
Dante sudah melepaskannya tapi bukan berarti Tatiana akan berhenti mengejar Dante. Justru saat ini dendamnya semakin membara dan dia mulai memikirkan berbagai macam cara aneh untuk mendapatkan Dante kembali dan membuat jalannya semakin mulus.
“Aku sarankan kau jangan berpikir aneh-aneh Tatiana! Terima saja keadaan ini, tidak ada yang bisa kalu lakukan untuk mengubah keadaan! Kalau kau sampai berpikir aneh-aneh dan mencoba melakukan apa yang sedang kau pikirkan itu, aku yakin Dante akan semakin marah dan membencimu!”
“Dia masih berbaik hati membiarkanmu pergi hari ini dan aku yakin ini adalah yang terbaik untukmu Tatiana! Kalau kau tetap bertahan dengan Dante, dia sudah tidak mau dan jijik padamu sebaiknya kau tanda tangani saja surat cerai yang dikirimnya nanti.” Omero memberikan saran yang langsung ditolak oleh Tatiana.
“Aku tidak akan pernah menandatanganinya ayah! Selamanya aku akan menjadi istri Dante dan satu hal yang kau tahu bahwa aku tidak akan pernah berhenti mengejarnya!”
“Kau sudah tidak bisa mendapatkannya lagi Tatiana! Semua sudah berakhir! Ini adalah hasil dari keegoisan dan keras kepalamu!” ujar Omero yang sudah sangat geram pada putrinya itu.
“Akan aku temukan caraku sendiri nanti untuk membuatnya kembali padaku!” ucap Tatiana melipat tangannya dan membuang tatapannya ke jendela membuat Omero sedikit ngeri.
‘Tatiana ini sama gilanya seperti istriku dulu yang rela mengorbankan nyawanya sendiri asalkan anakku Cassandra kembali pada Tuhan! Aku jadi khawatir sekali. Aku harus menjauhkannya dari Dante sejauh-jauhnya. Aku harus mengawasinya dengan ketat! Dia tidak boleh mengetahui tentang Bella. Ini sangat berbahaya bukan saja untuk Dante tapi juga untuk putriku Bella.’ bisik hati Omero sambil menghela napas panjang memikirkan semuanya.
‘Bella akan tinggal bersama Dante, hanya Bella saja putriku yang masih hidup karena Cassandra adiknya sudah dicelaki oleh Tatiana dan istriku sendiri! Aku harus menjaganya dan juga Alex! Mereka darah dagingku, sudah cukup aku kehilangan satu orang putriku takkan kubiarkan siapapun bahkan Tatiana bisa mencelakai Bella!’ bisik hati Omero, dia sebenarnya enggan bernegosiasi dengan Tatiana soal ini bagaimana pun Tatiana adalah darah dagingnya juga sama seperti Bella.
Omero hanya ingin mengobati Tatiana hingga sembuh dan bisa menjalani kehidupan normal. Dia juga ingin menjauhkan Tatiana dari Bella hingga Tatiana bisa menerima kenyataan. Dia sudah tak ingin Tatiana bertemu Dante ataupun bersinggungan dengan Dante lagi. Omero sedang berpikir keras bagaimana caranya menjauhkan Tatiana dan membuatnya tidak bisa menggangu Dante lagi selamanya.
Saat Omero sibuk dengan pikirannya begitu juga Tatiana pun sedang berpikir mencari jalan dan menyusun rencana untuk mendapatkan kembali apa yang menjadi miliknya sebelumnya.
‘Jeff! Mungkin aku bisa minta tolong padanya! Karena Lorenzo tidak punya apa-apa dan tidak punya kekuasaan untuk melakukan hal ini. Sedangkan Jeff punya segalanya, dia seimbang dengan Dante.’ Tatiana mulai memikirkan cara untuk mendapatkan suaminya kembali.
Dia tidak pernah bisa menerima diceraikan oleh Dante, bagi Tatiana pria bernama Dante adalah segalanya, dia punya keinginan sangat kuat untuk mendapatkan Dante dan menjadikannya suaminya seumurhidup walaupun tidak mau merubah sikapnya. Dia ingin Dante menerima dia apa adanya termasuk penyakitnya, dia ingin Dante membiarkannya tetap menikmati kesenangannya. Wanita ini sangat egois dan gila!
