PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 74. BERTEMU ALEXANDER SEBASTIAN


__ADS_3

“Aku mencarimu tadi dikamarmu tapi kau tidak ada, sayang. Makanya aku kesini saat Alex bangun dan dia memintaku untuk membawanya kesini.” Dante bicara sambil mengecup kening istrinya.


“Mommy….” suara kecil Alex memanggil Tatiana.


“Sini, sayang sama mommy.”


“No mommy aku mau sama daddy! Aku tidak mau sama mommy!’ ucap Alex yang semakin mengeratkan pelukannya pada Dante dan masih setengah memejamkan matanya saat Dante duduk disandaran tangan tempat Tatiana duduk.


“Alex masih mengantuk, kenapa kau membawanya keluar, sayang?” Tatiana mengerutkan keningnya dengan tatapan kurang suka dengan sikap Dante.


“Dia marah padaku karena aku tidak pulang kemarin. Tapi sekarang dia malah tidak mau lepas dariku, ha ha ha,’ jawab Dante dengan senyum diwajahnya dan tangannya memijat kepalanya untuk tetap terjaga karena dia baru tidur sebentar dan kelelahan tapi Alex membangunkannya dan meminta untuk membawanya keluar.


“Alex, kembali ke kamar ya? Kau tidur lagi ok. Mommy khawatir.” ujar Tatiana.


“Nooooooo!” teriak Alex kencang dengan marah.


“Biarkan saja aku memeluknya seperti ini.” ujar Dante lalu mengecup kening istrinya untuk membujuk Tatiana membuat Bella merasa muak dan mau muntah.


‘Cih! Mudah sekali dia menempelkan bibirnya dikening istrinya dan senyumnya ramah begitu! Cih….cih…..cih…..munafik! Sangat hangat pura-pura hangat dan romantis! Aku minta sekali saja sampai memohon-mohon tak dia berikan!’ keluh Bella dihatinya. Melihat keharmonisan keluarga didepannya ada rasa tidak nyaman dihatinya tapi Bella berusaha menenangkan dirinya.


‘Aku memang wanita penghibur dan tidak pernah punya niat untuk menjadi wanita yang menyakiti wanita lain. Aku rasa suaminya juga tidak tertarik padaku, jadi buat apa aku pusing begini? Tidak bisakah aku melupakannya saja? Kenapa begitu berat dan rasanya hatiku sakit. Ngapain mereka bermesraan dihadapanku begitu? Mereka punya kamar kenapa tidak ke kamar saja dan menjauh dariku? Huh manusia dua ini, seandainya aku diijinkan untuk bicara sekarang aku pasti sudah mengomel!’


Untuk saat ini Bella memilih untuk tetap diam dan menahan diri, dia tidak punya hak untuk bicara, siapalah dia? Dia hanya seorang pelayan! Seorang pengasuh anak. Sepasanga suami istri itu bermesraan didepan Bella cukup lama membuatnya tidak betah duduk lebih lama lagi. Hingga akhirnya suasana itu kembali normal setelah Tatiana mulai bicara. Dia tiba-tiba teringat sesuatu yang penting.


“Dante, kita belum mengenalkan Alex pada pengasuhnya!”


“Alex sayang, apa kau mau bangun dulu? Daddy dan mommy mau memperkenalkanmu pada teman barumu.” ujar Dante sambil mencoba membuat Alex membuka matanya.


“Apa daddy? Teman baru?” perlahan bocah itu membuka matanya lebar.


“Iya, mommy punya teman baru untukmu, apa kau mau?” jawab Dante yang melihat kearah anaknya saat bicara. Dia tersenyum bahagia melihat wajah menggemaskan anaknya tanpa sadar mengingatkannya dengan wajah Bella setiap baru bangun tidur.


“Alex, apa kau sudah benar-benar bangun?”


“Sudah daddy.”


“Mommy punya teman baru untukmu, dia ingin berkenalan denganmu, sayang.” ucap Dante membujuk.

__ADS_1


“Siapa mommy?” tanya Alex menengok kearah Tatiana.


“Ini, kenalkan kakak cantik dihadapanmu, namanya Bella Alexia dan dia akan menjadi teman mainmu dan dia yang akan mengasuhmu.” Mendengar ucapan mommynya, Alex pun mengalihkan pandangan pada wanita cantik yang duduk diseberangnya.


“Bella Alexia?” Alex mengulang pernyataan dengan tatapan mata tertuju pada Bella. "Nama kami sama, daddy?"


“Hei, Alex ya?” jawab Bella masih dengan senyum diwajahnya.


“Kau akan jadi temanku?” Alex masih bertanya dengan pandangannya yang seolah enggan berpaling dari Bella.


“Ya bisa dibilang begitu….” jawab Bella sambil menganggukkan kepalanya dengan senyum manis pada Alex.


