
Dante merasa sangat bingung saat ini dan dia masih dalam posisi diluar pesawat menatap kobaran api yang membakar tubuh ketiga pramugari yang sudah hangus terbakar. Dengan senjata tetap siaga mengarah pada pramugari yang terbakar itu.
‘Mereka berwujud manusia sama sepertiku. Memegang tubuhnya aku bisa merasakan hangat tubuhnya persis manusia!’
‘Tapi mereka bukan manusia melainkan robot? Bagaimana caranya memprogram mereka?’ Dante tidak mengerti tapi memang orang-orang itu sudah terprogram untuk mengikuti sebuah perintah.
“Dante! Pilot kita manusia!” terdengar suara Anthony dari atas pesawat berteriak padanya.
“Tiga orang pramugari mati didalam kamar mandi.” Vince turut melaporkan setelahnya.
“Anthony! Kau tetap berada disini.” Dante menatap serius pada adiknya.
“Tapi Dante?”
“Anthony, kau harus tetap disini! Cari satu persatu pelayan dirumahku! Ajak mereka bicara dan jika mereka bicara seperti robot segera lakukan sesuatu! Jika mereka mencurigakan segera lakukan sesuatu pada mereka! Jangan sampai lengah dan tidak boleh membiarkan robot manusia itu berada disekitar kita!” kata Dante memberikan perintah.
“Apa yang harus kulakukan? Menembak langsyng seperti yang kau lakukan tadi?” Anthony merinding mendengar kalimatnya sendiri. ‘Aku tidak mudah untuk membunuh orang seperti yang dilakukan Dante!’ gumam hatinya yang merasa gelisah dan cemas.
“Kalau kau tidak mengerti bagaimana cara melakukannya, minta Hans yang melakukannya!”
“Tapi aku harus memberitahu padamu cara menembak, cara memegang senjata itu lebih baik dari Hans! Aku akan menyelamatkan wanita yang kau cintai tapi kau harus berjanji kau akan menyelamakan keluargaku juga! Kau harus melindungi mereka selama aku berada diluar!”
‘Aku tidak punya pilihan lain, Anna! Maafkan aku Anna, aku tidak bisa datang tapi kakakku yang akan datang!’ bisik hati Anthony.
‘Dia benar, dia lebih mengetahui situasi disana dan dia menitipkan keluarganya padaku.’ sebenarnya Anthony tidak mau melakukan ini tapi melihat bagaimana Dante bersikap padanya, akhirnya Anthony pun mengangguk setuju karena tidak mungkin Dante yang berada dirumah dan dia yang pergi kelapangan! Anthony tidak tahu apapun tentang situasi diluar sana.
“Baguslah kalau kau sudah mengerti Anthony! Aku pergi dulu! Kalian berhati-hatilah!” Dante menepuk lengan Anthony lalu berjalan meninggalkan Anthony dan Dante pergi bersama Vince menuju ke pesawat kembali.
“Vince! Turunkan mayat-mayat itu! Aku ingin pesawat ini bersih!”
“Baik Tuan!” jawab Vince.
“Tuan Dante!” terdengar suara seorang wanita dari bawah kolong meja yang membuat Dante melirik kearah sana lalu dia membuka helmnya.
“Siapa kau?”
“Maafkan saya Tuan Dante! Saya bersembunyi disini.” ucap wanita yang terlihat ketakutan.
“Ada empat pramugari disini dan tiga orang itu semuanya sudah mati!” kata Dante.
__ADS_1
“Mereka membunuh sangat kejam! Untung aku masih bisa bersembunyi!” ucap sang pramugari.
“Kau tahu siapa namaku?” tanya Dante pada pramugari itu untuk mengujinya.
“Iya Tuan! Semua pasti tahu siapa nama anda, Tuan Dante!” jawab pramugari itu.
‘Dia manusia biasa? Aku juga sudah mengenalnya, dia sering ada disini.’ Dante masih mencurigai pramugari itu tapi dia masih berusaha untuk mempercayai wanita itu.
“Kau ingat saat kita terbang ke Jamaika?” tanya Dante untuk menguji pramugari itu.
“Iya Tuan! Saat itu anda membawa satu juta senjata! Dan anda menjualnya disana.” jawabnya.
‘Dia masih mengingat semuanya! Berarti dia masih manusia biasa!’ itulah yang ada dipikiran Dante saat ini lalu dia pun mengangguk.
“Kau lanjutkan pekerjaanmu!” perintah Dante.
“Baik Tuan Dante!” jawab pramugari yang wajahnya masih pucat dan ketakutan.
“Apa mereka tadi ada menyentuhmu?” Dante bertanya lagi dan sang pramugari langsung menengok pada Dante sambil menggelengkan kepalanya sebelum dia pergi.
“Tidak ada yang menyentuh saya Tuan! Say takut sekali jadi saya langsung bersembunyi.”
