
“Bagus sekali! Kau berkata jujur! Orang yang akan mendekati ajalnya memang sudah seharusnya berkata jujur! Kau benar-benar sangat menjijikkan!” celetuk Dante lagi.
“Kau mau aku masuk kedalam ana Dante? Atau kau mau aku masukkan kedalam sana?”
“Tentu saja kau! Supaya kau bisa bersama dengan kekasihmu Anthony! Kau bisa menemaninya diliang kubur! Karena kau sudah pantas berada disana!”
“Beberapa pekerjaan yang kau berikan kepada Anthony hampir saja merenggut nyawanya! Bermain tanpa hati kepadanya! Kau membesarkannya bukan sebagai anak tetapi sebagai pesuruh! Kau berusaha menjadikannya budakmu tanpa dibayar! Kau sangat menjijikkan!”
“Hahahahah……” Robert Kane tertawa.
“Kau merasa sangat senang?”
“Iya,senang sekali! Tapi aku merasa lebih senang lagi kalau aku bisa menjadikan adikmu itu kekasihku yang menemaniku dan menuruti semua kemauanku! Hahaha…..” Robert Kane semakin tertawa terbahak-bahak sudah seperti orang gila.
“Dan sekarang kau tidak mungkin bisa berbuat apa-apa padaku Dante! Semua timku sudah mencariku dan kalau kau tidak mengembalikanku, maka mereka pasti akan melakukan hal buruk padamu!”
“Baiklah. Apa yang mau kau lakukan padaku, Dante? Aku siap dan tidak takut padamu.”
“Kau menantangku?” Dante kembali menatap tajam pria paruh baya itu.
“Apa kau punya ide, apa yang bisa aku lakukan padamu?”
“Kalau begitu kemarilah. Kau ingin aku melakukan apa? Kita mau berperang dengan tangan kosong? Atau melakukan dengan apa? Semua peralatan ada disana!”
Dante menunjuk keseberang tempat parkir mobilnya yang banyak sekali peralatan perang. Sedangkan Dante tampak tenang dan tidak gentar sama sekali. Dia malah semakin bersemangat untuk menyerang pria yang ada dihadapannya itu.
“Hahahahaha, jadi kau benar-benar menantangku Dante?” Robert Kane tertawa.
“Pikirkan saja sendiri dengan otakmu!” Dante mendekati pria itu.
‘Terlalu banyak kesalahan yang sudah kau perbuat! Kepada ayahku dan kepada semua orang disekitarmu! Aku juga tidak suka bagaimana kau bersikap pada adikku! Semua itu akan kau bayar malam ini! Aku tidak akan memberimu belas kasihan dan ampunan! Aku akan melakukan sesuatu yang tidak pernah kau duga selama ini.’ janji Dante didalam hatinya.
“Jangan kau pikir aku mudah menyerah.”
__ADS_1
BUG!!! Robert Kane yang sudah panas pun memukul Dante lebih dulu.
“Pukulan seperti itu tidak akan pernah mampu membunuhku!” Dante sengaja memanasi pria itu.
BUG! BUG! BUG!
Duel diantara keduanya pun berlangsung, pukulan demi pukulan mengenai satu sama lain. Sekali Dante yang terkena namun dia membalasnya beberapa kali pada Robert Kane.
Kedua pria beda usia itu memiliki stamina yang cukup kuat walaupun Robert sudah berumur tapi dia masih memiliki kekuatan! Dia selalu berlatih sehingga dia mampu mengimbangi Dante yang juga memukul Robert tanpa belas kasihan. Dia terus melancarkan pukulan beruntun pada Robert.
TANG TING TANG TING
Robert Kane mengambil sebuah pedang besar dan dia menyerang Dante dengan pedang itu. Untungnya Dante siaga dan refleks dengan mengambil sebuah besi karena dia belum sempat mengambil peralatan perang apapun. Tadi mereka saling menyerang dengan tangan kosong dan kondisi Robert Kane sudah dalam keadaan terjepit.
Walaupun Robert bisa mengimbangi Dante tapi kekuatannya tetap berbeda. Dante masih muda dan dia masih memiliki kemampuan lebih untuk menyerang sehingga dia terpaksa mengambil alat bantu untuk mengimbangi Dante.
“Aku tidak akan pernah menyerah Dante! Tidak akan pernah! Camkan itu!”
