
“Baiklah….baiklah, nampaknya kau tidak bisa diajak bercanda Tatiana!” Omero melirik putrinya dan tersenyum. “Apa yang kau rasakan saat berada didalam mobil ini Tatiana?” tanya Omero lagi.
“Apa yang ingin kau bicarakan ayah! Aku tidak mengerti maksudmu. Jangan buang waktuku.”
“Yakin kalau kau tidak mengerti apa yang kumaksud, hen? Atau kau memang tidak ingin mengingat lagi masa itu Tatiana?” tanya Omero dengan tatapan mata yang sedikit melirik putrinya.
“Sudahlah ayah, jangan basa basi lagi denganku! Katakan saja apa yang ingin kau bicarakan denganku. Jangan membuatku tambah stress dengan sikapmu. Seingatku, kita tidak sedekat itu!”
“Tatiana! Putri kesayanganku sekarang ini sepertinya selalu menginginkan sesuatu dengan terburu-buru. Aku sudah membuka intronya masa kau tidak paham juga Tatiana?” kini mobil mereka sudah jauh dari rumah Dante.
“Intro? Apa maksudmu?”
“Aku ingin membicarakan masalah penyakitmu Tatiana! Apa kau lupa?”
“Aku baik-baik saja ayah. Sebenarnya kau ingin bicara tentang penyakitku atau kau ingin menginterogasiku soal kematian ibu dan Cassandra?” agak terbata-bata Tatiana membicarakan perihal ibu dan adiknya.
“Jangan terlalu banyak bertanya Tatiana! Jelaskan saja apa maksudnya ini?” lalu Omero mengeluarkan ponselnya dan memberikannya pada Tatiana.
“Kau menguntitku ayah?” teriak Tatiana sambil membelalakkan matanya bukan hanya karena merasa cemas dihatinya. Tanganny gemetar memegang handphone itu dan melihat apa yang ada di handphone ayahnya. Kini ketakutan pun menyelimuti dirinya, napasnya tersengal-sengal bak baru selesai berlari.
“Hah!” Omero tersenyum kecut.” Apa maksudnya semua itu Tatiana?” tanya Omero memicingkan mata. Ingin rasanya dia mencekik putrinya itu, satu hal yang paling dia takutkan adalah jika Dante sampai mengetahui apa yang dilakukan oleh Tatiana selama ini. Begitu banyak yang disembunyikannya, dan tanpa sengaja ayahnya sendiri yang menemukan rahasia itu.
“Ehm…..aku tidak seharusnya melakukan ini!” Tatiana membulatkan matanya kesal pada ayahnya.
__ADS_1
“Apa kau ingin aku menunjukkan video ini pada Dante, hem?” tanya Omero lagi tanpa menatap Tatiana sedikitpun, matanya tetap fokus kedepan.
“Apa yang kau inginkan ayah?”
“Aku tidak menginginkan apa-apa!” jawab Omer menggelengkan kepalanya, “Aku hanya ingin membawamu berobat, itu saja Tatiana! Kau tidak bisa selamanya seperti ini Tatiana? Apa menurutmu Dante tidak akan tahu soal ini? Sebaik apapun kau merahasiakannya pasti ada saatnya dia akan tahu.”
“Aku tidak butuh pengobatan apapun!” ujar Tatiana ketus.
“Kau sama seperti ibumu, sama—sama keras kepala!” akhirnya kalimat itupun terucap dari bibirnya yang membuat dia semakin kesal pada Tatiana tapi dia berusaha untuk menahannya. Dia sangat mengenal sifat putrinya itu.
“Maksudmu apa ayah?” Tatiana sudah tak bisa lagi mengendalikan dirinya hingga membuatnya panik dan bicara dengan penuh emosi, terburu-buru dan ketakutan.
Ya, dia ketakutan jika ayahnya sudah bicara mengenai ibu dan adiknya Cassandra yang meninggal karena ulahnya. Selama ini Omero menyimpan semuanya dengan harapan agar Tatiana sadar dan berubah menjadi lebih baik lagi setelah menikah dengan Dante. Tapi kenyataan yang ditemukan Omero sekarang justru membuatnya cemas jika Tatiana tidak segera diobati dan sampai diketahui oleh Dante entah bagaimana nasib putrinya itu nanti.
“Ayah! Apa kau ingin memerasku, iyakan?” Tatiana mencibir saat bicara.
“Hei! Aku ini ayahmu Tatiana! Mana mungkin aku memerasa anakku sendiri. Lagipula aku punya banyak harta dan uang, untuk apa aku memerasmu, ha?” jawab Omero mengeryitkan dahinya,
“Tapi kau menuduhku sebagai pembunuh ibu dan anak haram itu iyakan?”
