PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 233. AYO KITA PULANG!


__ADS_3

“Sudah kukatakan biarkan saja!” Dante menggelengkan kepalanya, “Tidak ada hal buruk yang terjadi pada Baarck. Dia sangat pintar dan dia tahu apa yang harus dia lakukan. Tidak mudah bagi seseorang untuk membodohinya. Kelebihan Barack adalah dia bisa membuat orang lain berpikir bahwa mereka sangat pintar padahal mereka tanpa sadar kalau mereka sebenarnya masuk kedalam perangkap Barack!” ujar Dante menjelaskan apa yang dia ketahui tentang Barack.


“Dante! Apa kau ingin mengatakan kalau Barack sedang menjebak mereka?”


“Entahlah Eddie! Tapi feelingku kearah sana. Jeff semakin berani menunjukkan dirinya padaku. Ada kemungkinan karena Barack mendukungnya, Barack tidak mungkin benar-benar mendukungnya dan kalaupun dia mendukung Jeff ssat ini, sudah bisa dipastikan kalau itu semua hanya trik Barack saja.”


Dante menghela napas panjang, “Persiapkan saja diri kalian!” ucapnya lagi.


“Persiapan? Memangnya kita mau kemana?”


“Kita kembali ke Italia!”


“Kita kembali? Tanpa Barack?”


“Hem! Barack yang akan mendatangi Sarah. Kita sekarang kembali saja ke Italia dan menunggunya sampai dia puas bermain-main.”


“Kalau memang mau pulang, kenapa tidak sebulan yang lalu Dante?” protes Hans.


“Kita harus menyelesaikan beberapa masalah dulu disini bukan? Aku juga ingin pulang sejak lama tapi semua permasalahan belum selesai kan?”


“Baiklah kalau begitu.” Hans mengangguk. “Aku akan mengurus kepulangan kita.”


“Jangan bocorkan kemanapun Hans!”


“Tapi kalau kau menyiapkan pesawat tentu saja kepulangan kita akan bocor!”


“Sewa satu pesawat lain, Hans!”


“Hah? Maksudmu?” Hans bertanya lagi, sepertinya akhir-akhir ini dia agak lemot.


“Buat pesawatku berangkat hari ini dan kau bisa sewa satu pesawat komersila lagi.”


“Ah, jadi kau ingin mengecoh mereka?”


“Ya. Aku tidak mungkin membahayakan putraku Alex! Jadi pastikan keberangkatan kita tidak ada yang tahu.” jawab Dante.


“Baiklah Dante. Akan kusiapkan semuanya sekarang.” Hans menganggukkan kepala.


“Lalu apa yang harus aku lakukan Dante?”


“Persiapkan persenjataan Eddie!”

__ADS_1


“Baiklah. Kau mau kemana Dante?” tanya Eddie saat dia melihat Dante berdiri dari tempat duduknya.


“Memberitahu anak manja itu.”


“Hehehehe!” Hans tertawa, “Kenapa kau ribut terus dengannya Dante? Aku rasa dia cukup manis, sayangnya dia sudah jadi milik Barack! Kalau tidak, aku juga mau dengannya. Dia cantik juga meskipun tidak secantik Bella kakaknya.”


“Kepalamu itu manis! Kau tahu dia sangat merepotkan sekali!”


“Ya tapi setidaknya dia membantumu mengurus anakmu! Lihatlah sekarang mereka sudah akrab sekali kan?” ujar Hans lagi tersenyum.


“Kalau tidak terpaksa aku tidak akan membiarkan dia mengasuh anakku.”


“Sudahlah Dante! Terima saja kenyataannya, dia memang adik iparmu kan? Nick sudah memberitahukan kami kalau Bella adalah ibu kandung anakmu.”


“Apa kau sudah memberitahu Tatiana soal itu?” tanya Eddie.


“Tidak boleh ada yang memberitahukannya. Biar aku saja yang melakukannya sendiri.”


“Baiklah kalau begitu maumu! Aku hanya akan fokus pada persiapan transaksi senjata kita saja.”


“Begitu lebih baik Eddie!” Dante yang sudah berdiri langsung melangkah keluar dari ruang kerja Hans.


‘Tatiana! Aku bahkan melupakan sesuatu yang penting soal wanita itu. Aku harus menyelesaikan urusanku dengan wanita itu. Sudah satu bulan aku menundanya karena banyak sekali urusan pekerjaan yang berantakan karena ulah Jeff!’ ucap hati Dante lagi yang sudah membayangkan apa yang akan dikatakannya pada Tatiana saat bertemu nanti.


“Daddy!” Alex bergegas berlari ketika melihat sosok Dante masuk keruangan itu.


“Alex, kita akan pulang sekarang.”


