
“Iya. Kita bisa mendengarkan Alex bermain piano setelah makan malam sebagai pesta kecil karena kau tidak jadi pergi malam ini.” kata Tatiana senang.
“Lakukanlah. Kau bisa menghubunginya.”
“Baiklah Dante. Kalau begitu aku akan segera menghubungimu. Kau bisa istirahat duluan.”
“Terimakasih atas pengertianmu Tatiana!” Dante pun meregangkan tubuhnya dan tidur karena dia memang merasa sangat lelah. Dia tidak tidur kemarin malam karena bercinta dengan Bella hingga pagi menjelang. Setelah itu dia sibuk bekerja dan belum sempat istirahat.
Tatiana keluar dari kamar mereka dan menutup pintu perlahan. Dia melangkah menuju kamar Alex, setelah masuk kedalam kamar dia mendekati ranjang lalu menyingkap selimut. Tangannya terulur menjambak rambut panjang Bella.
“Bangun!”
“Aaahhhhh!” jerit Bella yang merintih kesakitan karena rambutnya dijambak dan ditarik. “Aduh!!” tangannya refleks memegang kepalanya.
“Jangan berisik! Apa kau mau membangunkan putraku, ha?”
“Ahhh tapi ini sakit sekali nyonya! Apa yang kau lakukan? Aduh!” Bella belum sepenuhnya sadar matanya masih mengantuk.
“Aku yang harusnya bertanya padamu, apa yang kau lakukan disini ha? Kenapa kau masuk ke kamar anakku? Apa yang kau inginkan? Kapan aku memberikanmu ijin untuk masuk kesini? Aku sudah memperingatkanmu agar menjauh dari anakku! Tapi kenapa kau masih saja dekat-dekat anakku?” Tatiana bicara panjang meluapkan semua amarahnya.
__ADS_1
“Lepaskan nyonya! Anda salah paham padaku!” ujar Bella memegang rambutnya berusaha melepaskan tangan Tatiana. Rasanya kulit kepalanya ikut tercabut karena kuatnya tarikan dirambutnya.
“Salah paham kau bilang, ha? Kau pikir aku ini bodoh? Kau ingin merebut suamiku, iyakan?”
“Ahhhhh lepaskan nyonya, sakit sekali!” teriak Bella.
“Sudah kubilang jangan meninggikan suaramu atau kau ingin membangunkan anakku dan melihat ini? Apa sebenarnya niatmu ha? Merebut suamiku dengan cara mendekati anakku?” Tatiana tak peduli dengan kondisi Bella dan semakin menarik rambutnya.
“Saya tidak ingin merebut suami anda nyonya! Tolong lepaskan rambutku, sakit sekali!” Bella meringis kesakitan. ‘Aduh apalagi sih salahku bangun tidur malah dapat jambakan seperti ini? Orang ini benar-benar ya, Gila! Tadi dia menyakiti anaknya dan sekarang dia menyakitiku! Aku benar-benar tidak akan tinggal diam, aku akan bicara pada suaminya!’ emosi Bella sudah memuncak.
“Ini belum apa-apa!”
“Ahhhh skait nyonya!” sambil menekan suaranya agar tidak berteriak dan membangunkan Alex, Bella berusaha menahan rasa sakit dikepalanya.
“Ahhhh! Baiklah nyonya. Saya tidak akan melawan anda, saya tidak akan pernah melakukan semua yang tidak anda suka. Saya hanya ingin menemani anak anda karena tadi saya mendengarnya menangis. Saya khawatir dia kenapa-napa didalam kamarnya nyonya.”
“Cuih!” Tatiana meludahi Bella.
‘Aku sudah sering melakukan ini padanya dan dia tidak apa-apa. Setiap kali Alex nakal dan tidak mendengarkanku dia akan kukurung dikamar dengan lampu mati. Setelah dante datang dia masih menangis dan tak pernah berani mengadu karena aku sudah mengancamnya! Tentu saja dia ketakutan, dia memang takut gelap tapi dia tidak pernah berani mengadukan apapun perlakuan yang kulakukan pada Dante! Aku sudah sering mencobanya, aku memukulnya jika Dante sedang keluar negeri. Ah wanita ini saja yang berlebihan, bilang saja kau ingin merebut suamiku, iyakan?’ geram Tatiana dalam hatinya.
__ADS_1
Memang kalau malam hari Alex tidak bisa tidur dan menangis karena dia takut tidur sendirian, Tatiana pun selalu mematikan lampu kamar Alex hingga anak itu menangis menjerit-jerit tapi sebelum dante pulang, Tatiana sudah menyalakan kembali lampunya namun Alex tetap tidak bisa tidur karena khawatir kalau lampunya akan dimatikan lagi. Hingga Dante datang barulah Alex bersembunyi didekapan ayahnya dan terlelap.
