PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 443. MULAI


__ADS_3

“Huhhh akhirnya kita ada di atas kolam juga. Aku tidak jadi mati tenggelam.” teriak Bella dengan wajah lega dan tersenyum tenang.’Ternyata berenang di kolam yang dalam, daya tahan tubuh Dante juga tinggi! Aduh aku saja jadi ngeri!’bisik hati Bella.


“Ini akan mengesankan Bella, kau akan selalu mengingat ini!” ucap Dante.


 


‘Bella, aku akan selalu mengingat wajahmu yang seperti ini. Aku sangat suka melihatnya, ternyata kau secantik ini!’ jujur hati Dante sambil kembali menyentuh tubuh istrinya itu.


“Mengesankan bagaimana maksudmu? Kenapa aku jadi khawatir setiap kali mendengar ucapanmu?”


“Aku belum selesai. Aku akan memberikan yang lainnya lagi padamu1”


 


“Aku akan membuatmu tidak akan pernah bisa melupakan malam ini Bella.” ujar Dante kembali menyatukan dirinya dengan Bella.


“Ahhh….aku tidak akan pernah bisa melupakannya Dante. Hanya denganmu aku bisa melakukan itu.”


“Kau yakin dan berjanji hanya akan melakukannya denganku saja?”


“Iya Dante! Aku berjanji!”


 


“Apa kau mau berenang lagi bella?” tanya Dante yang langsung dijawab Bella dengan gelengan kepala. Dia khawatir tenggelam dan kini ditawarkan kembali sensasi itu tentu saja dia langsung menolak.


“Kau yakin tidak mau berenang lagi? Apa kau tidak menyukainya?”


“Dante! Kenapa kita tidak melakukannya di kamar saja seperti biasa? Aku takut kena serangan jantung jika melakukannya didalam air lagi.”


 


BYUUURRRR


Dante menceburkan dirinya kedalam kolam renang lagi dan menjauh dari Bella. “Dante! Kenapa kau menjauh dariku?” tanya Bella saat melihat Dante sudah berenang menjauh sambil menatap Bella.


“Aku tidak menjauh. Kau saja yang tidak mau mendekat! Kemarilah jika kau masih mau!” respon Dante tersenyum menggoda Bella. Dia sengaja memprovokasi istrinya agar masuk ke kolam renang.


 


“Eh iya aku masuk sekarang.” jawab Bella padahal dia sudah kedinginan tapi dia tidak ingin melewatkan apa yang sudah menunggunya disana.


‘Aku sudah gila kalau mengingat bagaimana permainannya. Apalagi ketika dulu dia menyekapku, aku selalu menolaknya tapi setiap hari aku justru semakin merindukannya melakukan bersamaku.’


 


‘Aku ingin dia selalu datang dan melakukannya denganku. Aku suka setiap kali dia memanjakanku dan mulai menyentuhku. Ah Dante…...aku jatuh cinta padamu sejak dulu meskipun aku tidak bisa melihat wajahmu saat itu. Tapi aku merasakan jantungku berdebar kencang setiap kali kita bersama di ruang gelap itu.’


 

__ADS_1


“Dante…..tunggu aku1” Bella memang tidak bisa berenang seperti Dante tapi dia cukup mahir untuk sekedar mengapung dan bermain-main di air.


“Dante kenapa kau malah masuk kedalam sana? Itu dalam sekali!” ucap Bella karena setelah dia berenang kurang lebih tiga meter, Dante justru malah menyelam dan mendekat ke tubuh Bella.


 


‘Aduh kenapa dia malah menyelam dan melakukannya dengan gaya itu?’ Bella kebingungan bagaimana cara Dante melakukan itu sambil menyelam.


Lalu tiba-tiba kepala Dante muncul di permukaan air membuat Bella terkejut dan mengepakkan tangannya. Dia khawatir akan tenggelam sehingga tanpa sadar dia menarik rambut Dante.


 


“Kau tidak bisa mendapatkan aku bukan? Cukup aku saja yang melakukannya. Kau tenang saja.”


“Ehm…..Dante….” ******* nama itu keluar dari bibir Bella ketika pria itu kembali menyatukan dirinya. Pelukannya terasa hangat didalam air yang dingin itu.


Sepasang suami istri itu melayang tinggi, dinginnya air sudah tak dirasakan lagi karena yang ada hanya kehangatan dari tubuh keduanya yang terbakar bara api.


 


“Kau suka bermain di air.” bisik Dante setelah sekian lama, keduanya pun terengah-engah. Bisikan itu membuat Bella merinding apalagi napas Dante terasa ditengkuknya dan rasa itu membuat Bella memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya dengan pasrah di bahu Dante.


Dante pun mulai berenang menuju ke pinggir kolam renang dengan tubuh Bella dalam dekapannya yang sudah lemas karena kelelahan. Dia pun langsung menaikkan Bella ke pinggir kolam renang dan dia pun segera naik.


