PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 37. MENCARI WENDY


__ADS_3

Dante terus menarik Bella keluar dari penthousenya menuju mobil. “Salah satu dari kalian kendarai mobilnya.” perintahnya pada pengawal yang berjaga didepan lift. Dia tidak peduli teriakan kesakitan gadis itu. Tangannya bahkan semakin kuat menjambak rambut Bella


“Baik Tuan!”


“Kita ketempat ini! Perhatikan baik-baik alamatnya, baca! Kita kesana sekarang!” Dante bicara pada salah satu anak buahnya yang dijadikan supir lalu memberikan kunci mobilnya dan menarik Bella menuju mobilnya masih dengan menjambak rambutnya.


BRAAKKKK! Dante membuka bagasi mobil dengan kasar.


“Masuk!” perintah Dante pada Bella.


“Tuan saya takut, didalam gelap.” ucap Bella bergidik ngeri membayangkan bagasi yang gelap.


BRUKKKK…..seakan tak peduli pada ucapan Bella, pria itu langsung membanting tubuh Bella masuk kedalam bagasi mobil dan langsung menutupnya.


“Berangkat sekarang!”ucap Dante saat dia sudah berada didalam mobil. ‘Bisa-bisanya dia menelepon laki-laki lain saat aku tidak ada! Apa dia sudah melakukannya berulang kali? Bekerjasama untuk mencari kelemahanku dan pergi bersama pria itu? Kau pikir kau bisa seenaknya bicara dengan pria lain, ha? Kau anggap apa aku ini!!!!


'Tuan Jeff! Nama itu lagi yang kau hubungi?’ Dante sangat kesal tangannya menggenggam erat tanpa disadarinya kalau saat ini keringat dingin mengucur ditubuhnya. Karena dia sudah dikuasai oleh emosi dan amarah, diapun lupa kalau Bella sangat takut gelap.


Dante mengeluarkan ponsel dari saku dan menghubungi Hans.


“Ada apa kau meneleponku?” tanya Hans. “Kalau kau ingin menanyakan masalah penguburan si brengsek itu semuanya sudah selesai dan tidak ada jejak.” kata Hans menjelaskan.


“Ambil Madam Wendy!” perintah Dante tanpa basa basi sedikitpun.


“Apa kau ingin menghabisinya juga?” tanya Hans bingung.


“Asingkan dia sejauh mungkin, ambil semua kontak yang bisa dihubunginya. Buat dia tinggal tanpa alat komunikasi.”


“Baiklah kalau itu keinginanmu.”


“Satu lagi! Perintahkan Barack untuk membawa Sarah keluar dari sekolahnya. Pindahkan dia ketempat yang lebih aman dimana tidak ada orang lain yang mengenalnya.”


“Dante….apa kau baik-baik saja?” tanya Hans yang bingung dengan perilaku temannya itu. Sejak datang ke Indonesia sikap Dante berubah.


“Apa kau sudah dengar semua perintahku? Jangan ada yang terlupakan.” ujar Dante tanpa menjawab pertanyaan Hans

__ADS_1


Dante tak ingin menjawab Hans, yang dia inginkan hanyalah memastikan bahwa semua yang dia perintahkan bisa segera dilaksanakan.


“Akan kusampaikan pesanmu pada Barack. Akan kuminta Eddie dan Nick juga ikut membantu. Tapi kau yakin kau baik-baik saja?”


“Kutunggu kabarnya, lakukan sekarang juga dan jangan sampai seseorang telah mendapatkan orang-orang itu lebih dulu dari kalian.”


“Aku mengerti. Segera kulaksanakan.”


Hans yang masih bingung memikirkan Dante pun tak mengerti ada apa sebenarnya yang terjadi pada sahabatnya itu. “Apa sebenarnya yang diinginkan oleh Dante?” tanya Eddie saat melihat Hans sudah meletakkan ponselnya.


‘Mungkinkah dugaanku benar? Dante….harusnya kau ceritakan dengan jujur pada kami bukannya malah membuat kami makin cemas. Harusnya kau ceritakan saja semuanya, bukan memendam sendiri! Apakah wanita itu yang membuatmu selalu tidak ingin kehilangan kesadaran dan menjauhkan minuman?


