PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 353. ADIKKU MASIH HIDUP


__ADS_3

‘Dimana kau sekarang? Jadi apa kau sekarang? Kau pasti sudah besar bukan? Mungkin usiamu sekitar dua puluh tujuh tahun!’ bisiknya lagi didalam hati sambil mengepalkan kedua tangannya.


“Dante! Dante Enilio!” Dante tersenyum kecut apalagi dia mengingat kata-kata ayahnya dulu. Dulu ayahnya memberinya nama Dante karena itu adalah nama seorang pria yang berjasa padanya.


Dimata ayah Dante, pria yang merupakan temannya itu adalah seorang sosok yang pemberani dan selalu membela kebenaran dan ayahnya berhutang nyawa pada pria itu. Sehingga dia pun memberikan nama Dante pada putranya untuk menghormati temannya itu sebagai ucapan terima kasih.


‘Ternyata pria itu masih hidup? Apa yang sebenarnya terjadi sampai dia dipenjara?’ bisik hati Dante. Setelah bertahun-tahun, dia menemukan sebuah kebenaran tentang adiknya yang hilang. Dan secara kebetulan dia bertemu Noel yang ternyata adalah putra dari Dante Emilio yang dulu adalah bawahan sekaligus teman ayahnya.


Tok tok tok


Terdengar suara ketukan dipintu yang membuyarkan lamunan Dante. Dia memandang kepintu yang kini terbuka dengan seseorang yang dikenalnya melangkah masuk menghampirinya. “Dia sudah pergi?” tanya Dante menatapnya.


“Sudah Tuan.” ucap Henry sambil menganggukkan kepalanya.


“Berikan padaku semua data lengkap saat kejadian kecelakaan itu, Henry! Bawakan apapun yang ada, berita koran, berita catatan kepolisian semuanya! Aku minta kau siapkan semuanya sekarang!” perintah Dante dengan serius.


“Baik Tuan. Akan saya bawakan untuk anda.”


‘Wajahnya mendung, sepertinya aku tahu alasannya.’ bisik htai Henry saat dia melangkah menuju satu berkas file usang lalu membukanya. ‘Fuuhhh kalau bukan karena perintahmu, aku tak akan mengambil ini.’ Henry menghampiri Dante dengan membawa berkas ditangannya.


Dia bisa melihat wajah Dante yang gelap bahkan dia tidak menatap Henry sama sekali, pandangannya lurus kedepan dan kosong. “Ini Tuan!” ucap Henry menyerahkan berkas tersebut dan meletakkan diatas meja kerja Dante.


“Henry! Apa yang kau pikirkan sama dengan yang kupikirkan?”

__ADS_1


Mata Dante tertuju pada berkas didepannya dan kedua tangannya masih belum berani menyentuhnya.


“Ya Tuan. Saya juga berpikiran sama. Saya tidak menyangka kalau anda masih mengingat tentang nama itu sampai sekarang.”


“Hah! Kau pikir ingatanku buruk?” tanya Dante sambil menangkat sedikit matanya menatap Henry.


“Maafkan saya Tuan. Saya tidak berpikir seperti itu.” Henry memilih untuk menunduk dan mengalah pada Dante berusaha mengikuti kemana arah pembicaraan Dante.


“Mungkinkah bayi kecil itu masih hidup Henry?” agak ragu Dante mencoba bertanya. Ini sungguh menyenangkan sekaligus menakutkan jika kenyataan tidak seperti yang dia harapkan. Sungguh hatinya saat ini dikuasai emosi. Bahkan tanpa dia sadari tangannya sudah berkeringat dingin.


“Seandainya benar apa yang dikatakan oleh Tuan Noel tadi, saya rasa semua ini benar Tuan!” jawaban diplomasti yang diberikan Henry berhasil membuat kepala Dante agak berat. Didalam hatinya di meraa sedikit nyeri sehingga dia menyandarkan tubuhnya disandaran kursi. “Kenapa kau tidak mengeceknya?”


“Maafkan saya Tuan. Ini adalah kelalaian saya.”


“Harusnya kalian semua mengeceknya saat kejadian itu Henry! Dia adalah orang kepercayaan ayahku. Tentu saja kejadian itu bisa saja terjadi kan? Dia berusha mengambil anak itu tapi sayangnya dia tidak bisa berhasil menyelamatkan ayah dan ibuku!”