“Bagus! Syukurlah mereka tidak melihatmu.” ucap Dante dan membiarkan pramugari itu pergi. ‘Oke, dia memang manusia biasa! Tidak ada luka ditubuhnya, tidak ada yang aneh ditubuhnya. Matanya juga sama seperti aku. Aku masih melihatnya bersikap wajar. Tapi benarkah dia manusia dan bukan robot?’ Dante kembali berpikir tapi dia masih belum percaya sehingga dia mengambil ponselnya.
“Tuan, anda mau kemana?” tanya Vince saat melihat Dante meninggalkannya.
“Vince! Aku harus menelepon seseorang, tolong kau amankan pintunya!”
“Baiklah Tuan!” Vince pun segera menutup pintu ketika Dante sudah duduk didekat pintu pilot.
“Aku harus berjaga-jaga! Jeff, bagaimana caramu membawa tiga orang itu masuk kedalam sini?” kata-kata itu kembali tergiang didalam pikiran Dante sambil menunggu telepon masuk.
“Iya, ada apa kau meneleponku?” tanya Manuel dari sambungan telepon.
“Aku bukan Henry! Aku Dante! Dia memberikan ponselnya kepadaku untuk menghubungimu kalau kau membutuhkan sesuatu.”
“Kemana Henry? Kau tidak melakukan sesuatu yang buruk padanya bukan?” tanya Manuel cemas.
“Dia pergi bersama pasukan federal!” jawab Dante dengan jujur. Dia pun segera menceritakan secara ringkas apa yang terjadi pada Robert Kane.
__ADS_1
Dante juga menceritakan apa yang terjadi di mansionnya sehingga dia meminta Henry untuk melakukan sesuatu untuk mencegah pasukan federal menyerang mansionnya.
“Wah, berarti kondisinya sekarang tidak baik untuknya?” kata Manuel lagi.
“Dia adalah orang dari FBI! Bisakah kau memberikan perlindungan lebih pada rekanmu?” tanya Dante.
“Tentu saja aku bisa! Aku akan segera melaporkan untuk perlindungan pada Henry!” jawab Manuel.
“Kalau begitu sekarang jelaskan padaku! Ini sesuatu yang penting dan urgent!” kata Dante lagi.
“Ada apa memangnya?”
“Dimana Barack sekarang?” tanya Dante.
“Dia masih menyetir! Apa kau mau bicara dengannya?” tanya Manuel.
“Tidak usah! Aku bicara padamu saja! Aku ingin segera menyelesaikan masalah ini.” ujar Dante. Dan saat ini pesawat yang dinaikinya sudah lepas landas.
“Baiklah. Apa yang ingin kau tanyakan padaku?”
“Ada tiga manusia robot! Tiga-tiganya wanita! Mereka ada didalam pesawatku! Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana caranya mereka bisa masuk kesini?”
“Benarkah? Tidak mungkin!” Manuel merasa tidak percaya dan terkejut. Suaranya terdengar ketakutan mendengar ucapan Dante dan dia terlihat cemas sehingga Barack pun meliriknya dari kaca spion.
“Apa yang terjadi Manuel?” tanya Barack yang merasa penasaran saat melihat ekspresi pria itu.
“Sesuatu terjadi! Aku akan menjelaskan padamu setelah aku selesai bicara dengan Tuan Dante! Ini tentang kloning! Rencana yang sudah lama kita khawatirkan!”
“Benarkah?” Barack kembali bicara dan semakin penasaran.
“Kalian jangan bicara berdua dulu! Jawab dulu pertanyaanku!” kata Dante menyela keduanya.
“Kami tidak tahu menahu soal itu! Mungkinkah Jeff melakukannya sendiri?” tanya Manuel.
“Jadi tidak ada yang mengatakan apapun padamu? Siapa yang mengundang wanita-wanita itu?”
“Tidak pernah ada wanita! Yang kami program rata-rata pria! Hanya ada satu wanita tapi kondisinya sekarang masih berada disampingku dan masih tertidur karena obat bius. Tapi hanya pengendalian otaknya saja tidak merubah manusia menjadi robot!” kata Manuel menjelaskan.
“Jelas sekali kalau itu adalah ulah Jeff! Katakan padaku siapa lagi yang membantu Jeff? Aku ingint ahu siapa yang bisa masuk kedalam rumahku?” tanya Dante.
__ADS_1
“Apa kau melakukan sesuatu? Mungkin keamanan rumahmu yang lemah?” balas Manuel lagi.
“Pengamanan rumahku sangat bagus sekali! Hanya ada titik terlemah dibelakang tapi sudah banyak sekali serigala disana! Tidak mungkin kalau mereka masuk kedalam sana apalagi ketiga wanita itu terlihat tidak ada masalah! Tubuh mereka tidak terluka!” kata Dante menimpali.