“Apa kau pikir aku akan menyerah begitu saja, hehm?” balas Dante yang menendang Robert Kane sehingga pria itu jatuh tersungkur. Mereka sudah bertarung selama lebih sepuluh menit dan keduanya belum ada yang mau menyerah. Tapi saat ini kondisi Robert Kane berada dibawah Dante beberapa tingkat. Kondisinya pun sudah mulai melemah.
Dante masih bisa mengatur napasnya dengan sangat baik.
“Jangan kau pikir aku akan menyerah Dante!” Robert Kane berusaha untuk bangkit berdiri dan masih tidak mau menyerah.
“Baiklah kau masih ingin melayanimu terus! Hah, mungkin ini adalah sebuah penghargaan untukmu karena kau mati ditangan seorang pria tampan sepertiku!”
Dante bicara sambil mempersiapkan diri untuk menyerang kembali. Tapi---SREEETTTT……..Robert Kane yang berdiri dan tak sengaja dibelakangnya ada pisau baru saja dengan refleks melemparkannya hingga menancap ditubuh Dante.
“Pisau sekecil ini tidak akan bisa membunuhku.”
Dante mengambil pisau yang tertancap itu dan berjalan mendekat. Darah yang mengalir dari tubuhnya tidak diperhitungkanlagi oleh Dante karena tujuannya hanya satu dan tidak ada sedikitpun rasa sakit yang dirasakannya.
TANG TANG TANG
__ADS_1
Beberapa pisau yang dilemparkan oleh Robert Kane berhasil ditangkis lagi oleh Dante.
Dia menggunakan besi baja yang masih dipegangnya.
“Sudah habis senjatamu hah?” tanya Dante yang berdiri dibelakang Robert Kane. Pisau-pisau itu sudah habis dan berjatuhan dilantai dekat dengan posisi Dante.
“Kau!” Robert Kane berusaha mengambil satu pisau yang berada didekat kakinya. Dia menginjak dengan kakinya sehingga pisau itu terlontar keatas dan dia memegangnnya.
JLEB! Pisaupun tertancap ditubuh Robert Kane dan ini lebih cepat sebelum pria menancapkan ketubuh Dante. Lalu tangannya yang memegang pisau sudah dilemparkan oleh Dante.
Robert Kane tidak menyangka jika Dante akan menyembunyikan pisau dibelakangnya.
SREEEETTT……..Dante menarik pisau itu keatas dimulai dari samping pusat Robert Kane hingga mengenai tulang iganya.
TREK TREK TREK TREk
Suara tulang iga yang dipatakan dengan mudahnya oleh Dante sambil memandang mata orang yang menjadi sasarannya itu.
“Aku yakin kau belum mati dan masih bisa mendengarku. Apa yang aku lakukan ini untuk membalas apa yang kau lakukan pada ayah dan ibuku!”
“Tapi sebelum aku membalas dendam padamu untuk kesepian dan kehilangan kedua orangtuaku dan juga menculik adikku. Dante memicingkan matanya sambil menghunuskan pisaunya yang menancao didalanya menjadi lebih tajam menuju kearah jantung.
“Aku akan memotongmu menjadi seratus bagian baru aku merasa puas!”
“Hahahaha…..Anthony tidak akan tinggal diam. Dia pasti akan membalasmu.”
BRUKKKK
Setelah mendengarkan ucapan Robert Kane, Dante masih merasa geram dan langsung membuang tubuh pria itu dilantai dengan membantingnya.
“Katakan lagi! Kau masih punya nyawa untuk mengatakan itu?” ucap Dante sambil memandang tubuh pria itu yang berada dihadapannya dan sudah tidak bernyawa lagi.
Pisau menghunus tepat dijantungnya. “Sekarang kau tidak bisa membela dirimu lagi bukan?” Dante tersenyum sinis dan dia melangkah mendekati tubuh yang sudah tidak bernyawa itu dengan darah yang masih mengalir dari bekas luka. Lalu Dante membuka mata Robert Kane dan memfoto matanya.
__ADS_1
“Kau boleh mati tapi aku masih butuh foto retina matamu dan scanmu juga.”
Dante membutuhkan scan dan retina itu untuk mendukung rencananya yang akan dijalankan oleh Henry. “Aku akan melakukan apa yang tadi sudah kujanjikan padamu! Seratus bagian itu paling sedikit. Aku tidak tahu apa yang harus kupotong tapi aku pastikan tubuhmu akan terbagi-bagi menjadi bagian kecil.”