PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 258. BELLA & CASSANDRA KEMBAR


__ADS_3

“Dante! Aku sudah menemukan putriku!” ujar Omero merasa sangat bahagia. Bahkan pancaran kebahagiaan bisa terlihat dimatanya yang berbinar-binar dan senyum diwajahnya.


“Maksudmu?” Dante bertanya ulang sambil mengeryitkan dahinya karena tidak paham.


“Aku tidak pernah menceritakan ini kepada siapapun Dante! Tapi putriku Cassandra, dia punya saudara kembar!” Omero berhenti sejenak dan memandang lurus pada Dante.


“Cassandra? Dia memiliki kembaran?” tanya Dante terkejut. Ini benar-benar kejutan yang membuat detak jantungnya semakin kencang.


“Iya.” Omero menganggukkan kepalanya cepat. “Dulu aku membawa Cassandra ketika dia baru dilahirkan dan wanita yang bersama denganku dia membawa putriku yang satu lagi. Kami memang sengaja membagi dua mereka karena aku sebenarnya tidak ingin berpisah dengannya! Aku ingin menyimpan setengah dari dirinya bersamaku dan dia pun ingin menyimpan setengah dari diriku bersamanya. Kami berpisah bukan karena saling membenci atau bertengkar! Tapi saat itu dia memang tidak ingin tinggal bersamaku dan dia ingin mengasuh anaknya!” Omero berhenti sejenak menghela napas.


 Ingatan Omero sejenak kembali pada kenangan dua puluh tahun yang lalu. Keputusan terpaksa yang harus dia ambil meskipun dengan sangat berat hati.


“Saat itu dia pergi menjauh dariku, aku sudah berusaha mencarinya hanya saja aku tidak menemukannya dimanapun meskipun aku sudah mencarinya. Aku agak depresi! Aku penasaran bagaimana kondisinya, dia bilang dia ingin tinggal di Indonesia tapi aku tidak pernah menemukannya lagi!” ucap Omero yang memang tidak pernah berbohong tentang sesuatu pada dante.


Omero selalu jujur atau dia akan memilih diam daripada berbohong jika dia tidak mau mengungkapkan sesuatu. Tapi satu hal yang tidak pernah dilakukannya yaitu menipu Dante.


“Apakah itu alasannya kenapa ayah memiliki bisnis di indonesia?” tanya Dante mulai mengingat kehidupan Omero setelah kematian istrinya. Dante masih ingat bagaimana ayah mertuanya itu selalu bolak balik ke Indonesia.


“Iya.” jawab Omero menganggukkan kepala. “Karena aku ingin mencarinya makanya aku mencoba supaya bisa tetap tinggal di Indonesia dengan memiliki usaha disana. Kami bisa tinggal lebih lama dengan visa sosial setelah istri dan anakku meninggal tapi aku tetap tidak menemukannya! Aku merasa bersalah sekali pada Casssandra karena itu aku berusaha mencari saudara kembarnya dan ibunya.”


“Ya karena itu kau sering meninggalkan Tatiana!”


“Iya Dante! Itulah sebabnya Tatiana sangat bergantung sekali padamu!”


“Jadi maksudmu Cassandra punya saudara kembar dan kau mengira itu adalah Bella?” Dante cukup pintar untuk mengerti hal sederhana ini.


“Aku tidak mengira-ngira Dante! Ini memang kenyataannya! Cassandra punya saudara kembar dan Bella pasti adalah saudara kembarnya!”


“Benarkah?” Dante semakin tertarik dan tertawa kecil sambil menatap Alex.


“Anak itu adalah anak Bella?” tanya Omero lagi.

__ADS_1


“Ya ayah! Dia adalah anak Bella! Dia adalah anakku dan Bella.” jawab Dante dengan senyum diwajah.


“Daddy?”


“Nanti aku jelaskan padamu Alex! Kau tidak perlu memikirkan apa yang aku katakan oke?” kata Dante melirik anaknya.


Alex cukup cerdas berpikir dan curiga saat dia mendengar kata-kata ‘anak Bella’ karena itu Alex memanggil ayahnya.


“Dante! Berarti dia adalah cucuku!” pekik Omero girang.


“Dia memang cucumu kan, ayah?” tanya Dante sambil memandang Alex dan membelai rambut putra kesayangannya itu.


“Ya maksudku darah dagingku! Dia benar-benar cucuku Dante!” hati Omero semakin senang.


