PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 278. ADA YANG SALAH DENGANNYA


__ADS_3

“Aku hanya ingin melihat luka-lukaku! Karena tadi sebelum kesini dan Anthony memberiku pakaian, aku melihat banyak luka di punggungku! Aku terlihat sangat jelek sekali dihadapanmu.”


Ucapan bella itu membuat dante terdiam dan hanya berdecak kemudian mendekati Bella sambil melemparkan pakaian ke atas tempat tidur. “Apa selama ini yang menggantikan pakaianmu adalah Anthony?”


Bella menggelengkan kepalanya, “Dokter Anna yang melakukannya.” jawabnya jujur tanpa menatap Dante tapi jawaban ini berhasil membuat sudut bibir pria itu terangkat keatas membentuk senyuman.


“Anthony tidak menyentuhmu kecuali saat dia membawamu dari ruangan itu?”


Bella kembali menjawab dengan anggukan kepalanya tanpa mengucapkan sepatah katapun.


“Apa yang masih membuatmu cemas?”


“A—aku tidak cantik lagi. Apa kau akan menyukaiku?” tanya Bella sambil mendongakkan kepalanya. Tapi tentu saja pertanyaan ini tidak bisa dijawab oleh Dante.


“Kau ingin memakai bajumu sekarang?” tanya Dante tanpa melihat Bella.


‘Luka-luka itu aku yang membuatnya! Ada bekas luka tentunya karena itu tidak mudah hilang! Harus ada pengobatan khusus untuk itu. Apa dia tidak suka dengan kulitnya sekarang? Waktu aku bertemu dengannya, tubuhnya sangat halus sekali! Apa yang sudah kuperbuat padanya? Sebulan lalu aku mencambuknya dan meninggalkan bekas!’ rasa bersalah memenuhi hati pria itu.


“Kau mau kulitmu halus lagi?” tanya Dante menatap Bella.


“Apa masih bisa?” Bella mendongak menatap wajah pria itu dengan tatapan penuh harap.


“Hmmm!” Dante menganggukkan kepala. “Tentu bisa! Aku akan memberikan pengobatan untuk semua lukamu dan aku akan memulai secepatnya untuk mengembalikan tubuhmu.” ucap Dante berjanji.


“Aku tidak mau!” Bella langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.


“Apa maksudmu tidak mau? Bukankah kau mau kulitmu kembali seperti semula?”


“Yang itu aku mau. Tapi aku tidak mau kau salah sangka lagi padaku kalau aku jadi cantik.”


“Kau berpikir sampai sana?” Dante tak habis pikir dengan cara pikir Bella saat ini.


“Iya. Aku tidak mau kau marah padaku lagi. Aku tidak ingin dituduh menggoda siapapun lagi! Kalau tubuhku buruk begini apa kau akan menerimaku? Atau kau sangat suka wanita tanpa luka?” tanya Bella yang membuat Dante pun terdiam.


“Apa semua luka-luka ini sakit?” Dante tak jadi memegang pakaian itu, dia justru menaruhnya dan duduk disamping Bella sambil menarik wanita itu mendekat maju padanya dan menarik tubuh Bella agar tengkurap dengan kepalanya ada diatas pangkuan Dante.

__ADS_1


“Ehm...Aaahhhh….”


“Belinda! Kau kenapa? Aku hanya memegang lukamu. Kenapa kau justru mengeluarkan desisan begitu?” tanya Dante karena Bella mengeluarkan suara keenakan ketika Dante mengegrakkan tangannya dipunggung Bella.


“Aku suka sentuhanmu Dante!” ucap Bella manja sambil memejamkan matanya dan makin menyandarkan kepalanya di pangkuan pria itu. Kini Bella sudah menaruh kedua tangannya di pinggang Dante sambil menatap pria itu.


“Siapa yang mengobati semua luka-luka dipunggungmu?”


“Dokter Anna.” jawab Bella singkat.


“Ah, dokter yang selalu menggantikan pakaianmu itu?”


“Iya! Dia baik sekali dan lembut padaku. Dia banyak bercerita padaku, aku suka ceritanya tentang Cinderella!” ada senyum muncul diwajahnya membuat Dante bingung dan mengeryitkan dahinya.


‘Semua orang tahu kisah tentang Cinderella! Ada apa dengan pikirannya? Aku yakin sekali ada yang tidak beres dengan pikirannya. Ssshh….apa ini semua karena aku? Karena ruangan gelap itu? Bagaimana aku harus mempertanggungjawabkan ini pada Omero? Ssshhh! Ini sama seperti aku membunuh anaknya dua kali! Cassandra tidak kuijinkan naik motorku dan Belinda tersiksa karena semua yang terjadi diruangan itu!’ Dante semakin yakin memang ada masalah dengan pikiran Bella.


