PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 548. REMOTE


__ADS_3

“Fuuuuhhh!” Manuel menghempaskan napas kasar, dia kesal karena tidak bisa membujuk Dante.


“Dante, kenapa tidak mengambil remote itu saja?” kata Bella membuat Dante meliriknya.


“Remote?” Dante mengingat sesuatu saat berada ditempat Jeff.


“Iya Dante. Dia menunjukkan dengan remote itu Jeff bicara lalu suara yang dari dalam remote itu keluar ke monitornya.” kata Bella mulai menjelaskan yang dilihatnya.


“Dari sanalah dia memasukkannya kepikiran pria tua itu. Yang aneh, dalam sepersekian detik, pria itu yang tadinya dalam kondisi baik saja, langsung ingin merampas Alex dariku dan ingin membunuh Alex! Jeff mengendalikan semuanya dengan remote itu.


“Begitukah cara kerjanya?” Dante mengerjapkan maranya menatap Bella.


“Aku melihatnya sendiri begitu Dante. Dia melakukan semuanya dengan remote itu.”


“Bella, kau serius?”


Bella kembali mengangguk, “Aku melihatnya sendiri. Aku yakin dengan apa yang kulihat.”


“Apa itu bisa menjadi jalan keluarnya?” Anthony yang bertanya.


“Ya, mungkin saja.” Dante pun mulai memikirkan hal itu dan menatap Anthony. “Kalau begitu kita harus mencoba merebut remotenya. Mungkin saat kita sudah mendapatkan remoteitu kita bisa menghancurkan alatnya? Dan mereka semua kembali menjadi manusia?” ujar Dante.


Tapi mereka semua belum ada yang bisa menjawabnya. Bisakah orang-orang itu bisa kembali menjadi manusia normal? Tapi bagaimana caranya mereka jadi manusia normal kalau sudah memiliki banyak luka? Ada yang memiliki peluru bersarang dikepalanya, ada yang terluka parah dan mereka sendiri dalam kondisi tidak sadar. Bukankah mereka malah akan menjadi zombie sepenuhnya?


Manuel memikirkan itu lalu dia menatap Anthony, “Aku rasa kita juga harus membunuh mereka semua. Tidak mungkin rasanya mereka kembali jadi manusia normal.”


“Tapi mereka tidak bersalah! Mereka manusia biasa sama seperti kita dan mereka hanya dimanfaatkan saja. Mereka juga pasti tidak tahu apa yang menimpa dirinya.”


“Anthony, inilah kesalahanmu! Kau selalu berbuat baik pada orang dan kau tidak berpikir bahwa orang itu melakukan sesuatu yang buruk. Kau tidak bisa menganggap semua orang baik!”


“Tapi mereka memang baik. Mereka tidak tahu kalau mereka sudah diubah menjadi seperti itu.”


“Iya, dulu mereka baik. Tapi sekarang mereka sudah tidak baik lagi. Karena mereka bukan manusia lagi. Mereka harus dimusnahkan seperti kata Manuel.”


“Tidak, sebaiknya kita mencari cara saja supaya kita bisa memperbaiki mereka.” Anthony mencoba membujuk Dante apapun jalannya asalkan tidak membunuh.


Anthony akan mencobanya! Hatinya tidak kuat jika harus melakukan itu terus-terusan dalam aksinya. Anthony tidak akan membunuh kalau tidak dalam keadaan terdesak.

__ADS_1


“Aku rasa tidak! Manuel benar. Aku tidak tahu bagaimana harus memperbaikinya Anthony!”


“Kita bisa melakukan penelitian dulu.” Anthony memberikan masukan.


“Tapi itu memerlukan uang yang banyak dan kau harus ingat, sekali kita melakukan penelitian maka orang akan melihatnya. Dan mereka akan memiliki banyak pikiran dikepala mereka. Apakah mereka akan mendapatkan keuntungan atau tidak. Mereka akan mengembangkan lagi tentang robot ini dan mencari tahu. Aku tidak mau itu sampai terjadi Anthony.”


Dante dengan tegas menolak saran Anthony dan memelototi adiknya itu.


“Apa maksudnya tidak mau Dante?”


“Semua berita ini harus dihapuskan Anthoy! Ini tidak bisa diteruskan lagi. Maksudku kalau kita melakukan penelitian nanti maka ada kemungkinan hasil penelitian kita akan dicuri orang. Itu yang terjadi pada ayah kita sampai dia meninggal! Dia ingin mengembangkan senjata, Anthony.”


