PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 497. RENCANAKU


__ADS_3

“Kau benar Barack!”


“Kita akan turun sekarang, Manuel!” Barack pun segera menggerakkan mobilnya turun.


“Apa kita akan mendekat kesana?” tanya Manuel lagi.


“Iya, kita harus kesana dan mengambil wanita itu.” jawab Barack.


“Kau atau aku yang turun?”


“Biar aku saja yang turun. Orang yang didalam sana harus melihatku supaya seandainya Dante bertanya padanya, dia tidak khawatir!” Ini semua memang sudah direncanakan oleh Barack sehingga saat mobilnya sudah mendarat dia pun langsung turun dari mobil dan mendekat kearah dua truk besar lalu mengambil seseorang dari sana.


“Lepaskan tanganku!”


“Masuk dan diam disana! Jangan terlalu banyak bertanya!” Barack membuka pintu belakang dan menyuruh wanita itu duduk disamping Manuel.


“Maaf, bisa ulurkan tanganmu?” Manuel menatap wanita berwajah Bella itu.


“Jangan sentuh aku!”


“Nona Bella! Bekerjasamalah kalau kau tidak mau aku melakukan sesuatu yang buruk pada adikmu yang sedang pingsan didepanku.” ucap Manuel lagi.


“Apa katamu?” Anna yang berwajah Bella pun agak bingung mendengar perkataan Manuel. ‘Apa maksudnya menceritakan tentang adiknya Bella ya? Kenapa aku tidak tahu apa-apa soal ini? Jadi Bella memang punya adik? Kenapa Anthony tidak mengatakan apapun padaku?’ Anna berkata didalam hatinya dan merasa cemas karena takut penyamarannya terbongkar.


Tapi dia berusaha untuk tenang dan sabar dan tidak menunjukkan bahwa dia bukanlah Bella. “Jika kau melakukan sesuatu pada adikku, maka aku tidak akan tinggal diam.” ancam Anna berusaha berakting sempurna bahwa dia memang punya adik.


“Hahahaha.” Barack tertawa mendengar perkataan wanita itu.


“Apa yang kau pikirkan? Kenapa kau tertawa, hah?”


“Tenanglah nona. Kau tidak akan kenapa-napa. Aku hanya membawamu pergi untuk bertemu dengan Jeff Amadeo.”


“Aku tidak akan pernah membiarkan kalian membawaku bertemu dengannya.”


“Itu katamu! Tapi bukan seperti itu yang aku pikirkan.”


“Apa sebenarnya maumu?” Anna semakin tidak suka dengan ucapan Barack barusan.


“Bekerjasamalah denganku, oke?” ucap Barack lagi.


“Aku tidak akan melakukannya! Atas dasar apa aku harus mendengarkanmu!”


Mendengar ucapan wanita itu membuat Barack berhenti dan menoleh kebelakang. “Apa kau ini benar-benar Bella?” tanyanya menatap wanita itu sambil mengeryitkan keningnya.


Anna hanya bisa diam mengatupkan bibirnya dan menatap nanar pada Barack yang bicara. ‘Apa dia memaang mengenal Bella? Dia sepertinya mencurigaiku?’ ujar Anna didalam hatinya.


“Apa yang mau kau lakukan? Cepat lakukan! Kemana kau ingin membawaku?” katanya lagi.

__ADS_1


“Jangan terlalu galak! Aku hanya curiga saja kalau kau bukan Bella. Aku tidak bersikap seperti Bella. Dan seharusnya kau sangat senang bertemu dengan Tuan Jeff karena pria itu cukup baik padamu, iyakan?” kata Barack lagi.


‘Aduh! Mati aku! Aku tidak tahu hal seperti ini. Bella sangat mencintai Jeff melebihi Dante? Tapi aku rasa itu tidak mungkin? Apa pria ini mencoba membohongiku untuk mengetesku?’ Anna bergumam sendiri didalam hatinya sambil menatap Barack tapi dia tidak tahu apa yang harus dia katakan padanya. Dia khawatir akan terekspos penyamarannya.


“Kenapa kau diam saja? Kau bukan Bella, iyakan?” Barack terkekeh. Disaat bersamaan ponselnya berdering dan dia menjawabnya.


