
“Ah, baiklah kalau kau sudah mempunyai persiapan matang, Dante. Aku tidak meremehkanmu. Jujur saja aku sangat khawatir sekali padamu sehingga aku mempertanyakan tentang hal itu. Itu saja alasanku.” jawab Anthony.
‘Ya…..dia sudah menjadi mafia terbesar di Eropa dan tentu saja dia mempunyai pengalaman untuk hal-hal seperti ini.’ gumam hati Anthony.
‘Untuk masalah sogok menyogok di daerah Eropa Timur itu masih hal gampang! Tentu saja Dante bisa melakukannya tanpa masalah. Aku saja yang lupa tentang siapa dia sebenarnya. Hah! Sehebat-hebatnya pihak keamanan federal, tapi kami memiliki banyak kekurangan juga. Dalam mengeluarkan dana kami harus mendapatkan izin dari atasan!’ Anthony menghela napas panjang.
‘Saat ini orang yang harus bertanggung jawab memimpin penyerangan ini Jenderal Robert Kane! Sudah ditangkap oleh Dante dan tentu saja pasukan federal tidak bisa mendapatkan izin masuk ke bandara tanpa surat-surat itu! Kalaupun mereka bisa masuk, mereka akan butuh waktu lebih lama karena harus meminta izin pada atasan lain lagi untuk memberikan izin menerobos keamanan bandara. Waktu yang cukup lama untuk kabur.’
Anthony sibuk dengan pikirannya yang sedang mencerna perkataan Dante. Dia paham dan mengerti akhirnya sehingga tidak lagi banyak bertanya.
“Lagipula kau adalah orang federal yang bersama denganku. Kau punya jabatan cukup tinggi. Aku bisa menjadikanmu sebagai sandera untuk masuk kedalam pesawatku.” Dante tersenyum menatap Anthony karena memang inilah yang ada didalam pikirannya saat ini.
Anthony menggelengkan kepalanya dan tak yakin dengan ucapan Dante. Dia melirik kakaknya dan berkata, “Aku rasa mereka tidak peduli lagi padaku. Pangkatku memang tinggi tapi entahlah apa aku masih aktif atau sudah di nonaktifkan karena kesalahan yang aku perbat.”
“Maksudmu?” Dante menyanggah.
“Ehm…..Robert Kane sepertinya sudah melakukan sesuatu yang membuatku tidak dipercayai lagi oleh petinggi federal! Tapi ini baru prediksiku saja. Karena aku tidak tahu apa yang terjadi di dalam petinggi pasukan federal.” jawab Anthony jujur walaupun sebenarnya dia tidak yakin dengan jawaban ini.
Dan dia masih sangsi apakah Robert Kane memang setega itu padanya. Tapi Anthony tetap pada keyakinannya yang sudah mulai goyah kalau Robert Kane pasti sudah melakukan apa yang dia pikirkan saat ini.
‘Ayah, aku masuk dan bekerja sebagai anggota federal karena aku ingin sekali membahagiakanmu dan membuatmu bangga! Ya aku masih memanggilmu Robert Kane sebagai ayahku! Tapi entah sampai kapan aku bisa kuat melakukan ini.’
‘Kalau aku sudah mendapatkan bukti bagaimana kau membunuh ayah dan ibuku, sehingga membuat kakakku Dante sangat marah padamu? Aku tidak yakin kalau selamanya aku terus bisa memujimu dan memaafkanmu! Yang aku lakukan sekarang hanya untuk membalas budi!’ dalam hatinya Anthony ragu dan semakin ragu tapi dia berusaha mengendalikan dirinya.
__ADS_1
“Hei aku sudah bertanya dari tadi padamu. Apa maksudmu bicara begitu?” tanya Dante ulang karena Anthony sepertinya sibuk dengan pikirannya dan terlalu fokus pada semua gambaran didalam otaknya sehingga dia tidak mendengar suara Dante.
“Aku sudah membuat sesuatu yang membuat Robert Kane tidak percaya lagi padaku. Dia berpikir kalau aku sudah tahu tentang masa laluku. Dia curiga tentang itu.” jawab Anthony.