 


Dante menggendong Bella menuju ke arah dapur.


“Jangan banyak bicara Bella.” ucap Dante sambil berjalang sambil menggendong Bella.


PRAAANNNGG


“Apa yang kau lakukan Dante?”


 


“Membuang semua barang yang ada di island table.” jawab Dante lalu membaringkan tubuh Bella. “Aku mau menidurkanmu diatas sini dan melanjutkan kembali.”


“Dante?” Bella meringis saat permainan itu berlanjut dengan posisi dan lokasi yang berbeda. Tidak ada respon dari Dante karena pria itu sedang sibuk pemanasan.


 


Dante seperti mengeluarkan semua emosinya kedalam tubuhnya. Dia sangat kuat, kasar dan sedikitpun tidak ada kelembutan disana meskipun Bella meraskaan kenikmatan. Dante tidak menyakiti istrinya namun gayanya kali ini memang sedikit berbeda dari biasanya.


“Sudah berapa kali Bella?” tanyanya ketika mereka sudah mencapai pelepasan bersama.


 


“Mana aku tahu Dante! Aku sudah lemas sekali. Mana sempat aku menghitungnya.” Bella hanya fokus pada kenikmatan yang ingin dicapainya saja.

__ADS_1


“Apa kau belum pernah merasakan selama ini sebelumnya?” tanya Bella lagi.


Dante mengangkat tubuh Bella dan menaruk wanita itu diatasnya. “Apa seperti ini kau suka?”


 


“Iya Dante! Aku suka sekali. Aku tidak terlalu lelah kalau posisi seperti ini.” jawab Bella. Dia memejamkan matanya dengan mulai kembali melanjutkan aktivitas mereka.


“Bella?” panggil Dante pada Bella yang sepertinya sudah terlelap karena kelelahan, tidak ada respon dan gerakan lagi dari wanita itu. Dante memiringkan wajahnya untuk melihat. “Kau sudah tidur?”


 


“Fuuuuh! Cepat sekali kau tidur!” ujar Dante tersenyum. “Kita pindah ke kamar saja ya?” tanya Dante lagi yang tetap tidak mendapat tanggapan. Bella tertidur pulas dan sudah melayang kealam mimpi.


‘Aku yang tidak akan pernah bisa melupakan masa-masa ini. Aku sengaja melakukannya didalam kolam renang. Kenapa? Karena aku ingin menjadi satu-satunya pria yang melakukan itu bersama Bella! Aku pun tidak pernah melakukannya bersama Tatiana dulu. Saat menatap air kolam renang maka aku akan selalu mengingat dirimu Bella.’ gumam Dante dihatinya.


 


Selama lima menit dia hanya diam memandangi tubuh Bella yang berada diatasnya sebelum Dante membawa Bella turun menuju ke kamar mereka. “Maafkan aku, telah membuatmu lelah lagi Bella. Aku pun lelah tapi aku masih bisa berkonsentrasi!”


 


Dante mengecup pelan sambil membenarkan selimut dan bisa menjauh ke belakang perlahan lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


“Aku sudah siap sekarang!” itu yang dikatakan oleh Dante ketika dia melihat pakaiannya dan memilih pakaian apa yang akan digunakannya.


 


“Aku sudah siap untuk berperang dengan Jeff! Kau menginginkan istriku tapi aku tidak akan pernah memberikannya. Aku akan berperang untuk menyelamatkan istri dan anakku.” seketika dia bicara sendiri.


‘Robert Kane! Kau mungkin adalah musuh terbesar ayahku dan akupun sudah siap untuk membalaskan dendam ayahku! Dan aku akan mengambil kembali adikku, Mark Sebastian!”


 


Dante memijat tombol dilemari pakaiannya sehingga lemari itu menggeser seperti model pintu jepang, membuka bagian lain dari ruangan itu dimana terdapat pakaian khusus untuk berperang.


“Malam ini semuanya akan aku bereskan.” ucap Dante sambil melihat-lihat satu persatu pakaian yang ada disana dan ini pertama kalinya dia menggunakan pakaian anti peluru.


 


Satu persatu dia memilih perlengkapan perangnya berikut dengan senjata yang sudah dia persiapkan dari berbagar jenis yang sudah terpasang ditubuhnya termasuk sebuah kunci.


“Maafkan aku Bella. Aku tidak mau kau bangun dan melihatku dengan pakaian ini.” ucap Dante dan tidak ingin berlama-lama melirik kearah Bella dan langsung membalikkan tubuhnya.


 


Dante meninggalkan ruangan itu dan menutup pintunya perlahan agar tidak membangunkan Bella.


“Nick! Syukurlah kalau sudah kembali.” ucapnya melirik ke jam tangannya. Ada senyum diwajah Dante saat dia melihat arah jam tangannya dan disana tiga titik ditempat yang sama bisa dilihatnya. Ada Nick, Hans dan Eddie yang sedang berada dalam posisi yang saling berjauhan.

__ADS_1


 


__ADS_2