“Tatiana! Apa yang kau pikirkan?” Omero memecahkan keheningan.
__ADS_1
“Tidak ada! Aku tidak memikirkan apa-apa!” Tatiana menggelengkan kepalanya.
“Jangan memikirkan yang aneh-aneh. Sekarang ini kalaupun kau tidak bisa melupakan dante dalam waktu cepat tapi cobalah untuk merenungi setiap kesalahanmu. Mungkin ini sulit untukmu tapi aku akan membantumu sampai kau benar-benar sembuh, Tatiana.”
“Aku tidak butuh bantuanmu! Kau mau membawaku kemana?” tanya Tatiana menatap Omero.
“Kita ke Capri!” jawab Omero tanpa melihat Tatiana.
“Apa? Aku tidak mau kesana ayah! Aku tidak mau tinggal disana! Apa kau ingin mengurungku di pulau itu? Aku tidak mau ayah! Aku tidak mau tinggal dipulau itu, aku tidak mau!”
“Disana tempat tinggal kita yang mirip dengan tempat tinggalmu bersama dengan Dante! Disana aku bisa menyegarkan pikiranmu di alam dan aku akan mendatangkan seornag dokter psikologi untukmu Tatiana! Dia akan membantumu berubah dan akan menemanimu. Tempat itu sangat indah bukan?”
Kau memang benar-benar berniat mengurungku kan ayah? Aku tidak mau tinggal disana! Aku akan melakukan berbagai cara untuk pergi dari sana.” ancam Tatiana dengan mata merah penuh amarah.
“Tidak ayah! Aku tidak terima, aku hanya ingin Dante!” teriak Tatiana mulai berontak.
“Kau mau apa Tatiana?” teriak Omero ngeri melihat Tatiana ingin mengambil handphonenya.
“Aku mau menelepon Dante!”
“Tatiana, berhentilah! Semuanya sudah berakhir dan jangan menambah masalah lagi.” Omero merebut handphone itu dari tangannya.
“Aku tidak mau ayah. Berikan handphone itu padaku ayah!”
“Aku tidak akan pernah memberikannya! Berhentilah berbuat bodoh dan menyulitkan dirimu!”
__ADS_1
“Berikan padaku!” Tatiana menyerang ayahnya yang sedang menyetir.
“Tatiana! Aku sedang menyetir, ini berbahaya untuk kita. Berhenti Tatiana!”
“Aku tidak peduli ayah! Berikan handphone ku!”
Tiiiiinnnnnn!
“Kyaaaaaa!”
Braaaakkkkk!
Sementara itu diruang kerja Dante setelah kepergian Tatiana bersama Omero.
‘Pffff! Untung saja Omero berinisiatif untuk masuk keruangan ini bersama Tatiana tadi. Kalau tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada perempuan itu. Aku tidak bisa menahan diriku, aku benar-benar marah padanya!’ Dante berdecak maish berusaha untuk menahan semua emosinya, kondisinya saat ini masih belum stabil dan masih dikuasai amarah.
‘Ah, aku harus fokus! Pokoknya aku tidak boleh kembali pada Tatiana. Aku juga heran kenapa rasa cintaku langsung hilang begitu saja dan aku tidak bisa memaafkannya? Apa karena aku membenci perbuatannya? Atau sekarang hatiku sudah berpaling pada Bella? Apalagi setelah aku tahu siapa saudara Bella? Apa aku menjadi begini karena rasa bersalah pada Cassandra? Entahlah! Aku tidak bisa menjawabnya!’ bisik hati Dante yang tidak mau berlarut-larut dengan pikirannya. Dia lebih memilih fokus pada pekerjaannya daripada masalah pribadinya. Dia mengambil handphone dan ingin melakukan rencana yang sudah ada dibenaknya. ‘Kenapa lama sekali dia mengangkat teleponnya?’
“Halo, apa yang bisa kubantu Dante?”
“Kau sedang apa sekarang Nick?”
“Sedang mengurusi transaksi, memastikan semuanya aman. Transaksi kali ini berbeda. Tim kita sudah sangat siap mereka bahkan sudah memakai helm anti peluru dan rompi anti peluru juga. Mereka semua sudah aku persiapkan. Kau jangan khawatir. Aku jamin tidak akan ada masalah dengan semua anak buahmu disini!” ujar Nick.
__ADS_1