“Hmmm! Jadi Cassandra adalah saudara kembar Bella?” tanya Dante lagi, ada rasa lega didalam hatinya tapi juga ada rasa bersalah disana.


“Hei kalian berdua kenapa bicara pakai bahasa yang tidak aku mengerti lagi sih?” protes Sarah.


“Maafkan aku! Ini jam milikmu, aku kembalikan.” tanpa menunggu lama jam itupun langsung direbut oleh Sarah dan memeluknya erat-erat. Senyumnya merekah setelah mendapatkan jam tangannya lagi.


“Apa yang dikatakan oleh ibumu tentang foto itu?”


“Ibuku tidak pernah mengatakan apapun! Aku baru mengetahui tentang foto ini setelah ibuku meninggal. Aku tidak sengaja membuka jamnya!” kata Sarah menjelaskan.


“Bisa kau ceritakan tentang ibumu?”


“Aku ingin bercerita banyak tentang ibuku tapi sejujurnya saat ini aku kedinginan disini. Aku sudah tidak kuat lagi! Dingin sekali!” jawab Sarah yang dari mulutnya sudah beruap hampir membeku.


“Ah maafkan aku! Aku akan cepat-cepar mengantar kalian ke mansion.” ucap Omero.


Omero pun kembali pada setirnya dan menggerakkan buggy menuju mansion dengan perasaan yang tak bisa dilukiskan dengan kebahagiannya dan kini dia memikirkan wajah putrinya Bella.

__ADS_1


‘Oh iya! Aku harus melindungi Bella dari Tatiana! Jangan sampai Tatiana tahu kalau Bella adalah putriku dan saudara kembar dari Cassandra. Itu akan berbahaya!’ gumam Omero lalu melirik Dante.


“Ada apa kau melihatku begitu ayah?”


“Dante, bisakah aku minta tolong padamu?”


“Katakanlah ayah!” jawab dante singkat.


“Tolong sembunyikan jati diri Bella dari anakku Tatiana! Aku mohon padamu dante!”


“Kau ingin aku tidak mengatakan apapun soal itu ayah?”


Dante menatap lawan bicaranya walaupun lawan bicarnya tetap menatap lurus kedepan dengan pandangannya dan hanya mengangguk sambil berdehem.


“Baiklah. Bisa aku tahu apa alasannya yang masuk akal?” tanya Dante lagi.


“Aku tidak ingin kau memberitahukan pada putriku Tatiana kalau anakmu ini adalah anak Bella dan aku juga tidak mau kau memberitahu Tatiana kalau Bella adalah saudara kembar Cassandra! Aku juga tidak ingin Tatiana tahu kalau Sarah yang dibelakangku ini adalah anak dari wanita yang telah mengandung Cassandra! Pokoknya jangan ceritakan apapun tentang mereka pada Tatiana.”


“Biarkan saja situasinya seperti sekarang ini jangan ada apapun yang diketahui oleh Tatiana. Apa kau bisa melakukan itu Dante?” pertanyaan Omero dengan ekspresi cemas diwjaahnya dapat dilihat oleh Dante diwajahnya.


“Kalau itu bisa membuatmu tenang, aku akan lakukan ayah. Aku akan melakukan apa yang kau perintahkan padaku.” ujar Dante.


“Terimakasih Dante! Kau memang sudah tidak mencintai Tatiana tapi kau masih mau mendengarkanku dan menganggapku sebagai ayahmu. Aku sangat bersyukur sekali untuk itu dan permintaanku adalah jangan sakiti Tatiana. Biarkan dia pergi denganku tapi jangan melakukan hal buruk padanya.”


“Baiklah ayah!”


“Terimakasih kau sangat menghargaiku Dante.”


“Karena kau pantas dihargai dan dianggap ayahku. Aku tidak memanggilmu ayah karena aku menikahi Tatiana! Tapi karena aku memang menghargaimu sebagai ayahku. Ayah angkatku setelah ayahku tidak ada kau yang menjagakukan?” Dante tak ingin membuat Omero merasa tidak enak hati.


“Terimakasih untuk itu Dante.” Omero pun merasa hatinya tenang ketika mendengar ucapan Dante.

__ADS_1


‘Tatiana tidak boleh tahu tentang Bella! Aku tidak mau kejadian yang menimpa Cassandra terjadi pada Bella! Dia tidak boleh tahu tentang hubungan Dante dengan Bella, aku akan membawa Tatiana pergi dari tempat ini dan aku tidak akan membiarkannya mengganggu Dante lagi.’ gumam Omero dihatinya.


 


__ADS_2