanya sesuai dengan yang diprediksinya. Pihak federal sudah berlari menuju ketempat dimana dia berada. Pria itu tentu senang dan langsung menyimpan binocularnya kembali.
“Serang balik mereka!”
“Baik Jenderal!” suara yang masih terdengar oleh Dante dengan posisi yang cukup dekat.
‘Belum saatnya! Sebentar lagi!’ Dante kembali mengingatkan dirinya sendiri.
“Siapa yang menghubungimu?” seseorang bertanya dan Dante bisa mendengar dengan jelas karena jaraknya cukup dekat. Dante pun berusaha menguping karena tempat persembunyiannya sangat dekat namun mereka tidak melihatnya. Dibukit itu banyak semak-semak tinggi sehingga memudahkan Dante untuk bergerak.
“Kenapa kau menghubungiku? Apa kau sudah mau menyerah sekarang?” suara itu terdengar lagi. Tapi Dante belum bisa memastikan siapa yang bicara.
‘Tampaknya orang itu kesal, tapi siapa yang menghubunginya? Apa dia punya seseorang yang sedang mengganggunya?’ Dante mencoba menerka-nerka tapi dia tetap menguping. ‘Apakah Anthony yang menghubunginya?’ tebak Dante lagi.
Dia berusaha mendengarkan dengan seksama disaat bersamaan……BOOOOOMMMMM!
Serangan dari kapal dilaut yang berusaha untuk mengacak-acak pertahanan pasukan federal pun terdengar oleh Dante yang membuatnya tersenyum.
‘Kalian pasti tidak menyangka bahwa kami akan melakukan tindakan balik begini bukan?’ bisik hati Dante merasa puas.
Dante bisa melihat pria yang memakai topeng wajah yang mirip dengan rekan bisnisnya tampak kesal. Pria itu mengumpat dan memaki-maki.
__ADS_1
‘Aku menunggumu sampai kau membuka topeng wajah itu! Aku ingin melihat siapa sebenarnya dirimu! Apakah kau adalah Robert Kane?’ ucap hati Dante yang masih berusaha menahan dirinya dan bersabar menunggu hingga waktu yang tepat baginya untuk bergerak. Dia tetap bersembunyi dibalik semak-semak.
“Jadi maksudmu kau hanya ingin menyerang kami yang ada disini? Apa kau pikir kami tidak akan membalas menyerang balik?” teriak orang itu lagi.
‘Hmmmm….dari caranya berbicara aku yakin sekali kalau dia sedang bicara dengan salah satu sahabatku! Apakah dia bicara dengan Eddie? Sepertinya memang iy karena dia tampak begitu marah dan kesal sekali.’
Tiba-tiba Dante melihat ada orang yang berlari, ‘Tunggu dulu! Siapa orang yang berlari mendekat itu?’ bisik hati Dante berusaha tenang dan menguping untuk mendapatkan informasi lebih sebelum dia melakukan penyerangan.
“Jenderal!” seorang anak buah pasukan federal mendekat. “Ada masalah Jenderal! Seluruh anggota kita yang mengepung gudang semuanya mati terkena bom!”
‘Hahahaha bagus sekali Eddie! Ternyata kau sudah melakukan upaya untuk memukul mundur pasukan federal!’ hati Dante puas ketika melihat orang yang sedang diamatinya itu terlihat geram wajahnya dan mengepalkan tangannya. Hingga akhirnya pria itupun membuka topeng wajahnya.
‘Akhirnya kau membuka juga topengmu! Aku sudah menunggunya dari tadi!’
“Aku akan membalasmu! Jangan kau pikir pasukanmu aman! Pasukan federal akan segera menyerang balik! Pasukan kalian menyerang pasukan federal adalah sebuah kesalahan besar. Kalian membuat diri kalian menjadi musuh federal dan *******!” Robert Kane yang masih berbicara ditelepon bersama seseorang melontarkan kata-kata kekesalannya.
Lalu Robert Kane pun menutup teleponnya dengan rasa geram, dia bahkan membuka jasnya.
”Dimana Anthony?”
“Kami masih mengikutinya Jenderal! Tapi kami belum mendapatkan kabar apapun darinya!”
“Jangan sampai kalian kehilangan Anthony! Aku ingin dia tetap ada dipihak federal! Tapi tetap cari jarak aman dan jangan sampai membuat kesalahan fatal.” Robert Kane bicara dengan tegas.
“Baik Jenderal! Kami paham!” jawab pria itu.
__ADS_1
“Setelah kalian menemukan Anthony lakukan sesuatu untuk menyelesaikan pria bernama Vince! Aku yakin perlawanan Anthony kepadaku ini semuanya ulah Vince!”
“Anthony! Kau pikir kau cukup pintar untuk mengelabuiku hah? Kau salah besar! Kau tidak mungkin bisa melakukan itu, kau pikir aku tidak curiga saat kau bilang ada perubahan rencana Dante? Cih! Disini aku sudah mulai mencurigaimu!”
“Apalagi saat kau menelepon seseorang diam-diam seperti itu. Ternyata kau mencarinya bukan? Untung saja aku sudah memberikan keamanan tetap untuknya. Kau tidak akan mendapatkan informasi apapun! Dan Dante, kau tidak akan mungkin bisa aman dari pihak federal dengan menculik Dante Emilio! Kau akan menjadi buronan sekarang!” geram Robert Kane lagi.
“Aku akan pastikan itu hahahaha…..kau akan jatuh bersama dengan semua anggotamu! Aku akan menghancurkanmu sama seperti aku menghancurkan orangtuamu dan semua orang yang mendukungnya!” Robert Kane tertawa memikirkan semua rencananya. Dia benar-benar merasa kesal pada Dante yang menggagalkan rencananya.
“Jenderal apa yang harus saya lakukan?” tanya anak buah Robert Kane karena dari tadi pria itu diam tanpa memberikan intruksi apapun. Dia hanya mengepalkan tangannya menahan semua perasaan kesalnya pada Dante.
“Aku mau kalian menghubungi pusat untuk meminta tambahan personil! Terutama pasukan laut! Aku ingin kapal itu karam dan habisi mereka semua!” perintah Robert Kane.
“Jenderal, itu membutuhkan cukup banyak prosedur! Untuk menghancurkan kapal itu kita membutuhkan izin dari pihak maritim. Kita tidak bisa mengambil keputusan begitu saja!”
“Kau ingin melawanku? Kau tahu aku sebentar lagi akan menjadi besan presiden? Aku akan memiliki kekuasaan tinggi dan aku akan pegang kendali di semua pasukan!”
Robert Kane bicara dengan marah sambil memegang kerah baju anak buahnya. Dia mencoba menekan dan mengancam anak buahnya. Dia tidak mau mendengarkan saran dari bawahannya dan dia selalu merasa benar sendiri dengan semua keputusan yang dibuatnya.
“Maafkan saya, Jenderal! Tapi saya tidak bermaksud seperti itu.”
“Kalau begitu lakukan apa yang kuperintahkan!” teriak Robert Kane marah. Dia tidak suka dibantah karena dia merasa dirinya berada diposisi tertinggi yang harus selalu dituruti.
“Minta mereka untuk menyerang kapal itu dan habisi semua orang yang berada di kapal itu!” kembali Robert Kane mengulang perintahnya.
“Lalu bagaimana dengan pasukan yang berada di darat itu jenderal? Jumlah mereka banyak sekali yang terluka. Tidak ada yang menyangka akan ada serangan sebesar itu.”
__ADS_1