“Diam kau Tatiana! Jangan pernah kau menyebut Cassandra seperti itu!” teriak Omero sangat marah.
“Tatiana! Aku hanya ingin membicarakan tentang penyakitmu yang sekarang ini sepertinya kambuh dan semakin parah! Kenapa kau menyangkut pautkan masalah ini dengan kematian ibumu dan cassandra lagi? Tapi kalau kau memang ingin membahas itu, baiklah aku juga akan membahasnya juga! Aku bukan menuduhmu membunuh ibumu! Tapi kau yang mewujudkan keinginannya, iyakan? Dia menginginkan kematian itu! Hanya saja Cassandra bernasib sial karena dia harus jadi korban!”
__ADS_1
“Kau mau membicarakan masalah kecelakaan itu?” tanya Tatiana mulai kehilangan kesabaran.
“Kau sendiri yang mengarahkan pembicaraan kesana! Kau ingin aku membahas soal itu jadi aku hanya mengikuti kemauanmu!” ujar Omero. “Kau berusaha mewujudkan keinginan ibumu untuk mati! Bukankah itu yang kau lakukan Tatiana?” Omero kembali mengulang pertanyaannya.
Tatiana terdiam dan mengatupkan bibirnya, dia tak mampu mengucapkan sepatah katapun sekarang.
“Kenapa kau diam heh? Apa ada yang salah dari kata-kataku, Tatiana?”
“Itu semua karena kau! Ibu tidak akan memintaku melakukan itu jika kau tidak mempersulit hidupnya!” akhirnya Tatiana bicara setelah mengumpulkan keberaniannya.
“Aku hanya menginginkan kebaikan untuk istriku! Itulah alasannya aku menyuruhnya melakukan terapi. Dia memiliki kelainan yang sama sepertimu! Semakin hari ibumu semakin menggila dengan kebutuhannya pada rasa sakit dan kenikmatan! Aku sebagai suami tidak bisa melihatnya seperti itu yang setiap hari hanya menghabiskan waktunya bersama laki-laki lain yang menyiksa tubuhnya seperti itu. Kau pikir aku bisa terima itu? Membayangkan apa yang dilakukan istriku diluar sana bersama laki-laki lain?” ujar Omero menjelaskan panjang lebar tentang penyakit istrinya dan bagaimana perasaannya yang terluka sebagai seorang suami memiliki istri seorang masokis.
“Karena itulah aku mencoba untuk mengobatinya agar dia bisa normal, aku tidak ingin dia terus-menerus seperti itu Tatiana!” Omero menghela napas, rasa sakit itu masih ada setiap kali dia mengingat kelakuan istrinya. Meskipun setelah mengetahui istrinya mempunyai kelainan dan dia tidak pernah menyentuh istrinya lagi sejak itu tapi tetap saja dia merasa tersakiti.
“Kasusmu sama seperti ibumu! Kau bisa bayangkan bagaimana perasaan Dante jika dia tahu tentang penyakitmu? Tidak ada seorang suami pun yang mau melihat istrinya disiksa dan disentuh pria lain! Kau pikir Dante akan menerimamu jika sampai dia tahu tentang penyakitmu dan apa yang telah kau lakukan, ha? Lebih baik kau berobat secepatnya dan menjadi normal sebelum dia mengetahuinya.” kata Omero lagi, berusaha membujuk anaknya itu.
“Dante tidak akan pernah tahu ayah! Kecuali kau memberitahunya!” Tatiana berteriak marah pada ayahnya, dia masih tidak paham maksud dari ayahnya. Kenapa harus berobat? Bukankah seorang suami harus menerima istrinya dengan semua kelebihan dan kekurangannya?” Tatiana tidak sadar jika dia pun tidak bisa terima saat Bella hadir ditengah-tengah mereka.
“Aku juga tidak akan mensabotase mobil itu jika ibu tidak memintaku! Jadi tolong jangan bicarakan lagi masalah itu denganku! Toh sudah bertahun-tahun berlalu dan mereka juga sudah mati! Apa dengan membicarakannya bisa menghidupkan mereka kembali?” lagi-lagi Tatiana berteriak marah.
“Tidak seharusnya kau melakukan itu Tatiana! Ibumu masih bisa diobati sama sepertimu, harusnya kau bicara padaku tentang keinginan ibumu waktu itu bukannya mengambil keputusan sendiri! Cassandra jadi ikut menjadi korban perbuatanmu!”
Omero sebenarnya tidak ingin menyalahkan Tatiana tapi kondisinya saat ini sedang terbawa suasana setelah mengetahui kelakuan anaknya itu diluar. Untung saja anak buahnya melihat Tatiana hari itu bersama Lorenzo dan merasa curiga lalu mengikutinya.
__ADS_1