Dante kembali bicara tegas sambil mencoba menyadarkan adiknya hingga Anthony menitikkan airmata yang membuatnya langsung terdiam.


“Tapi manusia harus tetap berkembang Dante. Kita harus melakukan penelitian. Mungkin yang terjadi pada orang tua kita……”


“Kau saat itu masih bayi, kau tidak melihat bagaimana caranya aku bisa hidup.” Dante diam senjenak.


“Kau tidak melihat bagaimana rasanya kehilangan orang tua! Kau tidak tahu betapa baiknya daddy. Aku tidak bisa! Semua ini harus dihentikan sampai disini, kita harus memberantas mereka semua sampai ke akar-akarnya. Tidak boleh ada lagi manusia android itu yang hidup! Semua mereka harus dihilangkan dari muka bumi ini!”


“Tapi….” Anthony masih merasa berat untuk membunuh manusia. Bahkan untuk membunuh android pun dia harus mengeluarkan tenaga dalamnya kemarin.


“Dante, aku tidak mengerti dengan apa yang kalian bicarakan.” Bella memotong pembicaraan mereka.


“Bella, bisa kau beritahu apa saja yang kau lihat yang dilakukan Jeff?”


“Dia mengatakan padaku dia ingin menjadi pemimpin. Dia ingin menguasai dunia ini! Dia ingin mengubah tatanan kehidupan dengan satu pemimpin yang ada didunia ini.”


“Jadi itu tujuannya?” Dante bertanya sambil tersenyum kecil.


“Ada yang lucu Dante?” Anthony bertanya ulang.


“Dia ingin mengubah tatanan dunia! Merubah kehidupan. Tapi aku rasa dia tidak akan pernah bisa melakukan itu semua.”


“Bagaimana kau bisa seyakin itu Dante?” Anthony menimpali.


“Aku rasa dia tidak tahu kalau androdinya akan mati saat dicincang dan dipotong-potong. Dia belum mempelajari sejauh itu. Dan dia juga tidak mempelajari kalau para android itu bisa kembali pada ingatan mereka, pada kenyataan! Mereka masih bisa melawan.”

__ADS_1


“Kau yakin? Apa itu tidak akan merepotkanmu harus memotong semua andorid?”


“Dante, kau membicarakan hal itu saja dari tadi.” Bella memotong pembicaraan mereka lagi.


“Ada beberapa hal yang harus kubicarakan Bella.”


“Tapi aku juga jadi ikutan membicarakan itu, Dante.”


Dante hanya diam mendengar perkataan Bella lalu dia menatap dua orang yang ada disampingnya. “Bisakah kalian keluar dulu? Aku mau bicara dengan istriku.”


“Baiklah, kau ingin aku menggendong anakmu?” tanya Anthony.


“Alex, apa kau mau bersama Anthony dulu sebentar?” Dante bertanya sambil menatap Alex.


“Iya daddy.” jawab Alex. Dia sudah mengenal Anthony sehingga dia langsung memberikan tangannya.


“Jangan pergi jauh-jauh. Jangan keluar dari kamar ini.” Dante memperingatkan.


“Baiklah.” jawab Anthony.


Mereka bertiga berada dikamar sedangkan Dante dan Bella masih ada di wardrobe.


“Apa yang mau kau bicarakan?” tanya Dante menarik Bella kedalam pelukannya membuat wanita itu tersenyum dan merasa nyaman dalam dekapan Dante.


“Maafkan aku Dante! Karena perbuatanku membuat tanganmu terluka.”


“Ini bukan salahmu. Aku tidak memperingatkanmu dan kejadian itu juga aku tidak tahu. Yang penting sekarang kau masih hidup dan selamat.”


“Aku harusnya masih bisa menyelamatkan diriku dan tidak pergi bersamanya. Karena sepertinya dia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya, Dante! Aku sedang membawa Alex ke kamar mandi dan kamar kita kosong. Tapi aku langsung keluar dan memanggil pria itu sehingga dia melihatku.”


“Sudahlah, jangan dipikirkan lagi. Yang penting sekarang kau ada disini. Apa yang membuatmu khawatir sekarang?”


“Apa kau akan pergi lagi mencari Jeff?” tanya Bella.


“Ya. Hanya itu satu-satunya jalan supaya aku bisa menghancurkan mereka. Jeff sudah keterlaluan.”


“Semua ini karena kesalahanku Dante.” Bella bicara dengan suara lirih membuat Dante menjauhkan tubuh Bella dari pelukannya dan menatap istrinya yang terlihat sedih itu.

__ADS_1


__ADS_2