
“Apa tempat ini kau yang membangunnya bersama Barack?” celetuk Nick lagi smabil mengamati tempat dia berada sekarang. “Kau membuat kami semua berpikir kalau kau akan mati sekarang! Tapi sebenarnya kau sudah merencanakan sesuatu, jadi apakah semua rencanamu ini hanya bertujuan seperti katamu? Hanya untuk berjaga-jaga saja?”
Nick tidak paham tapi dia tetap serius dengan pekerjaannya dengan melakukan apa yang dipreintahkan oleh Dante sampai selesai. Nick paham kalau nyawa temannya itu sekarang sedang bergantung kepada keseriusannya.
Dreetttt…...dreeeetttt…..dreeeetttt
Ponsel Nick bergetaar sehingga dia menghentikan apa yang sedang dikerjakannya.
“Ada apa kau meneleponku Eddie? Aku sedang melakukan perintah Dante! Dia pasti akan meneleponku lagi sekarang.” ujar Nick.
“Dimana kau sekarang? Aku menelepon Dante dari tadi tapi dia tidak menjawab teleponku.”
“Aku sedang berada diruang bawah tanah! Aku ada di bunker! Kau pasti tidak akan percaya tapi aku sekarang ada di ruangan peninggalan ayah Dante!” kata Nick menyombongkan dirinya.
“Hah? Benarkah kau ada disana? Ada apa dengan Dante? Katakan padaku apa yang terjadi? Bagaimana kau bisa berada disana? Bukankah tempat itu adalah tempat rahasia?” Eddie mencecar Nick dengan pertanyaan karena dia merasa khawatir setelah mendengar ucapan Nick. Tadinya dia fokus mengurus penjualan senjata dan mengatur semuanya.
Karena kesibukannya, Eddie tidak bicara dengan teman-temannya yang lain. Dia mengkoordinasikan anak buah Dante supaya tidak ada kesalahan dan tidak ada kejadian yang sama seperti yang menimpa Nick saat berurusan dengan White.
“Dante tidak apa-apa. Dia sedang pergi ke penjara! Aku tidak tahu apa tujuannya kesana tapi sepetinya dia menyelamatkan narapidana, dia belum banyak cerita padaku.”
Eddie merasa lega setelah mendengar penjelasan Nick. Kekhawatirannya sudah berkurang dibandingkan tadi. “Fuuhhh! Tapi kenapa Dante yang pergi? Bukankah biasanya kau yang melakukan jika ada kasus seperti itu?”
Teman-teman Dante merasa khawatir karena mereka tidak pernah berpikir jika Dante bisa melakukan hal itu. Dante biasanya hanya mengkoordinasaikan sambil duduk manis dan dia mengatur semuanya. Sedangkan teman-temannya yang bekerja bersama anak buah mereka.
“Berhasil! Iya! Akupikir dia akan menghabiskan waktu satu atau dua jam! Kurang dari tiga puluh detik semuanya selesa!” dia sudah keluar dari sana! Kita tidak perlu mengkhawatirkannya lagi. Sebaiknya kau mengkhawatirkan dirimu sendiri saja. Bagaimana kau disana? Apa pekerjaanmu baik-baik saja Eddie?” tanya Nick.
__ADS_1
“Ehmmm….semuanya berjalan lancar tidak ada masalah! Aku hanya ingin berkoordinasi dengan Dante! Apakah kami boleh menembak pasukan federal?”
“Aku tidak tahu soal itu! Memangnya kau ingin menembak siapa?” tanya Nick.
“Aku hanya ingin berjaga-jaga saja. Aku ingin memberitahukan kepada semua naka buahku apa yang harus dilakukan. Supaya jangan sampai nanti ada kesalahphaman dan rencana Dante berantakan!”
“Kalau soal itu nanti akan kutanyakan pada Dante kalau dia sudah mengangkat teleponku.”
“Iya. Tolong kau tanyakan! Karena sebentar lafi kami akan melakukan transaksi! Lebih kurang sekitar dua jam lagi kami harus sudah beraksi!” kata Eddie menjelaskan situasinya.
“Baiklah. Aku mengerti sepertinya aku sudah bekerja seperti operator telepon saja sekarang.”
“Itu karena kau sedang terluka Nick! Kau tidak bisa beraksi dilapangan. Sembuhkan dulu kakimu hahahaha…...atau selamanya kau akan menjadi operator abadi!” ejek Eddie tertawa terbahak-bahak.