Pasti iya! Kau pasti melakukan itu supaya kau tidak mabuk lalu tak sengaja membicarakannya didepan Tatiana, bukankah begitu? Bahkan selama beberapa tahun ini kau tidak mau minum didepan kami. Kau bahkan benci saat kami menggoda wanita!’ gumam Hans yang tidak menjawab pertanyaan Eddie.


Pikirannya mengembara mencoba berpikir dan mencari alasan sebenarnya dengan apa yang terjadi pada Dante sekarang ini.


“Hans!” Nick pun ikut nimbrung ingin penjelasan dari Hans.


“Eddie, Nick ayo kita cari Wendy!” Hans langsung bicara ke intinya sambil melirik jam tangannya. “Dante meminta kita membawanya segera.”


“Wanita itukan istri Julian? Ada apa ini sebenarnya?” tanya Eddie yang juga bingung.


“Sssshhhhh….itu yang diinginkan Dante.” ucap Hans. Dia tak banyak lagi bicara karena pikirannya masih dipenuhi dengan hipotesanya.


“Hem….” Nick menganggukan kepala.


“Apa dia masih tidak mengatakan alasannya?” tanya Hans lagi kali ini dia terlihat agak gusar dan mengeryitkan kening.


Nick hanya menggelengkan kepala.


“Aku rasa dia tidak akan mengatakan apapun!” Barack menyeletuk dan semua menatapnya saat Barack mendekati mereka.


“Bagaimana bisa kau mengambil kesimpulan itu?”


“Aku punya alasanku, Hans!” jawab Barack lalu menatap Hans. “Apa yang Dante ingin aku lakukan?”

__ADS_1


“Pesan untukmu hanyalah soal Sarah itu saja.” jawab Hans.


“Kalau begitu aku pergi dulu.”


“Kenapa denganmu? Raut wajahmu itu tidak seperti biasanya.” tanya Hans memegang tangan Barack.


“Kau juga belum menjelaskan apapun pada kami. Kau bilang Dante tidak akan bicara apapun, maksudnya apa?” Eddie ikut bertanya pada Barack.


“Aku rasa aku tahu apa yang sedang dirasakan oleh Dante. Lepaskan tanganku, Hans!” Barack menjawab asal-asalan saja.


“Tidak bisakah kau jelaskan dulu pada kami?” pinta Hans yang belum mau melepaskan tangannya.


“Aku tidak bisa mengatakannya! Nanti saja kalau semua urusan sudah selesai baru kita bahas lagi.” ucap Barack kemudian membiarkan teman-temannya mengeryitkan dahi.


“Aku harus pergi sekarang.” ujarnya lagi.


“Baiklah aku lepaskan kau kali ini tapi kau harus berjanji untuk menjelaskan semuanya padaku setelah kau kembali nanti.” Hans yang sedang dipelototi oleh Barack pun melepaskan tangannya.


“Kenapa mereka berdua sepertinya menyembunyikan sesuatu dari kita sih?” tanya Nick sambil mengelus dagunya.


“Kau benar Nick! Dari tadi aku melihat Barack hanya diam saja padahal dia yang paling suka bercanda diantara kita.” Hans menimpali.


“Ya kau benar. Biasanya dia hidup tanpa beban dan dia yang paling muda diantara kita, tingkahnya juga masih seperti anak remaja walaupun tubuhnya tegap dan tinggi seperti kita. Aku jadi merasa aneh melihat dia yang serius seperti itu.” Nick kembali berkomentar.


“Hei kembali fokus! Bagaimana kita menyikapi sikap Dante yang aneh ini?” giliran Eddie yang bertanya pada kedua temannya yang masih berdiri disamping kiri dan kanannya.


“Sikap Barack juga memang aneh.” ujar Nick menimpali.


“Karena keduanya bersikap aneh makanya aku tidak banyak bicara dan hanya mengamati saja dari tadi.” ujar Eddie menimpali.


“Apa ada gunanya hasil pengamatanmu itu?” sindir Nick sambil menatap Eddie.


“Hei apa kalian lupa kalau Dante meminta kita membawa Wendy secepatnya? Kita jalan sekarang, masih bisa bicara kan sambil jalan supaya bisa cepat mencari Wendy.” Hans memotong diskusi kedua temannya.


“Aku sudah tahu dimana dia berada.” jawab Nick dan semua menatap kearahnya.

__ADS_1


“Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Hans.


“Aku sudah mencari keberadaan Wendy sejak tadi saat aku menungguin Julian diruangan itu.” Nick menjawab sambil menuruni tangga.


__ADS_2