
Flashback on
Sesaat sebelum kejadian. Tatiana berada dirumah Omero.
“Permisi Nyonya.” seorang pelayang menghampiri Tatiana di meja makannya dengan wajah takut-takut, tubuhnya gemetar ketakutan.
“Mau apa kau?” tanya Tatiana ketus.
“Hem...ini ada yang mengirimkan ini untuk Nyonya.” ujar pelayan itu sambil menundukkan kepala.
Lalu pelayan itu menyerahkan sebuah amplop coklat kepada Tatiana.
“Apa itu?” tanya Tatiana ketika melihat apa yang ada ditangan pelayannya.
“Anda diminta untuk menandatangani surat ini, Nyonya! Dan suratnya akan segera dibawa oleh orang yang sedang menunggu didepan! Dia adalah kurir dari Tuan Dante!” jawab pelayan itu.
“Dari suamiku?” Tatiana langsung meletakkan alat makannya dan tangannya sudah meminta surat itu dari pelayannya. ‘Apa yang diberikan Dante padaku? Untung saja aku kembali dulu kerumah. Kemarin aku tidak jadi berangkat karena aku khawatir dia pasti akan mencariku tapi semalaman aku menunggu tapi dia tidak datang. Apa kurang kuat ya aku kemarin memberinya tekanan dan menggodanya? Ah memang butuh waktu kali ini untuk meluluhkan hatiny.’ ujarnya didalam hati.
“Surat cerai? Kau gila Dante! Aku pikir kau akan menunda perceraian kita! Apa-apan ini?” teriaknya saat membuka surat dan membaca isiny. Dia langsung kehilangan selera makannya dan menyandarkan tubuhnya disandaran kursi.
“Maksudnya apa ini Dante? Kau sama sekali tidak mengasihani aku? Kau tidak peduli lagi padaku? Kemarin aku sudah mengatakan tentang hari tua tapi kau tetap mengirimkan surat cerai ini padaku?”
“Kemarin aku juga sudah membahas tentang keluargaku sendiri. Lihatlah ayahku sedang sakit dan kau masih berani mengirimkan surat cerai ini padaku? Kenapa kau semakin tidak punya hati Dante?” geramnya hati Tatiana sehingga ingin rasanya dia merobek surat itu tapi dia menahan dirinya dan meletakkan surat itu di meja.
“Katakan pada orang yang mengantar surat ini. Aku sendiri yang akan mengantarkan kembali suratnya kerumah Dante!” ucap Tatiana ketus dan dia sudah meninggikan suaranya pada pelayan wanita yang mengantarkan surat itu.
“Baiklah Nyonya.” jawabnya langsung meninggalkan wanita itu.
‘Dante kita harus bicara soal ini. Aku tidak akan menyerah secepat ini Dante! Tidak! Aku tidak akan pernah melepaskanmu pergi! Itu tidak akan pernah terjadi! Berpura-pura melepaskanmu pergi? Aku akan pikirkan semuanya. Aku harus punya jaminan kalau kau akan tetap kembali padaku walaupun kita sudah berpisah.’ bisik hati Tatiana.
__ADS_1
Tatiana sudah kehilangan kendali dan naik pitam saat mendapatkan surat perceraian itu. Ini adalah kemarahannya yang paling besar yang pernah dialaminya.
Selama ini dia sudah menjadi permata hati Dante, dan pria itu selalu menuruti semua kemauannya. Tapi kini keadaan berubah, pria itu bahkan tidak peduli lagi padanya dan ingin cepat-cepat bercerai.
“Dante! Kenapa kau lakukan ini padaku?” Tatiana sungguh tidak menyangka bahwa Dante ternyata tidak main-main menggertaknya dan akan menceraikannya.
Laki-laki yang dulu selalu menurutinya itu, yang selalu melakukan apa yang Tatiana mau tiba-tiba ingin menceraikannya? Ini jauh dibatas nalar pikirannya. Tatiana tidak bisa menerima ini!
“Fuuhhh!” dia menghempaskan napas kasar. Mengeluarkan rasa sesak didadanya. Rusak sudah semua mood positifnya sehingga dia tidak mempedulikan lagi makan paginya. Tatiana hanya mengambilsurat itu dan handphonenya. Dia berniat masuk kembali kedalam kamarnya dan hendak menemui Dante.