‘Ya ampun, anak ini tampan sekali! Wajah kecilnya imut dan menggemaskan! Matanya bulat dan indah, ehhh sepertinya warna mata kami serupa! Saat aku menatapnya aku seperti melihat wajah itu, wajah ayahnya yang kurang ajar itu! Aku juga seperti melihat Sarah, bibirnya persis seperti Sarah! Owh….dia mampu membuatku melupakan kerinduanku pada Sarah sejenak. Kenapa ada kemiripan wajah ya?’ gumamnya dalam hati.


Bella melihat Alex yang mirip seperti Sarah adiknya tapi matanya mirip seperti mata Bella. Dia yang mengurus Sarah sejak kecil dan dia ingat bagaimana Sarah saat seumuran Alex. Tanpa sadar, senyum tulus dan tatapan mata penuh kasih sayang diberikannya pada Alex. Dia merasa dekat dengan anak itu tanpa dia tahu apa alasannya.


“Aku akan main apa bersamamu?” tanya Alex lagi dengan rasa ingin tahu yang besar.


“Kau punya mainan apa saja?” Bella menunjukkan ketertarikan.


“Ada mobil-mobilan, robot, aku punya ruangan bermain yang penuh mainan.” jawab Alex.


“Iya.” jawab Alex menganggukkan kepalanya.


“Bagus kalau begitu kita akan main apapun yang kau suka.”


“Benarkah Bella?” wajah Alex tersenyum bahagia.


“Tidak semua permainan Alex! Kau harus ingat berapa jam waktunya bermain setiap hari dan kau harus banyak beristirahat, setelah itu baru kau bisa bermain lagi.” ucap Tatiana membuat Alex langsung memasang wajah cemberut dan mengerucutkan bibirnya.


“Hei! Kau mengerti Alex? Kenapa kau memasang muka seperti itu?” tanya Tatiana lagi.


“Ya mommy.” jawab Alex terpaksa.


“Ayo kemari sama mommy Alex!” ajak Tatiana yang ingin mengambil Alex dari pelukan Dante.


“No! Noooooooo don’t touch me!’ Alex justru lebih mempererat pelukannya pada Dante.

__ADS_1


“Alex, jangan begini. Mommy memanggilmu.” Dante mencoba membujuk putranya.


“No daddy! Aku tidak mau mommy!” Alex hampir menangis.


“Sudahlah, biarkan saja dia, mungkin dia masih rindu padamu karena beberapa hari tidak bertemu.” Tatiana berujar sambil melihat pada Bella.


“Kau harus perhatikan jadwal anakku, tidak boleh bermain seharian dan membuatnya lelah. Dia akan sakit kalau terlalu kelelahan.”


“Iya nyonya, saya paham.” jawab Bella menganggukkan kepalanya.


“Ku harap kau tidak melanggar jadwal yang sudah ditentukan setiap harinya.” ujar Tatiana lagi.


“Apa kau sudah memberitahunya jadwal anak kita?” tanya Dante.


“Sudah sedikit tapi tapi aku belum mencatatnya supaya Bella tidak lupa.” jawab Tatiana memandang Dante dengan tatapan penuh cinta.


“Bagus.” Dante tersenyum dan kembali mengecup kening istrinya membuat Bella membuang pandangannya kearah lain.


‘Mereka berdua ini menyebalkan sekali! Suaminya tahu kalau aku masih penasaran dengannya kenapa juga dia seperti sengaja melakukan semua itu dihadapanku?’ gumam Bella dihatinya.


“Pesawat sudah akan mendarat Dante, kau berdiri disampingku tanpa memakai sabuk pengaman.”


“Tidak masalah! Saat pesawat jatuh, sabuk pengaman sudah tidak penting lagi. Itu hanya prosedural saja dan kita didalam pesawat pribadi, kau bayanhkan jika di pesawat komersil tidak ada perintah memakai sabuk pengaman maka semua orang akan berdiri sesukanya dan mengambil barang mereka di kabin disaat landing dan gerakan seperti itu tidak bagus untuk kestabilan pesawat, makanya ada aturan memakai sabuk pengaman.” celetuk Dante.


“Karena ini pesawat pribadimu makanya kau bisa berbuat sesuka hatimu, apa begitu maksudmu?” tanya Tatiana mencibir.


“Aku bisa melakukan apapun yang aku mau Tatiana!”


“Baiklah. Aku mengerti Dante.” ujar Tatiana. Obrolan kedua orang itu sama sekali tidak menyenangkan bagi Bella.


Hai readers, disini author mo bagiin visual Belinda dan Alex ya.....


Visual Belinda Alexandra Amani



Yang dibawah ini visual Alexander Sebastian

__ADS_1



__ADS_2