PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 405. PENGAKUAN HENRY


__ADS_3

Tidak ada yang tahu apa yang direncanakan oleh Dante kecuali Hans. Karena itu Hans tadi tidak dapat bergerak diruang kerja Dante, kepalanya pusing dan dia mengkhawatirkan kondisi Dante. Hans yang diperintahkan untuk menyembunyikan seluruh anggota keluarga Dante di bunker saat ada penyerangan itu sudah jadi pesan negatif bagi Hans.


 


“Baiklah, kita kembali ke pembahasan sebelumnya, ayah.”


“Oke! Kau sudah siap untuk membicarakan masalah inti?” tanya Omero. Dante hanya mengangguk.


“Namun satu hal yang harus kujelaskan padamu ayah! Aku sudah mengganti nama ahli waris semuanya atas nama Alexander Sky Sebastian dan Belinda Alexandra Amani Sebastian!”


 


“Wow! Kau sudah mengatur sampai kesana Dante?”


“Iya ayah! Kurasa kita harus kembali membahas permasalahan kita ayah!”


"Ya kau benar Dante! Apa yang kau tahu tentang Dante Emilio?” tanpa menunggu lama mereka langsung ke inti pembicaraan.


 


“Aku tahu sesuatu! Pria itu yang membawa adikku setelah kecelakaan yang terjadi pada ayah dan ibuku.” jawab Dante.


Ingin sekali rasanya Omero mengomentari Dante saat itu juga tapi entah kenapa kata-kata Dante ini membuatnya kehilangan kemampuan untuk bicara! Dante Emilio yang membawa anak dari sahabatnya? Tapi bagaimana caranya dia melakukannya pada saat kecelakaan itu? Jadi si kecil itu selamat? Apa dia masih hidup sampai sekarang? Kenapa aku lengah sekali tentang ini?


 


Kenapa aku tidak memperhatikan hal ini? Aku tidak bertanya padanya karena saat itu dia ada kasus! Tapi apakah informasi yang didapatkan dante ini adalah informasi yang akurat? Semua pertanyaan itu muncul dibenak Omero. Dia tidak tahu bagaimana harus mengutarakan hal ini, tapi sejujurnya semua kenangan masa lalu itu mulai terbuka lagi.


 


Dia kembali mengingat kejadian itu yang membuatnya merasakan nyeri di bagian tubuhnya karena stress yang bertumpuk. “Apa kau pernah menyelidiki tentangnya ayah?” Dante mencoba mencari penjelasan, pria itu lalu menggelengkan kepalanya dengan raut wajah bersalah.


 

__ADS_1


“Maaf Dante! Aku memang bersalah dalam hal ini. Aku tidak mengecek tentangnya tapi kecelakaan itu sangat buruk. Aku masih berpikir bagaiman Dante Emilio bisa menyelamatkan adikmu dari kecelakaan itu dan membawanya? Dan kenapa dia tidak memberikan adikmu kepadaku? Dia adalah orang yang sangat jujur, aku tidak menyangka dia akan menyembunyikan hal ini.” Omero cukup menyayangkan dan pikirannya sudah menggiring opini ke hal yang berbeda dengan apa yang ada dipikiran Dante.


 


“Tidak! Bukan seperti itu! Dia bukan tidak mau memberikannya padamu! Dia tidak punya kesempatan untuk memberikannya padamu. Boleh aku tanya satu hal? Apa kau sempat berbicara dengannya setelah ayahku meninggal?”


 


“Dia terkena kasus. Penyelundupan atau apa aku pun tidak tahu. Tapi saat itu aku tidak bisa bicara dengannya dan aku sudah banyak masalah karena pihak federal mencoba untuk mengganggu hidupmu! Mereka terus saja bertanya tentang kematian ayahmu dan itu berlangsung sampai tiga tahun. Inilah yang membuatku lupa tentang Dante Emilio! Aku bahkan baru ingat tentangnya sekarang. Aku benar-benar lupa!”


 


Omero mengatakan yang sejujurnya pada Dante berdasarkan pada pengalamannya. Terlihat kejujuran di wajahnya ketika dia memberitahu Dante hal itu sehingga Dante pun tidak memperpanjang lagi masalah ini.


Pikirannya sudah tenang karena semua pertanyaan tentang senjata rakitan Omero sudah terjawab dan  masalah Dante Emilio juga Dante sudah mendapatkan jawabannya.