“Ada apa lagi kau meneleponku seperti penagih hutang saja?” keluh Barack.


“Apa kau sudah mendapatkannya? Aku melihat kau menggunakan mobil dengan teknologi terbaru yang kau minta kubelikan.”


“Iya ini mobil milikku! Aku sudah mengatakan itu padamu bukan?” ucap Barack. Memang dia yang meminta Jeff untuk membelikannya mobil itu, kalau Jeff menolak maka dia tidak akan mengerjakan misinya yang sekarang ini. Tentu saja Jeff pun langsung membelikannya mobil itu. Dan ini adalah rencana Barack untuk berjaga-jaga.


“Aku tidak mempermasalahkan itu. Apa kau sudah mendapatkan wanita itu?”


“Aku melihat mobil anak buahmu baru saja lewat. Dia meninggalkanku. Aku yakin mereka sudah melapor padamu kalau aku sudah mendapatkan dan membawa wanita itu.”


“Ya kau benar! Kau cukup pintar untuk menebak sampai kesitu Rodrigo!”


“Kalau kau sudah tahu jawabannya lalu apa yang kau inginkan sekarang?” tanya Barack lagi.


“Bawa dia padaku segera!” jawab Jeff yang sudah tak sabar bertemu Bella.


“Bukankah sekarang ditempatmu menginap sudah ada seorang wanita? Yang pernah menjadi istrinya Dante dulu? Lalu bagaimana kau mau mempertemukan kedua wanita ini?”


“Aku tidak menyuruhmu membawanya ketempat Tatiana berada sekarang! Aku menyuruhmu membawa wanita itu padaku.” suara Jeff terdengar semakin tak sabaran.


“Baiklah kalau begitu. Aku akan menunggunya di Slovenia! Bagaimana menurutmu? Aku akan menyiapkan tempat khusus disana, Aku bisa menghabiskan waktumu bersamanya disana.”


“Aku tahu tempat itu. Jadi kau yakin kau akan ke Slovenia?” Barack kembali memastikan.


“Ya. Sekarang aku sudah dalam perjalanan menjauhi lokasi kita bertemu tadi.”


“Baiklah. Kalau begitu aku akan menunggumu disana, Jeff!” Barack pun mengangkhiri percakapan lalu meletakkan ponselnya kembali. Tapi saat dia menatap kedepan dia melihat disampingnya ada sebuah truk melewatinya.


“Truknya bergerak lagi. Siapa yang ada didalam truk itu? Bukankah mereka berdua tadi masuk ke truk yang sama? Apakah Dante yang ada didalam sana?” Barack mulai menaruh curiga.


“Lepaskan aku!” suara Anna memecah konsentrasi Barack lalu dia menengok pada Anna yang tidak bisa diam dan terus saja menggeliat berusaha melepaskan dirinya.


“Bella! Orang yang menyuruhku mengambilmu sudah menunggumu! Sepertinya malam nanti adalah malam yang panjang untukmu! Aku rasa besok sampai beberapa hari kedepan kau akan sangat menikmati hari-harimu bersama Jeff Amadeo!” ujar Barack menyeringai yang membuat bulu kuduk Anna berdiri! Dia sudah menggali informasi mengenai Jeff dan tahu betapa kejamnya pria itu.


‘Apa yang akan dia lakukan padaku? Oh Tuhan! Aku tidak mau melayani pria itu. Siapapun yang bernama Jeff! Tapi bagaimana caranya membebaskan diri dari tempat ini? Dia juga sudah membawa dua wanita yang pingsan! Aduh…..aku takut sekali! Bagaimana ini? Anthony, kapan kau akan datang untuk menyelamatkanku?’


Pikiran Anna kini dipenuhi hal-hal yang menakutkan. Hal itu makin membuatnya semakin tertekan dan terlihat gelisah.


“Kenapa kau diam saja Bella? Apa kau sudah merindukan Jeff? Dia adalah pria yang kau telepon sehingga orang yang bernama Barack anak buah Dante tidak bisa menyelamatkan wanita yang ada didepan ini, adikmu sendiri! Berarti sebentar lagi kau akan menikmati bersama Jeff bukan? Ini keninginannmu selama ini bukan? Kau yang pernah meminta Jeff untuk menyelamatkanmu dari Dante, iyakan? Atau kau lupa?”