Dreeettttt dreeettttt dreeeettttt
“Siapa yang meneleponku pagi-pagi begini?” tanya Tatiana malas-malasan tapi dia tetap membuka handphonenya dan melihat nama yang menghubunginya. Tatiana menjadi melunak lalu mengeryitkan keningnya dan tersenyum kecil. ‘Sudah tak sabarkah kau ingin bertemu denganku?’ ucap bibirnya.
“Selamat pagi Jeff!” suara Tatiana terdengar tegas menunjukkan keangkuhannya sebagai wanita kelas atas. Dia selalu menganggap dirinya sangat berharga dan menganggap remeh orang lain.
“Selamat pagi untukmu Tatiana! Apa yang kau lakukan pagi ini cantik? Apa kau sudah sarapan?” Jeff tak peduli dia menyapa dengan lembut bahkan menawari sesuatu karena ada niat tersembunyi.
“Aduh sayangku! Aku sudah menyuruhmu untuk menunggu dirumahku tapi apa yang kau lakukan? Kau malah kembali kerumahmu. Sekarang aku sudah sampai didekat rumahmu!”
“Benarkah? Kau sudah dekat rumahku? Kau mau menjemputku?”
“Aku ada di hotel dekat rumahmu. Tidak terlalu jauh dari tempatmu.” jawab Jeff lagi.
“Itu hanya sekitaran sepuluh menit dari rumahku. Apa kau ingin aku kesana sekarang Jeff?”
“Ya, aku ingin kau kesini sekarang.ada banyak hal yang ingin kubicarakan denganmu Tatiana mumpung masih pagi. Sekalian aku mengundangmu sarapan bersama. Kau belum sarapan bukan?”
“Tidak perlu memikirkan sarapanku. Baiklah karena ingin membicarakan hal penting, aku akan segera kesana.” tanpa pikir panjang lagi tatiana yang sudah mematikan telepon itu membawa amplop yang tadi diantarkan kurir. Tak lupa dia membawa handphonye lalu melangkahkan kaki keluar rumah.
__ADS_1
“Ambilkan tasku yang ada dikamarku! Aku menaruhnya di atas meja riasku.” perintahnya pada pelayan dengan nada sangat ketus.
“Baik Nyonya.” pelayan itu langsung berlari agar lebih cepat untuk mengambilkan tas Tatiana. Tak berapa lama dia kembali dengan membawa tas yang diminta Tatiana.
“Ini tasnya Nyonya!” ujar pelayan itu terengah-engah.
“Aku hanya menyuruhmu mengambil tas! Kenapa kau seperti orang berlari marathon?”
“Maafkan saya nyonya.”
“Ini rumahku! Jadi kau harus bersikap baik dirumahku, tidak berlari-lari seperti itu. Rumahku bukan lapangan sepakbola! Paham kau?” ucap Tatiana sinis dan langsung mengambil tasnya lalu masuk kedalam mobilnya.
“Anda butuh supir nyonya?” tanya seorang pria. Dia adalah Jack orang kepercayaan Omero.
“Tidak perlu! Ingat ya. Jangan ada yang menguntitku! Apa kau paham?”
“Iya. Paham nyonya.” laki-laki yang diajak bicara oleh Tatiana itu menganggukkan kepala.
“Jangan iya..iya saja tapi tetap menguntitku! Awas kau!” ancam Tatiana bicara pada orang kepercayaan ayahnya sambil memicingkan mata.
“Didepanku kau bilang iya tapi kau terus saja mengikutiku. Lalu besok kau laporkan pada ayahku. Begitu yang kau bilang iya? Cih!” Tatiana meludahi wajah pria itu.
Memang sikapnya sangat buruk dirumahnya sendiri dan ini hanya diperlihatkan Tatiana hanya dibelakang Dante.
Didepan pria itu, Tatiana sangat anggun dan benar-benar wanita kelas atas yang punya kepribadian bagaikan putri raja yang berhati putih tulus.
“Saya tidakakan lakukan kalau bukan atas perintah Tuan Omero.”
BUG! Tatiana menghantamkan bogem kewajah pria itu dan menendangnya. Pria itu belum sempat menghindar sehingga dia kesakitan diantara kedua kakinya yang ditendang oleh Tatiana.
__ADS_1
“Ini baru peringatan untukmu! Kalau kau mengadu pada ayahku, aku akan memotong lidahmu!” ancamnya lalu menuju ke mobil.