“Dia tidak datang lagi menemuimu karena dia tidak memiliki adikku. Dia dijebak dan adikku diambil seseorang. Tapi aku tidak tahu siapa yang mengambilnya dan setelah itu dia dimasukkan kedalam tahanan hingga akhirnya dia harus mendapatkan hukuman seumur hidup!” Dante menjelaskannya lalu dia menatap kearah Henry.


“Apa ada yang mau kau tambahkan dari ceritaku tentang pria itu?”


 


“Semua sudah anda jelaskan dan tidak ada lagi yang perlu saya jelaskan kepada anda Tuan.” lalu Henry tak bicara lagi. Dia hanya menjadi pendengar yang baik dan seperti biasa tidak akan menyangkal setiap perkataan Dante.


 


“Aku yakin kau tahu tentang ini lebih dari yang aku tahu, Henry! Bisa kau menceritakannya padaku yang sejujur-jujurnya?”


Mendengar ucapan Dante membuat Henry cukup kaget begitupun dengan Omero karena tak paham maksud perkataan Dante. Bagaimana bisa seorang kepala pelayan bisa tahu tentang ini lebih banyak dari dirinya? Sedangkan temannya Mateo tidak pernah menceritakan tentang hal itu kepada siapapun!


 


Saat mereka bicara berdua, Henry juga tidak diundang oleh Mateo untuk mendengarkan pembicaraan mereka. Apa yang sebenarnya terjadi? Omero tahu kalau Dante tidak sembarangan kalau bicara tentang apapun. Jika dia memberikan penegasan seperti ini kepada Henry itu berarti memang pria itu lebih tahu banyak daripada dirinya?

__ADS_1


 


“Katakanlah Henry, apa yang kau ketahui!” ujar Dante lagi. Meskipun dia tidak yakin apa saja yang diketahui oleh Henry tapi dia tetap menunggu jawaban dari pria itu. Sedangkan Omero yang masih dalam posisi setengah tiduran menatap Henry mencoba untuk memaksa Henry untuk bicara dan membantu mendapatkan informasi apa yang diinginkan oleh Dante.


 


“Hmm! Apa menurut anda saya tahu Tuan?” justru Henry membalikkan pertanyaan itu lagi kepada Omero dan Dante.


“Kau tahu semuanya Henry! Saat ini aku membutuhkan informasi lengkap tentang semuanya karena aku hampir menemukan adikku! Jadi katakan kepadaku kenapa kau tidak membicarakan masalah Dante Emilio yang tersandung kasus setelah ayahku meninggal kepada Omero kala itu?”


 


“Ehm...itu semua karena saya melihat Tuan Omero sudah sangat pusing sekali dengan masalah yang bertubi-tubi dihadapinya.  Sedangkan Dante Emilio juga kita belum taju seberapa loyal dia kepada ayah anda. Dan saya juga tidak tahu kalau dia yang menyelamatkan adik anda, Tuan!”


 


“Jadi kau tahu apa yang terjadi pada Dante Emilio? Tapi kau menyembunyikannya dariku selama ini Henry? Apa sebenarnya yang sudah diberitahukan Mateo kepadamu, Henry? Kau sepertinya tahu banyak?” akhirnya Omero pun bertanya karena dia sudah mulai curiga juga jika Henry bukan seperti yang dia tahu selama ini.


 


‘Sepertinya memang benar Henry mengetahui banyak hal. Wah, kemana saja aku sampai aku tidak tahu maslaah seperti ini?’ bisik hati Omero yang semakin penasaran dan juga semakin antusias.


“Kami hanya mengobrol santai saja Tuan!”


“Tidak mungkin!” Omero menggelengkan kepalanya, “Aku tahu temanku Mateo! Dia tidak akan sembarangan bicara dengan seseorang. Dia juga tidak akan sembarangan mengajak bicara tentang sesuatu hal kalau orang itu bukanlah ahlinya!” Omero tersenyum penuh arti.


 


“Satu hal lagi yang masih aku ingat, dia tidak suka membuang waktunya mengobrol tidak penting tanpa ada tujuannya! Jadi bisa kau beritahu kami latar belakang sebelumnya? Apa kau adalah rekan kerja dari Mateo Sebastian?”


 


“Ehm...maaf Tuan. Saya rasa anda salah apahm!” jawab Henry.

__ADS_1


“Tidak! Katakan siapa kau sebenarnya Henry? Kau menjaga Dante selama bertahun-tahun, kau sangat setia padanya! Kau sangat pintar dalam menyiapkan segala sesuatu! Tidak ada kebutuhan Dante yang tidak bisa kau siapkan! Kau cukup pintar untuk sekedar menjadi kepala pelayan. Apakah sahabatku Mateo mengajarimu sesuatu?”


__ADS_2