Barack memicingkan matanya pada Anna yang membuat wanita itu semakin gugup. Tapi dia berusaha mengendalikan dirinya dan tetap bersikap tenang.

__ADS_1


“Setidaknya kalau aku bersama dengan Jeff, kau tidak bisa menggangguku bukan?” meskipun ragu namun kata-kata itu yang keluar dari bibir Anna.


‘Berani juga wanita ini menjawab pertanyaanku. Baiklah, aku akan emngikuti permainannya.’


Barack tersenyum dan sebenarnya dia ingin langsung menolongnya namun setelah mendengar perkataan wanita itu justru membuat Barack malah bercanda dan ingin menguji nyali wanita itu.


“Baiklah! Sekarang kita akan segera ke tempat Jeff.” kata barack. Namun disaat bersamaan ponselnya berdering dan dia tidak langsung menginjak rem menghentikan mobilnya tapi membiarkan Manuel yang menjawab teleponnya.


“Ada apa kau meneleponku, Henry? Aku sudah katakan padamu tunggu aku yang menelepon!”


“Tuan Dante ingin bicara dengan Barack! Bisa kau berikan teleponnya padaya? Atau kau beritahu Barack untuk menghubungi Tuan Dante segera? Aku akan memberikan nomor baru Tuan Dante padamu! Sangat penting dan Barack harus segera meneleponya.”


“Dia mengganti nomor teleponnya lagi? Cepat sekali dia berganti nomor?”


“Pihak federal sudah menyadap teleponnya makanya dia langsung ganti nomor.”


“Baiklah, Henry! Suruh dia menelepon nomorku saja.” kata Manuel.


“Baik, aku akan memberitahunya.”


Manuel pun segera menaruh kembali ponselnya tanpa mengatakan sepatah katapun.


“Apa yang ingin kau lakukan? Jangan berpikir untuk kabur karena tidak mungkin kau bisa kabur dari kamu!” ujar Manuel yang melihat gelagat mencurigakan.


“Bagaimana aku mau kabur kalau tanganku terikat dengan tanganmu?”


“Baguslah kalau kau paham itu.” ujar Manuel mendengus. “Kalau kau terus bergerak jangan salahkan aku jika aku menembakkan senjata ini ketubuhmu.”


“Lepaskan!” teriak Anna yang semakin takut dan tak karuan. Dan ini membuat Manuel pun menjadi kalap lalu menembakkan senjatanya pada Anna.


DOR!


“Bagus Manuel!” Barack mengomentari Manuel yang akhirnya membuat Anna tertidur. Tak lama kemudian ponsel Manuel pun berdering lagi.


“Ini telepon untukmu.” katanya pada Barack. Lalu dia menyodorkan ponselnya pada Barack. Meskipun dia sedikit kesulitan karena satu tangannya terikat pada gabriella sedangkan tangan satunya terikat pada Anna.


“Ada apa kau meneleponku, Dante?”


“Apa kau bersama dengan wanita yang disukai oleh adikku?”


“Kau mau apa?”


“Bawa dia padaku. Adikku sudah ketakutan akan kehilangan dia.” ucap Dante.


“Aku sudah punya rencana untuknya da aku rasa rencanaku ini kita bisa menyelesaikannya tanpa harus mengeluarkan senjata rahasia itu.” kata Barack penuh keyakinan. “Aku sudah memikirkan cara ini sejak aku melihat Bella palsu buatanmu di video itu.”


Barack memang sudah merencanakan cara lain untuk melawan Jeff, tapi dia belum memberitahu siapapun. Dia ingin berdiskusi dulu dengan Manuel dan Dante untuk menyelesaikan masalah Jeff Amadeo.

__ADS_1


“Bagus kalau begitu. Segera koordinasikan denganku secepatnya! Aku tidak mau kau membuat sembarangan rencana tanpa berdiskusi denganku!” kata Dante tegas.


__ADS_2