Tatiana mendorong Bella dengan kuat hingga dia terjatuh ke lantai. “Pergi ke kamarmu! Jangan pernah keluar sebelum aku mengijinkannya.” Tatiana mendengus setelah selesai bicara.
“Ba—baik nyonya.”
“Masuk sana! Bersikap wajar. Satu lagi yang harus kau ingat ya! Aku tahu keberadaan CCTV dikamarmu dan aku akan mengeceknya. Satu kesalahan saja maka akan fatal akibatnya!” ancam Tatiana padahal dia tidak punya akses untuk mengecek CCTV. Bella pun bergegas pergi ke kamarnya lalu menutup pintu penghubung.
Bella berbaring kembali diranjangnya sambil memijit kepalanya yang sakit. ‘Huh! Kau mau mengecek CCTV-nya nyonya Tatiana? Silahkan saja kau cek, kau pikir aku takut? Ha ha ha Nanti malah kau yang tercengang melihat siapa yang ada dikamar ini hampir setiap malam dan apa yang suamimu lakukan bersamaku hingga menjelang pagi! Aku dan suamimu ha ha ha ha ha…..apa kau semakin panas? Apa kau berani menegur suamiku yang selalu mendatangiku? Sekalian saja kau cek CCTV di penthouse mu yang di Indonesia ha ha ha ha kau akan melihat aku dan suamimu sama-sama polos!’
Bella tertawa terbahak-bahak sambil menutup mulutnya. ‘Kau hanya berani menegurku! Dasar wanita iblis tidak punya hati! Kau hanya berani keras padaku tapi kau sangat lemah dihadapan suamimu! Kau selalu berpura-pura terlihat sebagai malaikat dihadapan suamimu! Kau memberitahuku soal CCTV? Ha ha ha memangnya kau pikir aku tidak tahu kalau suamimu itu suka melihat tubuh polosku? Makanya aku selalu sengaja keluar dari kamar mandi polosan biar suamimu panas menggelinjang! Ha ha ha ha kalian yang membuatku jadi pelakor! Rasakan akibatnya!’
‘Ha ha ha ha aduh…..perutku sakit ketawa! Ha ha ha aku ngak bisa bayangkan wajahmu mak lampir kalau kau sampai melihat CCTV ini, kau sendiri yang bermasalah dengan kehidupan pribadimu! Aku malah khawatir kalau kau akan jadi gila! Suamimu habis aku pinjam tadi malam! Apa kau tahu suamimu sangat puas padaku, ha? Apa kau tahu ******* suamimu? Ha ha ha ha suamimu tak pernah puas denganmu mak lampir!
Bella berguling-guling diatas ranjang sambil mengomel pelan agar Dante tidak mendengar ucapannya. Tapi ekspresi wajahnya marah lalu tertawa! Dia berusaha bersikap santai setelah mendengar semua ancaman Tatiana. ‘Ha ha ha ha aku malah ingin kau melihat CCTV! Biar kau tahu rasa mak lampir! Aku puas menghancurkan rumah tanggamu, bukan mauku tapi semua salahmu yang mendorongku terlalu jauh! Ah….yang penting bukan aku yang memuaskan suamimu tapi suamimu yang memuaskanku. Ha ha ha ha…..suamimu mengaku tidur di ruang kerja? Preeettttttt…..’
‘Biar kau tahu ya wanita iblis! Suamimu sangat bergairah! Dia bahkan mengeluarkannya didalam. Bagaimana ya kalau aku hamil? Pasti kau akan hancur sehancur-hancurnya…..ahhh semoga aku hamil. Dia kan mengeluarkannya didalam beberapa kali! Ha ha ha ha…..mampus kau perempuan iblis!’
Bella menatap langit-langit kamar, ‘Ah sekarang aku tidak mengantuk lagi. Apa yang harus kulakukan sekarang? Rasa kantukku hilang bersamaan dengan rasa sakit di kepalaku.’
__ADS_1
Bella bangkit dari ranjang, berjalan mendekat ke jendela. ‘Aku harus memikirkan sesuatu, tidak bisa begini terus! Wanita gila itu akan terus menyiksaku, aku harus membalasnya tapi bagaimana caranya? Aku terkurung di kamar ini! Tidak mungkin aku mengerjainya dikamarku, ada CCTV! Aku tidak mau membuat Dante marah dan menghukumku. Tatapan matanya memindai halaman.