“Daddy! Aku tidak mau pulang,” Alex menggelengkan kepala menunjukkan protes pada Dante, tampak kecemasan diwajahnya ketika Dante mengatakan itu.


“Aelx, disini bukan rumah kita! Kau tidak bisa selamanya tinggal disini, keamanan disini tidak sebagus dirumahmu!” bujukDante.


“Tapi aku tidak mau pulang Daddy.” Alex memasang wajah kesal dan menundukkan kepalanya.


“Apa yang kau katakan pada putraku makanya dia tidak mau pulang?” tanya Dante pada Sarah.


“Eh? Harusnya kau tanya pada putramu kenapa dia tidak mau pulang, bukannya malah menyalahkan aku. Aku tidak mengatakan apapun padanya. Aku hanya menemaninya main saja!” ucap Sarah.


“Boleh daddy tahu kenapa kau tidak mau pulang, Alex?”


“Aku tidak bisa main kalau dirumah daddy! Aku mau tinggal di rumah Hans saja disini.” jawabnya.

__ADS_1


“Siapa yang bilang kalau kau tidak bisa main kalau dirumah Alex?” tanya Dante menyelidik.


“Aku hanya boleh main satu jam! Setelah itu aku tidka boleh main lagi. Kalau disini aku bisa bebas main dengan Sarah.”


“Jadi kau ingin main seperti disini Alex?”


“Iya daddy!” jawab Alex mengerucutkan bibir dengan ekspresi wajah cemberut.


“Ya sudah, kau boleh main sama seperti disini Alex. Tidak ada aturan hanya boleh main sejam saja. Kau boleh main sepuasmu, oke?”


“Benarkah daddy?” tanya Alex sangat antusias.


“Hmmm! Tentu saja Alex. Aku mengizinkanmu untuk bermain, tidak ada yang berhak untuk melarangmu bermain.”


“Mommy?” Dante tersenyum, “Dan nanti kita hanya tinggal berdua saja. Hanya kau dan aku. Mommy tidak akan tinggal bersama kita lagi!”


“Benarkah daddy? Memang mommy mau kemana?”


“Fuuh! Ini sudah keputusanku. Aku akan menyelesaikan urusan dengan mommy! Dan kau bebas melakukan apapun yang kau mau, kau bisa bermain bersama Sarah sampai Bella datang!”


“Jadi kalau kita pulang aku akan bertemu Bella, daddy?”


“Hem!” Dante tersenyum dan menganggukkan kepalanya, “Tentu saja.”


‘Maafkan aku Alex, kau tak ingin membohongimu soal Bella! Tapi untuk sementara aku hanya ingin membujukmu supaya mau pulang. Bella pasti sangat sibuk sekali dengan mainan barunya yang panjang-panjang! Cih’ bisik hatinya. Entah kenapa dia kesal sekali dengan Anthony sampai saat ini perasaannya masih penuh dengan kemarahan,


“Yeaaaayyyy! Kalau begitu aku mau pulang daddy!” Alex pun bersemangat setelah mendengar kata-kata ayahnya. Dia sudah merindukan Bella dan tak sabar ingin bertemu dengannya.


‘Anakku jelas sangat tidak menyukaimu Tatiana! Apa yang sudah kau lakukan padanya? Sayangnya aku tidak punya data rekaman CCTV, aku tidak bisa melihat apa saja yang kau lakukan padanya disaat aku pergi,’ Dante menghela napas.


‘Ini semua salahku karena terlalu percaya padamu. Kenapa kau menyuruhku untuk menghadirkan Alex kedunia ini, kalau kau memang tidak bisa mengasuhnya dengan baik? Harusnya kau tidak perlu berpura-pura menjadi ibu yang baik, Tatiana! Kau benar-benar membuatku muak!’ gumam Dante didalam hatinya. Ada kemarahan tertunda selama sebulan pada Tatiana yang akan segera dituntaskan olehnya. Dante tidak mau berpura-pura lagi dalam hal ini, dia memang ingin menuntut Tatiana atas semua perbuatannya.


“Ayo daddy kita pulang.” Alex kini sudah bersemangat untuk pulang.


“Kita akan pulang ketika pesawat kita sudah disiapkan. Kau tunggu sebentar ya?”


“Kita akan pulang naik mobil?”


“Aku akan pikirkan nanti apa kendaraan yang akan membawa kita ke bandara!” ucap Dante lagi yang masih memikirkan cara teraman membawa anaknya ke bandara.


Karena dia tidak tahu apakah orang-orang Jeff Amadeo masih mengikuti mereka atau sudah merencanakan sesuatu pada mereka karena ada Alex, maka Dante pun tidak berani bertindak gegabah.

__ADS_1


“Daddy?”


__ADS_2