
“Itulah alasan mengapa aku selalu memintamu berhenti. Duniamu sangat mengerikan Dante. Kalau kau memang tidak bisa keluar dari dunia hitam itu, apa kau mempunyai solusi?” tanya Tatiana yang mula merasa cemas.
“Aku punya ide, bagaimana kalau kita berusaha membuat Alex untuk mandiri?”
“Maksudmu? Bagaimana caranya aku melakukan itu? Anak itu sangat sulit untuk patuh.”
“Begini, kita carikan saja seseorang. Maksudku kalau kau tidak keberatan, aku ingin membayar seseorang untuk mendampingi Alex.”
“Pendamping? Apa maksudmu dante? Apa kau ingin menggantikanku?”
“Bukan seperti itu. Maksudku adalah mencari seseorang yang bisa membantunya, menjaganya, menemaninya bermain dan mengasuhnya. Bukan untuk menggantikan posisimu.”
“Katakan apa sebenarnya maumu? Apa kau sengaja ingin menjauhkan Alex dariku?” ujar Tatiana dengan suara tinggi menahan amarah.
“Bukan. Tidak seperti itu. Aku tidak menjauhkanmu dari Alex, dia akan selalu anakmu dan ada disisimu tapi akan ada seseorang yang menjaganya. Jadi kau punya banyak waktu untuk dirimu sendiri dan tidak terlalu lelah mengurus Alex. Dengan cara itu mungkin dia bisa mulai belajar mandiri dan tidak terlalu bergantung pada kita. Aku hanya ingin anakku mandiri dan bisa melindungi dirinya sendiri.”
Tatiana memikirkan setiap ucapan suaminya. ‘Seseorang untuk menjaga dan mengasuh Alex? Yang akan menemaninya dan menyayanginya saat aku sibuk, bukan begitu maksudnya?’ ucapnya dalam hati. Meskipun dia merasa ragu dan juga cemas tapi rasa penasarannya begitu besar dan ingin mencoba.
“Tatiana, kenapa kau diam? Apa kau masih disana?”
“Iya, aku sedang memikirkan ucapanmu barusan.”
“Jangan terlalu cemas, semua ini kulakukan untuk kebaikanmu agar kau tidak lelah. Dengan begitu kita akan punya banyak waktu luang bersama. Saat kita tidak ada setidaknya Alex ada yang menemani dan tidak mengganggu kita. Misalnya saat kau mau istirahat dan aku bekerja diluar maka Alex tetap bisa bermain dan melakukan aktivitasnya tanpa mengganggu waktu kita.”
“Oh maksudmu mempekerjakan babysitter?”
“Ya begitulah kira-kira. Apa kau setuju dan mengijinkannya?” tanya Dante. Bagaimanapun dia sudah memikirkan rencana ini dan ingin membawa Bella bersamanya. Hanya dengan cara ini dia bisa selalu dekat dengan wanita itu, mempekerjakannya sebagai pengasuh anaknya. Dengan cara itu, istrinya tidak akan curiga.
__ADS_1
“Jadi kau memikirkan aku? Kau tidak ingin aku kelelahan mengurus Alex, benar begitu?”
“Ya. Aku sangat menyayangimu dan tak ingin kau jatuh sakit karena lelah mengurus Alex. Aku juga ingin melihat putraku tumbuh menjadi anak yang mandiri.”
“Baiklah kalau memang sudah seperti itu keputusanmu, aku tidak bisa apa-apa. Tidak ada hal yang bisa kulakukan selain menyetujuimu.” ucap Tatiana.
“Kau benar-benar tidak keberatan, bukan? Apa kau menyetujui ideku karena terpaksa?”
Sebenarnya hati Dante sudah sangat senang mendengar istrinya setuju. Jalannya mulus untuk membawa Bella masuk kerumahnya. Selanjutnya hanya membuat anaknya bisa merasa nyaman menerima kehadiran Bella.
“Aku ikhlas kok, bukan terpaksa setuju. Kalau menurutmu itu yang terbaik maka lakukanlah untuk kebaikan putra kita. Aku setuju dengan semua yang kau lakukan.”
“Serius? Apapun yang akan kulakukan untuk kebaikan Alex, kau tidak keberatan?”
“Tidak sama sekali! Demi Alex dan itu juga bagus untukku, aku jadi bisa santai dan mengamati perkembangan Alex. Selain itu dia juga bisa berinteraksi dengan orang lain. Kau tahu bagaimana sulitnya Alex berkomunikasi dan dia sangat menjaga jarak dengan pelayan bahkan denganku pun dia tidak begitu percaya. Mungkin ini jalan terbaik untuknya.”
“Ha? Kau mau mencarinya di negara ini? Tapi kenapa?” tanya Tatiana heran dan cemas.
“Karena orang timur lebih mudah dididik dan patuh. Aku rasa lebih baik Alex diasuh oleh orang timur.”