“Dia juga sudah mengetahui kalau aku pergi ke penjara jadi aku rasa kau bisa memikirkan klanjutan ucapanku ini. Apakah kau pikir dia masih mempercayaiku? Mungkin aku juga akan bernasib sama seperti temanku yang lainnya.” Anthony menambahkan.
“Berdirilah disisi sana! Dan aku disini, seandainya ada orang yang menyerang kita maka kita akan segera menyerang balik.”
“Aku mengerti Dante.”
Setelah mobil itu berhenti, mereka berdua berada dipinggir peti kemas untuk bersiap menembak. Mereka melakukan ini karena mereka tidak tahu siapa yang akan membuka peti kemas itu. Apakah teman mereka atau justru musuh mereka. Inilah yang membuat Dante mengikuti instingnya untuk berjaga-jaga agar tidak salah langkah.
“Tuan Dante! Ini aku.”
“Oke, aman! Itu bukan orang lain! Dia adalah anak buahku.” Dante mengingatkan Anthony lalu dia menurunkan pintunya dan sudah meletakkan kembali senjatanya di tempat yang aman.
“Bagaimana kondisi diluar?” tanya Dante pada anak buahnya setelah pintu peti kemas itu sudah terbuka. Dan mereka juga sudah menurunkan besi penyangga agar mobil bisa keluar.
“Tidak apa-apa Tuan. Semuanya clear! Kalian bisa masuk kedalam pesawat dengan aman.”
“Aku akan masuk setelah aku mengawal sendiri mobil itu. Kalian keluarlah lebih dulu.”
Mendengar ucapan Dante, anak buahnya mengerti dan mengangguk. Mereka membiarkan Dante melangkah kedalam mobil dan memundurkannya. Begitupun Anthony sudah masuk kemobil.
__ADS_1
Sementara Noel dan Robert Kane yang masih ada didalam mobil yang dikemudikan Dante.
“Apa kau selalu bepergian dengan pesawat pribadi?” Anthony membuka pembicaraan. Dia melihat kedepan saat Dante mengendarai mobil melaju turun dari peti kemas.
“Hmmmm! Jangan kau pikir ayah kita meninggalkan kita didunia ini tanpa apapun!” ucap Dante datar pada Anthony.
Ini adalah permulaan dia membuka pembicaraan tentang sesuatu yang penting. Dante ingin menunjukkan kepada Anthony betapa hebatnya ayah mereka dan ingin membuat Anthony tak lagi memuji dan memperhatikan Robert Kane.
“Benarkah? Berarti aku kaya mendadak? Hahahaha!” candaan Anthony yang membuat Dante meliriknya sambil tersenyum kecil.
“Mau tidak mau aku akan membaginya denganmu.” ucap Dante.
“Heiiisss jangan bilang begitu! Terdengar seperti konotasinya negatif. Seakan kau ingin menguasai semua harta orang tua kita! Kalau kau tidak mau berbagi denganku tak perlu membaginya. Aku sudah punya pekerjaan dan penghasilan sendiri. Aku merasa puas dengan yang kumiliki.”
“Aku mau kau keluar dari pekerjaanmu! Dan satu lagi yang harus kau ingat. Aku tidak merubah surat wasiat orang tua kita. Disana sudah jelas bahwa harta mereka akan diberikan kepada kedua anak mereka. Selama ini aku hanya mengelolanya saja dan aku pasti akan mengembalikan bagianmu kepadamu Anthony! Itu adalah hakmu!”
“Issssshhh! Kalau pekerjaan ayah kita sama denganmu, aku tidak mau menjadi sepertimu. Aku tidak ada niat untuk menjadi penjahat didunia ini.” ujar Anthony.
“Jadi kau pikir ayah kita seorang penjahat?”
“Ehhh, aku cuma bertanya.” kata Anthony salah tingkah karena merasa salah bicara.
“Pekerjaan ayahku adalah pekerjaan yang sangat mulia! Dan pekerjaan yang aku lakukan sekarang adalah bisnis sampingannya.” suara Dante sudah meninggi. Dia sangat mengagumi ayanya sejak kecil Dante sangat menyayangi ayahnya. Walaupun Anthony sendiri yang bicara tapi Dante tetap memberikan penekanan agar Anthony tidak salah paham tentang pekerjaan ayah mereka.
__ADS_1