“Belinda! Apa karena luka-luka ini kau marah padaku?” akhirnya Dante memberanikan diri bertanya.


“Karena kau membuat luka di punggungku?” mata Bella memindai wajah Dante.


“Hmmm!”


“Aku tidak tahu aku marah atau tidak.” Bella menjawab dengan jujur.


“Apa yang kau rasakan saat kau melihatku?”


“Aku suka melihatmu didekatku. Jadi aku senang sekali kau ada disini bersamaku. Tapi aku takut sekali kalau kau marah lagi padaku! Aku…..Benar-benar tidak menggoda Lorenzo! Aku juga tidak menggoda Anthony! Aku tidak tahu kenapa aku bisa bersama dengan Anthony!”


Bella pun menjelaskan lagi kondisinya kepada Dante, bukannya menjawab pertanyaan Dante. Dirinya marah atau tidak dia pun tidak tahu. Yang dia rasakan hanyalah senang dan bahagia bisa melihat pria itu lagi dan bersama-sama dengannya.


“Fuuh!” Dante akhirnya hanya menghembuskan napas panjang melepaskan semua penat dikepalanya karena tidak tahu bagaimana cara merespon Bella.


‘Ini akan menjadi permasalahan yang panjang! Aku harus mengobati psikisnya. Bella memiliki masalah dengan mentalnya. Jangan sampai masalah mentalnya ini mempengaruhi bayi yang ada didalam kandungannya,’ Dante mengingatkan dirinya sendiri bahwa Bella tidak dalam keadaan baik.


“Dante….kau marah padaku?”

__ADS_1


Dante menggelengkan kepalanya, “Aku tidak akan pernah marah lagi padamu.”


“Benarkah?” Bella emngerjapkan matanya tak percaya. Dia pun tersenyum bahagia.


“Hmmm!” Dante hanya mengangguk.


“Terimakasih Dante! Terimakasih kau menjemputku.” Bella senang sehingga dia kembali bicara dan berusaha bangun untuk mengubah posisi tubuhnya menjadi duduk. Ada keberanian dalam diri Bella sekarang setelah mendengar ucapan Dante.


“Apa yang kau inginkan? Kenapa kau ingin aku menjemputmu?” giliran Dante yang bertanya. Dia menatap lurus pada Bella begitupun wanita itu kini memanjakan matanya dengan memandang Dante.


“Karena aku ingin bersama denganmu selalu. Kau ayah anakku!” ucap Bella jujur.


“Bukankah kau pernah bilang kalau kau tidak ingin memaafkanku? Pria yang bersama denganmu dulu? Yang telah membuatmu kehilangan putramu?”


“Karena sekarang aku tahu anakku masih hidup! Dan kau tidak bilang kalau kau adalah ayah anakku waktu itu.” celetuk Bella. “Aku tidak marah lagi padamu karena kau sudah merawat anakku.”


“Kenapa kau diam? Bukankah kau ingin mengegrakkan tanganmu untuk menyentuh tubuhku?”


“Kau tidak akan marah?”


Dante menggelengkan kepalanya saat mata Bella menatapnya hingga ada senyum muncul diwajah Bella dan dia memberanikan diri menaruh tangannya diatas kemeja Dante.


“Buka saja kemejaku kalau kau mau membukanya!”


“Hmmm…..boleh?” tanya Bella agak ragu karena dia tidak menyangka Dante akan mengijinkannya.


“Bukalah!” Dante menggerakkan tangan Bella memegang kancaing bajunya. Hati Bella sangat senang sehingga dia membuka kancing kemeja Dante.


“Katakan padaku! Bagaimana caramu mengenaliku kalau aku adalah pria yang bersama denganmu?”


“Maksudmu, kau adalah ayahnya Sky anakku?” mata Bella mengerjap menatap Dante.


“Alex! Panggil dia Alex, Bella!” Dante membenarkan ucapannya ketika Bella sudah membuka semua kancing bajunya dan ada senyum diwajah Bella saat dia melihat sesuatu dibalik kemeja Dante.


“Iya!” Bella menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“Jawab aku dulu atau aku tidak akan mengijinkanmu menyentuh bagian tubuhku yang kau inginkan.” Dante berusaha mengancam Bella tapi ancamannya hanya untuk menggoda wanita itu saja yang sudah mulai menyentuh tubuh Dante dengan jemarinya.


__ADS_2