PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 425. DIA WANITA HEBAT


__ADS_3

“Benar sekali!” Barack tersenyum penuh kemenangan.


“Kalau begitu sekarang adalah waktu yang tepat untuk menyerang Dante! Kita akan gunakan senjata rahasiaku, dia tidak akan bisa lepas dariku sebelum dia menjadi mayat!” ujar Jeff bersemangat.


“Aku setuju!” jawab Barack menyemangati Jeff.


 


“Seharusnya kau memberitahuku masalah ini sejak tadi! Aku sangat khawatir memikirkan itu!”


“Kau tidak pernah bertanya padaku. Dari tadi kau hanya sibuk dengan wanita itu! Apa cantiknya wanita itu? Apa hebatnya dia? Menurutku dia tidak berguna sama sekali!” Barack kembali memprovokasi Jeff.


 


Jeff merasa tersindir dengan ucapan Barack, dia pun memicingkan matanya. ‘Apa aku menyuruhmu membicarakan masalah pribadiku? Wanita itu urusanku!”


“Kegagalan seorang pemimpin adalah karena masalah pribadinya.” ucap Barack yang membuat Jeff semakin geram karena kata-kata itu tepat menusuk hatinya.


 


“Dengarkan aku Rodrigo! Aku tidak perlu wanita cantik, yang aku butuhkan adalah wanita yang bisa ada didekatku dan bisa aku perintah!” ucap Jeff.


“Jadi semua wanita yang didekatmu hanyalah pajangan? Seperti boneka saja bagimu?” ucap Barack.


‘Cih! Tanpa kau jelaskan pun aku sudah tahu! Semua wanitamu tak ada yang beres! Sampah!’ umpat Barack didalam hatinya.


 


Semua keburukan Jeff sudah direkam Barack dan Manuel agar kelak bisa mereka jadikan bukti atas kejahatan Jeff. Sudah berapa banyak wanita yang disiksa sampai mati olehnya.


“Kau benar! Kecuali satu orang wanita yang saat ini sangat ingin aku dapatkan!”


“Siapa itu?” tanya Barack.


“Bella!”


 


“Siapa wanita itu? Memangnya sehebat apa dia sampai kau begitu menginginkannya?” tanya Barack yang semakin ingin mengorek sebanyak mungkin informasi dari Jeff. Dia bahkan menyalakan perekam di ponselnya tanpa sepengetahuan Jeff. Klik…….


Tampak Jeff tersenyum ketika Barack menanyakan itu. “Dia memang wanita hebat dan berbeda dari wanita lainnya yang pernah bersamaku! Itulah kenapa aku ingin merebutnya dan membawanya pergi.”


 


“Bella adalah wanita yang sempurna. Dia memang tidak sempurna dalam arti kesuciaannya! Dia adalah seorang wanita cantik yang bisa dibeli siapa  saja yang memiliki uang banyak! Tapi aku suka karakternya, aku suka bagaimana dia memperlakukanku! Aku suka dengan kemanjaannya dan kadang dia bersikap bodoh! Tapi dia memiliki hati dan cinta yang tulus, ditambah tubuhnya memang sesuai untukku. Dia bisa mengenali semua sisi diriku dan dia memperlakukanku dengan kelembutan! Tidak ada wanita seperti dia!”


 


Tanpa disadari Jeff, Barack sudah lebih dulu mengaktifkan perekam di ponselnya sehingga semua perkataan Jeff tadi sudah tersimpan di ponselnya.

__ADS_1


‘Ini sangat sempurna! Saat Dante mendengar ini dan dia bertemu denganmu, aku tidak bisa bayangkan apa yang terjadi padamu Jeff!’ bisik hati Barack.


 


“Jadi wanita itu yang ingin kau dapatkan?” tanya Barack seraya memasukkan kembali ponselnya kedalam saku celananya.


“Ya! Karena itulah aku harus membunuh Dante! Apa yang kau lakukan dengan ponselmu? Apa kau mencoba menghubungi seseorang?”


 


“Tidak ada! Tadi ponselku sedikit bergetar dan aku mengeceknya ternyata hanya alaram saja!” ucap Barack dengan sikap dan ekspresi tenang.


“Untuk apa kau membuat alarm?”


“Untuk mengingatkanku setiap jamnya untuk mempersiapkan diri sebelum perang besar dengan Dante.” jawab Barack yang membuat Jeff tersenyum. Dia puas dengan cara kerja Barack selama ini.


 


“Ingat Rodrigo! Kau harus membunuh Dante!”


“Supaya kau bisa mengambil wanita itu kan?”


“Ya. Itu alasan pertamaku dan alasan kedua karena aku ingin menjadi yang nomor satu diseluruh dunia.” ucap Jeff penuh penekanan.


“Fuuuhhhh! Wanita itu bekas Dante? Apa kau tidak bisa mencari wanita lain yang masih baru dan belum terkontaminasi?” sindir Barack.


