PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 416. MAU ADIK PEREMPUAN


__ADS_3

‘Bagaimanapun juga Anthony adalah tanggung jawabku. Janjiku kepada ibuku akan selalu menjaga adikku. Sedangkan aku pun juga punya kesulitan, sedangkan disisi lain aku tidak tahu apakah Jeff akan memiliki pasukan tambahan. Dari ucapan Barack yang menyuruhku untuk menggunakan senjata rahasia kami, aku rasa itu memang cara terbaik untuk menang!’


 


Dante menghela napas panjang dan diam sejenak. ‘Tapi aku tidak mau melakukan itu karena senjata itu adalah yang dicari beberapa orang federal sedangkan ditempat transaksi mereka juga ada disana. Ini seperti makan buah simalakama! Mereka tidak akan melepaskanku jika mereka tahu aku memiliki senjata itu! Karena itulah alasan mereka membunuh ayahku. Tapi disisi lain aku juga butuh senjata itu untuk memenangkan pertarungan!’


 


‘Aku tidak tahu apakah apakah amunisi yang kami punya cukup untuk menyerang tampat itu. Entahlah! Tapi aku sudah putuskan seandainya mereka menyerang kemansionku, Belinda dan yang lainnya akan aman dan aku akan menggunakan senjata itu untuk menghancurkan mansionku sendiri! Termasuk senjata itu pun akan hancur selamanya!’


 


‘Yang penting istri dan anakku selamat! Walaupun mungkin saat itu semua terjadi, aku tidak terselamatkan.’ gumam hati Dante. Dia sudah memikirkan semuanya apalagi saat Hans menceritakan apa keinginan Barack. Saat itulah hati dante mulai bimbang tapi dia sudah membuat keputusan ini.


 


“Daddy, aku senang sekali bermain denganmu.” ucap Alex menunjukkan senyum cerahnya.


“Alex! Kau harus jadi kakak yang baik! Kau harus menjaga Bella karena dia adalah mommy-mu.”


“Aku harus memanggilnya mommy?” tanya Alex menatap Dante dengan serius.


“Iya! Boleh aku mendengarmu sekali saja memanggilnya seperti itu?”


Alex tidak merespon cepat ucapan Dante, dia malah memperhatikan Bella beberapa saat sebelum bicara. Agak berat bagi anak itu memanggil Bella dengan sebutan mommy.


“Alex, kau tidak mau memanggilnya mommy?”


 


“Ehm….” Alex menatap Dante sejenak lalu kembali menatap Bella, “Sebenarnya aku ingin menikahimu setelah aku dewasa nanti Bella! Tidak boleh ya?”


“Eh apa? Kenapa kau bilang begitu?” Bella langsung mengerjapkan matanya.


“Karena aku menyukaimu! Aku menyayangimu tapi kata daddy aku tidak boleh menikah denganmu karena kau adalah mommy-ku. Dulu aku ada didalam sana, kata daddy!”


 

__ADS_1


Tangan Alex menunjuk kearah perut Belinda dimana kandungannya berada dan wanita itupun tersenyum. “Nanti yang akan menjadi istrimu adalah wanita yang lebih cantik dariku, Alex! Wanita yang lebih berani dariku, Alex! Dan dia adalah wanita yang bisa mengalihkan duniamu.”


 


“Benarkah ada yang seperti itu? Aku tidak tahu!” sejujurnya anak itu juga tidak paham maksudnya mengalihkan dunia itu seperti apa, tidak ada didalam pikirannya sama sekali.


“Kau tidak akan menemui wanita itu sekarang. Tapi nanti, suatu saat nanti setelah kau dewasa.” ujar Belinda memegang tangan Alex erat-erat.


 


“Jadi sekarang aku memanggilmu mommy? Aku tidak boleh menikahimu? Huh! Tidak adil!”


“Ha ha ha…..maukah kau memanggilku mommy?” hati Belinda sangat senang sekali mendengar kalau anaknya akan memanggilnya mommy. Senyumnya sudah mereka menunggu Alex memanggilnya.


“Iya! Daddy bilang aku boleh memanggilmu mommy. Dan aku akan punya adik! Aku mau adik perempuan yang cantik, aku akan menikahi adikku saja kalau dia cantik.”


 


“Ha ha ha ha…..kau tidak bisa menikahi adikmu juga, Alex! Karena dia dan kau lahir dari ibu yang sama.” Belinda berusaha menjelaskan kepada anaknya itu.