“Adikku masih hidup Henry! Tapi dimana dia sekarang berada?” Dante bertanya dengan cemas tentang hal ini. Dia merasakan kekhawatiran saat memikirkan adiknya yang entah berada dimana saat ini.


“Saya akan segera mencari tahu, Tuan! Saya akan mengecek lagi kondisi di tempat kejadian. Mungkin masih bisa menemukan petunjuk baru.”


“Ini berat sekali Henry! Kejadian itu sudah lama dan aku tidak tahu bagaimana nasibnya sekarang dan apa yang dilakukannya sekarang.” sejujurnya Dante saat ini merasa pesimis.


‘Apa yang harus aku lakukan untuk menemukannya? Tapi bagaimana kalau aku sudah menemukannya tapi ternyata itu bukan adikku dan justru aku malah mengetahui fakta bahwa adikku sudah meninggal lama? Apa ini akan mempengaruhi emosiku?’ ucapnya didalam hati yang tak ingin kehilangan identitas dirinya sendiri.

__ADS_1


“Tuan, jangan patah hati. Memang adik anda masih kecil saat dia hilang. Tapi anda jangan khawatir, saya yakin adik anda adalah orang yang cukup kuat dan sama seperti anda Tuan. Dia bukanlah orang yang lemah.”


“Aku paham maksudmu Henry! Tapi bagaimana caranya aku bisa menemukannya sekarang? Ini sudah sangat lama dan aku juga tidak tahu bagaimana rupa adikku itu.”


‘Hatiku selalu sakit ketika aku melihat benda ini dihadapanku. Dante terpaksa dengan berat hati kembali membuka lembar demi lembar foto-foto itu. Ada rasa sakit dihatinya ketika dia mulai membuka lembaran pertama ke lembaran kedua. Dimana saat itu terlihat jelas kecelakaan mobil keluarganya.


“Saya mohon maaf untuk kejadian ini Tuan!” ucap Henry saat dia melihat airmata tumpah disudut mata Dante saat dia menatap setiap lembaran foto-foto itu.


“Aku tidak sanggup melanjutkannya Henry.” kata Dante dengan tanganya langsung menutup file dan menyugar rambutnya dengan kedua tangannya.


“Saya mengerti perasaan Tuan. Mohon maaf untuk semua rasa sakit ini.”


“Siapa yang melakukan semua ini pada ayahku? Dia bukan orang jahat Henry!” Dante lalu mengubah panddangannya, dia marah dan luka lama itu begitu menyakitkan didalam hatinya.


Ayah dan ibunya meninggal dihari yang sama dan dia juga kehilangan adiknya. Ini bukan sesuatu yang sebenarnya ingin untuk diingatnya kembali. “Bisnis senjata yang kugeluti ini sebenarnya bukanlah bisnis ilegal Henry! Ada senjata pembunuh massal yang dibuat ayahku. Ada senjata yang sengaja disembunyikan ayahku!”


Dante bicara tapi dia seperti tidak sedang bicara pada Henry, dia seperti sedang bergumam sendirian.


“Apa senjata yang disembunyikan itu Tuan?” Henry masih ingat apa yang dikerjakan oleh ayah Dante delapan bulan sebelum kecelakaan itu terjadi.


“Ayahku menyembunyikan itu. Dia tidak ingin memberikan itu pada pihak federal. Aku sudah mempelajari semuanya Henry! Dia tidak ingin ada pertumpahan darah dan perang dunia ketiga akrena senjata yang dibuatnya itu.” ujar Dante lagi.


Dia merasa gusar dan menatap Henry, “Ayahku menyimpan senjata itu bukan untuk dijual kepada neara asing. Dia tidak ingin menjual itu kepada pemerintah Italia!”

__ADS_1


“Saya tahu Tuan! Ayah anda memang tidak pernah punya niat kesana. Api memang dia tidak ingin menceritakan tentang senjata itu kepada siapapun.”


“Dan saat ini pihak federal mengejar! Mereka bukan ingin menghancurkan bisnis senjataku. Karena sebenarnya bisnis senjata ini hanya aku gunakan sebagai kedok untuk mencari pembunuh ayahku. Ada hal lain yang mereka cari di peninggalan ayahku yaitu senjata pemusnah massal yang telah diciptakan ayahku.”


__ADS_2