“Sialan kau! Senang sekali kau menertawaiku ya?” ucap Nick.
“Sudahlah! Operator abadi juga tidak masalah. Tapi ingat aku tetap harus diselamatkan disini. Aku ada diruang pengendali loh! Aku tidak mau jadi tulang tengkorak disini! Mana aku lupa bawa air minum pula. Aissssss…….sial sekali!” keluh nick.
“Disana ada banyak stok makanan. Apa kau lupa Nick?” ujar Eddie mengingatkan.
“Oh ya? Dimana? Aku tidak menemukan apapun disini! Hanya ada reaktor nuklir saja. Memangkau pikir aku harus makan reaktor nuklir?”
“Dasar bodoh! Sekarang kau ada dimana? Ruang pengendali bukan?” tanya Eddie lagi memastikan.
“Iya benar! Aku ada didalam ruang kendali sekarang.” jawab Nick.
“Cobalah kau tengok ke pojok paling kanan. Ada tombol berwarna hijau. Ditutup dengan kotak berwarna hitam. Tempatnya terpencil dibagian belakang itu didekat tombol untuk menghidupkan reaktor nuklir.” kata Eddie memberikan arahan pada Nick.
__ADS_1
“Benarkah? Coba aku lihat dulu.” jawab Nick menggeser kursinya menuju ke pojok yang dikatakan Eddie. Ruang pengendali itu cukup besar dan dia berada dibagian tengah.
Duduk dikursi dengan roda sehingga memudahkannya bergerak kemanapun. Termasuk ke pojokan yang dimaksudkan oleh Eddie. Jaraknya hanya sekitar lima meter dari tempat Nick duduk.
“Aku sudah menemukannya! Tombol hijau itu ada. Wah berarti aku bisa dapat air minum disini!” teriak Nick senang. ‘Dari hotel aku belum sempat minum tadi dan aku akan mati kehausan disini.’ gumamnya dalam hati yang kini merasa senang. Dia seperti menemukan harta karun saja.
“Pencet saja tombol itu. Kau bisa mendapatkan makanan nanti!” ucap Eddie lagi.
“Baiklah aku coba.” sahut Nick.
TEEETTT…...tembok disebelah kanannya yang tadinya hanya terlihat seperti dinding biasa kini terbuka perlahan dan. “Wah aku bisa berpesta disini. Banyak sekali makanannya!”
“Tentu saja banyak makanan. Itu adalah ruang pengendali! Tempat paling khusus dan daerah paling aman walaupun diatasnya ada pecahan bom Hiroshima.”
Eddie menjelaskan semuanya pada Nick untuk menenangkan hatinya sendiri dan juga temannya. Meskipun saat ini dia masih mengkhawatirkan Dante.
‘Kalau hanya untuk mengeluarkan seseorang dari penjara, Dante bisa menyuruh Nick untuk masuk kedalam ruang kendali. Aku tidak percaya Dante. Apalagi dia memasukkan hingga Nick harus terkunci didalam sana sendirian! Aihhhhh apa yang kau rencanakan Dante?’
‘Apa kau berencana akan meluncurkan senjata canggih yang kau buat? Aku tidak paham apa yang kau buat dengan Barack didalam sana. Tapi apakah senjata itu sudah siap pakai? Apakah masalah kita sepenting ini sampai kau harus menggunakan senjata rahasiamu itu?’ Eddie bertanya-tanya didalam benaknya.
Tapi dia tidak menunjukkan kekhawatirannya kepada Nick yang sedang berada didalam sana. Supaya Nick tidak merasa panik yang nantinya bisa berakibat fatal.
“Makanan ini cukup untuk lima tahun kurasa! Sebenarnya mungkin bisa lebih. Tapi aku sangat yakin masa kadaluwarsanya tidak sampai sejauh itu!” kata Nick. "Ah ternyata tidak seburuk yang kupikirkan berada dibawah sini."
“Ya kau bisa mengambil apapun disana. Apa kau tahu dimana kamar mandinya?” tanya Eddie lagi.
“Eeeehhh….iya iya dimana kamar mandi? Aku sampai tidak kepikiran soal itu.” sahut Nick.
__ADS_1
“Pfff! Kau pencet saja tombol merah yang ada disamping kiri pintu masuk. Kalau itu sudah terbuka maka didalamnya ada kamar mandi! Untuk membuka kamar mandi dari dalam kau harus pencet lagi tombol merah. Apa kau paham Nick?”