Yang sama sekali tidak paham konsep menikah. Sedangkan Dante berjalan mendekat menuju Belinda dan merangkul bahu wanita itu. Dante duduk disebelahnya dan menarik Alex naik ke pangkuannya.


 


“Kalau laki-laki apa harus disayang juga, daddy?” tanya Alex yang bingung. Baginya hanya adik perempuan saja yang harus disayang dan dilindungi.


“Ya harus Alex! Kau harus perhatikan adikmu. Dia tidak boleh sampai terluka, kau harus mengajarinya supaya dia bisa pandai sepertimu, pandai menggunakan senjata, pandai bela diri, dia bisa menjadi laki-laki yang kuat dan bisa membantu menjaga mommy.”


 


“Oh begitu ya? Jadi sekarang aku paling besar, aku yang jaga mommy dan jaga adikku?”


“Iya, seperti itu Alex.” ucap Dante mengangguk tegas.


“Oke daddy! Aku akan jadi anak yang kuat. Aku akan melindungi mommy dan adikku! Kalau daddy tidak ada nanti aku yang gantikan.” Alex mengangkat tangannya menunjukkan kalau dia juga kuat dan memiliki otot tangan yang kuat.


 

__ADS_1


Entah kenapa Dante merasa tenang setelah mendengar perkataan anaknya. “Kau berjanji padaku akan menjaga mereka, Alex?” tanya Dante lagi. ‘Maafkan aku Alex, aku harus memberikan pertanyaan yang sama seperti yang dilakukan ayahku dulu.’ bisik hati Dante.


 


Alex pun mengangguk tapi apa yang dilihatnya sekarang ini membuat hati Belinda berdetak dan lagi-lagi tangannya yang ada dipangkuan Dante langsung mencengkeran erat-erat, seperti ketakutan diwajahnya dan Dante bisa melihat itu. Walaupun Belinda berusaha tersenyum dan terlihat tenang dihadapan Alex.


 


“Kalau begitu nikmatilah permainanmu lagi! Aku sudah memasang relnya, nanti kita akan masukkan kedalam kotak kaca dan akan dibingkai seperti yang aku buat dengan ayahku.” ucap Dante.


“Iya daddy! Kalau dimasukkan kesana nanti sampai aku besar dia tidak rusak kan?” tanya Alex antusias dan serius memasang rel keretanya.


 


“Itu akan jadi kenangan untukmu ketika kau besar nanti Alex.” Dante mengangguk dan tersenyum.


“Dante!” panggil Belinda dengan intonasi tinggi. Dia merasa tak suka mendegar ucapan Dante yang seolah menyiratkan pertanda.


“Hei! Apa-apaan kau berteriak ditelingaku?” Dante kaget dan langsung memelototi Belinda.


“Kenapa memangnya kalau aku berteriak? Tidak boleh? Kenapa kau bicara seperti itu, Dante? Apa maksud semua ucapanmu tadi?” Belinda tak mau kalah, balik bertanya dan mrnatap tajam.


 


Belinda sudah tidak mau kalah, dia sudah tidak bisa menahan diri lagi untuk menanyakan. Belinda takut sekali jika Dante ingin melakukan sesuatu yang buruk pada dirinya sendiri sehingga dia berniat untuk menghalangi pria itu.


“Apa ada yang salah dengan perkataanku Belinda?” tanya Dante jengkel.


“Dante! Kau pikir aku tidak mengerti apa maksud perkataanmu tadi?” ujar Belinda menatap pria itu tanpa berkedip.


 


Dante tak menjawab ketika Belinda bicara, dia justru mengalihkan perhatiannya pada putranya. ‘Dia tampak sedih. Apa dia memikirkan apa yang kupikirkan? Jadi dia benar-benar mengira aku memberikan salam perpisahan kepada putraku? Fuuuhhh! Berat sekali untuk bicara jujur padanya tentang masalah ini. Tapi aku akan menutupinya darimu Belinda!’


 


“Daddy! Keretanya belum dipasang. Bisa kau tolong pasangkan dulu? Dan cobalah memainkannya. Aku mau lihat apa keretanya bisa jalan atau tidak!” ucap Alex membuyarkan pikiran Dante.

__ADS_1


“Serahkan padaku Alex! Aku akan menunjukan padamu kalau keretanya bisa jalan cepat sekali diatas rel. tapi keretanya tidak bahaya dan barang-barangnya didalamnya tidak akan berantakan.”


 


__ADS_2