 


“Aku? Maksudmu aku yang harus melakukannya? Bagaimana caranya aku mendapatkan wanita itu?” tanya Barack menghempaskan tubuhnya di bench taman itu.


 


“Hmmmm….sulit untuk masuk kedalam rumah Dante! Sedangkan wanita itu dimasukkan kedalam ruangan bawah tanah dirumah Dante!”


“Ruangan bawah tanah? Aku tidak pernah tahu ada yang seperti itu dirumahnya.” ucap Barack dengan wajah polosnya.


 


“Tatiana yang mengatakan padaku. Dia bahkan memberikan rekamannya padaku.” jawab Jeff. Lalu dia menyerahkan ponselnya dan menunjukkan pada Barack.


“Jadi disini tempatnya dia mengurung wanita itu?”


“Iya! Kau harus masuk kesana dan berpura-pura jadi Barack. Tidak akan ada yang mencurigaimu!”


 


“Aihhh…...bagaimana aku melakukannya? Aku bahkan tidak ingat apa-apa tentang masa laluku. Kau sudah menyuruhku menyamar lagi. Apa kau yakin tidak akan bahaya untuk kita?”


“Tidak akan berbahaya! Aku rasa kau bisa mendapatkan akses untuk masuk kesana dengan mudah kalau kau mengatakan kau adalah Barack! Masuklah kesana sebagai Barack!”

__ADS_1


 


“Kalau mereka mengecek bagaimana? Sedangkan aku tidak ingat apapun tentang diriku dan masa laluku! Itu akan membuat mereka curiga.” ujar Barack.


“Kau bilang saja kalau ingatanmu baru kembali sedikit, belum sepenuhnya kau mengingat dirimu.”


“Kau yakin mereka akan percaya padaku?”


 


“Iya, aku sangat yakin itu akan berhasil!”


“Tapi itu hanya rencana cadangan kan? Bagaimana dengan rencana utamanya?”


“Kau benar. Rencana utamaku adalah menghabisi Dante! Setelah itu membawa Bella pergi.”


“Oke, lalu bagaimana kita akan melakukannya?” Barack tersenyum puas.


 


‘Inilah yang aku suka darinya. Dia sekarang sudah kemakan berita yang aku berikan. Malam ini kau akan habis dengan senjata pemusnah massal milik Dante! Hahaha…..Jeff…..kau itu tolol dan gampang dibodohi tapi kau tidak sadar betapa bodohnya kau itu!’ umpat Barack didalam hatinya.


 


“Kau bilang mereka akan menjual senjata malam ini bukan? Jadi malam ini kita akan datang ke tempat itu. Disana kita akan menyerang anak buah Dante dari segala penjuru!” Jeff pun mulai menceritakan semua rencananya dengan menggebu-gebu seakan-akan itu adalah rencana paling hebat yang bakal sukses. Tanpa dia sadari jika Barack menertawakannya didalam hati, karena semuanya terekam dan akan dia kirimkan pada Dante.


 


‘Sesuai rencanaku!’ bisik hati Barack. ‘Setelah Dante mendengarkan rekaman ini, dia tahu pergerakan Jeff dan bagaimana menghadapinya!’


“Lalu apa rencanamu?” Barack sengaja membiarkan Jeff bicara panjang lebar mengenai semua rencana yang sudah dia susun. Itu membuat Barack semakin senang karena dia mendapatkan informasi daro Jeff dengan begitu mudahnya.


 


‘Bodoh! Dasar bodoh! Semua yang kau katakan itu sudah ada diotakku dan tidak akan berhasil. Aku sudah berhasil membuatmu masuk dalam jebakanku Jeff!’


“Baiklah Jeff! Aku sudah mengerti rencanamu. Akan kupersiapkan semuanya untukmu.” ucap Barack.


“Bagus! Kau memang berguna sekali Rodrigo! Aku sudah yakin dengan mengirimmu pada Dante, kau akan berguna untukku.”


 


“Tapi untuk melakukan itu semua aku tidak mau dibayar murah!” ujar Barack.


“Apa yang kau inginkan? Katakan saja padaku, aku akan memenuhi permintaanmu.” jawab Jeff.


‘Kau bisa minta apapun dan akan kuberikan. Tapi setelah Dante mati maka kau yang akan mati selanjutnya.’ bisik hati Jeff yang memang sudah merencanakan menyingkirkan Barack setelah dia mencapai tujuannya. Dia tahu betapa berbahayanya Barack kalau sampai ingatan pria itu kembali.


 

__ADS_1


Itu akan menjadi bumerang bagi Jeff. Jadi dia tidak ada keinginan untuk mempekerjakan Barack seumur hidupnya. Sedangkan Gabriella! Jeff hanya menggunakan adiknya itu untuk menguntit baarck. Sekaligus menguji seberapa patuhnya Gabriella padanya.


“Tapi, dimana Gabriella sekarang?” Jeff tiba-tiba tersadar kembali. Lalu mengedarkan pandangannya kesekitar taman itu.


__ADS_2