“Ya benar juga katamu. Mereka lebih perhatian dan mau mendengarkan karena orang timur egonya tidak tinggi.” ucap Tatiana lega mendengar alasan suaminya.
“Aku akan meminta seseorang untuk membantuku mencari babysitter. Aku akan membawanya pulang setelah semua pekerjaanku disini selesai.”
“Baiklah. Tapi sebaiknya kita beri masa percobaan dulu seminggu. Jika dia memang mampu mengasuh Alex maka aku akan membiarkannya untuk mengurusnya terus.”
“Setuju!” ucap Dante senang. Dalam hatinya dia berharap agar Bella tidak gagal selama masa percobaan. Hanya ini satu-satunya jalan keluar untuk mempertahankan Bella tetap berada disisinya. Dan dia bertekad untuk membantu Bella agar bisa bertahan dihadapan Tatiana.
__ADS_1
“Terimakasih, sayang. Kau selalu memperhatikanku.” ucap Tatiana.
“Seharusnya aku yang berterimakasih padamu karena kau sudah menerima usulanku. Kelak kau akan lebih menikmati hari-harimu dengan baik.”
“Baiklah. Aku akan menunggumu kepulanganmu. Sampai jumpa dirumah, sayang.” ucap Tatiana. “Aku sangan merindukanmu.”
“Aku akan selesaikan semua secepatnya.Terimakasih kau telah memberikan waktumu untukku, Tatiana.”
Dante pun mematikan ponselnya, senyum tersungging dibibirnya. Kini dia merasa jauh lebih tenang dan entah kenapa rasa bahagia itu membuat suasana hatinya jauh lebih baik. Akhirnya apa yang diinginkannya bisa tercapai. Bella adalah miliknya selamanya dan akan dia pertahankan tetap disisinya tanpa membuat Tatiana curiga.
“Aku sudah memikirkan semua ini, mencari cara untuk membawamu kerumahku. Hanya cara ini saja yang tepat dan tidak mencurigakan siapapun. Tapi aku tidak bisa berjanji padamu untuk mendapatkan hak anakmu. Alex tidak akan memanggilmu mama, kau hanya akan mengasuhnya dan ini adalah kesempatanmu satu-satunya. Tidak boleh ada kesalahan, kalau sampai dia membuat kesalahan aku tidak mungkin bisa membelanya dihadapan Tatiana. Aku tidak mungkin mengatakan padanya jika kau adalah ibu kandung Alex. Kau memang ibunya tapi hanya istri sahku Tatiana yang jadi ibu bagi putraku.” ucap Dante mencoba menenangkan hatinya. Dia berusaha menutupi kenyataan dari Tatiana, dia tak ingin menyakiti hati istrinya.
Disisi lain, dia pun enggan melepaskan Bella yang sudah bertahun-tahun dicarinya. Dia ingin memastikan agar Bella akan selalu ada disisinya dan takkan pernah melepasnya. Meskipun dengan cara membohongi istrinya sendiri, tapi dia tidak punya pilihan lain. Haruskah dia disalahakn jika ingin memiliki wanita itu untuknya? Tak pernah terlintas dibenaknya untuk memiliki wanita lain selain istrinya tapi kehadiran Bella kembali merubah semuanya. Wanita itu sudah memenuhi hati dan pikirannya. Mengacaukan akal sehatnya sehingga dia sanggup membuat sebuah kebohongan.
“Lebih aku bersiap-siap sekarang.” Dante mengambil pakaian dan setelah selesai berpakaian dia keluar dari ruang pakaian. Dia melirik kearah ranjang, menatap wajah cantik yang tertidur pulas. “Matahari sudah tinggi tapi kau masih tidur seperti bayi. Apa kau bisa kuharapkan jadi pengasuh anakmu?” ujar Dante. “Aku hanya berharap kau tidak gagal.”
“Sebaiknya kubangunkan saja dia. Ah…..biarlah dia tidur dulu. Semalam kami tidur hampir jam tiga pagi, aku tidak mau dia sakit. Nanti setelah kau berada dirumahku dan mengurus anakmu, aku mau kau harus bangun pagi dan menjadli hari-harimu seperti orang normal.” ucap Dante yang sudah mempersiapkan rencana matang untuk Bella.
Dante berjalan ke sofa lalu duduk. Dia meraih ponselnya dan mencoba menghubungi teman-temannya.
“Halo Dante. Ada apa meneleponku?” tanya Barack.
“Apa semuanya aman?”
“Jangan khawatirkan aku. Semuanya sudah aman dan baku tembak juga sudah berhenti. Aku berhasil melarikan diri dan sekarang aku harus memikirkan cara untuk melarikan diri dari kota ini. Kemarin mereka datang bersama pihak berwajib, mereka melaporkan kasus ini karena itulah aku harus memikirkan matang-matang langkahku selanjutnya.”
__ADS_1